PENGARUH PIJAT EFFLEURAGE TERHADAP TINGKAT NYERI DISMENORE PADA REMAJA PUTRI DI PADUKUHAN SAMBENG III PONCOSARI SRANDAKAN BANTUL

Authors

  • Isna Nisa Sholihah Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta
  • Diah Nur Anisa Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta

Abstract

Dismenore merupakan nyeri saat menstruasi yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan konsentrasi belajar, serta menimbulkan gejala seperti mual, muntah, pusing, mudah lelah, diare, hingga pingsan. Salah satu penatalaksanaan nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk mengurangi nyeri dismenore adalah pijat effleurage. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat effleurage terhadap tingkat nyeri dismenore pada remaja putri di Padukuhan Sambeng III, Poncosari, Srandakan, Bantul. Penelitian ini menggunakan desain quasi experimental dengan pendekatan one group pretest-posttest. Sampel penelitian berjumlah 36 remaja putri yang dipilih sebagai responden. Pengukuran tingkat nyeri menggunakan instrumen Numeric Rating Scale (NRS), dan analisis data dilakukan dengan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan pijat effleurage, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang (skala 4–6) sebanyak 23 orang (63,9%). Setelah dilakukan intervensi, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan (skala 1–3) sebanyak 20 orang (55,6%). Hasil uji Wilcoxon diperoleh nilai ρ = 0,000 (ρ < 0,05), yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan pijat effleurage terhadap penurunan tingkat nyeri dismenore. Simpulan penelitian ini adalah pijat effleurage berpengaruh dalam menurunkan tingkat nyeri dismenore pada remaja putri. Pijat effleurage dapat dijadikan sebagai alternatif terapi nonfarmakologis untuk mengatasi nyeri dismenore.

Kata Kunci: Dismenore, Nyeri Menstruasi, Pijat Efffleurage

 

Downloads

Published

2026-02-12