KEBANGKRUTAN YANG HAKIKI (AL-MUFLIS) DALAM PERSPEKTIF HADIS TARBAWI: ANALISIS KESALEHAN RITUAL DAN KESALEHAN SOSIAL

Authors

  • Hafizah Aulia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nurcahaya Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Muhammad Alghifari Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Zhidan Muhammad Erfarizi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

al-muflis, hadis tarbawi, kebangkrutan spiritual, kesalehan sosial, kesalehan ritual.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebangkrutan hakiki (al-muflis) dalam perspektif hadis Nabi Muhammad SAW serta implikasinya terhadap kehidupan spiritual dan sosial manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data diperoleh melalui kajian terhadap hadis-hadis terkait konsep al-muflis, kitab syarah hadis, buku-buku keislaman, dan berbagai jurnal ilmiah yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis secara kritis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebangkrutan hakiki bukanlah kehilangan harta benda atau aset material, melainkan habisnya pahala amal akibat kezaliman terhadap sesama manusia. Hadis riwayat Muslim menjelaskan bahwa seseorang dapat datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, dan zakat, tetapi kehilangan seluruh pahalanya karena perbuatan seperti mencela, memfitnah, merampas hak orang lain, dan melakukan tindakan zalim lainnya. Ketika pahala telah habis, dosa-dosa korban akan dipindahkan kepadanya sehingga menyebabkan kerugian spiritual yang berujung pada azab akhirat. Penelitian ini menegaskan pentingnya integrasi antara kesalehan ritual dan kesalehan sosial sebagai fondasi utama keselamatan manusia. Oleh karena itu, setiap individu perlu menjaga hubungan dengan Allah SWT sekaligus menghormati hak-hak sesama manusia agar terhindar dari kebangkrutan hakiki di akhirat.

Downloads

Published

2026-06-09