DINAMIKA KONFLIK SOSIAL DI HALMAHERA TENGAH TAHUN 2026: TINJAUAN ASHABIYAH IBN KHALDUN
Abstract
Konflik sosial di Halmahera Tengah tahun 2026 menunjukkan bahwa bentrokan antardesa berkaitan erat dengan solidaritas kelompok dan kohesi sosial. Konflik antara Desa Sibenpopo dan Desa Banemo bermula dari penemuan jenazah seorang warga, kemudian berkembang menjadi bentrokan fisik yang menyebabkan pengungsian masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika konflik tersebut melalui konsep ashabiyah dari Ibn Khaldun. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis melalui studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik dipicu oleh kuatnya solidaritas internal yang membangun loyalitas tinggi terhadap kelompok masing-masing. Dalam perspektif Ibn Khaldun, ashabiyah berfungsi sebagai kekuatan integratif yang memperkuat ikatan sosial, namun juga dapat menjadi faktor konfliktual ketika solidaritas kelompok berubah menjadi antagonisme antarkomunitas. Oleh karena itu, penyelesaian konflik memerlukan pendekatan sosial yang inklusif untuk membangun rekonsiliasi dan kohesi antardesa.
Kata Kunci: Konflik sosial, Ashabiyah, Ibn Khaldun, Halmahera Tengah, Solidaritas Sosial







