POLA DAN STRATEGI JARINGAN PEREDARAN NARKOTIKA INTERNASIONAL MELALUI WILAYAH PERAIRAN KABUPATEN BENGKALIS
Abstract
Peredaran narkotika internasional melalui jalur perairan merupakan bentuk kejahatan transnasional yang memanfaatkan konektivitas maritim, kondisi geografis, jaringan sosial, dan keterbatasan pengawasan. Kabupaten Bengkalis memiliki posisi strategis karena berdekatan dengan Malaysia dan berada pada kawasan Selat Malaka. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola peredaran narkotika internasional melalui wilayah perairan Kabupaten Bengkalis, strategi operasional jaringan dalam menghindari pengawasan aparat, faktor yang mendorong keterlibatan pelaku, serta implikasinya bagi penanggulangan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan kajian pustaka. Informan dipilih secara purposive dan terdiri atas dua key informan dari pihak pelaku, satu anggota Polairud, dan satu masyarakat/nelayan pesisir. Analisis dilakukan melalui pengorganisasian data, pengelompokan tematik, identifikasi pola, dan interpretasi teoritis. Kutipan wawancara disajikan menggunakan kode KI-1, KI-2, I-1, dan I-2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peredaran berlangsung melalui jaringan lintas negara dengan pembagian peran dan distribusi bertahap. Jaringan memanfaatkan kondisi geografis dan lingkungan, waktu operasi, transportasi laut, hubungan sosial lokal, serta struktur jaringan terputus. Faktor ekonomi, lingkungan sosial, dan ketergantungan narkotika turut mendorong keterlibatan individu. Penanggulangan memerlukan pengawasan maritim terpadu, penguatan intelijen dan koordinasi antarlembaga, partisipasi masyarakat pesisir, serta intervensi sosial-ekonomi.
Kata Kunci: Peredaran Narkotika Internasional, Jalur Perairan, Jaringan Kriminal, Bengkalis, Penanggulangan Kejahatan







