ANALISIS TEOLOGI AHLUSUNNAH PADA QS. AL – ANBIYA : 22 MENURUT IMAM AL BAIDHAWI DALAM TAFSIR ANWAR AL TANZIR
Keywords:
Teologi Ahlusunnah, Imam al-Baidhawi, Tafsir Anwar Al-Tanzil, TauhidAbstract
Artikel ini mengkaji pemahaman teologis Ahlusunnah terhadap QS. Al-Anbiya : 22 sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Baidhawi dalam karyanya Tafsir Anwar Al-Tanzil. Ayat tersebut menegaskan keesaan Allah sebagai asas utama dalam akidah Islam, dan menjadi landasan penting dalam penolakan terhadap konsep politeisme maupun dualisme dalam ketuhanan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi (content analysis), yang menelusuri penafsiran al-Baidhawi secara tekstual dan kontekstual, serta membandingkannya dengan prinsip-prinsip teologi Ahlusunnah. Hasil penelitian menunjukkan al-Baidhawi menegaskan bahwa keberadaan lebih dari satu ilah akan menyebabkan kekacauan dalam tatanan alam semesta, sesuai dengan prinsip tauhid rububiyyah Ahlusunnah. Tafsirnya juga mencerminkan pendekatan rasional dan tekstual khas ulama Ahlusunnah dalam menjaga kemurnian akidah dari pengaruh pemikiran eksternal seperti filsafat Yunani dan teologi kelompok non-Sunni. Kajian ini diharapkan dapat memperkaya diskursus teologi Islam klasik, serta menunjukkan relevansi tafsir klasik dalam merespons tantangan pemikiran kontemporer.











