PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA DEWASA AWAL
Abstract
Mahasiswa usia dewasa awal menghadapi berbagai tuntutan perkembangan, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun persiapan karier. Tuntutan tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis, salah satunya berupa fear of failure atau ketakutan akan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dan fear of failure pada mahasiswa usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengkaji keterkaitan self-efficacy dan fear of failure pada mahasiswa dewasa awal. Sampel penelitian berjumlah 170 mahasiswa aktif berusia minimal 18 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form. Instrumen yang digunakan adalah skala self-efficacy berdasarkan teori Bandura dan Performance Failure Appraisal Inventory (PFAI) untuk mengukur fear of failure. Analisis data dilakukan menggunakan JASP melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua variabel terdistribusi normal. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa self-efficacy berpengaruh negatif dan signifikan terhadap fear of failure (F(1.168) = 79.55; p < 0.001), dengan kontribusi sebesar 32,1% (R² = 0.321). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi self-efficacy yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka mengalami fear of failure. Sebaliknya, mahasiswa dengan self-efficacy rendah cenderung memiliki ketakutan akan kegagalan yang lebih tinggi. Dengan demikian, self-efficacy menjadi salah satu aspek psikologis penting yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik secara lebih adaptif.
Kata Kunci: Dewasa Awal, Fear of failure, Mahasiswa, Self-efficacy.







