STUDI LITERASI DIGITAL DALAM UPAYA MENINGKATKAN KOMPETENSI SISWA TERKAIT TEKNIK ELEKTRO DI SMK
Keywords:
Literasi digital, sekolah menengah kejuruan, pendekatan pembelajaran, teknik elektronika industriAbstract
Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis tingkat literasi digital pada siswa kelas XII Teknik Elektronika Industri di SMK PGRI Jatibarang, sekaligus mengidentifikasi berbagai faktor yang memengaruhi pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran. Dengan menggunakan metode deskriptif kuantitatif, pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran angket yang meliputi aspek pemahaman literasi digital, frekuensi penggunaan perangkat digital, tingkat kepercayaan diri siswa dalam mengoperasikan perangkat lunak teknik elektro, hingga kepuasan mereka terhadap penerapan teknologi digital di lingkungan kelas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa sebanyak 69,8% siswa telah memiliki pemahaman yang baik mengenai literasi digital, dan mayoritas siswa secara aktif menggunakan perangkat digital dalam kegiatan belajar sehari-hari. Seluruh responden menyatakan bahwa guru mereka konsisten memanfaatkan perangkat digital, terutama melalui media video pembelajaran dan platform Youtube dan e-learning sebagai sarana utama. Sebagian besar siswa juga merasa percaya diri dalam menggunakan software teknik elektro seperti Proteus, Arduino IDE, dan aplikasi PLC, walaupun masih ada sebagian kecil yang memerlukan bimbingan lebih lanjut. Tingkat kepuasan siswa terhadap integrasi teknologi digital didominasi oleh kategori sangat puas, cukup puas, dan puas, dengan persentase siswa yang kurang puas sangat kecil dan tidak ada yang menyatakan tidak puas. Tantangan utama yang dihadapi siswa meliputi keterbatasan fasilitas pendukung serta minimnya pelatihan yang tersedia. Untuk meningkatkan literasi digital, siswa mengusulkan perlunya peningkatan praktik di laboratorium, pelaksanaan pelatihan intensif, kolaborasi dengan praktisi industri, serta keterlibatan aktif dalam lomba dan proyek inovasi berbasis teknologi. Secara keseluruhan, temuan ini menegaskan bahwa penguatan infrastruktur, peningkatan pelatihan, dan penambahan pengalaman praktik sangat penting guna mendukung optimalisasi integrasi teknologi digital dalam pendidikan vokasi, sehingga siswa lebih siap menghadapi tantangan di dunia industri yang semakin berkembang.







