https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/issue/feedAl-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya2026-07-05T01:45:24+00:00Husinhafizhihusinsungkar@gmail.comOpen Journal Systems<p align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, e-issn: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629232264730" target="_blank" rel="noopener">2830-7755</a>, p-issn:<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629152292734" target="_blank" rel="noopener">2830-7844 </a></strong></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;">is an open access and peer-reviewed journal of Islamic Studies published by the Amuntai High School of Al-Quran, South Kalimantan which contains writings from lecturers, education staff, education observers and so on. This journal is published bi-monthly </span></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;"><strong>(January, March, May, July, September, November)</strong></span></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;"> in print and online. </span></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;">This journal publishes research results related to Islamic issues related to social issues such as the study of the Qur'an and Hadith, Islamic philosophy, education, social, local wisdom, politics, economics, urbanism, multiculturalism, and others. through interdisciplinary. study. All papers submitted to the journal must be written in good Indonesian, English, Arabic or Malay. </span></span></span></p>https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4666ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS THRIFT KUSKU DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN DAN TEKNIS2026-07-01T10:49:45+00:00Anggun Maulinda Suyatnolindaanggun2004@gmail.comElen Krisniandaelenkey7@gmail.comNila Irsadanilairsada03@gmail.comMokhammad Khukaim Barkhowam.khukaim@stieama.ac.id<p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk bisnis thrift yang menyediakan produk fashion bekas layak pakai dengan harga terjangkau. Thrift Kusku merupakan UMKM yang menjalankan penjualan secara <em>online</em> dan <em>offline</em>, namun masih menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan dan penyampaian informasi produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan bisnis Thrift Kusku dari aspek keuangan serta aspek teknis dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (<em>mix method</em>) melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thrift Kusku memiliki kondisi keuangan yang baik dengan peningkatan laba dan penurunan BEP, didukung pengelolaan operasional dan pemasaran digital yang efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa Thrift Kusku layak dikembangkan dan memiliki prospek keberlanjutan usaha yang baik.</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budayahttps://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4667KONSEP HERMENEUTIKA SCHLEIERMACHER2026-07-01T13:14:37+00:00Muzayyanah Riyamuzayyanhrya@gmail.comNurul HidayatihdyNrul@gmail.com<p>Hermeneutika merupakan metode interpretasi yang bertujuan memahami makna teks secara lebih mendalam dengan mempertimbangkan unsur bahasa dan konteks yang melatarbelakanginya. Artikel ini membahas konsep hermeneutika Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher serta relevansinya dalam studi hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (<em>library research</em>) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan pemikiran Schleiermacher dan hermeneutika. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menjelaskan dan mengkaji konsep interpretasi yang dikembangkan Schleiermacher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika Schleiermacher dibangun atas dua pendekatan utama, yaitu pemahaman linguistik dan pemahaman psikologis. Pendekatan linguistik menekankan analisis bahasa, struktur teks, dan makna gramatikal, sedangkan pendekatan psikologis berfokus pada pemahaman maksud, kondisi batin, dan konteks pengarang atau penyampai teks. Dalam studi hadis, kedua pendekatan tersebut diaplikasikan untuk memahami teks hadis secara lebih komprehensif melalui analisis kebahasaan dan penelusuran konteks historis serta tujuan penyampaian hadis. Dengan demikian, hermeneutika Schleiermacher dapat menjadi</p>2026-07-01T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budayahttps://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4673KEADILAN YANG TIMBUL DI DALAM HUKUM ISLAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT2026-07-02T04:11:29+00:00Salma Rizqiasalmarizqia06@gmail.comLiyana Batrisyia Zahraliyanazahra9@gmail.comRoni Hidayatronihidayat.ma@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meneliti konsep keadilan di dalam kerangka hukum Islam dan pengaruh implementasinya terhadap tatanan kehidupan masyarakat. Sebagai suatu sistem hukum yang bersumber dari wahyu Tuhan, hukum Islam melihat keadilan bukan hanya sebagai norma hukum, tetapi juga sebagai kewajiban spiritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan analisis literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadilan dalam hukum Islam mencakup aspek kesetaraan di muka hukum, perlindungan hak – hak dasar individu dan keseimbangan ekonomi-sosial. Pengaruhnya dan kedamaian bagi setiap orang. Pelaksanaan keadilan yang konsisten adalah pilar penting untuk meraih kesejahteraan kolektif dalam masyarakat yang pluralistik.</p>2026-07-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budayahttps://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4674HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MAHASISWA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN ISLAM2026-07-02T04:16:55+00:00Mutia Indah Cahyanimutiaindah308@gmail.comSalsabila Nadine Safas@gmail.comMarshanda Triadim@gmail.comRoni Hidayatr@gmail.com<p>Transisi menuju dunia perkuliahan sering kali memicu tekanan akademik maupun personal yang berdampak pada kesejahteraan hidup mahasiswa. Penelitian kuantitatif ini dirancang untuk memetakan secara empiris bagaimana tingkat religiusitas berkorelasi dengan kondisi kesehatan mahasiswa, yang dibedah melalui integrasi psikologi dan sudut pandang Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada beberapa mahasiswa aktif. Instrumen yang digunakan mencakup skala ukur dimensi religiusitas Islam serta alat ukur standar kesehatan psikologis. Melalui analisis data yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara kedalaman religiusitas dengan tingkat kesehatan mental yang optimal. Secara psikologis, komitmen keagamaan bertindak sebagai pelindung internal yang efektif dalam mereduksi stres dan kecemasan. Sementara dari kacamata Islam, praktik spiritual seperti salat, zikir, dan sikap tawakal terbukti berfungsi sebagai terapi psikis yang memperkokoh daya bangkit (resilience) mahasiswa saat menghadapi tekanan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai spiritualitas memiliki kontribusi nyata terhadap kesehatan holistik mahasiswa, sehingga penting bagi lingkungan akademis untuk menyediakan ruang pendampingan mental berbasis spiritual.</p>2026-07-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budayahttps://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4693MEMAHAMI FIKIH JINAYAH2026-07-04T21:13:08+00:00Abul A’la Al-Maududiabul.alaal@umj.ac.idSukma Fitriani Ramadhanis@gmail.comDinda Alifia Hidayatde@gmail.comLaura Belva Wailahl@gmail.comResvia Nadilar@gmail.com<p>Makalah ini membahas konsep dan implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kehidupan manusia, khususnya dalam perspektif nilai-nilai Islam. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami perkembangan AI, manfaatnya dalam berbagai bidang, serta implikasi etis dan moral yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber terkait AI dan ajaran Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan industri. Namun, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan, terutama terkait etika, tanggung jawab, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan AI harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan tidak merugikan manusia. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai moral agar AI dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kehidupan manusia.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budayahttps://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4694ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS TERJEMAHAN GOOGLE TRANSLATE, CHATGPT, DAN DEEPL TRANSLATE TERHADAP TEKS FIKIH ARAB KLASIK : STUDI PADA KITAB FATHUL MU’IN2026-07-04T21:34:31+00:00Via Maulidyaafifkholis@unwaha.ac.idAfif Kholisun Nashoihan@gmail.comAnissa Selvia Elsantiel@gmail.com<p>Perkembangan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam bidang penerjemahan bahasa, termasuk penerjemahan teks keagamaan Arab yang memiliki karakteristik linguistik dan terminologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan <em>Google Translate, ChatGPT</em>, dan <em>DeepL Translate</em> dalam memahami konteks teks keagamaan Arab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Data penelitian berupa teks Arab dari kitab <em>Fathul Mu'in</em> bab <em>al-Ḥajj wa al-'Umrah</em> yang diterjemahkan menggunakan ketiga <em>platform</em> AI tersebut. Data dianalisis melalui perbandingan hasil terjemahan berdasarkan aspek pemahaman terminologi keagamaan, ketepatan makna kontekstual, dan karakteristik penerjemahan masing-masing platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Google Translate</em> cenderung menghasilkan terjemahan yang bersifat literal dan berorientasi pada makna leksikal, sedangkan <em>DeepL Translate</em> mampu menghasilkan terjemahan yang lebih natural tetapi masih mengalami keterbatasan dalam memahami istilah teknis fikih. Sementara itu, <em>ChatGPT</em> menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mempertahankan terminologi keagamaan dan memahami konteks pembahasan sehingga menghasilkan terjemahan yang lebih sesuai dengan maksud teks sumber. Temuan penelitian menegaskan bahwa kemampuan memahami konteks menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas penerjemahan teks keagamaan Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>ChatGPT</em> merupakan <em>platform</em> yang paling unggul dalam memahami konteks teks keagamaan Arab dibandingkan <em>Google Translate </em>dan <em>DeepL Translate</em>. Meskipun demikian, hasil terjemahan berbasis AI tetap memerlukan verifikasi oleh pengguna yang memiliki kompetensi kebahasaan dan keilmuan yang memadai untuk menjamin ketepatan makna.</p>2026-07-04T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budayahttps://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4698HUKUM MENIKAHI DENGAN NIAT MENCERAIKAN: ANALISIS DESKRIPTIF DAN TANTANGAN METODOLOGIS ERA MODERN2026-07-05T01:45:24+00:00Helmi Basrihelmi.basri@uin-suska.ac.idHidayatullah Ismailhidayatullah.ismail@uin-suska.ac.idDasman Yahya Ma’alydasman.yahya@uin-suska.ac.idNurul HidayahNurulhidayah73@gmail.com<p>Artikel ini bertujuan menganalisis hukum menikah dengan niat menceraikan (<em>nikah bi niyyat al-talaq</em>) dalam perspektif hukum Islam serta mengkaji tantangan metodologisnya pada era modern. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data primer diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, kitab-kitab fikih empat mazhab, fatwa ulama, serta literatur hukum Islam kontemporer, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan dalil tekstual, kaidah fikih, dan teori <em>Maqasid al-Shariah</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ulama klasik menganggap <em>nikah bi niyyat al-talaq</em> sah secara formal karena memenuhi rukun dan syarat akad, meskipun dipandang tercela dari aspek moral. Sebaliknya, pendekatan maqasid menilai praktik tersebut bertentangan dengan tujuan syariat dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, menjaga martabat perempuan, melindungi keturunan, dan mewujudkan kemaslahatan. Dalam konteks Indonesia, hukum positif menegaskan asas kekekalan perkawinan serta mengharuskan pencatatan perkawinan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak suami, istri, dan anak. Oleh karena itu, meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai keabsahan formalnya, perkembangan metodologi hukum Islam kontemporer cenderung menolak praktik menikah dengan niat menceraikan karena dinilai menimbulkan kemudaratan yang lebih besar daripada kemaslahatannya.<br><br></p>2026-07-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya