ANALISIS SERUAN RAKYAT PAPUA ATAS KONFLIK PERAMPASAN SUMBER DAYA ALAM DI PAPUA: RESPONS SOLIDARITAS INTERNASIONAL DAN PERAN DEWAN HAM, PBB
Keywords:
Seruan Rakyat papua, Perampasan Sumber Daya Alam, Solidaritas Internasional, Dewan Ham PBBAbstract
Seruan hak suara rakyat Papua merupakan bentuk perlawanan terhadap ketidakadilan struktural yang dialami masyarakat adat, khususnya terkait masuknya perusahaan-perusahaan tambang yang mengeksploitasi sumber daya alam di Papua. Isu ini tidak hanya menjadi persoalan lokal, tetapi juga telah menarik perhatian internasional. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis seruan rakyat Papua atas konflik perampasan sumber daya alam yang terus berlangsung, serta mengkaji respons solidaritas internasional dan peran Dewan Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam isu ini. Dengan menggunakan metode kualitatif dan pendekatan deskriptif, data dikumpulkan melalui studi literatur terhadap buku, jurnal, dokumen resmi, laporan HAM, pernyataan solidaritas internasional, serta publikasi dari gereja dan organisasi masyarakat sipil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seruan moral rakyat Papua merupakan ekspresi perlawanan terhadap praktik eksploitasi yang melanggar hak atas tanah, identitas budaya, dan lingkungan hidup. Seruan ini tidak hanya bersifat lokal, tetapi juga menembus batas global dan memperoleh dukungan dari berbagai aktor internasional, termasuk gereja dunia, lembaga HAM, dan kelompok solidaritas sipil. Di sisi lain, Dewan HAM PBB dinilai belum mengambil langkah konkret meskipun telah menerima berbagai laporan pelanggaran HAM di Papua. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perjuangan rakyat Papua untuk mempertahankan tanah dan masa depan mereka tidak dapat dipisahkan dari perlindungan atas sumber daya alam dan tekanan terhadap mekanisme global seperti PBB demi terciptanya keadilan dan keberlanjutan masa depan Papua.







