https://publisherqu.com/index.php/edusola/issue/feedJournal Education, Sociology and Law2026-06-18T09:51:38+00:00Putri Humairoh, S.Pdpitrihumairoh@gmail.comOpen Journal Systems<div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Journal Education, Sociology and Law</li> <li><strong>Initials </strong>: Edusola</li> <li><strong>Frequency </strong>: March, June, September, December</li> <li><strong>Online ISSN </strong>: 3089-9508</li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: <a>Putri Humairoh, S.Pd</a></li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: XX.XXXXX</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Edusola : Journal Education, Sociology and Law, </strong>accepts submissions of articles that provide insight into current and major related issues in Education, sociology and law. This journal provides a venue for researchers to discuss, pursue and promote knowledge in the emerging and developing fields of education, sociology and law. Articles can be written in English or Indonesian. This journal is published 1 year 4 times <strong>(March, June, September, December).</strong></p>https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4386 SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DUSUN WAEL2026-05-29T05:41:50+00:00Willem Anthon Siahayatonnysiahaya@gmail.comNazlia Hariza Rahmadani Latulumaminalatulumaminanazlia@gmail.comJosep Benediktus Futunanembunbenyfutunanembun@gmail.comNatalia Angwarmaseangwarmasenatalia@gmail.comOliva Paulina RettobjaanOlivapaulina23@gmail.comMuhammad Rizqi Latuconsinarizqilatuconsina@gmail.com<p>Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu permasalahan kesehatan utama yang terus mengalami peningkatan baik secara global maupun nasional, serta menjadi penyebab utama kematian. PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan kanker memiliki karakteristik kronis, berkembang secara perlahan, dan erat kaitannya dengan pola hidup serta faktor lingkungan. Rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko serta pentingnya deteksi dini menjadi salah satu penyebab tingginya penderita PTM di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran masyarakat Dusun Wael dalam mencegah serta mengendalikan PTM melalui kegiatan sosialisasi dan deteksi dini. Materi sosialisi yang disampaikan mencakup pengertian PTM, faktor Risiko PTM dan pencegahanya, pengendalian PTM, serta pentingnya deteksi dini PTM. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, diskusi, serta pemeriksaan kesehatan kesehatan berupa anamnesis, pengukuran kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai langkah deteksi dini PTM.</p> <p>Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Sosialisasi, Faktor Risiko, Deteksi Dini</p> <p> </p>2026-05-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4287PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN SEBAGAI MEKANISME KONTROL SOSIAL DALAM MENANGANI RESIDIVISME KLIEN PEMASYARAKATAN DI BAPAS KELAS I PEKANBARU2026-05-12T10:34:05+00:00Andika Dayu Pratamaandikadayu723@gmail.comSobriSobri@soc.uir.ac.id<p>Residivisme masih menjadi permasalahan dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia karena menunjukkan belum optimalnya proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap mantan narapidana. Dalam konteks tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan memiliki peran penting tidak hanya sebagai pelaksana pengawasan formal, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial dalam mencegah pengulangan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam menangani residivisme pada klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pembimbingan dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari tiga orang Pembimbing Kemasyarakatan dan dua orang klien residivis. Analisis penelitian menggunakan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi untuk menjelaskan mekanisme keterikatan sosial, komitmen, keterlibatan, dan keyakinan sosial dalam mencegah perilaku menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pembimbing Kemasyarakatan dilakukan melalui pembimbingan dan konseling, pengawasan wajib lapor, pemberdayaan melalui aktivitas produktif, serta koordinasi dengan keluarga dan lingkungan sosial klien. Peran tersebut menunjukkan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan berfungsi sebagai agen kontrol sosial informal dalam mendukung reintegrasi sosial klien residivis. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya tingkat kooperatif klien, kesulitan komunikasi dan pengawasan, keterbatasan kewenangan, faktor lingkungan sosial, serta stigma masyarakat terhadap mantan narapidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penanganan residivisme tidak hanya ditentukan oleh pengawasan formal, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan sosial, penerimaan masyarakat, dan keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci: Pembimbing Kemasyarakatan, residivisme, kontrol sosial, reintegrasi sosial, BAPAS.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4405SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN: KANTIN SEKOLAH SEBAGAI RUANG REPRODUKSI BUDAYA KONSUMSI DAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH STUDI OBSERVASI DI MAN 1 BANYUMAS TENTANG POLA KONSUMSI DAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK2026-06-02T13:06:53+00:00Rizkiana Sadiya Nafisr.sadiyanafis@gmail.comMuh. Hanifmuh.hanif@uinsaizu.ac.id<p>Artikel ini mengkaji kantin sekolah sebagai ruang reproduksi budaya konsumsi dan interaksi sosial peserta didik di Madrasah Aliyah MAN 1 Banyumas dalam perspektif sosiologi lembaga pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kantin sekolah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi peserta didik dalam membangun relasi pertemanan, membentuk pola konsumsi, serta menunjukkan identitas sosial di lingkungan madrasah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi peserta didik dan bentuk interaksi sosial yang terjadi di kantin sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan makanan dan minuman peserta didik dipengaruhi oleh tren, media sosial, kemampuan ekonomi, serta pengaruh kelompok sebaya. Interaksi sosial di kantin memperlihatkan terbentuknya solidaritas kelompok, pembagian ruang sosial informal, dan reproduksi budaya konsumsi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Kantin sekolah juga menjadi ruang negosiasi antara nilai religius madrasah dengan budaya populer remaja modern. Dengan demikian, kantin sekolah dapat dipahami sebagai miniatur kehidupan sosial peserta didik di lingkungan lembaga pendidikan Islam.</p> <p>Kata Kunci: Kantin Sekolah, Budaya Konsumsi, Interaksi Sosial, Madrasah Aliyah, Sosiologi Pendidikan</p>2025-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4423SIAPA YANG DIAKUI SEBAGAI KORBAN PEMBUNUHAN? KLASIFIKASI, ATURAN PENGHITUNGAN, DAN BATAS PERBANDINGAN STATISTIK PEMBUNUHAN2026-06-05T01:50:33+00:00Zul Khaidir Kadirzulkhaidir.kadirr@umi.ac.id<p>Pembunuhan atau <em>homicide</em> sering dipakai sebagai indikator utama dalam <em>comparative criminology</em> karena kematian dianggap lebih mungkin tercatat dibanding banyak bentuk kejahatan lain. Artikel ini berangkat dari keraguan yang lebih mendasar. Seseorang yang meninggal akibat tindakan orang lain tidak otomatis menjadi <em>homicide victim</em> dalam statistik resmi. Melalui pendekatan <em>conceptual-comparative legal criminology</em>, artikel ini menelaah bagaimana definisi, klasifikasi, <em>counting rules</em>, dan sumber data membentuk variasi angka <em>homicide</em> antarnegara dan antarkawasan. Analisis diarahkan pada batas antara <em>intentional homicide</em> dan beberapa kategori lain yang sering berada di dekatnya, seperti <em>murder</em>, <em>manslaughter</em>, <em>legal intervention</em>, <em>undetermined intent</em>, serta kematian yang tidak terklasifikasi. Artikel ini menegaskan bahwa pembilang <em>homicide rate</em> tidak lahir dari fakta kematian semata. Angka itu terbentuk melalui proses administratif yang menentukan siapa yang dihitung, kapan kematian dicatat, dan sumber mana yang diberi otoritas. Perbedaan antara data kepolisian, registrasi kematian, sertifikasi medis, data pengadilan, dan sistem gabungan dapat mengubah posisi korban dalam statistik. Kategori batas seperti <em>lawful killing</em>, <em>unlawful death</em>, <em>custodial death</em>, <em>gender-related killing</em>, dan <em>unclassified death</em> menjadi titik paling sensitif karena membutuhkan keputusan tambahan tentang legalitas, kontrol atas bukti, relasi korban-pelaku, dan kecukupan informasi forensik. Statistik <em>homicide</em> tetap penting, tetapi kegunaannya untuk perbandingan bergantung pada <em>metadata</em> yang menjelaskan proses klasifikasi korban.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci: Aturan Penghitungan, Klasifikasi, Korban Pembunuhan, Perbandingan Pembunuhan, Pembunuhan Sengaja</p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4424OPTIMALISASI PELAJARAN PPKn BERBASIS GAME (WORD WALL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI PANGIA 2026-06-05T02:50:40+00:00Nur Inayah Mohinurinayahmohi554@gmail.comAsmun W. Wantuasmun.wantu@ung.ac.idYuli Adhaniyuliadhani@ung.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui Optimalisasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Berbasis game menggunakan aplikasi Wordwall di SMP Negeri Pangia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang Ditandai dengan kurangnya keaktifan, minat, dan keterlibatan siswa dalam proses Pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, Meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek Penelitian adalah 21 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis Game menggunakan Wordwall mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari keaktifan, partisipasi, serta antusiasme siswa Dalam mengikuti pembelajaran pada setiap siklus. Selain itu, hasil belajar siswa Juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah siswa Yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan demikian, Penggunaan media Wordwall terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran Yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan</p> <p>Kata Kunci : Wordwall, motivasi belajar, PPKn, pembelajaran berbasis game, PTK</p> <p> </p>2026-06-05T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4511PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA DEWASA AWAL2026-06-11T10:00:16+00:00Miranti Aprianamirantiapriana212@gmail.comNaila Rutri Enjelikanaila@gmail.comM. Gazi El Gifarigazi@gmail.comBeny Rahimbeny@gmail.comJelpa Periantalojelpa@gmail.comMuhammad Ilhamilham@gmail.comDinda Agraizadina@gmail.com<p>Mahasiswa usia dewasa awal menghadapi berbagai tuntutan perkembangan, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun persiapan karier. Tuntutan tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis, salah satunya berupa <em>fear of failure</em> atau ketakutan akan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>self-efficacy</em> dan <em>fear of failure</em> pada mahasiswa usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengkaji keterkaitan <em>self-efficacy</em> dan <em>fear of failure</em> pada mahasiswa dewasa awal. Sampel penelitian berjumlah 170 mahasiswa aktif berusia minimal 18 tahun yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form. Instrumen yang digunakan adalah skala <em>self-efficacy</em> berdasarkan teori Bandura dan <em>Performance Failure Appraisal Inventory</em> (PFAI) untuk mengukur <em>fear of failure</em>. Analisis data dilakukan menggunakan JASP melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua variabel terdistribusi normal. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> berpengaruh negatif dan signifikan terhadap <em>fear of failure</em> (F(1.168) = 79.55; <em>p</em> < 0.001), dengan kontribusi sebesar 32,1% (R² = 0.321). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>self-efficacy</em> yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka mengalami <em>fear of failure</em>. Sebaliknya, mahasiswa dengan <em>self-efficacy</em> rendah cenderung memiliki ketakutan akan kegagalan yang lebih tinggi. Dengan demikian, <em>self-efficacy</em> menjadi salah satu aspek psikologis penting yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik secara lebih adaptif.</p> <p>Kata Kunci: Dewasa Awal, <em>Fear of failure</em>, Mahasiswa, <em>Self-efficacy</em>.</p>2026-06-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4555NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA TARI ZAPIN MESKOM DI DESA MESKOM PROVINSI RIAU2026-06-16T15:05:24+00:00Aina Hamidatul Rofiahainahamidatulrofiah@student.uir.ac.idSyefrianisyefriani@edu.uir.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Tradisi Zapin Meskom di Desa Meskom, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi non-partisipan, wawancara secara langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin Meskom memiliki Nilai Pendidikan Keagamaan yang dapat dilihat dari aspek gerak Alif Sembah, busana yang menutup aurat, dan lagu yang bernuansa Islami. Nilai Pendidikan Kebudayaan yang dapat dilihat dari aspek gerak Menongkah, busana adat Melayu, dan alat musik tradisional. Nilai pendidikan Etika atau Moral yang dapat dilihat dari aspek gerak Gelombang Pasang, busana yang sopan, dan lagu yang memiliki nasihat di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap mempertahankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan pada Tari Zapin Meskom di Desa Meskom Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tari Zapin Meskom mencerminkan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan etika atau moral yang terlihat dalam lagu-lagu bernuansa dakwah, busana yang menutup aurat, dan gerak tari yang menggambarkan kesopanan serta penghormatan. Nilai-nilai tersebut juga tampak dalam sikap kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan yang terjalin dalam kelompok Tari Zapin Meskom tidak hanya berperan dalam mempertahankan nilai keagamaan, kebudayaan, dan etika atau moral, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda untuk memahami, menanamkan, dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p>Kata Kunci: Nilai Pendidikan, Tari Zapin, Zapin Meskom</p>2026-06-16T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4562PERLINDUNGAN HAK WARGA NEGARA BAGI GURU HONORER DALAM PERSPEKTIF HUKUM DI INDONESIA2026-06-18T04:52:22+00:00Dwi Wiji Astutidwiwijiastuti32@gmail.comMuhammad Alwieahmadalwie310303@gmail.comAbdul Mutholibabdulcut783@gmail.comCucucucunajla@gmail.comMaylisaPujianamaylisa29@gmail.comTedy Tri Raharjotedy3.tri@gmail.com<p>Guru honorer merupakan bagian integral dari warga negara Indonesia yang memiliki hak konstitusional untuk memperoleh perlindungan hukum dan kesejahteraan sosial sebagaimana dijamin dalam sistem hukum nasional. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara norma hukum yang berlaku dengan realitas yang dihadapi oleh guru honorer, khususnya terkait aspek kesejahteraan, kepastian status kerja, serta jaminan perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak warga negara bagi guru honorer dalam perspektif hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap lima orang guru honorer sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif perlindungan hukum telah tersedia, namun implementasinya belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan serta peningkatan kesadaran hukum untuk menjamin terpenuhinya hak-hak guru honorer secara adil dan merata.</p> <p>Kata Kunci : Hak Warga Negara, Guru Honorer, Perlindungan Hukum, Keadilan Sosial</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Lawhttps://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4564IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN PONDOK MODERN GONTOR OLEH ALUMNI: TINJAUAN TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN PEMBENTUKAN SUMBER DAYA MANUSIA 2026-06-18T09:51:38+00:00Anzalas Sakinata Al Akhfiyaanzalas.sakinata@gmail.com<p>Artikel ini mengkaji bagaimana alumni Sekolah Asrama Islam Darussalam Gontor menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Gontor dalam praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia di masyarakat kontemporer. Sebagai salah satu sekolah asrama Islam modern terkemuka di Indonesia, Gontor mengintegrasikan nilai-nilai sekolah asrama Islam tradisional dengan prinsip-prinsip pendidikan modern melalui sistem asrama 24 jam yang komprehensif. Lembaga ini menekankan pengembangan karakter melalui nilai-nilai Panca Jiwa yaitu ketulusan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan Islam, dan kebebasan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada jurnal akademik, buku, publikasi institusional, dan dokumen yang berkaitan dengan Gontor dan alumninya. Temuan menunjukkan bahwa sistem pendidikan Gontor memainkan peran penting dalam membentuk lulusan dengan keterampilan kepemimpinan, karakter moral yang kuat, kompetensi organisasi, disiplin, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial. Kualitas-kualitas ini memungkinkan alumni untuk aktif berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, organisasi keagamaan, kewirausahaan, dan pengembangan masyarakat. Lebih lanjut, penekanan Gontor pada pelatihan organisasi, keterampilan berbahasa, dan pandangan internasional memperkuat daya saing alumni di era global. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sosial dan globalisasi, alumni umumnya mempertahankan nilai-nilai inti yang ditanamkan selama pendidikan mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan Gontor tetap relevan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan pemimpin efektif yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer sambil tetap menjaga prinsip-prinsip etika Islam.</p> <p>Kata kunci: Gontor Darussalam, Panca Jiwa, kepemimpinan alumni, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan di sekolah berasrama Islam.</p>2026-06-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law