Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan <p align="justify"><span style="font-family: Times New Roman, serif;"><span style="font-size: medium;"><strong>Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, e-issn: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629232264730" target="_blank" rel="noopener">2830-7755</a>, p-issn:<a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629152292734" target="_blank" rel="noopener">2830-7844 </a></strong></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;">is an open access and peer-reviewed journal of Islamic Studies published by the Amuntai High School of Al-Quran, South Kalimantan which contains writings from lecturers, education staff, education observers and so on. This journal is published bi-monthly </span></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;"><strong>(January, March, May, July, September, November)</strong></span></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;"> in print and online. </span></span></span><span style="color: #333333;"><span style="font-family: Open Sans, serif;"><span style="font-size: small;">This journal publishes research results related to Islamic issues related to social issues such as the study of the Qur'an and Hadith, Islamic philosophy, education, social, local wisdom, politics, economics, urbanism, multiculturalism, and others. through interdisciplinary. study. All papers submitted to the journal must be written in good Indonesian, English, Arabic or Malay. </span></span></span></p> en-US hafizhihusinsungkar@gmail.com (Husin) hafizhihusinsungkar@gmail.com (HUSIN) Wed, 01 Jul 2026 11:01:06 +0000 OJS 3.3.0.11 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 ANALISIS STUDI KELAYAKAN BISNIS THRIFT KUSKU DITINJAU DARI ASPEK KEUANGAN DAN TEKNIS https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4666 <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia, termasuk bisnis thrift yang menyediakan produk fashion bekas layak pakai dengan harga terjangkau. Thrift Kusku merupakan UMKM yang menjalankan penjualan secara <em>online</em> dan <em>offline</em>, namun masih menghadapi kendala dalam pencatatan keuangan dan penyampaian informasi produk. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan bisnis Thrift Kusku dari aspek keuangan serta aspek teknis dan teknologi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode campuran (<em>mix method</em>) melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Thrift Kusku memiliki kondisi keuangan yang baik dengan peningkatan laba dan penurunan BEP, didukung pengelolaan operasional dan pemasaran digital yang efektif. Penelitian ini menunjukkan bahwa Thrift Kusku layak dikembangkan dan memiliki prospek keberlanjutan usaha yang baik.</p> Anggun Maulinda Suyatno, Elen Krisnianda, Nila Irsada, Mokhammad Khukaim Barkhowa Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4666 Wed, 01 Jul 2026 00:00:00 +0000 KONSEP HERMENEUTIKA SCHLEIERMACHER https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4667 <p>Hermeneutika merupakan metode interpretasi yang bertujuan memahami makna teks secara lebih mendalam dengan mempertimbangkan unsur bahasa dan konteks yang melatarbelakanginya. Artikel ini membahas konsep hermeneutika Friedrich Daniel Ernst Schleiermacher serta relevansinya dalam studi hadis. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (<em>library research</em>) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal, dan literatur yang berkaitan dengan pemikiran Schleiermacher dan hermeneutika. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk menjelaskan dan mengkaji konsep interpretasi yang dikembangkan Schleiermacher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hermeneutika Schleiermacher dibangun atas dua pendekatan utama, yaitu pemahaman linguistik dan pemahaman psikologis. Pendekatan linguistik menekankan analisis bahasa, struktur teks, dan makna gramatikal, sedangkan pendekatan psikologis berfokus pada pemahaman maksud, kondisi batin, dan konteks pengarang atau penyampai teks. Dalam studi hadis, kedua pendekatan tersebut diaplikasikan untuk memahami teks hadis secara lebih komprehensif melalui analisis kebahasaan dan penelusuran konteks historis serta tujuan penyampaian hadis. Dengan demikian, hermeneutika Schleiermacher dapat menjadi</p> Muzayyanah Riya, Nurul Hidayati Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4667 Wed, 01 Jul 2026 00:00:00 +0000 KEADILAN YANG TIMBUL DI DALAM HUKUM ISLAM DAN PENGARUHNYA TERHADAP MASYARAKAT https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4673 <p>Penelitian ini bertujuan untuk meneliti konsep keadilan di dalam kerangka hukum Islam dan pengaruh implementasinya terhadap tatanan kehidupan masyarakat. Sebagai suatu sistem hukum yang bersumber dari wahyu Tuhan, hukum Islam melihat keadilan bukan hanya sebagai norma hukum, tetapi juga sebagai kewajiban spiritual. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan analisis literatur. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keadilan dalam hukum Islam mencakup aspek kesetaraan di muka hukum, perlindungan hak – hak dasar individu dan keseimbangan ekonomi-sosial. Pengaruhnya dan kedamaian bagi setiap orang. Pelaksanaan keadilan yang konsisten adalah pilar penting untuk meraih kesejahteraan kolektif dalam masyarakat yang pluralistik.</p> Salma Rizqia, Liyana Batrisyia Zahra, Roni Hidayat Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4673 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUBUNGAN TINGKAT RELIGIUSITAS DENGAN KESEHATAN MAHASISWA: PERSPEKTIF PSIKOLOGI DAN ISLAM https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4674 <p>Transisi menuju dunia perkuliahan sering kali memicu tekanan akademik maupun personal yang berdampak pada kesejahteraan hidup mahasiswa. Penelitian kuantitatif ini dirancang untuk memetakan secara empiris bagaimana tingkat religiusitas berkorelasi dengan kondisi kesehatan mahasiswa, yang dibedah melalui integrasi psikologi dan sudut pandang Islam. Pengumpulan data dilakukan melalui metode survei dengan menyebarkan kuesioner kepada beberapa mahasiswa aktif. Instrumen yang digunakan mencakup skala ukur dimensi religiusitas Islam serta alat ukur standar kesehatan psikologis. Melalui analisis data yang dilakukan, hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan antara kedalaman religiusitas dengan tingkat kesehatan mental yang optimal. Secara psikologis, komitmen keagamaan bertindak sebagai pelindung internal yang efektif dalam mereduksi stres dan kecemasan. Sementara dari kacamata Islam, praktik spiritual seperti salat, zikir, dan sikap tawakal terbukti berfungsi sebagai terapi psikis yang memperkokoh daya bangkit (resilience) mahasiswa saat menghadapi tekanan. Studi ini menyimpulkan bahwa penguatan nilai-nilai spiritualitas memiliki kontribusi nyata terhadap kesehatan holistik mahasiswa, sehingga penting bagi lingkungan akademis untuk menyediakan ruang pendampingan mental berbasis spiritual.</p> Mutia Indah Cahyani, Salsabila Nadine Safa, Marshanda Triadi, Roni Hidayat Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4674 Thu, 02 Jul 2026 00:00:00 +0000 MEMAHAMI FIKIH JINAYAH https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4693 <p>Makalah ini membahas konsep dan implementasi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam kehidupan manusia, khususnya dalam perspektif nilai-nilai Islam. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami perkembangan AI, manfaatnya dalam berbagai bidang, serta implikasi etis dan moral yang ditimbulkannya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber terkait AI dan ajaran Islam. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa AI memiliki peran penting dalam meningkatkan efisiensi dan produktivitas di berbagai sektor, seperti kesehatan, pendidikan, dan industri. Namun, penggunaan AI juga menimbulkan tantangan, terutama terkait etika, tanggung jawab, dan potensi penyalahgunaan teknologi. Dalam perspektif Islam, pemanfaatan AI harus tetap berlandaskan pada nilai-nilai keadilan, kemaslahatan, dan tidak merugikan manusia. Dengan demikian, diperlukan keseimbangan antara kemajuan teknologi dan nilai moral agar AI dapat memberikan manfaat yang optimal bagi kehidupan manusia.</p> Abul A’la Al-Maududi, Sukma Fitriani Ramadhani, Dinda Alifia Hidayat, Laura Belva Wailah, Resvia Nadila Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4693 Sat, 04 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KOMPARATIF KUALITAS TERJEMAHAN GOOGLE TRANSLATE, CHATGPT, DAN DEEPL TRANSLATE TERHADAP TEKS FIKIH ARAB KLASIK : STUDI PADA KITAB FATHUL MU’IN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4694 <p>Perkembangan <em>Artificial Intelligence</em> (AI) telah membawa perubahan signifikan dalam bidang penerjemahan bahasa, termasuk penerjemahan teks keagamaan Arab yang memiliki karakteristik linguistik dan terminologis yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan <em>Google Translate, ChatGPT</em>, dan <em>DeepL Translate</em> dalam memahami konteks teks keagamaan Arab. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-komparatif. Data penelitian berupa teks Arab dari kitab <em>Fathul Mu'in</em> bab <em>al-Ḥajj wa al-'Umrah</em> yang diterjemahkan menggunakan ketiga <em>platform</em> AI tersebut. Data dianalisis melalui perbandingan hasil terjemahan berdasarkan aspek pemahaman terminologi keagamaan, ketepatan makna kontekstual, dan karakteristik penerjemahan masing-masing platform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <em>Google Translate</em> cenderung menghasilkan terjemahan yang bersifat literal dan berorientasi pada makna leksikal, sedangkan <em>DeepL Translate</em> mampu menghasilkan terjemahan yang lebih natural tetapi masih mengalami keterbatasan dalam memahami istilah teknis fikih. Sementara itu, <em>ChatGPT</em> menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mempertahankan terminologi keagamaan dan memahami konteks pembahasan sehingga menghasilkan terjemahan yang lebih sesuai dengan maksud teks sumber. Temuan penelitian menegaskan bahwa kemampuan memahami konteks menjadi faktor utama yang memengaruhi kualitas penerjemahan teks keagamaan Arab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa <em>ChatGPT</em> merupakan <em>platform</em> yang paling unggul dalam memahami konteks teks keagamaan Arab dibandingkan <em>Google Translate </em>dan <em>DeepL Translate</em>. Meskipun demikian, hasil terjemahan berbasis AI tetap memerlukan verifikasi oleh pengguna yang memiliki kompetensi kebahasaan dan keilmuan yang memadai untuk menjamin ketepatan makna.</p> Via Maulidya, Afif Kholisun Nashoih, Anissa Selvia Elsanti Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4694 Sat, 04 Jul 2026 00:00:00 +0000 HUKUM MENIKAHI DENGAN NIAT MENCERAIKAN: ANALISIS DESKRIPTIF DAN TANTANGAN METODOLOGIS ERA MODERN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4698 <p>Artikel ini bertujuan menganalisis hukum menikah dengan niat menceraikan (<em>nikah bi niyyat al-talaq</em>) dalam perspektif hukum Islam serta mengkaji tantangan metodologisnya pada era modern. Penelitian menggunakan metode penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif-deskriptif. Data primer diperoleh dari Al-Qur'an, hadis, kitab-kitab fikih empat mazhab, fatwa ulama, serta literatur hukum Islam kontemporer, sedangkan data sekunder berasal dari peraturan perundang-undangan di Indonesia, khususnya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan dan Kompilasi Hukum Islam. Analisis dilakukan melalui pendekatan dalil tekstual, kaidah fikih, dan teori <em>Maqasid al-Shariah</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas ulama klasik menganggap <em>nikah bi niyyat al-talaq</em> sah secara formal karena memenuhi rukun dan syarat akad, meskipun dipandang tercela dari aspek moral. Sebaliknya, pendekatan maqasid menilai praktik tersebut bertentangan dengan tujuan syariat dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, menjaga martabat perempuan, melindungi keturunan, dan mewujudkan kemaslahatan. Dalam konteks Indonesia, hukum positif menegaskan asas kekekalan perkawinan serta mengharuskan pencatatan perkawinan sebagai bentuk perlindungan terhadap hak-hak suami, istri, dan anak. Oleh karena itu, meskipun terdapat perbedaan pandangan mengenai keabsahan formalnya, perkembangan metodologi hukum Islam kontemporer cenderung menolak praktik menikah dengan niat menceraikan karena dinilai menimbulkan kemudaratan yang lebih besar daripada kemaslahatannya.<br><br></p> Helmi Basri, Hidayatullah Ismail, Dasman Yahya Ma’aly, Nurul Hidayah Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4698 Sun, 05 Jul 2026 00:00:00 +0000 KONSEP SA’ADAH DALAM ISLAM SEBAGAI KRITIK TERHADAP BUDAYA HEDONISME MODERN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4707 <p>Budaya hedonisme modern berkembang seiring dengan kemajuan teknologi informasi, globalisasi, dan meningkatnya penggunaan media sosial yang mendorong masyarakat menjadikan kesenangan, kemewahan, serta kepemilikan materi sebagai tolok ukur kebahagiaan. Fenomena ini berpotensi menggeser orientasi hidup manusia dari nilai-nilai spiritual menuju kepuasan duniawi yang bersifat sementara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep <em>sa'adah</em> dalam Islam sebagai kritik terhadap budaya hedonisme modern serta menjelaskan relevansinya dalam membangun kehidupan yang seimbang. Penelitian menggunakan metode studi pustaka (<em>library research</em>) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang membahas konsep <em>sa'adah</em>, pemikiran para filsuf Muslim, dan fenomena hedonisme modern, kemudian dianalisis menggunakan teknik <em>content analysis</em>. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep <em>sa'adah</em> memandang kebahagiaan sebagai kondisi yang mencakup keseimbangan antara aspek spiritual, moral, intelektual, sosial, dan material yang berlandaskan keimanan, ilmu, amal saleh, serta akhlak mulia. Berbeda dengan hedonisme yang berorientasi pada kesenangan sesaat dan kepuasan material, <em>sa'adah</em> menempatkan kedekatan kepada Allah Swt. sebagai tujuan utama kehidupan sehingga mampu memberikan ketenangan batin yang berkelanjutan. Dengan demikian, konsep <em>sa'adah</em> memiliki relevansi sebagai kritik sekaligus solusi terhadap berkembangnya budaya hedonisme modern, khususnya dalam membentuk karakter generasi muda agar memiliki orientasi hidup yang seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat.</p> Muhamad Syehan Awaludin, Caila Syabani, Choirul Anam, Roni Hidayat Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4707 Mon, 06 Jul 2026 00:00:00 +0000 REPRESENTASI NILAI-NILAI KEAGAMAAN DALAM KEHIDUPAN GENERASI Z https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4708 <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US">Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan Generasi Z Indonesia di era digital menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan tetap terpresentasikan secara signifikan dalam kehidupan Generasi Z, meskipun dalam bentuk yang lebih fleksibel, personal, dan dimediasi teknologi digital, dengan nilai-nilai yang paling menonjol meliputi moderasi dan toleransi beragama, solidaritas sosial, spiritualitas personal yang autentik, serta integritas etika digital. Internalisasi nilai keagamaan dipengaruhi oleh faktor keluarga, komunitas dakwah digital, figur keagamaan yang autentik, dan algoritma media sosial, sehingga penguatannya memerlukan sinergi antara berbagai pihak serta pemberdayaan Generasi Z sebagai produsen aktif konten keagamaan di ruang digital.</span></p> Roni Hidayat, Nurshakila Meylan Ibtisam, Sefti Auralia, Nayla Majid Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4708 Mon, 06 Jul 2026 00:00:00 +0000 RELEVANSI HUKUM ISLAM DI MASA KINI https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4709 <p>Hukum Islam (syariat) adalah aturan hidup yang berasal dari Al-Qur'an, hadis, serta hasil pemikiran (<em>ijtihad</em>) para ulama yang telah ada sejak 1.400 tahun lalu. Di tengah cepatnya arus globalisasi dan modernisasi, muncul pertanyaan penting: apakah aturan dari masa lalu ini masih cocok diterapkan di zaman sekarang? Artikel ini bertujuan untuk melihat seberapa jauh hukum Islam mampu menjawab berbagai masalah modern, khususnya di bidang ekonomi, hukum keluarga, Hak Asasi Manusia (HAM), dan sistem peradilan. Penelitian ini dilakukan melalui kajian pustaka (<em>library research</em>), yaitu dengan menelaah berbagai literatur dan buku yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa hukum Islam memiliki sifat yang universal, menyeluruh, dan fleksibel (<em>qabil lit-taghayyur</em>). Sifat fleksibel ini membuat hukum Islam mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui <em>ijtihad </em>(pemikiran baru ulama) tanpa kehilangan nilai-nilai dasarnya. Bukti nyata kecocokan hukum Islam saat ini bisa dilihat dari maraknya ekonomi dan keuangan syariah, pembaruan hukum keluarga di negara-negara Muslim, serta perannya dalam mewujudkan keadilan sosial. Meski begitu, masih ada sejumlah tantangan, seperti perbedaan pendapat antarulama (<em>mazhab</em>), cara menggabungkannya dengan hukum nasional, serta penyesuaian dengan isu kesetaraan gender dan HAM modern. Oleh karena itu, cara pandang terhadap hukum Islam harus terus diperbarui agar sesuai dengan konteks zaman. Fokus utamanya adalah dengan melihat tujuan dasar hukum Islam (<em>maqasid syariah</em>) yaitu untuk kebaikan dan keselamatan manusia agar sistem hukum ini bisa terus menjawab kebutuhan masyarakat modern.</p> Ghalih Dwi Prasetio, Muhammad Ihsan Alfian, Safata Al Dzikra, Roni Hidayat Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4709 Mon, 06 Jul 2026 00:00:00 +0000 HERMENEUTIKA PAUL RICOEUR DAN PENDEKATAN SIMBOLIK TERHADAP HADIS https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4716 <p>Hermeneutika Paul Ricoeur merupakan salah satu pendekatan penafsiran yang berupaya memahami makna teks secara mendalam dan tidak hanya berfokus pada makna literal, tetapi juga memperhatikan konteks, simbol, narasi, serta tujuan yang terkandung di balik teks. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep hermeneutika Paul Ricoeur, penerapannya dalam memahami hadis, serta kontribusinya terhadap pendidikan agama Islam. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui kajian terhadap berbagai literatur yang berkaitan dengan pemikiran Paul Ricoeur dan hermeneutika hadis. Hasil kajian menunjukkan bahwa konsep distansiasi, simbol, dan narasi yang dikemukakan Paul Ricoeur memungkinkan teks dipahami secara lebih kontekstual tanpa mengabaikan nilai-nilai pokok yang dikandungnya. Dalam kajian hadis, pendekatan ini membantu mengungkap tujuan moral (<em>maqāṣid</em>) di balik suatu hadis, seperti hadis tentang mahram yang dipahami tidak semata-mata sebagai larangan literal, melainkan sebagai upaya menjaga keamanan dan keselamatan perempuan sesuai dengan konteks zamannya. Selain itu, dalam pendidikan agama, hermeneutika Paul Ricoeur mendorong peserta didik untuk berpikir kritis, berdialog dengan teks, serta menghargai keberagaman penafsiran sehingga pembelajaran menjadi lebih relevan dengan perkembangan masyarakat. Dengan demikian, hermeneutika Paul Ricoeur memberikan kontribusi penting dalam pengembangan studi hadis dan pendidikan agama melalui pemahaman teks yang lebih mendalam, dinamis, dan kontekstual tanpa menghilangkan nilai-nilai dasar ajaran Islam.</p> Hani’ Rahmania, Nurul Arifah Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4716 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000 LITERASI FUNGSI MANAJEMAN MASJID DALAM MEMBERIKAN PENGETAHUAN BAGI TAKMIR https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4718 <p>Manajemen masjid merupakan aspek penting dalam meningkatkan efektivitas fungsi masjid sebagai pusat ibadah, sosial, dan pemberdayaan umat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengertian fungsi dalam manajemen serta mengidentifikasi fungsi-fungsi manajemen masjid berdasarkan teori George R. Terry. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai sumber utama. Hasil kajian menunjukkan bahwa fungsi dalam manajemen mencakup serangkaian aktivitas terstruktur yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Dalam konteks manajemen masjid, keempat fungsi tersebut berperan penting dalam mengoptimalkan pengelolaan kegiatan keagamaan, administrasi, serta pelayanan kepada jamaah. Penerapan fungsi-fungsi manajemen yang sistematis dan berkelanjutan mampu meningkatkan profesionalitas pengurus masjid serta memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat. Dengan demikian, pemahaman yang baik terhadap konsep fungsi manajemen dan implementasinya dalam pengelolaan masjid menjadi kunci dalam mewujudkan tata kelola masjid yang efektif dan berdaya guna.</p> Sugiharto, Hanil Khotimah, Pingky Azahra, Sultana Nazkilah, Moh. Alfaruq Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4718 Tue, 07 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN AGAMA ISLAM DALAM MENJAGA KESEHATAN MENTAL MAHASISWA: KAJIAN LITERATUR SISTEMATIS https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4742 <p>Kesehatan mental mahasiswa menjadi isu yang semakin penting akibat meningkatnya tekanan akademik, sosial, dan emosional di lingkungan perguruan tinggi. Kondisi tersebut menyebabkan mahasiswa rentan mengalami stres, kecemasan, dan ketidakstabilan psikologis. Dalam perspektif Islam, agama dipandang memiliki peran sebagai sumber ketenangan spiritual dan mekanisme coping dalam menghadapi berbagai tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran agama Islam dalam menjaga kesehatan mental mahasiswa berdasarkan penelitian terdahulu. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan <em>Systematic Literature Review</em> (SLR). Sumber data diperoleh dari jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan buku elektronik yang relevan dengan tema kesehatan mental, religiusitas Islam, spiritualitas, dan <em>religious coping</em> dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan analisis isi (<em>content analysis</em>). Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik spiritual Islam seperti salat, doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, tawakal, sabar, dan syukur berkontribusi dalam mengurangi stres, mengontrol emosi, meningkatkan resiliensi psikologis, serta memberikan ketenangan batin bagi mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa spiritualitas Islam dapat menjadi pendekatan komplementer dalam mendukung kesehatan mental mahasiswa di lingkungan perguruan tinggi.</p> Sri Maryam Radillah, Nasichah, Zulfa Nazira Putri, Nurul Azmi Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4742 Thu, 09 Jul 2026 00:00:00 +0000 PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN JAMAAH MASJID https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4744 <p>Masjid dalam sejarah peradaban Islam tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual (mahdhah), melainkan juga sebagai pusat transformasi sosial, pendidikan, ekonomi, dan pembinaan karakter umat (ghairu mahdhah). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam urgensi serta implementasi pembinaan dan pengembangan jamaah masjid melalui pendekatan manajemen modern yang adaptif. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis berbasis kajian pustaka dan literatur ilmiah. Pembahasan difokuskan pada tiga pilar utama: konsep teoretis pembinaan masjid, model kelembagaan berbasis regulasi dan tata kelola modern, serta model pengembangan jamaah pada aspek spiritual, intelektual, dan ekonomi berbasis filantropi Islam. Hasil analisis menunjukkan bahwa optimalisasi peran masjid sangat bergantung pada integrasi sistem manajemen trias (idarah, imarah, dan ri'ayah). Pembinaan yang terstruktur terbukti mampu mentransformasi jamaah menjadi subjek penggerak peradaban yang mandiri. Penelitian ini menyimpulkan bahwa modernisasi tata kelola tanpa menghilangkan nilai spiritualitas adalah kunci utama keberlanjutan ekspansi dakwah di era kontemporer.</p> Sugiharto, Maulidiya Zeqova El Insani, Salsabila Keysa Vianda Putri, Lola Audina, Salsabilla Maulidar, Sakinah Azzahra, Mahardhika El Rizk Muhammad Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4744 Fri, 10 Jul 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI TAFSIR EKOLOGI AL-QUR’AN DAN ETIKA PENGELOLAAN SAMPAH https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4749 <p><em>Permasalahan sampah merupakan salah satu tantangan lingkungan yang tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis, tetapi juga menyangkut dimensi moral manusia terhadap alam. Hubungan manusia dan alam dalam Islam memiliki dasar teologis dan etis yang menempatkan manusia sebagai khalîfah</em> <em>yang mempunyai tanggung jawab untuk menjaga keseimbangan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi tafsir ekologi al-Qur’an dengan etika pengelolaan sampah melalui rumusan prinsip-prinsip etika ekologis Islam yang menjadi dasar perilaku manusia terhadap alam. Penelitian ini menggunakan merode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) melalui analisis tafsir maudhû’i (tematik) terhadap ayat-ayat yang berkaitan dengan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai ekologis dalam al-Qur’an dapat dikonstruksikan menjadi kerangka etika lingkungan yang mencakup tanggung jawab ekologis sebagai khalîfah, pemulihan ekologis (ishlâh) dan larangan melakukan kerusakan (fasâd), keseimbangan alam (mîzân), konsumsi berkelanjutan (anti-isrâf) serta menghindari pemborosan (anti-tabdzîr). Prinsip-prinsip tersebut memiliki relevansi dengan praktik pengelolaan sampah melalui konsep 3R (reduce, reuse, recycle) dan sistem bank sampah sebagai bentuk aktualisasi nilai-nilai Qur’ani dalam kehidupan sosial. Pengelolaan sampah dalam perspektif tafsir ekologi tidak hanya dipahami sebagai aktivitas teknis dan ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab moral dan spiritual manusia dalam memelihara alam.</em></p> Saniah, Ahmad Muliani, M. Ainul Yaqin AB Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4749 Fri, 10 Jul 2026 00:00:00 +0000 REFLEKSI MAHASISWA TERHADAP SEJARAH KESEHATAN MENTAL DAN RELEVANSINYA DI ERA KONTEMPORER https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4758 <p>Kesehatan mental merupakan isu yang semakin mendapat perhatian di era kontemporer, terutama di kalangan mahasiswa yang menghadapi berbagai tekanan akademik,sosial,dan perkembangan teknologi digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui refleksi mahasiswa terhadap Sejarah perkembangan Kesehatan mental serta relevansinya dalam kehidupan masyarakat modern saat ini. Metode penelitian yang di gunakan Adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa wawancara dan studi literatur terkait sejerah Kesehatan mental. Teknik analisis data dilakukan dengan menganalisis hasil wawancara vsecara deskriptif dan interpretif untuk memahami pandangan serta pengalaman mahasiswa mengenai Kesehatan mental . hasil penelitian menujukan bahwa mahasiswa memahami bahwa pandangan Masyarakat terhadap Kesehatan mental telah mengalami perubahan dari masa ke masa, mulai dari stigma negatif hingga meningkatnya kesadarab akan pentingnya psikologis. Selain itu mahasiswa menilai bahwa pembelajaraba sejarah Kesehatan mental relevan untuk meningkatkan empati, kesadaran diri, serta Upaya pencegahan gangguan mental di era digital yang penuh tekanan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai pentingnya kesehtan mental serta mendorong terciptanya lingkungan akademik yang lebih peduli terhadao kesejahteraan psikologis.</p> Nasichah, Bintang Balqis Rihhadatul’aisy, Ahmad Syaikhu Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4758 Sat, 11 Jul 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI MASJID FUNGSI DAN TIPE KEPEMIMPINAN DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENGURUS https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4760 <p>Kepemimpinan masjid merupakan proses mengarahkan, membina, dan mengelola seluruh aktivitas masjid agar berjalan secara efektif dalam mencapai tujuan dakwah, ibadah, serta pemberdayaan umat. Kepemimpinan dalam konteks masjid tidak hanya berfokus pada aspek administratif, tetapi juga pada kemampuan pemimpin dalam menjadi teladan, penggerak, dan pembina jamaah. Fungsi kepemimpinan masjid mencakup perencanaan program, pengorganisasian kegiatan, pengawasan pelaksanaan aktivitas, serta pengambilan keputusan yang bijaksana demi kemaslahatan bersama. Dalam praktiknya, terdapat beberapa tipe kepemimpinan yang dapat diterapkan dalam pengelolaan masjid, seperti kepemimpinan otoriter, demokratis, dan transformasional, yang masing-masing memiliki karakteristik serta pengaruh berbeda terhadap perkembangan organisasi masjid. Oleh karena itu, pemahaman mengenai pengertian, fungsi, dan tipe kepemimpinan masjid menjadi penting untuk mewujudkan tata kelola masjid yang profesional, produktif, dan berorientasi pada pelayanan umat.</p> Sugiharto, Ardiansah Saputra Siregar, Binta Fauziah, Siti Nisrina, Rahmadsyah Illyanov Pratama Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4760 Sat, 11 Jul 2026 00:00:00 +0000 MAKNA STRES BAGI MAHASISWA DAN STRATEGI PENGELOLAANNYA DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI: STUDI LITERATUR https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4765 <p>Stres merupakan kondisi psikologis yang sering dialami mahasiswa dalam kehidupan sehari-hari. Selain menghadapi tuntutan akademik, mahasiswa juga mengalami berbagai tekanan psikologis dan sosial, seperti perbandingan diri dengan orang lain, kecemasan terhadap masa depan, krisis identitas, kurangnya dukungan emosional, serta keterbatasan waktu istirahat. Kondisi tersebut menjadikan stres sebagai bagian yang dekat dengan kehidupan mahasiswa. Namun, stres tidak selalu dipandang sebagai hal negatif karena setiap mahasiswa memiliki pengalaman dan cara pandang yang berbeda dalam menghadapi tekanan hidup. Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna stres bagi mahasiswa serta strategi yang digunakan dalam mengelola stres dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber, seperti jurnal, artikel ilmiah, dan buku yang berkaitan dengan stres mahasiswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa stres dimaknai sebagai tekanan emosional, mental, dan sosial yang muncul akibat tuntutan akademik maupun lingkungan sekitar. Dalam menghadapi stres, mahasiswa menggunakan berbagai strategi, seperti manajemen waktu, mencari dukungan sosial, melakukan aktivitas hiburan, dan membangun pola pikir positif. Pengelolaan stres yang baik penting untuk menjaga kesehatan mental dan keseimbangan kehidupan mahasiswa.</p> Saskia Verellita Samsudin, Nasichah, Hurun In Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4765 Sun, 12 Jul 2026 00:00:00 +0000 KONSEP TAZKIYATUN NAFS DALAM KITAB AYYUHAL WALAD KARYA IMAM AL-GHAZALI: KAJIAN HERMENEUTIKA SASTRA DAN RELEVANSINYA BAGI PEMBANGUNAN JIWA MANUSIA MODERN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4773 <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) dalam kitab Ayyuhal Walad karya Imam Al-Ghazali serta menelaah relevansinya bila dibaca dari sudut pandang sastra. Ayyuhal Walad merupakan risalah tasawuf berbentuk surat nasihat yang ditulis Al-Ghazali pada masa akhir hidupnya untuk menjawab permintaan seorang murid senior yang telah lama menuntut ilmu namun merasa belum menemukan makna dan arah amal dari ilmu yang dipelajarinya. Penelitian menggunakan metode kualitatif berupa studi pustaka (library research) dengan teknik analisis isi (content analysis) dan pendekatan hermeneutika sastra, yakni pembacaan teks keagamaan sebagai teks bernilai sastra yang memiliki struktur naratif, gaya retorika, metafora, dan relasi dialogis antara penutur (guru) dan pendengar tersirat (murid). Hasil kajian menunjukkan bahwa Al-Ghazali menempatkan tazkiyatun nafs sebagai proses sentral yang berlangsung melalui tiga tahap yang saling berkelindan, yaitu takhalli (pengosongan diri dari akhlak madzmumah/tercela), tahalli (pengisian diri dengan akhlak mahmudah/terpuji), dan tajalli (penghayatan kehadiran Ilahi), yang ditempuh melalui tiga instrumen utama: mujahadah (kesungguhan melawan hawa nafsu), riyadhah (latihan spiritual yang konsisten), dan muhasabah (evaluasi diri atas ilmu dan amal). Analisis tekstual terhadap struktur ke-24/25 nasihat dalam kitab ini memperlihatkan bahwa pola retorika sapaan 'Ayyuhal Walad' (Wahai Ananda) berfungsi sebagai strategi sastra yang membangun kedekatan emosional, sehingga pesan etis tersampaikan bukan melalui doktrin yang kaku, melainkan melalui tuturan kasih sayang seorang guru kepada anak didiknya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep tazkiyatun nafs Al-Ghazali tetap relevan sebagai kerangka reflektif untuk mengatasi krisis spiritual dan krisis makna pada manusia modern yang secara intelektual kaya namun secara ruhani mengalami kekosongan.</p> Muhammad Ahad Az Zahid, Muhammad Sofwan, Syarifudin Yunus Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4773 Mon, 13 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN ADMINISTRASI DAN KESEKRETARIATAN MASJID DALAM MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN MASJID https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4777 <p>Masjid merupakan institusi sentral dalam kehidupan umat Islam yang berfungsi tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan, pendidikan, sosial, dan dakwah. Untuk menjalankan fungsi-fungsi tersebut secara optimal, masjid memerlukan sistem pengelolaan administrasi dan kesekretariatan yang profesional dan terstruktur. Makalah ini bertujuan untuk memahami definisi administrasi dan kesekretariatan masjid, mengkaji sistem pengelolaan administrasi yang baik dan profesional, serta menganalisis peran kesekretariatan sebagai basis pengelolaan administrasi masjid. Metode penulisan yang digunakan adalah kajian pustaka (<em>library research</em>) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber relevan berupa buku, jurnal, dan dokumen terkait manajemen masjid. Hasil kajian menunjukkan bahwa administrasi dan kesekretariatan masjid mencakup keseluruhan proses penataan perkantoran dan tugas-tugas bantuan lainnya guna menunjang kelancaran pencapaian tujuan masjid. Sistem pengelolaan administrasi masjid yang efektif meliputi tiga aspek utama, yaitu surat-menyurat (korespondensi), arsip dan dokumentasi, serta pengembangan format administrasi yang terstandarisasi. Kesekretariatan berperan sebagai basis pengelolaan yang mencakup pengelolaan dokumen, koordinasi rapat dan acara, komunikasi internal dan eksternal, serta manajemen layanan dukungan. Tradisi administrasi dan dokumentasi dalam Islam telah dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW yang memiliki 65 orang sekretaris, dan sistem <em>diwan</em> pada awal peradaban Islam menjadi bukti nyata pentingnya pengelolaan administrasi yang teratur. Kesimpulannya, kesekretariatan yang profesional merupakan tulang punggung manajemen masjid yang memastikan seluruh program dan kegiatan berjalan secara tertib, transparan, dan akuntabel.</p> Anisa Khoirunuha, Nayla Rezqia Anitria, Arfah Azzahra Amalia, Muhammad Naufal Al-falah, Sugiharto Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4777 Tue, 14 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERAN GURU FIQIH DALAM PERKEMBANGAN DAN PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA DI SMA DARUL ULUM 1 UNGGULAN BPPT JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4788 <p>Latar belakang penelitian ini adalah adanya&nbsp; praktik-praktik pembelajaran Fiqih yang sistematis dan terintegrasi dalam seluruh aktivitas Siswa di SMA Darul Ulum 1 Unggulan.&nbsp; Sehingga peneliti ingin mengetahui peran Guru Fiqih dalam perkembangan dan pembentukan karakter Siswa di SMA Darul Ulum 1 Unggulan BPPT Jombang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana peran guru dalam kehidupan sehari-hari di SMA Darul Ulum 1 mencerminkan pembelajaran Fiqih yang baik melalui kegiatan sehari-hari seperti sholat berjamaah, mengaji, dan aktivitas lainnya. Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan Kepala Sekolah, Guru Fiqih, dan Siswa, serta analisis dokumen. Kesimpulan hasil penelitian adalah peran Guru Fiqih dalam perkembangan dan pembentukan karakter Siswa yaitu Guru Fiqih sebagai pendidik dan pengajar, pembimbing dan konselor, teladan (Uswah Hasanah), motivator . Adapun faktor pendukung yaitu dukungan kebijakan Sekolah, kompetensi Guru yang memadai, lingkungan Sekolah yang kondusif, kurikulum yang terintegrasi. Faktor penghambat yaitu pengaruh lingkungan eksternal yang negatif, keterbatasan waktu pembelajaran, perkembangan zaman dan modernisasi. Dan mengakibatkan dampak yaitu peningkatan kesadaran beribadah, pembentukan Akhlak Mulia, peningkatan ketahanan mental dan spiritual.</p> Moh. Badruddin, Moh. Faridl Darmawan Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4788 Wed, 15 Jul 2026 00:00:00 +0000 PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP ISU KESEHATAN MENTAL DARI PERSPEKTIF ISLAM https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4805 <p>Kesehatan mental merupakan salah satu isu yang semakin banyak diperhatikan di kalangan mahasiswa karena berbagai tekanan selama menjalani kehidupan perkuliahan, seperti tuntutan akademik, masalah ekonomi, lingkungan sosial, hingga tekanan dari keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa terhadap isu kesehatan mental dari perspektif Islam serta mengetahui peran nilai-nilai keislaman dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan mental selama kuliah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap mahasiswa dan didukung dengan studi literatur dari beberapa jurnal serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan kesehatan mental dan perspektif Islam. Data dianalisis menggunakan teknik analisis deskriptif kualitatif dengan memahami, mengelompokkan, dan menjelaskan jawaban narasumber berdasarkan tema penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa mulai memiliki kesadaran terhadap pentingnya kesehatan mental, meskipun masih banyak yang belum benar-benar memahami cara menjaga kondisi mental dengan baik. Selain itu, aktivitas keagamaan seperti salat, doa, dzikir, dan membaca Al-Qur’an dianggap mampu membantu menenangkan pikiran, mengurangi stres, serta memberikan ketenangan batin ketika menghadapi tekanan akademik maupun masalah pribadi. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa kesehatan mental dalam perspektif Islam tidak hanya berkaitan dengan kondisi psikologis, tetapi juga berhubungan dengan kedekatan spiritual seseorang kepada Allah SWT. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental melalui pendekatan psikologis dan spiritual dalam kehidupan mahasiswa.</p> Nasichah, Ali Bustomi, Naila Nur Azizah, Azkiya Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4805 Fri, 17 Jul 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI MODUL AJAR MODERN UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN FIQIH PADA SISWA KELAS X DI MA AL-IHSAN KALIJARING TEMBELANG JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4850 <p>Pembelajaran Fiqih memiliki peran strategis dalam membentuk pemahaman dan pengamalan hukum Islam peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Namun, pembelajaran Fiqih yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan dinilai kurang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan keterlibatan aktif peserta didik. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan mengintegrasikan modul ajar modern ke dalam pembelajaran Fiqih. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep, penerapan, serta kelebihan dan kekurangan integrasi modul ajar modern dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Fiqih pada siswa kelas X di MA Al-Ihsan Kalijaring Tembelang Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif kualitatif melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, waka kurikulum, dan guru Fiqih. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi modul ajar modern di MA Al-Ihsan dilaksanakan melalui pemanfaatan media digital, PowerPoint, video pembelajaran, internet, dan Artificial Intelligence (AI) yang dipadukan dengan pendekatan pembelajaran aktif berbasis diskusi, presentasi, dan studi kasus. Penerapannya mampu meningkatkan motivasi belajar, keterlibatan, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan berpusat pada siswa. Meskipun demikian, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan prasarana, kemampuan teknologi sebagian guru, keterbatasan penggunaan telepon genggam bagi siswa pondok pesantren, serta risiko ketergantungan siswa terhadap AI dan internet dalam mencari jawaban secara instan.</p> Eka Nanda Kurniawansyah, Chusnul Chotimah Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4850 Sun, 26 Jul 2026 00:00:00 +0000 INTEGRASI TEKNOLOGI AUGMENTED REALITY PADA MEDIA FABEL UNTUK AKSELERASI MAHARAH QIRA’AH DI PESANTREN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4857 <p><em>Maharah qira’ah</em> merupakan keterampilan penting dalam pembelajaran bahasa Arab, namun pembelajarannya di pesantren masih menghadapi kendala berupa rendahnya minat membaca dan penggunaan media yang kurang inovatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas integrasi teknologi <em>Augmented Reality</em> pada media cerita fabel terhadap peningkatan <em>maharah qira’ah</em> santri. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain <em>One Group</em> <em>Pretest</em>-<em>Posttest</em> yang melibatkan 17 santri Madrasah Tsanawiyah di Pondok Pesantren Putri Al-Lathifiyyah 2 Bahrul Ulum Jombang. Data diperoleh melalui <em>pretest</em> dan <em>posttest</em>, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan <em>Normalized Gain (N-Gain).</em> Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai santri meningkat dari 62,65 menjadi 86,18 dengan nilai rata-rata N-Gain sebesar 0,63 yang termasuk kategori sedang. Temuan ini menunjukkan bahwa media cerita fabel berbasis <em>Augmented Reality</em> efektif meningkatkan <em>maharah qira’ah</em> santri serta dapat menjadi alternatif media pembelajaran bahasa Arab yang lebih interaktif di lingkungan pesantren.</p> Eka Adin Nurlutfia, Siti Sulaikho, Nisaul Afiyah Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4857 Wed, 29 Jul 2026 00:00:00 +0000 KAJIAN KITAB TAFSĪR AL-QUR’ĀN AL-AẒīM KARYA IBNU KATHīR https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4871 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kitab <em>Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm, </em>terhusus mengenai metode penafsirannya, sumber-sumber yang digunakan, serta kontribusinya daalam perkembangan ilmu tafsir. Penelitian ini meliputi bagaimana metode penafsiran yang digunakan Ibnu Kathīr, apa saja sumber penafsiran yang menjadi rujukannya dan bagaimana kelebihan serta pengaruh tafsir tersebut dalam kajian al-Qur’an dan pandangan ulama. Penelitian ini menggunakan kepustakaan<em> library research, </em>&nbsp;dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukan bahwa tafsir<em> Tafsīr al-Qur’ān al-‘Aẓīm termasuk tafsir bi al-ma’thur</em> yaitu menafsirkan al-Qur’an dengan al-Qur’an, hadis, sahabat, dan tabi’in. Tafsir ini dikenal karena ketelitiannya dalam menyeleksi riwayat serta kemudahan penyajiannya, sehingga menjadi rujukan utama dalam studi tafsir. Dengan demikian, tarsir ini memiliki kontribusi besar dalam menjaga otoritas penafsiran untuk menggali sumber-sumber hukum dalam al-Qur’an.</p> Nur Hasanah, Listiana Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4871 Sun, 02 Aug 2026 00:00:00 +0000 MENUJU NOL SAMPAH DARI BILIK SANTRI: STUDI FENOMENOLOGI BUDAYA ZERO-WASTE DI PESANTREN DARUL ILMI BANJARBARU KALIMANTAN SELATAN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4877 <p>Budaya nol sampah (<em>zero-waste</em>) di lingkungan pesantren bukan sekadar sistem teknis pengelolaan limbah, melainkan sebuah fenomena perubahan perilaku yang melibatkan penghayatan nilai dan pengalaman hidup (<em>lived experience</em>) para santri.</p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam esensi pengalaman hidup, dinamika kesadaran ekologis, serta pemaknaan spiritual santri dalam menjalankan budaya <em>zero-waste</em> di Pesantren Darul Ilmi Banjarbaru, Kalimantan Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara mendalam (<em>in-depth interview</em>) semi-terstruktur serta observasi partisipatif. Analisis data dieksplorasi menggunakan tahapan fenomenologi model Colaizzi yang meliputi ekstraksi pernyataan signifikan, perumusan makna, pengelompokan tema esensial, hingga sintesis struktur esensi fenomena. Hasil penelitian mengungkap tiga tema utama esensi pengalaman santri: (1) Transformasi Kesadaran Spiritual, di mana kebersihan dan pengurangan sampah dihayati sebagai wujud pengamalan iman (<em>lived religion</em>); (2) Pergulatan Adaptasi dan Pembentukan Habitus Baru, yaitu proses transisi dari kebiasaan konsumtif/instan menuju pola hidup minim sampah melalui pembiasaan kolektif; serta (3) Solidaritas Ekologis, yakni tumbuhnya rasa kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian sosial antar-santri dalam menjaga keasrian lingkungan pesantren. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan budaya <em>zero-waste</em> di pesantren sangat ditentukan oleh internalisasi makna spiritual dan penjiwaan karakter ekologis dalam kehidupan sehari-hari.</p> Safirah, Rika Sartika Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4877 Tue, 04 Aug 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS KOMPARATIF KURIKULUM PAI ANTARA MADRASAH DAN SEKOLAH UMUM: TINJAUAN KEBIJAKAN DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4880 <p>Penelitian ini menganalisis perbandingan kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) antara madrasah di bawah Kementerian Agama dan sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, serta implikasinya terhadap pembentukan karakter siswa yang moderat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi komparatif dan analisis kebijakan melalui metode studi pustaka (library research). Data primer bersumber dari dokumen kebijakan resmi seperti UU No. 20 Tahun 2003, PP No. 55 Tahun 2007, KMA No. 183 Tahun 2019, KMA No. 184 Tahun 2019, dan Kurikulum Merdeka, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah, buku, dan laporan penelitian terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum PAI di madrasah unggul dalam kedalaman materi agama, intensitas pembiasaan, serta pembentukan karakter vertikal (afektif dan psikomotorik). Sementara itu, kurikulum PAI di sekolah umum lebih kuat dalam aspek integrasi sosial, toleransi, dan adaptasi keberagaman (aspek horizontal). Kedua model kurikulum tersebut bersifat komplementer, bukan kompetitif. Pendekatan wasathiyyah (moderat) menjadi kerangka paling relevan untuk menjembatani keduanya melalui model integratif atau hibrida. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara kekuatan madrasah dan sekolah umum dalam kerangka moderasi beragama dan Profil Pelajar Pancasila sangat diperlukan untuk membentuk siswa yang religius, toleran, berakhlak mulia, serta memiliki komitmen kebangsaan yang kuat. Rekomendasi kebijakan diarahkan pada pengembangan kurikulum PAI holistik dan peningkatan kolaborasi lintas kementerian.</p> Moh Fatkhur Rozaq Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4880 Wed, 05 Aug 2026 00:00:00 +0000 MENELISIK KEINDAHAN WAHYU PERTAMA AL-QUR’AN MELALUI PENDEKATAN STILISTIKA https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4885 <p>Al-Qur’an menggunakan gaya bahasa yang menakjubkan karena keserasian, keindahan dan keharmonisasian susunanya. Al-Qur’an adalah kitab suci yang menyimpan estetika kebahasaannya sehingga muncul beberapa teori baru yang menjadi pisau analisis untuk membedah keindahan bahasa tersebut, salah satunya adalah stilistika yang mampu menyingkap keindahan bahasa terutama dari fenomena preferensi dan deviasi bahasanya. Penelitian ini berfokus pada wahyu pertama Al-Qur’an dengan tujuan untuk menganalisis stilistika wahyu pertama Al-Qur’an melalui lima aspek yaitu fonologo, morfologi, sintaksis, semantik, dan imagery. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan kepustakaan. Adapun hasil dari penelitian ini 1) pemilihan dan pengulangan bunyi huruf lam dan mim yang sarat akan maksud dan maknanya. 2) pada aspek morfologi, sintaksis, dan semantik, ditemukan beberpa bentuk preferensi dan deviasi kata yang menghasilkan makna tersendiri. 3) wahyu pertama Al-Qur’an mengandung unsur-unsur bangunan keindahan yaitu majas isti‘ārah dan majas mursal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lima ayat awal surat Al-‘Alaq tidak hanya menyampaikan pesan spiritual dan intelektual secara mendalam, tetapi juga dikemas dalam struktur bahasa yang indah, ritmis, dan penuh daya pukau. Gaya bahasa yang digunakan memperlihatkan kekuatan retoris yang tinggi dan menjadi bagian dari kemukjizatan Al-Qur’an, yang membedakannya dari teks buatan manusia. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan stilistika dapat menjadi sarana efektif untuk memahami kedalaman estetika sekaligus kandungan maknawi Al-Qur’an.</p> Muhammad Fahmi Hasan, Nurul Hidayah Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4885 Thu, 06 Aug 2026 00:00:00 +0000 IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING UNTUK MENINGATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MTS AL FALAH TRAWASAN SUMOBITO JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4895 <p>Learning Aqidah Akhlak in madrasahs requires a pedagogical approach that not only emphasizes mastery of subject matter but also fosters active student involvement, motivation, and the formation of religious attitudes. Field conditions indicate that the continued use of conventional methods often results in low student participation and learning outcomes. This study aims to describe the implementation of the Quantum Teaching learning method, its supporting and inhibiting factors, and its impact on the learning outcomes of seventh-grade students in the Aqidah Akhlak subject at MTs Al Falah Trawasan, Sumobito, Jombang. The theoretical framework is based on the concept of Quantum Teaching, the principles and stages of TANDUR, and learning outcome theory encompassing cognitive, affective, and psychomotor domains. This research employs a descriptive qualitative approach with a case study design. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using data reduction, data display, and conclusion drawing techniques. The findings indicate that the implementation of Quantum Teaching creates a more active, enjoyable, and meaningful learning environment, leading to improved subject comprehension, positive attitudes, and student participation. Supporting factors include teacher preparedness and a conducive learning environment, while the main constraints relate to limited time and facilities. Overall, Quantum Teaching is proven to be effective in enhancing both the learning process and outcomes in Aqidah Akhlak instruction.</p> Zahrotul Jannah, Moh. Faridl Darmawan, Mohammad Saat Ibnu Waqfin Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4895 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 THE DEVELOPMENT OF KAHOOT GAME-BASED PAI HOOT MEDIA IN PAI SUBJECT AT SMA NEGERI KESAMBEN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4897 <p>This research was motivated by the low interest and activeness of students in Islamic Religious Education (PAI) learning at SMA Negeri Kesamben, which was caused by conventional and monotonous teaching methods, such as lectures and the use of less innovative media. The objectives of this study are: (1) to develop PAI HOOT learning media based on Kahoot educational game in PAI subjects, and (2) to determine students' responses to the developed media. This study employed Research and Development (R&amp;D) method with the ADDIE development model consisting of five stages: Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation. The trial subjects were 36 students of grade XI at SMA Negeri Kesamben. Data collection instruments included validation questionnaires for media experts, material experts, and student response questionnaires. Data analysis used quantitative descriptive analysis by calculating the feasibility percentage. The results showed that: (1) PAI HOOT media was successfully developed through systematic ADDIE procedures and obtained validation with very feasible category from media experts (average 95%) and feasible category from material experts (average 81%); (2) students' responses to PAI HOOT media showed very positive results with an average percentage of 91%, which falls into the very good category. Thus, PAI HOOT learning media based on Kahoot game is declared feasible and effective to be used as interactive learning media to increase students' interest and understanding in PAI subjects, especially on the material of Tabligh, Da'wah, and Khutbah at SMA Negeri Kesamben.</p> Ika Yulia Afifa, Hidayatur Rohmah, Chusnul Chotimah Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4897 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 EFEKTIVITAS METODE DISKUSI KELOMPOK TERHADAP PENINGKATAN NILAI MATA PELAJARAN AQIDAH AKHLAK KELAS X DI MAN 6 JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4892 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penerapan metode diskusi kelompok serta menganalisis efektivitas metode tersebut terhadap peningkatan nilai mata pelajaran Aqidah Akhlak siswa kelas X di MAN 6 Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen melalui desain One Group Pretest-Posttest Design terhadap 30 siswa kelas X. Data dikumpulkan melalui tes pretest dan posttest yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya, kemudian dianalisis menggunakan uji normalitas Shapiro-Wilk, uji hipotesis Paired Sample t-Test, dan uji N-Gain Score. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data berdistribusi normal, dan uji Paired Sample t-Test memperoleh nilai signifikansi (Sig. 2-tailed) sebesar 0,000 (&lt;0,05) yang menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara nilai pretest dan posttest. Hasil uji N-Gain Score memperoleh rata-rata sebesar 0,6057 dengan kategori sedang, sedangkan persentase N-Gain sebesar 60,57% termasuk kategori cukup efektif. Dengan demikian, metode diskusi kelompok terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Aqidah Akhlak siswa kelas X MAN 6 Jombang. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran yang melibatkan partisipasi aktif, kerja sama, dan interaksi antarsiswa mampu meningkatkan pemahaman materi serta hasil belajar secara lebih optimal dibandingkan pembelajaran yang berpusat pada guru.</p> Muhammad Rizky Ikhwansyah, M. Aliyul Wafa, M. Khoirur Roziqin, Mohammad Fauqa Thuril Firdaus Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4892 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 METODE QASHASHUL QUR’AN SEBAGAI INOVASI PENDIDIKAN KARAKTER SISWA KELAS X PADA PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4893 <p>Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan utama penyelenggaraan pendidikan di madrasah, namun pembelajaran Akidah Akhlak yang masih didominasi metode ceramah dan hafalan menyebabkan proses internalisasi nilai karakter belum berlangsung secara optimal. Salah satu upaya inovatif yang diterapkan di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Jombang adalah metode Qashashul Qur’an, yaitu metode pembelajaran yang memanfaatkan kisah-kisah Al-Qur’an sebagai media penanaman karakter. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan metode Qashashul Qur’an, nilai-nilai karakter yang ditanamkan, hasil penerapannya, serta faktor pendukung dan penghambatnya dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas X. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan dokumentasi, dengan informan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, guru Akidah Akhlak, dan salah satu siswa kelas X. Analisis data dilakukan melalui kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Qashashul Qur’an dilaksanakan melalui empat tahapan sistematis, yaitu perencanaan dan seleksi kisah, penyampaian narasi berbantuan media audio-visual, tadabbur dan diskusi kelompok, serta refleksi dan komitmen aksi nyata mingguan. Nilai-nilai karakter yang ditanamkan meliputi kejujuran (<em>al-sidq</em>), kesabaran (<em>al-sabr</em>), tanggung jawab (<em>al-amanah</em>), kepedulian sosial, dan ketakwaan, yang terinternalisasi melalui dimensi <em>moral knowing</em>, <em>moral feeling</em>, dan <em>moral doing</em>. Tingkat keberhasilan metode ini dalam membentuk karakter terpuji diperkirakan mencapai 75–80%, ditandai perubahan perilaku nyata siswa di madrasah maupun di asrama pesantren. Faktor pendukung meliputi sarana IT kelas dan atmosfer religius lingkungan pesantren, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan waktu, keberagaman motivasi siswa, dan kelelahan fisik akibat padatnya kegiatan asrama, yang diatasi melalui pemilahan kisah esensial, visualisasi interaktif, dan kolaborasi guru dengan wali kelas, guru BK, serta pengurus asrama.</p> Ananda Putri Ibnu Arifia, M. Aliyul Wafa Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4893 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 AKTUALISASI NILAI PENDIDIKAN IBADAH DALAM KITAB TANQIH AL-QAUL AL-HATSITS FI SYARH LUBAB AL-HADITS KARYA SYEKH IMAM NAWAWI AL-JAWI AL-BANTANI PADA KONTEKS PENDIDIKAN ISLAM MODERN https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4891 <p>Pendidikan ibadah merupakan aspek fundamental dalam pendidikan Islam yang berfungsi membentuk kepribadian muslim yang beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia. Dalam realitas kontemporer, ibadah kerap dipahami sebatas rutinitas formal tanpa penghayatan makna yang mendalam. Penelitian ini bertujuan menjelaskan nilai-nilai pendidikan ibadah yang terkandung dalam kitab <em>Tanqih Al-Qaul Al-Hatsits Fi Syarh Lubab Al-Hadits</em> karya Syekh Imam Nawawi Al-Jawi Al-Bantani serta mendeskripsikan aktualisasinya dalam konteks pendidikan Islam modern. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (<em>library research</em>) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer adalah kitab Tanqih Al-Qaul Al-Hatsits, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan dokumen yang relevan. Data dianalisis dengan teknik analisis isi (<em>content analysis</em>) untuk menggali kedalaman makna hadis dalam kitab tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan ibadah dalam kitab ini mencakup empat dimensi utama, yaitu makna doa dalam sikap tawakal, keutamaan dan pahala ibadah, ibadah sebagai amal shalih dan akhlak mulia, serta ibadah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah (<em>taqarrub ilallah</em>). Aktualisasi keempat nilai tersebut dalam pendidikan Islam modern dilakukan melalui internalisasi kesadaran ketuhanan (<em>rabbaniyah</em>) dan perasaan diawasi oleh Allah (<em>muraqabah</em>) yang diintegrasikan ke dalam pembelajaran reflektif, <em>experiential learning</em>, pendidikan karakter berbasis proyek, dan pembentukan budaya religius di lingkungan pendidikan, sehingga terbentuk peserta didik yang berintegritas di tengah era disrupsi.</p> Abdul Misbahudin, M. Fodhil, M. Khoirur Roziqin, Mohammad Fauqa Thuril Firdaus Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4891 Sat, 08 Aug 2026 00:00:00 +0000 PERAN SERTIFIKASI GURU TERHADAP MOTIVASI MENGAJAR GURU MAPEL KEAGAMAAN KELAS VIII DI MTs MADRASATUL QUR'AN TEBUIRENG JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4901 <p>Guru mata pelajaran keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan nilai peserta didik sehingga motivasi mengajar menjadi salah satu faktor penting dalam pelaksanaan tugasnya. Sertifikasi guru sebagai bentuk pengakuan profesional dan dukungan kesejahteraan dapat menjadi faktor eksternal yang mendukung motivasi mengajar (Republik Indonesia, 2005; Pemerintah Republik Indonesia, 2008). Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan sertifikasi, motivasi mengajar, dan peran sertifikasi terhadap motivasi guru mata pelajaran keagamaan kelas VIII di MTs Madrasatul Qur'an Tebuireng Jombang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data awal berupa wawancara semi-terstruktur terhadap tiga guru, yaitu guru Fikih, SKI, dan Hadits. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil wawancara penelitian menunjukkan bahwa sertifikasi dimaknai secara berbeda. Manfaat sertifikasi dalam meningkatkan kesejahteraan dan fokus mengajar, sertifikasi berpengaruh terhadap motivasi, kinerja, dan profesionalisme, serta sertifikasi sebagai bonus, bukan sumber motivasi utama. Temuan awal menunjukkan bahwa sertifikasi dapat mendukung motivasi mengajar, tetapi bukan satu-satunya faktor karena motivasi juga dipengaruhi oleh pengabdian, pengamalan ilmu, keluarga, dan lingkungan madrasah.</p> Ahmad Dahril Mubarok, Muhammad Fodhil, Khoirun Nisa Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4901 Mon, 10 Aug 2026 00:00:00 +0000 ANALISIS YURIDIS PUTUSAN HAKIM ATAS PENOLAKAN CERAI TALAK Nomor 91/Pdt.G/2024/PA.Mr di Pengadilan Agama Mojokerto https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4906 <p>Penolakan permohonan cerai talak oleh pengadilan merupakan fenomena yang menarik untuk dikaji karena pada dasarnya perceraian hanya dapat dikabulkan apabila memenuhi syarat dan alasan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Peneliti ini bertujuan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor 91/Pdt.G/2024.PA.Mr serta mengkaji kesesuaiannya dengan hukum positif dan perspektif hukum Islam. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan penedekatan yuridis normatif. Data diperoleh ari bahan hukum primer berupa Putusan Pengadilan Agama Mojokerto Nomor 91/Pdt.G/2024/PA.Mr serta bahan hukum sekunder berupa peraturan perundang-undangan, buku, dan jurnal ilmiah yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui studi dokumentasi dan wawancara sebagai data pendukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penolakan permohonan cerai talak didasarkan pada belum terpenuhinya alasan perceraian sebagaimana diatur dalam Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975, Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, dan surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 1 Tahun 2022, karena para pihak baru berpisah tempat tinggal selama kurang lebih empat bulan. Dari perspektif hukum Islam, pertimbangan hakim sejalan dengan prinsip yang mengutamakan perdamaian dan mempertahankan keutuhan rumah tangga selama masih terdapat peluang untuk rukun kembali. Dengan demikian, putusan tersebut mencerminkan penerapan kepastian hukum, keadilan, dan kemanfaatan dalam penyesuaian perkara perceraian.</p> M. Syarif Hidayatullah, A. Fauzi Aziz Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4906 Thu, 13 Aug 2026 00:00:00 +0000 MODEL SINERGI KOMUNIKASI TABAYYUN DIGITAL DAN KEBIDANAN KOMUNITAS: STRATEGI PREVENTIF HOAKS KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA DI ERA AI https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4908 <p>Latar Belakang: Ledakan fenomena hoaks kesehatan reproduksi berbasis teknologi <em>Artificial Intelligence</em> (AI) sangat mengancam keselamatan remaja. <strong>Hal ini terjadi</strong> akibat rendahnya literasi kesehatan digital. <strong>Masalah ini</strong> diperburuk oleh krisis etika komunikasi Islam saat ini. Tujuan: Penelitian ini bertujuan merumuskan sebuah model strategi komunikasi <em>tabayyun</em> digital komprehensif. Strategi ini secara khusus mensinergikan pendekatan etika komunikasi Islam dengan sains kebidanan komunitas. Metodologi: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis kajian pustaka secara sistematis melalui basis data Google Scholar rentang tahun 2016-2026. <strong>Proses ini menggunakan</strong> teknik analisis data interaktif model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil: Analisis menunjukkan teknologi AI memproduksi teks medis fiktif serta video <em>deepfake</em> manipulatif yang merusak efektivitas program asuhan kebidanan komunitas. Konsep <em>tabayyun</em> digital dan pemanfaatan inovasi bot edukasi syariah-medis terbukti mampu mengaudit informasi, memotong rantai misinformasi, dan menyaring narasi palsu. Kesimpulan: Sinergi lintas disiplin ilmu berhasil membangun benteng kognitif serta resiliensi spiritual bagi kelompok remaja di era digital secara menyeluruh. Strategi komprehensif tersebut secara nyata memenuhi pilar <em>Maqashid Syariah</em> berupa pemeliharaan jiwa sekaligus penjagaan akal pikiran. Implikasi: Kajian ini memberikan rekomendasi berupa panduan praktis dan aplikatif bagi bidan komunitas serta pendidik keagamaan. Hal ini betujuan untuk melindungi aspek moralitas dan fisik generasi muda dari ancaman bahaya digital.</p> Samsuriyanto Samsuriyanto, Andina Firmandari Imani Copyright (c) 2026 Al-Furqan : Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya https://publisherqu.com/index.php/Al-Furqan/article/view/4908 Sat, 15 Aug 2026 00:00:00 +0000