EKOLOGI KEBIJAKSANAAN DALAM BUDDHISME: ANALISIS FENOMENA BENCANA ALAM MELALUI TIGA NIYAMA (BĪJA, UTU, DAN KAMMA)

Authors

  • Elyantika Sari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga
  • Julia Surya Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga
  • Kinanti Dyah Ayu Puspita Retno Putri Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga
  • Eka Wulanndari Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga
  • Putri Setiyani Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga
  • Anjun Ahmad Nur Faojan Sekolah Tinggi Ilmu Agama Buddha Smaratungga

Abstract

Artikel ini mengkaji fenomena bencana alam dari perspektif Buddhisme dengan memperkenalkan konsep ekologi kebijaksanaan sebagai penerapan paññā dalam hubungan manusia dan alam melalui analisis fenomena bencana alam menggunakan tiga niyama: Bīja Niyama (hukum biologis atau benih), Utu Niyama (hukum musim atau energi alam), dan Kamma Niyama (hukum karma). Masalah utama yang diangkat adalah mengintegrasikan perspektif ekologis Buddhis yang menekankan keterkaitan semua fenomena, impermanensasi (anicca), dan hukum alam universal. Tujuan penelitian ini adalah menganalisi bencana alam melalui kerangka tiga niyama: Bīja Niyama, Utu Niyama , dan Kamma Niyama serta implikasi etis Buddhis. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis literature review (tinjauan pustaka) yang bersifat deskriptif analitis dan interpretatif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, atau banjir tidak hanya dilihat dari hasil individu, melainkan manifestasu interaksi antara proses alamiah semesta dan konsekuensi moral dari tindakan manusia terhadap lingkungan. Temuan ini relevan untuk membangun pemahaman holistik tentang ekologi Buddhis yang relevan dengan isu lingkungan modern, seperti perubahan iklim dan degradasi alam.   

Kata Kunci: Ekologi Kebijaksanaan, Etika Lingkungan Buddhis, Bija Niyama, Utu Niyama, Kamma Niyama.

 

Downloads

Published

2026-01-22