https://publisherqu.com/index.php/edusola/issue/feed Journal Education, Sociology and Law 2026-07-29T03:31:30+00:00 Putri Humairoh, S.Pd pitrihumairoh@gmail.com Open Journal Systems <div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Journal Education, Sociology and Law</li> <li><strong>Initials </strong>: Edusola</li> <li><strong>Frequency </strong>: March, June, September, December</li> <li><strong>Online ISSN </strong>: 3089-9508</li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: <a>Putri Humairoh, S.Pd</a></li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: XX.XXXXX</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Edusola : Journal Education, Sociology and Law, </strong>accepts submissions of articles that provide insight into current and major related issues in Education, sociology and law. This journal provides a venue for researchers to discuss, pursue and promote knowledge in the emerging and developing fields of education, sociology and law. Articles can be written in English or Indonesian. This journal is published 1 year 4 times <strong>(March, June, September, December).</strong></p> https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4386 SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DUSUN WAEL 2026-05-29T05:41:50+00:00 Willem Anthon Siahaya tonnysiahaya@gmail.com Nazlia Hariza Rahmadani Latulumamina latulumaminanazlia@gmail.com Josep Benediktus Futunanembun benyfutunanembun@gmail.com Natalia Angwarmase angwarmasenatalia@gmail.com Oliva Paulina Rettobjaan Olivapaulina23@gmail.com Muhammad Rizqi Latuconsina rizqilatuconsina@gmail.com <p>Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu permasalahan kesehatan utama yang terus mengalami peningkatan baik secara global maupun nasional, serta menjadi penyebab utama kematian. PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan kanker memiliki karakteristik kronis, berkembang secara perlahan, dan erat kaitannya dengan pola hidup serta faktor lingkungan. Rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko serta pentingnya deteksi dini menjadi salah satu penyebab tingginya penderita PTM di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran masyarakat Dusun Wael dalam mencegah serta mengendalikan PTM melalui kegiatan sosialisasi dan deteksi dini. Materi sosialisi yang disampaikan mencakup pengertian PTM, faktor Risiko PTM dan pencegahanya, pengendalian PTM, serta pentingnya deteksi dini PTM. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, diskusi, serta pemeriksaan kesehatan kesehatan berupa anamnesis, pengukuran kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai langkah deteksi dini PTM.</p> <p>Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Sosialisasi, Faktor Risiko, Deteksi Dini</p> <p>&nbsp;</p> 2026-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4287 PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN SEBAGAI MEKANISME KONTROL SOSIAL DALAM MENANGANI RESIDIVISME KLIEN PEMASYARAKATAN DI BAPAS KELAS I PEKANBARU 2026-05-12T10:34:05+00:00 Andika Dayu Pratama andikadayu723@gmail.com Sobri Sobri@soc.uir.ac.id <p>Residivisme masih menjadi permasalahan dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia karena menunjukkan belum optimalnya proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap mantan narapidana. Dalam konteks tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan memiliki peran penting tidak hanya sebagai pelaksana pengawasan formal, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial dalam mencegah pengulangan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam menangani residivisme pada klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pembimbingan dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari tiga orang Pembimbing Kemasyarakatan dan dua orang klien residivis. Analisis penelitian menggunakan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi untuk menjelaskan mekanisme keterikatan sosial, komitmen, keterlibatan, dan keyakinan sosial dalam mencegah perilaku menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pembimbing Kemasyarakatan dilakukan melalui pembimbingan dan konseling, pengawasan wajib lapor, pemberdayaan melalui aktivitas produktif, serta koordinasi dengan keluarga dan lingkungan sosial klien. Peran tersebut menunjukkan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan berfungsi sebagai agen kontrol sosial informal dalam mendukung reintegrasi sosial klien residivis. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya tingkat kooperatif klien, kesulitan komunikasi dan pengawasan, keterbatasan kewenangan, faktor lingkungan sosial, serta stigma masyarakat terhadap mantan narapidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penanganan residivisme tidak hanya ditentukan oleh pengawasan formal, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan sosial, penerimaan masyarakat, dan keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Pembimbing Kemasyarakatan, residivisme, kontrol sosial, reintegrasi sosial, BAPAS.</p> 2026-05-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4405 SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN: KANTIN SEKOLAH SEBAGAI RUANG REPRODUKSI BUDAYA KONSUMSI DAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH STUDI OBSERVASI DI MAN 1 BANYUMAS TENTANG POLA KONSUMSI DAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK 2026-06-02T13:06:53+00:00 Rizkiana Sadiya Nafis r.sadiyanafis@gmail.com Muh. Hanif muh.hanif@uinsaizu.ac.id <p>Artikel ini mengkaji kantin sekolah sebagai ruang reproduksi budaya konsumsi dan interaksi sosial peserta didik di Madrasah Aliyah MAN 1 Banyumas dalam perspektif sosiologi lembaga pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kantin sekolah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi peserta didik dalam membangun relasi pertemanan, membentuk pola konsumsi, serta menunjukkan identitas sosial di lingkungan madrasah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi peserta didik dan bentuk interaksi sosial yang terjadi di kantin sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan makanan dan minuman peserta didik dipengaruhi oleh tren, media sosial, kemampuan ekonomi, serta pengaruh kelompok sebaya. Interaksi sosial di kantin memperlihatkan terbentuknya solidaritas kelompok, pembagian ruang sosial informal, dan reproduksi budaya konsumsi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Kantin sekolah juga menjadi ruang negosiasi antara nilai religius madrasah dengan budaya populer remaja modern. Dengan demikian, kantin sekolah dapat dipahami sebagai miniatur kehidupan sosial peserta didik di lingkungan lembaga pendidikan Islam.</p> <p>Kata Kunci: Kantin Sekolah, Budaya Konsumsi, Interaksi Sosial, Madrasah Aliyah, Sosiologi Pendidikan</p> 2025-06-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4423 SIAPA YANG DIAKUI SEBAGAI KORBAN PEMBUNUHAN? KLASIFIKASI, ATURAN PENGHITUNGAN, DAN BATAS PERBANDINGAN STATISTIK PEMBUNUHAN 2026-06-05T01:50:33+00:00 Zul Khaidir Kadir zulkhaidir.kadirr@umi.ac.id <p>Pembunuhan atau <em>homicide</em> sering dipakai sebagai indikator utama dalam <em>comparative criminology</em> karena kematian dianggap lebih mungkin tercatat dibanding banyak bentuk kejahatan lain. Artikel ini berangkat dari keraguan yang lebih mendasar. Seseorang yang meninggal akibat tindakan orang lain tidak otomatis menjadi <em>homicide victim</em> dalam statistik resmi. Melalui pendekatan <em>conceptual-comparative legal criminology</em>, artikel ini menelaah bagaimana definisi, klasifikasi, <em>counting rules</em>, dan sumber data membentuk variasi angka <em>homicide</em> antarnegara dan antarkawasan. Analisis diarahkan pada batas antara <em>intentional homicide</em> dan beberapa kategori lain yang sering berada di dekatnya, seperti <em>murder</em>, <em>manslaughter</em>, <em>legal intervention</em>, <em>undetermined intent</em>, serta kematian yang tidak terklasifikasi. Artikel ini menegaskan bahwa pembilang <em>homicide rate</em> tidak lahir dari fakta kematian semata. Angka itu terbentuk melalui proses administratif yang menentukan siapa yang dihitung, kapan kematian dicatat, dan sumber mana yang diberi otoritas. Perbedaan antara data kepolisian, registrasi kematian, sertifikasi medis, data pengadilan, dan sistem gabungan dapat mengubah posisi korban dalam statistik. Kategori batas seperti <em>lawful killing</em>, <em>unlawful death</em>, <em>custodial death</em>, <em>gender-related killing</em>, dan <em>unclassified death</em> menjadi titik paling sensitif karena membutuhkan keputusan tambahan tentang legalitas, kontrol atas bukti, relasi korban-pelaku, dan kecukupan informasi forensik. Statistik <em>homicide</em> tetap penting, tetapi kegunaannya untuk perbandingan bergantung pada <em>metadata</em> yang menjelaskan proses klasifikasi korban.</p> <p>&nbsp;</p> <p>Kata Kunci: Aturan Penghitungan, Klasifikasi, Korban Pembunuhan, Perbandingan Pembunuhan, Pembunuhan Sengaja</p> 2026-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4424 OPTIMALISASI PELAJARAN PPKn BERBASIS GAME (WORD WALL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI PANGIA 2026-06-05T02:50:40+00:00 Nur Inayah Mohi nurinayahmohi554@gmail.com Asmun W. Wantu asmun.wantu@ung.ac.id Yuli Adhani yuliadhani@ung.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui Optimalisasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Berbasis game menggunakan aplikasi Wordwall di SMP Negeri Pangia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang Ditandai dengan kurangnya keaktifan, minat, dan keterlibatan siswa dalam proses Pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, Meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek Penelitian adalah 21 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis Game menggunakan Wordwall mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari keaktifan, partisipasi, serta antusiasme siswa Dalam mengikuti pembelajaran pada setiap siklus. Selain itu, hasil belajar siswa Juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah siswa Yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan demikian, Penggunaan media Wordwall terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran Yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan</p> <p>Kata Kunci : Wordwall, motivasi belajar, PPKn, pembelajaran berbasis game, PTK</p> <p>&nbsp;</p> 2026-06-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4511 PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA DEWASA AWAL 2026-06-11T10:00:16+00:00 Miranti Apriana mirantiapriana212@gmail.com Naila Rutri Enjelika naila@gmail.com M. Gazi El Gifari gazi@gmail.com Beny Rahim beny@gmail.com Jelpa Periantalo jelpa@gmail.com Muhammad Ilham ilham@gmail.com Dinda Agraiza dina@gmail.com <p>Mahasiswa usia dewasa awal menghadapi berbagai tuntutan perkembangan, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun persiapan karier. Tuntutan tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis, salah satunya berupa <em>fear of failure</em> atau ketakutan akan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>self-efficacy</em> dan <em>fear of failure</em> pada mahasiswa usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengkaji keterkaitan <em>self-efficacy</em> dan <em>fear of failure</em> pada mahasiswa dewasa awal. Sampel penelitian berjumlah 170 mahasiswa aktif berusia minimal 18 tahun yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form. Instrumen yang digunakan adalah skala <em>self-efficacy</em> berdasarkan teori Bandura dan <em>Performance Failure Appraisal Inventory</em> (PFAI) untuk mengukur <em>fear of failure</em>. Analisis data dilakukan menggunakan JASP melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua variabel terdistribusi normal. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> berpengaruh negatif dan signifikan terhadap <em>fear of failure</em> (F(1.168) = 79.55; <em>p</em> &lt; 0.001), dengan kontribusi sebesar 32,1% (R² = 0.321). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>self-efficacy</em> yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka mengalami <em>fear of failure</em>. Sebaliknya, mahasiswa dengan <em>self-efficacy</em> rendah cenderung memiliki ketakutan akan kegagalan yang lebih tinggi. Dengan demikian, <em>self-efficacy</em> menjadi salah satu aspek psikologis penting yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik secara lebih adaptif.</p> <p>Kata Kunci: Dewasa Awal, <em>Fear of failure</em>, Mahasiswa, <em>Self-efficacy</em>.</p> 2026-06-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4555 NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA TARI ZAPIN MESKOM DI DESA MESKOM PROVINSI RIAU 2026-06-16T15:05:24+00:00 Aina Hamidatul Rofiah ainahamidatulrofiah@student.uir.ac.id Syefriani syefriani@edu.uir.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Tradisi Zapin Meskom di Desa Meskom, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi non-partisipan, wawancara secara langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin Meskom memiliki Nilai Pendidikan Keagamaan yang dapat dilihat dari aspek gerak Alif Sembah, busana yang menutup aurat, dan lagu yang bernuansa Islami. Nilai Pendidikan Kebudayaan yang dapat dilihat dari aspek gerak Menongkah, busana adat Melayu, dan alat musik tradisional. Nilai pendidikan Etika atau Moral yang dapat dilihat dari aspek gerak Gelombang Pasang, busana yang sopan, dan lagu yang memiliki nasihat di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap mempertahankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan pada Tari Zapin Meskom di Desa Meskom Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tari Zapin Meskom mencerminkan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan etika atau moral&nbsp; yang terlihat dalam lagu-lagu bernuansa dakwah, busana yang menutup aurat, dan gerak tari yang menggambarkan kesopanan serta penghormatan. Nilai-nilai tersebut juga tampak dalam sikap kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan yang terjalin dalam kelompok Tari Zapin Meskom tidak hanya berperan dalam mempertahankan nilai keagamaan, kebudayaan, dan etika atau moral, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda untuk memahami, menanamkan, dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p>Kata Kunci: Nilai Pendidikan, Tari Zapin, Zapin Meskom</p> 2026-06-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4562 PERLINDUNGAN HAK WARGA NEGARA BAGI GURU HONORER DALAM PERSPEKTIF HUKUM DI INDONESIA 2026-06-18T04:52:22+00:00 Dwi Wiji Astuti dwiwijiastuti32@gmail.com Muhammad Alwie ahmadalwie310303@gmail.com Abdul Mutholib abdulcut783@gmail.com Cucu cucunajla@gmail.com Maylisa Pujianamaylisa29@gmail.com Tedy Tri Raharjo tedy3.tri@gmail.com <p>Guru honorer merupakan bagian integral dari warga negara Indonesia yang memiliki hak konstitusional untuk memperoleh perlindungan hukum dan kesejahteraan sosial sebagaimana dijamin dalam sistem hukum nasional. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara norma hukum yang berlaku dengan realitas yang dihadapi oleh guru honorer, khususnya terkait aspek kesejahteraan, kepastian status kerja, serta jaminan perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak warga negara bagi guru honorer dalam perspektif hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap lima orang guru honorer sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif perlindungan hukum telah tersedia, namun implementasinya belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan serta peningkatan kesadaran hukum untuk menjamin terpenuhinya hak-hak guru honorer secara adil dan merata.</p> <p>Kata Kunci : Hak Warga Negara, Guru Honorer, Perlindungan Hukum, Keadilan Sosial</p> 2026-06-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4564 IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN PONDOK MODERN GONTOR OLEH ALUMNI: TINJAUAN TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN PEMBENTUKAN SUMBER DAYA MANUSIA 2026-06-18T09:51:38+00:00 Anzalas Sakinata Al Akhfiya anzalas.sakinata@gmail.com <p>Artikel ini mengkaji bagaimana alumni Sekolah Asrama Islam Darussalam Gontor menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Gontor dalam praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia di masyarakat kontemporer. Sebagai salah satu sekolah asrama Islam modern terkemuka di Indonesia, Gontor mengintegrasikan nilai-nilai sekolah asrama Islam tradisional dengan prinsip-prinsip pendidikan modern melalui sistem asrama 24 jam yang komprehensif. Lembaga ini menekankan pengembangan karakter melalui nilai-nilai Panca Jiwa yaitu ketulusan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan Islam, dan kebebasan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada jurnal akademik, buku, publikasi institusional, dan dokumen yang berkaitan dengan Gontor dan alumninya. Temuan menunjukkan bahwa sistem pendidikan Gontor memainkan peran penting dalam membentuk lulusan dengan keterampilan kepemimpinan, karakter moral yang kuat, kompetensi organisasi, disiplin, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial. Kualitas-kualitas ini memungkinkan alumni untuk aktif berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, organisasi keagamaan, kewirausahaan, dan pengembangan masyarakat. Lebih lanjut, penekanan Gontor pada pelatihan organisasi, keterampilan berbahasa, dan pandangan internasional memperkuat daya saing alumni di era global. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sosial dan globalisasi, alumni umumnya mempertahankan nilai-nilai inti yang ditanamkan selama pendidikan mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan Gontor tetap relevan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan pemimpin efektif yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer sambil tetap menjaga prinsip-prinsip etika Islam.</p> <p>Kata kunci: Gontor Darussalam, Panca Jiwa, kepemimpinan alumni, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan di sekolah berasrama Islam.</p> 2026-06-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4572 PERSONAL BRANDING PENDAKI GUNUNG DAN AKTIVIS LINGKUNGAN: ANALISIS ISI KUANTITATIF PADA UNGGAHAN INSTAGRAM @AGAM_RINJANI 2026-06-19T02:09:10+00:00 Muhammad Reza mmhdreza303@gmail.com Darmawati darmawati@uin-suska.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi <em>personal branding</em> Agam Rinjani sebagai pendaki gunung dan aktivis lingkungan melalui akun Instagram @agam_rinjani. Menggunakan teori <em>The Eight Laws of Personal Branding</em> dari Peter Montoya, penelitian ini membedah bagaimana identitas ganda dikonstruksi secara digital. Metodologi yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif dengan paradigma positivistik. Sampel penelitian terdiri dari 120 unggahan (foto, video, dan takarir) selama periode 1 Januari 2025 hingga 1 Januari 2026 yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agam Rinjani secara konsisten mengimplementasikan kedelapan hukum Montoya, dengan dominasi signifikan pada <em>The Law of Specialization</em> (31,7%) dan <em>The Law of Leadership</em> (15,8%). Temuan ini mengindikasikan bahwa kekuatan merek pribadinya terletak pada ketajaman fokus pada isu <em>eco-mountaineering</em> dan kemampuannya mengarahkan opini publik terkait konservasi alam. Kesimpulannya, integrasi antara hobi petualangan dan advokasi lingkungan yang autentik menciptakan kredibilitas dan pengaruh sosial yang kuat di media sosial. Strategi ini berhasil mengubah citra personal menjadi simbol gerakan sosial yang edukatif dan inspiratif bagi komunitas pencinta alam di Indonesia.</p> <p>Kata kunci: <em>Personal Branding</em>, Instagram, Analisis Isi, Agam Rinjani, Aktivis Lingkungan</p> 2026-06-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4589 PERBANDINGAN MASA JABATAN PRESIDEN INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT 2026-06-20T18:35:17+00:00 Dwi Kronikawaty Simamora dsimamora19@gmail.com <p>Following the amendments to the 1945 Constitution, Indonesia has consistently chosen to implement a Presidential system of government. This system carries its own complexities, and consequently, many presidential systems have failed to withstand the test of democratic stability in the countries that adopt them. It can be said that only the United States (US) serves as a best practice for the successful implementation of a presidential system. Therefore, in order to build an effective form of presidentialism for Indonesia, it is imperative to examine the practices in the US. Among these, Indonesia's party system should be considered for adaptation to the US model, which divides parties into recognized political parties and limited political parties. Under this model, only two parties are designated as recognized political parties and permitted to participate in general elections, while the remainder become limited political parties that do not contest elections. As a consequence, the resulting cabinet would no longer be a "rainbow" coalition cabinet, thereby ensuring greater governmental stability. Similarly, the parliamentary landscape would become more focused on two parties, without the formation of various coalitions.</p> 2026-06-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4609 PERAN SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) DALAM MENGURANGI PERILAKU PERUNDUNGAN (BULLYING) PADA SISWA SEKOLAH DASAR 2026-06-23T10:18:42+00:00 Nurhaswinda nurhaswinda00@gmail.com Nabila Salsabila salsabilapku78@gmail.com Serly Aprilia Wardani sherlypriliawardani@gamil.com Azzahra Ramadhani azzahraramadhani011006@gmail.com Natasya Amelia natasyaamelia131106@gmail.com Riska Nursapitri riskanursapitri6677@gmail.com Vanny Afrilia Niati vannyafrilianiati@gmail.com Yolanda Azzahra yolandaazzahra46@gmail.com Zaira Amefi Mecca zairaamefimecca336@gmail.com <p>Bullying sebagai salah satu isu yang masih umumnya terjadi di lingkungan pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Perilaku ini mampu muncul dalam berbagai bentuk, di antaranya bullying fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis korban, tetapi juga perkembangan sosial, emosional, maupun akademik siswa. Sehingga, dibutuhkan strategi pencegahan yang mampu mengatasi akar permasalahan secara menyeluruh. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah pembelajaran sosial emosional (<em>Social Emotional Learning</em> atau SEL). Adapun fokusnya pengembangan ini yaitu kemampuan dalam mengenali emosi, mengelola diri, membangun empati, menjalin hubungan sosial yang positif, dan mengambil keputusan yang mempunyai tanggung jawabnya. Artikel ini bermaksud guna mengkaji peranan pembelajaran sosial emosional sebagai strategi pencegahan bullying di sekolah dasar melalui studi literatur dari berbagai penelitian dan jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwasanya penerapan SEL mampu mengurangi perilaku bullying, meningkatkan kemampuan sosial siswa, serta mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan inklusif.</p> <p>Kata Kunci: Perundungan, pembelajaran sosial emosional, sekolah dasar, pendidikan karakter, SEL</p> 2026-06-23T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4617 REVOLUSI CASHLESS: ANALISIS PERUBAHAN POLA KONSUMSI DAN IMPULSIVE BUYING PADA GENERASI Z 2026-06-24T14:36:14+00:00 Muhammad Fajar Andriansyah fajarandriyas81@students.unnes.ac.id Annisa Khairan Alamsyah annisakhairan@students.unnes.ac.id Sabila Khairunnisa sabilakhairunnisa@students.unnes.ac.id Keylla Zahratussyfa keyllazahratussyfa10@students.unnes.ac.id Saveria Dwi Anjani saverianjani@students.unnes.ac.id Zaki Nabil Makarim zakimin123@students.unnes.ac.id Ja'far Shodid jafarshodiq246146@students.unnes.ac.id <p>Perkembangan teknologi finansial telah mendorong meningkatnya penggunaan dompet digital (<em>e-wallet</em>) sebagai alat pembayaran yang praktis dan efisien, terutama di kalangan Generasi Z. Kemudahan transaksi yang ditawarkan <em>e-wallet</em> berpotensi mempengaruhi perilaku konsumsi pengguna, termasuk kecenderungan melakukan pembelian secara impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan <em>e-wallet</em> terhadap perilaku <em>impulsive buying</em> pada Generasi Z serta mengkaji peran <em>pain of payment</em> sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengguna aktif <em>e-wallet</em> yang termasuk dalam kelompok Generasi Z. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan <em>e-wallet</em> tidak berpengaruh secara langsung terhadap perilaku <em>impulsive buying</em>. Namun, penggunaan <em>e-wallet</em> terbukti menurunkan tingkat <em>pain of payment</em>, yaitu ketidaknyamanan psikologis yang dirasakan saat mengeluarkan uang. Penurunan pain of payment tersebut selanjutnya meningkatkan kecenderungan pembelian impulsif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa <em>pain of payment</em> berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara penggunaan <em>e-wallet</em> dan perilaku <em>impulsive buying</em>. Penelitian ini memberikan manfaat berupa pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumsi Generasi Z serta dapat menjadi referensi dalam pengembangan program literasi keuangan digital yang lebih efektif.</p> <p>Kata Kunci: <em>E-Wallet</em>, Generasi Z, <em>Impulsive Buying</em>, <em>Pain Of Payment</em>, Literasi Keuangan Digital.</p> <p><strong>&nbsp;</strong></p> 2026-06-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4621 HAMBATAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGKAN INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI ABAD 21 2026-06-25T10:06:05+00:00 Nurhaswinda nurhaswinda00@gmail.com Nabila Asla Putri aslaputri2216@gmail.com Syahda Alvira Julianda Swid syahdaalvira2018@gmail.com Nasyrah Rahmatillah nasyrahrahmatillah@gmail.com Anggun Aisyah anggunaisyaah11@gmail.com Kania Ananda N. kaniananda19@gmail.com Arya Bayu aryaj212@gmail.com Miftahul Aqsha miftahulaqsha744@gmail.com M. Rizki Triwandi rizkitriwandi@gmail.com <p>Kompetensi abad ke-21 menjadi salah satu tuntutan penting dalam dunia pendidikan karena berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang diperlukan peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan global. Guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kompetensi tersebut ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, dalam praktiknya, guru masih menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran dan kompetensi abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan pemahaman tentang kompetensi abad ke-21, rendahnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, keterbatasan sarana dan prasarana, tingginya beban administrasi, beragamnya karakteristik peserta didik, serta kurangnya pelatihan dan dukungan institusi sekolah. Hambatan tersebut berdampak pada belum optimalnya pengembangan inovasi pembelajaran yang mampu mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas pendukung, serta penguatan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.</p> <p>Kata Kunci: Hambatan Guru, Inovasi Pembelajaran, Kompetensi Abad Ke-21, Sekolah Dasar, Pembelajaran Inovatif</p> 2026-06-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4643 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR 2026-06-27T23:26:54+00:00 Nurhaswinda nurhaswinda00@gmail.com Himelsha Afika himelshaafika10@gmail.com Amalia Alfazira amaliaalfazira@gmail.com Khusnul Putri Aprilliani khusnulputriaprilliani@gmail.com Tatia Maharani tatiamaharani29@gmail.com Miranda miranda8827287@gmail.com Nabilah Putriana nabila17122002@gmail.com Novita Rahmawati novitarahmawati2288@gmail.com Fatmasari Anggraini fatmasarianggraini276@gmail.com <p>Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki berbagai keterampilan penting, terutama kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan tersebut adalah pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Pendekatan STEAM mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu memahami konsep secara holistik dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran berbasis STEAM dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEAM mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, mendorong munculnya ide-ide kreatif, serta melatih kemampuan siswa dalam menganalisis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara logis. Selain itu, pembelajaran STEAM memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, eksperimen, proyek, dan kolaborasi sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Meskipun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana, kompetensi guru, dan ketersediaan sumber belajar, pendekatan STEAM memiliki potensi yang besar untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar implementasi pembelajaran berbasis STEAM dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.</p> <p>Kata Kunci: STEAM, Kreativitas, Berpikir Kritis, Sekolah Dasar, Pembelajaran Inovatif.</p> 2026-06-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4644 PERAN TEKNOLOGI DAN INOVASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR 2026-06-27T23:57:53+00:00 Nurhaswinda nurhaswinda00@gmail.com Rai Hany Anugrah hanybkn09@gmail.com Fazlan Taufik fazlanpku17@gmail.com Vina Oktavia vinaoktavia522@gmail.com Rahmatunnisa rahmatunnisarahmatunnisa83@gmail.com Medisya Amelia Farhani medisyabkn@gmail.com Dwi Nurbaiti dnurbaiti78@gmail.com Esa Mulia Restuti esamuliarestuti@gmail.com Annisa Urrosada urrosadaannisa@gmail.com <p>Perkembangan teknologi dan inovasi pendidikan telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan memungkinkan guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas, motivasi, serta keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Berbagai inovasi seperti penggunaan media pembelajaran digital, aplikasi edukasi, platform pembelajaran daring, dan perangkat teknologi lainnya telah membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, penerapan teknologi juga memberikan kemudahan dalam proses evaluasi dan pengelolaan pembelajaran. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kompetensi guru, serta akses teknologi yang belum merata.</p> <p>Kata Kunci: Teknologi Pendidikan, Inovasi Pendidikan, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Dasar, Pembelajaran Digital.</p> 2026-06-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4668 RICE BREEDING FOR SUSTAINABLE AGRICULTURE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON FOOD SECURITY AND FARMER WELL-BEING (RICE BREEDING FOR SUSTAINABLE AGRICULTURE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON) 2026-07-02T00:12:07+00:00 Mochammad Hatta Setianto slmdkmd1319@gmail.com Siti Fitriah stfitriah26@gmail.com Eka Rizqi Amelia ekarizqiamelia26@gmail.com Nio Julung Sadewa niosadewa892004@gmail.com Moh. Yoga Khoirul Izzam yogakhoirulizzam@gmail.com Iqbal Sabili iqbalsabili04@gmail.com Harwanto harwanto@gmail.com <p>Perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi sistem pangan global, terutama produksi padi sebagai sumber pangan utama bagi lebih dari tiga miliar penduduk dunia. Banjir, kekeringan, dan suhu ekstrem menyebabkan penurunan produktivitas serta meningkatkan kerentanan petani kecil. Meskipun berbagai inovasi pemuliaan padi telah dikembangkan, kajian sebelumnya masih bersifat lokal dan fragmentaris sehingga belum memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusinya terhadap produktivitas, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bukti empiris mengenai peran pemuliaan padi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan adopsi varietas unggul dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar untuk periode 2015–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi menggunakan MMAT 2018 dan dianalisis melalui thematic analysis berbantuan NVivo 14. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemuliaan padi mampu meningkatkan produktivitas melalui hibridisasi, marker-assisted breeding, dan gene pyramiding, serta memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan varietas toleran cekaman abiotik dan biofortifikasi gizi. Selain itu, pemuliaan partisipatif terbukti mempercepat adopsi varietas dan eningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani. Literatur juga menunjukkan pergeseran paradigma menuju resilience breeding yang mengintegrasikan aspek agronomis, molekuler, sosial, dan ekonomi.</p> <p>Kata Kunci : Pemuliaan padi, Ketahanan pangan, Perubahan iklim, Kesejahteraan petani, Systematic Literature Review</p> 2026-07-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4671 IMPLEMENTASI DESAIN UI/UX UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ARSIP PADA APLIKASI SIDARA DI BPS KOTA SUKABUMI 2026-07-02T00:42:45+00:00 Hanifah Mulyasari Hanifahmulyasar019@gmail.com <p>Perkembangan teknologi informasi menuntut instansi pemerintahan untuk memiliki sistem informasi yang efektif dan mudah digunakan. SIDARA (Sistem Informasi Data dan Arsip Keuangan) merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk pengelolaan data dan arsip keuangan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan desain antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX) agar sistem lebih mudah dipahami dan efisien digunakan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, perancangan desain menggunakan Figma, serta evaluasi usability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain UI/UX yang terstruktur meningkatkan kenyamanan pengguna, mempercepat proses kerja, dan meminimalkan kesalahan input data.</p> <p>Kata kunci: UI/UX, Sistem Informasi, SIDARA, Web, Usability</p> 2026-07-01T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4675 KARAKTERISTIK GURU IDEAL: ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM 2026-07-02T14:20:45+00:00 Fatisyah Trisna 2400031026@webmail.uad.ac.id Nur Hasanah 2400031008@webmail.uad.ac.id Sayyaf Dzaky Arroyan 2400031011@webmail.uad.ac.id Nur Hidayah 2400031020@webmail.uad.ac.id Difa Ul Husna Difaul.husna@pai.uad.ac.id <p>Guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan, sehingga penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional menjadi prasyarat utama bagi terwujudnya pembelajaran yang efektif. Walaupun demikian, pembahasan mengenai kompetensi guru selama ini didominasi oleh sudut pandang regulasi nasional dan belum banyak dipadukan dengan konsep pendidik dalam khazanah pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik guru ideal melalui perpaduan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dalam pandangan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer terdiri atas karya Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Abdurrahman An-Nahlawi, sedangkan sumber sekunder berupa buku akademik dan artikel jurnal nasional terbitan tahun 2024–2025. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan identifikasi konsep, kategorisasi tema, analisis komparatif, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik memiliki relevansi dengan konsep murabbi yang menekankan pembinaan peserta didik secara holistik, sedangkan kompetensi profesional berkaitan dengan konsep mu'allim yang menempatkan guru sebagai pengembang dan penyampai ilmu secara bertanggung jawab. Kedua kompetensi tersebut memperoleh penguatan melalui konsep ta'dib yang berorientasi pada pembentukan adab sebagai tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa karakteristik guru ideal merupakan perpaduan antara kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan nilai-nilai keislaman yang diwujudkan melalui penguasaan ilmu, kemampuan membimbing, keteladanan akhlak, serta tanggung jawab spiritual.</p> <p>Kata Kunci: Guru Ideal, Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Pendidikan Islam.</p> 2026-07-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4685 HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MORAL PADA MAHASISWA 2026-07-03T14:01:08+00:00 Salsabila Az-Zahra Rizal salsabilaazzahrarizal0@gmai.com Aisyah Amani Zalma asiyah@gmail.com Aura Devany Putri Ansri aura@gmail.com Dwi Cahya Ramadhanti dwi@gmail.com Khalisha Nafila Addini khalisha@gmail.com Hanik Faizatul Mahbubah hanik@gmail.com Mario Pratama mario@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kecemasan moral pada mahasiswa. Kecemasan moral merupakan bentuk kecemasan spesifik yang muncul ketika individu menghadapi dilema etis dan konflik nilai. Sementara itu, religiusitas dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu individu mengelola kecemasan, termasuk kecemasan moral, melalui nilai-nilai dan pedoman spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi Spearman terhadap 61 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala kecemasan moral yang telah disesuaikan. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin rendah tingkat kecemasan moral yang dialami. Namun, hasil analisis dalam penelitian ini justru menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan kecemasan moral (r = 0,452, p &lt; 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat religiusitas mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat kecemasan moral yang mereka alami. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas dapat meningkatkan sensitivitas terhadap nilai-nilai moral, sehingga memunculkan kecemasan yang lebih besar dalam menghadapi dilema etis.</p> <p>Kata Kunci: Religiusitas, Kecemasan Moral, Mahasiswa, Psikologi Islam, Mekanisme Koping</p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-03T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4703 HAK WARGA NEGARA DALAM RUANG DEMOKRASI DIGITAL: ANTARA KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL 2026-07-05T23:53:03+00:00 Muamar paulmustofa189@gmail.com Raden Salamun Adiningrat radensalamun74@gmail.com Iin Indarwati iinindarwati49@gmail.com Sony Arfan sony@gmail.com Dherus dherussudaryono24@gmail.com Asep Nurhidayat nurhidayatasep999@gmail.com <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Demokrasi digital di Indonesia tengah menghadapi dilema fundamental: di satu sisi, ruang digital membuka peluang partisipasi warga negara yang lebih luas; di sisi lain, praktik bermedia sosial kerap melampaui batas-batas etika dan bahkan hukum. Penelitian ini mengkaji hak warga negara dalam ruang demokrasi digital, dengan fokus pada tegangan antara kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi dengan tanggung jawab etis dalam bermedia sosial. Menggunakan pendekatan yuridis-normatif berbasis studi dokumen, penelitian ini menganalisis regulasi, putusan pengadilan, dan diskursus akademis terkini. Temuan menunjukkan bahwa regulasi yang ada terutama UU ITE masih bersifat represif dan belum mampu mendorong budaya bermedia sosial yang etis dan bertanggung jawab. Diidentifikasi empat zona ketegangan utama: (1) ambiguitas normatif antara kebebasan berekspresi dan pembatasan konstitusional, (2) kesenjangan literasi digital antargenerasi, (3) polarisasi identitas berbasis algoritma, dan (4) lemahnya penegakan etika platform digital. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual baru berupa "Ruang Publik Digital Pancasilais" sebagai solusi integratif yang memadukan nilai demokrasi deliberatif dengan etika Pancasila. Implikasi penelitian ini relevan bagi reformasi kebijakan, pengembangan kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta penguatan literasi digital warga negara Indonesia.</p> <p>Kata Kunci: Demokrasi Digital, Hak Warga Negara, Kebebasan Berpendapat, Etika Media Sosial, UU ITE, Pancasila.</p> 2026-07-05T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4733 PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA PADA MATERI TEKNIK BERMAIN ALAT MUSIK RECORDER DI KELAS VII MTs MUHAMMADIYAH 02 PEKANBARU TAHUN AJARAN 2025/2026 2026-07-08T14:08:13+00:00 Ananda Gilang Farhan Syach farhansyach0511@gmail.com Nurmalinda nurmalinda@edu.uir.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya pada materi teknik bermain alat musik recorder di kelas VII MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru mata pelajaran Seni Budaya dan empat orang peserta didik kelas VII yang dipilih sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan peningkatan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berlangsung dengan baik melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan guru menyusun perangkat pembelajaran yang memuat tujuan, materi, metode, media, dan penilaian sesuai dengan capaian pembelajaran. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan menerapkan metode ceramah, demonstrasi, latihan, serta praktik langsung menggunakan alat musik recorder. Selama proses pembelajaran peserta didik menunjukkan antusiasme, partisipasi aktif, serta kemampuan memainkan recorder yang semakin meningkat. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dengan seluruh peserta didik memperoleh nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan jumlah alat musik recorder, perbedaan kemampuan peserta didik, dan terbatasnya waktu praktik. Meskipun demikian, hambatan tersebut dapat diatasi melalui strategi pembelajaran yang diterapkan guru sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai secara optimal.</p> <p>Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Recorder, Teknik Bermain Recorder, Pembelajaran Musik.</p> 2026-07-08T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4757 PENGARUH KEMUDAHAN, KUALITAS LAYANAN DAN FITUR PRODUK MOBILE BANKING TERHADAP KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI LIVIN’ BY/MANDIRI 2026-07-11T06:48:52+00:00 Nur Azzahra atfaufianm@email.com Finnah Fourqoniah finnah@gmail.com <p>Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh faktor Kemudahan Penggunaan, Kualitas Layanan, serta Fitur Produk terhadap tingkat Kepuasan Pengguna aplikasi <em>Livin’ by </em>Mandiri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa penyebaran kuesioner kepada 97 responden. Pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik <em>non-probability </em>sampling dengan pendekatan <em>purposive sampling</em>. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis menggunakan program SPSS versi 27 melalui metode regresi linier berganda, disertai dengan pengujian hipotesis menggunakan uji t dan uji F. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel Kemudahan, Kualitas Layanan, dan Fitur Produk memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Kepuasan Pengguna, baik secara individu (parsial) maupun secara bersama-sama (simultan). Di antara ketiga variabel tersebut, Fitur Produk terbukti menjadi faktor yang paling dominan dalam memengaruhi kepuasan pengguna dibandingkan dengan Kemudahan dan Kualitas Layanan. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,799 mengindikasikan bahwa sebesar 79,9% tingkat kepuasan pengguna dapat dijelaskan oleh ketiga variabel independen tersebut, sementara sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar ruang lingkup penelitian ini. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kepuasan pengguna aplikasi <em>Livin’ by </em>Mandiri sangat ditentukan oleh kemudahan akses aplikasi, kualitas layanan digital yang diberikan, serta keberagaman dan kegunaan fitur yang tersedia.</p> <p>Kata Kunci: Kemudahan, Kualitas Layanan, Fitur Produk, Kepuasan Pengguna, <em>Mobile banking</em></p> <p><strong>Abstrack</strong></p> 2026-07-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4766 PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA TARI PERSEMBAHAN DI KELAS X SMA NEGERI 2 TELUK MERANTI KABUPATEN PELALAWAN 2026-07-12T09:36:18+00:00 Yunda yunda@student.uir.ac.id Kurniati kurniati@gmail.com <p>Pembelajaran seni budaya memiliki peran penting dalam membentuk kemampuan estetis, kreativitas, serta karakter peserta didik melalui pengenalan terhadap nilai-nilai budaya lokal. Salah satu materi yang diajarkan pada mata pelajaran Seni Budaya di tingkat Sekolah Menengah Atas adalah Tari Persembahan sebagai identitas budaya Melayu Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran Seni Budaya materi Tari Persembahan di kelas X SMA Negeri 2 Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian terdiri atas satu orang guru Seni Budaya dan delapan orang siswa kelas X yang dipilih sebagai informan, sedangkan teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berlangsung sesuai dengan tahapan pembelajaran yang meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Guru mampu melaksanakan pembelajaran secara sistematis dengan melibatkan peserta didik secara aktif melalui diskusi, demonstrasi, latihan gerak, dan evaluasi praktik. Pembelajaran Tari Persembahan tidak hanya meningkatkan keterampilan siswa dalam menguasai ragam gerak tari, tetapi juga menumbuhkan pemahaman terhadap makna filosofis, nilai sopan santun, penghormatan kepada tamu, serta pelestarian budaya Melayu. Meskipun masih ditemukan beberapa kendala berupa perbedaan kemampuan siswa dan keterbatasan sarana pendukung, proses pembelajaran tetap berjalan efektif melalui strategi pembelajaran yang diterapkan guru. Dengan demikian, pembelajaran Seni Budaya Tari Persembahan mampu memberikan pengalaman belajar yang bermakna sekaligus memperkuat apresiasi peserta didik terhadap budaya daerah.</p> <p>Kata Kunci : Pembelajaran Seni Budaya, Tari Persembahan, Seni Tari, Budaya Melayu, Pembelajaran Kualitatif.</p> 2026-07-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4776 LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.A DENGAN GANGGUAN PRESEPSI SENSORI: HALUSINASI PENDENGARAN DI WISMA ARJUNA RSJ GRHASIA YOGYAKARTA 2026-07-14T09:05:54+00:00 Asnira asniraa05@gmail.com Prastiwi Puji Rahayu prastiwipr13@gmail.com <p>Halusinasi merupakan gangguan persepsi sensori berupa persepsi palsu yang muncul tanpa adanya rangsangan nyata dan sering dialami oleh pasien skizofrenia. Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang paling banyak ditemukan, ditandai dengan pasien mendengar suara-suara yang tidak didengar oleh orang lain. Dampak yang dapat ditimbulkan dari halusinasi adalah hilangnya kontrol diri sehingga pasien berisiko melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Oleh karena itu, diperlukan penanganan yang tepat melalui asuhan keperawatan agar pasien mampu mengontrol halusinasi dan mencegah kekambuhan. Tujuan studi kasus ini adalah menganalisis pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien dengan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran di Wisma Arjuna RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi pada satu pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran selama 3 × 24 jam. Tindakan keperawatan dilakukan menggunakan Strategi Pelaksanaan (SP) 1–4 yang meliputi mengenali halusinasi, menghardik halusinasi, meningkatkan kepatuhan minum obat, bercakap-cakap dengan orang lain, serta melakukan aktivitas terjadwal. Hasil studi kasus menunjukkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan, pasien mampu mengenali isi dan waktu munculnya halusinasi, mempraktikkan teknik menghardik, patuh mengonsumsi obat, berinteraksi dengan orang lain, serta melakukan aktivitas terjadwal sebagai upaya mengontrol halusinasi. Pada evaluasi akhir pasien menyatakan suara-suara yang sebelumnya didengar sudah tidak muncul lagi sehingga masalah gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dinyatakan teratasi. Studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan strategi pelaksanaan (SP) secara konsisten dapat meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi serta menjadi upaya yang efektif untuk mencegah kekambuhan pada pasien skizofrenia.</p> <p>Kata Kunci: Skizofrenia, Halusinasi Pendengaran, Asuhan Keperawatan, Strategi Pelaksanaan, Terapi Generalis.</p> <p><em>&nbsp;</em></p> 2026-07-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4785 LAPORAN KASUS PADA PASIEN SKIZOFRENIA DENGAN RISIKO PERILAKU KEKERASAN 2026-07-15T10:42:41+00:00 Nusaibah nusaibah101003@gmail.com Prastiwi Puji Rahayu prastiwipr13@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan asuhan keperawatan pada pasien skizofrenia dengan diagnosis keperawatan risiko perilaku kekerasan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus pada satu orang pasien yang mengalami skizofrenia dengan risiko perilaku kekerasan. Pengumpulan data dilakukan melalui proses pengkajian keperawatan, observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi keperawatan. Asuhan keperawatan dilaksanakan berdasarkan tahapan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah diberikan asuhan keperawatan, pasien mampu mengenali tanda dan gejala kemarahan, mengendalikan emosi dengan lebih baik, mengikuti terapi yang diberikan, serta menunjukkan penurunan risiko perilaku kekerasan. Keberhasilan intervensi didukung oleh penerapan strategi pelaksanaan yang sesuai, komunikasi terapeutik, serta keterlibatan pasien dalam setiap tahap terapi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asuhan keperawatan yang diberikan secara komprehensif mampu meningkatkan kemampuan kontrol diri pasien sehingga risiko perilaku kekerasan dapat berkurang.</p> <p>Kata Kunci: Skizofrenia, Risiko Perilaku Kekerasan, Asuhan Keperawatan Jiwa, Studi Kasus</p> 2026-07-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4789 IMPLEMENTASI BUILDING INFORMATION MODELING (BIM) UNTUK MENINGKATKAN EFISIENSI WAKTU, BIAYA, DAN MUTU PADA PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG 2026-07-15T14:45:36+00:00 Otius Kogoya ottisskowa@gmail.com Ajeng Dewi Rani ajeng@gmail.com Arief Fath Atiya arief@gmail.com Leary Pakiding leary@gmail.com Dominggus Bakarbessy dominggus@gmail.com <p>Industri konstruksi gedung kerap menghadapi keterlambatan, pembengkakan biaya, dan cacat mutu akibat lemahnya koordinasi antarpemangku kepentingan dan minimnya integrasi data. Building Information Modeling (BIM) hadir sebagai metodologi berbasis representasi digital tiga dimensi yang sarat informasi untuk mengatasi persoalan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis kontribusi BIM terhadap efisiensi waktu, biaya, dan mutu proyek konstruksi gedung, serta mengidentifikasi tantangan dan faktor keberhasilan implementasinya. Metode yang digunakan adalah kajian deskriptif-analitis melalui studi literatur sistematis dan sintesis temuan empiris dari berbagai studi kasus proyek gedung bertingkat. Hasil kajian menunjukkan bahwa BIM pada dimensi 3D–5D mampu menekan durasi pelaksanaan melalui penjadwalan terintegrasi dan deteksi benturan (<em>clash detection</em>) sejak dini, menurunkan pemborosan biaya akibat pekerjaan ulang, serta meningkatkan akurasi estimasi volume pekerjaan. Dari sisi mutu, model informasi yang konsisten meningkatkan ketertelusuran spesifikasi dan kualitas dokumen perencanaan. BIM berperan signifikan sebagai instrumen pengendalian proyek terpadu, meskipun keberhasilannya sangat bergantung pada kesiapan sumber daya manusia, dukungan kebijakan, kematangan kolaborasi tim, serta kesiapan organisasi dalam mengelola perubahan.</p> <p>Kata Kunci: Building Information Modeling, Efisiensi Biaya, Konstruksi Gedung, Manajemen Proyek, Mutu Konstruksi</p> 2026-07-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4793 ANALISIS PENERAPAN FRAMEWORK DYNAMIC CAPABILITY DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DIGITAL: STUDI KASUS BAKPIA DJAVA 2026-07-16T06:17:15+00:00 Laili Arifaddina 24080314151@mhs.unesa.ac.id Aaqilah Izzatul Waafiroh 24080314154@mhs.unesa.ac.id Alif Julyatinisma 24080314169@mhs.unesa.ac.id Aurelia Nurhaliza 24080314174@mhs.unesa.ac.id Mayfa Wahid Datun Khasanah 24080314175@mhs.unesa.ac.id Syalfaizah Septikhah Ningsih 24080314183@mhs.unesa.ac.id Anjeni Ayu Wandira 24080314184@mhs.unesa.ac.id Muhammad Wahyu Ariyanto muhammadariyanto@unesa.ac.id Ady Pratama Sanjaya sanjaya.adyp@gmail.com <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh ketatnya persaingan industri kuliner bakpia di Yogyakarta serta tekanan era digital yang menuntut UMKM melakukan transformasi operasional dan pemasaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Framework Dynamic Capability pada Bakpia Djava serta mengidentifikasi kesenjangan implementasi pada dimensi sensing, seizing, dan transforming. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan desain studi kasus lapangan. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam bersama konsultan Research and Development (R&amp;D) Bakpia Djava, observasi, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya ketidakseimbangan kapabilitas dinamis di Bakpia Djava. Perusahaan memiliki kapabilitas sensing dan seizing yang kuat (skor 4,5) dalam membaca tren pasar, menerapkan strategi one-stop shopping, serta pemasaran digital. Namun, dimensi transforming tertinggal (skor 2,5) akibat kendala teknologi produksi yang belum mampu menjaga konsistensi tekstur produk setara metode manual, keterbatasan kompetensi SDM, serta dominasi tacit knowledge pemilik yang belum terdokumentasi. Simpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital UMKM tradisional memerlukan keseimbangan antar seluruh dimensi kapabilitas dinamis. Bakpia Djava perlu memperkuat R&amp;D teknologi produksi dan menyusun SOP tertulis guna memitigasi kesenjangan operasional tersebut.</p> <p>Kata Kunci:<em> Dynamic Capability, Transformasi Digital, </em>UMKM Kuliner, Bakpia Djava, Studi Kasus</p> 2026-07-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4794 LAPORAN KASUS ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA TN.Z DENGAN MASALAH UTAMA HARGA DIRI RENDAH DI WISMA ARJUNA RSJ GHRASIA YOGYAKARTA 2026-07-16T10:06:53+00:00 Rendi Julio Fernanda rendijuliofernanda@gmail.com Prastiwi Puji Rahayu prastiwipr13@gmail.com <p>Harga diri rendah merupakan salah satu masalah keperawatan jiwa yang ditandai dengan perasaan tidak berharga, tidak mampu, kehilangan kepercayaan diri, dan penilaian negatif terhadap diri sendiri. Kondisi ini dapat menyebabkan individu menarik diri dari lingkungan sosial dan menghambat proses pemulihan. Studi kasus ini bertujuan untuk menggambarkan penerapan latihan kemampuan positif dalam meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah di Wisma Arjuna RSJ Grhasia Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan komprehensif meliputi pengkajian, diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Subjek penelitian adalah Tn. Z, laki-laki usia 25 tahun dengan diagnosis harga diri rendah situasional yang memiliki riwayat perundungan (bullying), menarik diri dari lingkungan, dan merasa tidak berharga. Intervensi yang diberikan berupa latihan kemampuan positif selama empat hari, meliputi membina hubungan saling percaya, mengenali kemampuan positif, berlatih memperkenalkan diri, membereskan tempat makan, dan membereskan tempat tidur. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pasien dalam mengenali potensi diri, meningkatnya rasa percaya diri, kemampuan melakukan aktivitas mandiri, serta peningkatan interaksi sosial yang ditandai dengan kemampuan mempertahankan kontak mata dan mulai berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Latihan kemampuan positif terbukti membantu meningkatkan harga diri pasien serta menurunkan perilaku menarik diri pada pasien dengan harga diri rendah.</p> <p>Kata Kunci : Harga Diri Rendah, Latihan Kemampuan Positif, Keperawatan Jiwa, Isolasi Sosial, Gangguan Konsep Diri.</p> 2026-07-16T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4800 IMPLEMENTASI OMNIBUS DALAM SISTEM HUKUM DI INDONESIA 2026-07-17T09:27:36+00:00 Dwi Kronikawaty Simamora dsimamora@gmail.com Mohammad Nor Kholis cholismohammadnur@gmail.com Auliya Khasanofa auliyakhasanofa@umt.ac.id <p>Sejak reformasi tahun 1998, Indonesia berupaya merombak sistem hukumnya, termasuk dalam bidang ekonomi, sosial, politik, dan hak asasi manusia. Salah satu tujuannya adalah menjadikan negara lebih berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. Namun, kompleksitas dan tumpang tindih regulasi menjadi hambatan besar. Untuk mengatasi masalah ini, Indonesia menggunakan metode omnibus dalam pembentukan peraturan perundang-undangan. Meskipun demikian, tantangan baru muncul terkait dengan banyaknya peraturan turunan. Penelitian ini mengevaluasi prospek dan implementasi metode omnibus dalam system hukum di indonesia, terutama dalam hal pembentukan peraturan perundang-undangan di Indonesia, dengan tujuan memberikan rekomendasi untuk reformasi legislatif. Adapun Metode yang digunakan di dalam Penelitian ini adalah metode yuridis normatif yang pengkajiannya diperoleh dari analisis hukum (yuridis) dipadukan dengan pengumpulan dan analisis data empiris untuk kemudian dianalisa secara kualitatif untuk melihat bagaimana Prospek implementasi metode omnibus dalam pembentukan peraturan perundangan di Indonesia</p> <p>Kata Kunci : Omnibus Law, Simplifikasi Regulasi, Harmonisasi Peraturan, Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, Sistem Hukum Indonesia.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-07-17T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4815 ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN MASALAH KEPERAWATAN MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF: STUDI KASUS 2026-07-18T14:00:56+00:00 Abdul Haris Mahendra harisxu16@gmail.com Tiwi Sudyasih tiwi@gmail.com <p>Diabetes Melitus (DM) tipe 2 merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan jangka panjang melalui pengaturan pola makan, aktivitas fisik, kepatuhan pengobatan, dan pemantauan kadar glukosa darah. Kurangnya pengetahuan dan informasi mengenai pengelolaan penyakit dapat menyebabkan manajemen kesehatan tidak efektif sehingga meningkatkan risiko komplikasi. Tujuan: Mendeskripsikan penerapan asuhan keperawatan keluarga pada pasien Diabetes Melitus tipe 2 dengan masalah keperawatan manajemen kesehatan tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pada keluarga Ny. S yang memiliki anggota keluarga dengan Diabetes Melitus tipe 2. Asuhan keperawatan dilakukan selama enam kali pertemuan melalui tahapan pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi yang diberikan berupa pendidikan kesehatan mengenai Diabetes Melitus, pola makan sehat, kepatuhan pengobatan, dan senam Diabetes Melitus. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan pasien belum memahami pengelolaan Diabetes Melitus secara optimal, belum pernah mendapatkan edukasi mengenai pola makan sehat dan senam Diabetes Melitus, serta sering tidak mengonsumsi obat saat berpuasa. Diagnosa utama yang ditegakkan adalah manajemen kesehatan tidak efektif berhubungan dengan kurang terpapar informasi. Setelah dilakukan intervensi, terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman pasien serta keluarga mengenai pengelolaan Diabetes Melitus, pola makan sehat, aktivitas fisik, dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan: Asuhan keperawatan keluarga melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga dalam mengelola Diabetes Melitus sehingga membantu memperbaiki masalah manajemen kesehatan tidak efektif.</p> <p>Kata Kunci: Diabetes Melitus Tipe 2, Asuhan Keperawatan Keluarga, Manajemen Kesehatan Tidak Efektif, Pendidikan Kesehatan</p> 2026-07-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4827 ANALISIS MANAJEMEN PERBEKALAN BAHAN BAKU DALAM MENJAGA KONTINUITAS PRODUKSI PADA BAKPIA JAVA YOGYAKARTA 2026-07-20T13:39:41+00:00 Lupita Dwi Ayu Khoirunnisyak lupitakhoirunnisyak@gmail.com Durinda Puspasari Durinda@gmail.com Ady Pratama Sanjaya ady@gmail.com <p>&nbsp;</p> <p>Manajemen perbekalan bahan baku menentukan kontinuitas produksi, mutu produk, dan efisiensi biaya pada industri pangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik perencanaan kebutuhan, pengadaan, penerimaan, pengendalian mutu, pemakaian, dan evaluasi bahan baku pada Bakpia Java Yogyakarta serta merumuskan perbaikan sistem yang dapat diterapkan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur, diskusi dengan perwakilan perusahaan, observasi proses produksi, dan dokumentasi transkrip kegiatan lapangan. Data dianalisis melalui reduksi, pengodean tematik, penyajian pola, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan beberapa praktik yang mendukung ketahanan pasokan, yaitu penggunaan lebih dari satu pemasok, pemeriksaan sampel, penyortiran bahan baku, mekanisme penggantian bahan yang tidak sesuai, serta substitusi terbatas antara kacang hijau lokal dan impor ketika terjadi gangguan pasokan. Pembagian kerja produksi dan pengawasan oleh pemimpin setiap bagian juga membantu menjaga kesesuaian proses dengan standar perusahaan. Namun, perencanaan kebutuhan masih dominan berbasis pengalaman, dokumentasi penilaian pemasok belum terstandardisasi, dan belum ditemukan penerapan pencatatan stok digital, titik pemesanan kembali, persediaan pengaman, serta pengukuran akurasi stok secara periodik. Penelitian merekomendasikan penerapan kartu spesifikasi bahan, scorecard pemasok, pencatatan stok digital, prinsip FEFO, peramalan sederhana, serta penetapan safety stock dan reorder point setelah data pemakaian dan lead time tersedia. Temuan menegaskan bahwa ketahanan pasokan yang telah terbentuk perlu diperkuat dengan sistem informasi dan indikator pengendalian yang terukur.</p> <p>Kata Kunci: Manajemen Perbekalan,&nbsp; Persediaan Bahan Baku, Pemasok, Kontinuitas Produksi, Industri Pangan</p> 2026-07-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4828 KESESUAIAN AKAD DAN RISIKO GHARAR PADA SKEMA BUY NOW PAY LATER (BNPL) SYARIAH DI INDONESIA: TINJAUAN FIKIH MUAMALAH DAN REGULASI OJK 2026-07-20T14:26:29+00:00 M Rahul Firmansyah Rahulfirmansyah27@gmail.com Anas Baharudin Wahid Anas05071998@gmail.com <p>Pertumbuhan pesat layanan <em>Buy Now Pay Later</em> (BNPL) di Indonesia telah mendorong munculnya varian BNPL berlabel syariah sebagai alternatif bagi konsumen Muslim yang ingin menghindari riba. Namun, klaim kepatuhan syariah pada produk tersebut belum banyak diuji secara sistematis, khususnya dikaitkan dengan Peraturan OJK Nomor 32 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan BNPL yang baru terbit. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian akad dalam skema BNPL syariah dengan prinsip fikih muamalah, mengidentifikasi potensi unsur riba dan gharar pada praktiknya, serta mengkaji keterkaitan antara fatwa DSN-MUI dan regulasi OJK terbaru dalam mengatur BNPL syariah. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan studi kepustakaan (<em>library research</em>), berdasarkan 22 sumber sekunder berupa artikel jurnal terindeks ber-DOI (2016–2026), fatwa DSN-MUI, dan dokumen regulasi resmi OJK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif BNPL syariah semestinya berbasis akad ijarah, kafalah, murabahah, atau qardh hasan, tetapi dalam praktiknya banyak platform masih membebankan biaya yang secara substansi menyerupai bunga dan denda berbasis persentase yang berpotensi tergolong riba jahiliyah, di samping ketidakjelasan perhitungan biaya yang mengarah pada gharar. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan fatwa DSN-MUI yang secara spesifik mengatur BNPL syariah serta sinkronisasi teknis dengan POJK 32/2025 agar produk BNPL syariah benar-benar patuh secara substansi, bukan sekadar label.</p> <p>Kata Kunci: Buy Now Pay Later, Fintech Syariah, Akad, Gharar, Riba, Regulasi OJK</p> 2026-07-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4829 ANALISIS YURIDIS PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MENJATUHKAN PUTUSAN TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA DITINJAU DARI HUKUM ACARA PIDANA (STUDI PUTUSAN NOMOR 468/PID.B/2014/PN.JKT.PST) 2026-07-21T01:43:46+00:00 Anggriawan Gading Wicaksono 2024510018@usahid.ac.id Fayzah Rasyada Azmina fayzah@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan terhadap tindak pidana pembunuhan berencana pada Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Nomor 468/Pid.B/2014/PN.Jkt.Pst serta mengkaji relevansinya dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Pembunuhan berencana merupakan tindak pidana yang memiliki tingkat keseriusan tinggi karena adanya unsur kesengajaan yang didahului dengan perencanaan, sehingga pembuktian terhadap unsur tersebut menjadi faktor utama dalam menentukan pertanggungjawaban pidana pelaku. Permasalahan penelitian ini meliputi dasar pertimbangan hakim dalam menyatakan terdakwa terbukti melakukan tindak pidana pembunuhan berencana dan kesesuaian pertimbangan tersebut dengan prinsip-prinsip yang diatur dalam KUHAP Baru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Bahan hukum yang digunakan terdiri atas bahan hukum primer berupa Putusan Nomor 468/Pid.B/2014/PN.Jkt.Pst, Kitab Undang-Undang Hukum Pidana, Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, serta bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah terakreditasi, dan doktrin hukum yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan hakim didasarkan pada fakta persidangan, alat bukti yang sah, serta terpenuhinya unsur-unsur pembunuhan berencana sebagaimana diatur dalam Pasal 340 KUHP. Selain itu, substansi pertimbangan hakim pada putusan tersebut secara umum masih sejalan dengan prinsip-prinsip pembuktian, perlindungan hak para pihak, dan due process of law sebagaimana diatur dalam KUHAP Baru, meskipun terdapat beberapa aspek prosedural yang mengalami pembaruan dalam rezim hukum acara pidana yang berlaku saat ini. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu hukum acara pidana serta menjadi referensi dalam mengevaluasi pertimbangan hakim terhadap perkara pembunuhan berencana setelah berlakunya KUHAP Baru.</p> <p>Kata Kunci: Pertimbangan Hakim, Pembunuhan Berencana, KUHAP Baru, Putusan Nomor 468/Pid.B/2014/PN.Jkt.Pst, Hukum Acara Pidana</p> 2026-07-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4842 ANTARA IDEAL DAN LAPANGAN: DINAMIKA GURU MENERAPKAN KURIKULUM MERDEKA 2026-07-24T10:54:27+00:00 Okta Rosfiani okta.rosfiani@umj.ac.i Tazkia Mahabbatul Fuadi kiamahabbah356@gmail.com Nabila Ika Priyani nabilaika44@gmail.com Yesi Juliawati yesijlw@gmail.com Muhammad Fikri Ghozali mfikrighazali15@gmail.com Muhammad Fauzi Ali Fahmi ujifaqih2607@gmail.com Cecep Maman Hermawan c.mamanhermahawa@umj.ac.id <p>Implementasi Kurikulum Merdeka merupakan kebijakan strategis untuk memulihkan pembelajaran pasca pandemi dengan menawarkan fleksibilitas dan otonomi bagi guru. Namun, penelitian mengindikasikan adanya kesenjangan signifikan antara idealitas kebijakan dan realitas di lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis dinamika implementasi Kurikulum Merdeka di sekolah dasar, dengan fokus pada strategi dan tantangan yang dihadapi. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Temuan mengungkap tiga tema utama: (1) pembentukan karakter sebagai tujuan utama untuk merespons dampak teknologi digital terhadap kesehatan mental dan kepercayaan diri siswa; (2) strategi penerapan meliputi program "Selasa Kreasi", pendekatan emosional, dan metode deep learning; serta (3) tantangan meliputi peran orang tua, keragaman gaya belajar siswa, kesiapan guru, fase transisi siswa kelas 1, dan dampak gawai terhadap perilaku siswa. Penelitian menegaskan bahwa keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka tidak hanya bergantung pada perangkat ajar, tetapi juga pada kompetensi reflektif dan adaptif guru dalam menerjemahkan nilai-nilai kurikulum ke praktik kelas. Temuan ini berimplikasi pada penguatan pelatihan guru berbasis kontekstual dan perancangan media pembelajaran yang mengakomodasi keberagaman karakteristik siswa.</p> <p>Kata Kunci: Kurikulum Merdeka, Tantangan Guru, Deep Learning</p> 2026-07-24T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4845 SCHOOL WELL BEING PADA SISWA KORBAN BULLYING DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA KOTA TANGERANG SELATAN 2026-07-25T06:51:12+00:00 Okta Rosfiani okta.rosfiani@umj.ac.i Achmad Dirgha Jati a.dirghajati@gmail.com Muhammad Rizki rizkikikuk116@gmail.com Ruly Talita Putri rullytltaptr@gmail.com Hawa Amalia Putri hawamelia21@gmail.com Aulia Fadhilah Putri auliafadhillahputri@gmail.com Cecep Maman Hermawan c.mamanhermahawa@umj.ac.id <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kondisi <em>school well-being &nbsp;</em>pada siswa korban <em>bullying &nbsp;</em>di Sekolah Menengah Pertama, mengidentifikasi dampak perundungan terhadap proses belajar, serta menganalisis upaya sekolah dalam meningkatkan kesejahteraan siswa. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan seorang guru SMP sebagai informan kunci yang memiliki pengalaman langsung menangani korban <em>bullying </em>. Analisis data mengikuti model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana yang meliputi kondensasi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa korban <em>bullying &nbsp;</em>mengalami penurunan rasa aman dan nyaman di sekolah, menjadi pendiam, kehilangan kepercayaan diri, serta menghindari interaksi sosial. Dampak akademik yang teramati meliputi menurunnya konsentrasi belajar, kurangnya partisipasi aktif, dan penurunan prestasi akademik. Upaya sekolah berupa pendampingan guru BK, pendekatan persuasif, serta edukasi nilai saling menghargai masih memerlukan peningkatan kecepatan respons dan konsistensi penanganan. Penelitian ini merekomendasikan kolaborasi multipihak antara sekolah, guru, orang tua, dan siswa untuk menciptakan lingkungan yang aman dan suportif.</p> <p>Kata Kunci: <em>School Well-Being,</em> Korban <em>Bullying</em>, Kesejahteraan Siswa, Pendidikan Menengah, Pendampingan Psikologis</p> 2026-07-25T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4853 PENERAPAN DEEP LEARNING DALAM PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL RENTAK BULIAN KELAS VIII.5 SMP NEGERI 35 PEKANBARU 2026-07-27T03:09:11+00:00 Putri Sellawati putrisellawati@student.uir.ac.id Idawati idawatiarman@edu.uir.ac.id <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pendekatan <em>Deep Learning</em> dalam pembelajaran Tari Tradisional Rentak Bulian pada peserta didik kelas VIII.5 SMP Negeri 35 Pekanbaru Tahun Ajaran 2025/2026. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya inovasi pembelajaran seni budaya yang tidak hanya menekankan penguasaan gerak tari, tetapi juga membangun pemahaman yang mendalam terhadap nilai budaya, sejarah, dan filosofi yang terkandung dalam Tari Rentak Bulian. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru Seni Budaya dan peserta didik kelas VIII.5 SMP Negeri 35 Pekanbaru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan <em>Deep Learning</em> telah terlaksana dengan baik melalui penerapan prinsip <em>mindful</em>, <em>meaningful</em>, dan <em>joyful</em> dalam proses pembelajaran. Guru berhasil menciptakan pembelajaran yang mendorong peserta didik memahami sejarah, makna gerak, dan nilai budaya Tari Rentak Bulian, sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengaplikasikan serta merefleksikan pengalaman belajarnya. Pendekatan ini meningkatkan keterlibatan aktif peserta didik, kemampuan berpikir kritis, kerja sama, kreativitas, serta apresiasi terhadap budaya lokal. Dengan demikian, penerapan <em>Deep Learning</em> mampu menjadikan pembelajaran tari tradisional lebih bermakna, kontekstual, dan menyenangkan sehingga mendukung pelestarian budaya daerah melalui pendidikan.</p> <p>Kata kunci: Deep Learning, Pembelajaran Seni Tari, Tari Rentak Bulian, Pembelajaran Mendalam, Seni Budaya.</p> 2026-07-27T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4856 PERLINDUNGAN HAK CIPTA KARYA MUSIK DALAM PENGGUNAAN KOMERSIAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP LITERASI HUKUM KEKAYAAN INTELEKTUAL DI INDONESIA 2026-07-29T03:31:30+00:00 Siti Magida El Nurroumi 2024510047@usahid.ac.id Hana Adeni Eka Suci 2024510050@usahid.ac.id Adinda Ramadhani Putri 2024510052@usahid.ac.id <p>Perlindungan hak cipta karya musik di Indonesia masih menghadapi tantangan serius, terutama dalam konteks penggunaan komersial tanpa izin. Penelitian ini menganalisis perlindungan hukum hak cipta karya musik berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dan implikasinya terhadap literasi hukum kekayaan intelektual di Indonesia, dengan menggunakan Putusan Nomor 92/Pdt.Sus-HKI/Hak Cipta/2024/PN Niaga Jkt.Pst sebagai studi kasus. Putusan ini menyatakan Agnes Monica terbukti melanggar hak cipta lagu "Bilang Saja" milik Ari Bias dengan menggunakannya secara komersial dalam tiga konser tanpa izin dan diwajibkan membayar ganti rugi sebesar Rp1,5 miliar. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perlindungan hak cipta musik di Indonesia masih memerlukan kejelasan regulasi, khususnya mengenai pembagian tanggung jawab antara pelaku pertunjukan dan penyelenggara acara, serta masih terdapat celah antara Pasal 9 ayat (3) dan Pasal 23 ayat (5) UUHC yang menimbulkan ketidakpastian hukum. Rendahnya literasi hukum kekayaan intelektual di kalangan pelaku industri hiburan menjadi faktor utama terjadinya pelanggaran hak cipta. Penelitian ini merekomendasikan penguatan edukasi hak cipta sebagai bagian dari kurikulum pendidikan hukum dan pelatihan industri kreatif.</p> <p>Kata Kunci: Hak Cipta, Karya Musik, Literasi HKI, Penggunaan Komersial, Perlindungan Hukum</p> 2026-07-29T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law