Journal Education, Sociology and Law
https://publisherqu.com/index.php/edusola
<div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Journal Education, Sociology and Law</li> <li><strong>Initials </strong>: Edusola</li> <li><strong>Frequency </strong>: March, June, September, December</li> <li><strong>Online ISSN </strong>: 3089-9508</li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: <a>Putri Humairoh, S.Pd</a></li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: XX.XXXXX</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Edusola : Journal Education, Sociology and Law, </strong>accepts submissions of articles that provide insight into current and major related issues in Education, sociology and law. This journal provides a venue for researchers to discuss, pursue and promote knowledge in the emerging and developing fields of education, sociology and law. Articles can be written in English or Indonesian. This journal is published 1 year 4 times <strong>(March, June, September, December).</strong></p>Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannahen-USJournal Education, Sociology and Law3089-9508PELAKSANAAN PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN SENI BUDAYA PADA MATERI TEKNIK BERMAIN ALAT MUSIK RECORDER DI KELAS VII MTs MUHAMMADIYAH 02 PEKANBARU TAHUN AJARAN 2025/2026
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4733
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan pembelajaran mata pelajaran Seni Budaya pada materi teknik bermain alat musik recorder di kelas VII MTs Muhammadiyah 02 Pekanbaru Tahun Ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas seorang guru mata pelajaran Seni Budaya dan empat orang peserta didik kelas VII yang dipilih sebagai informan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan peningkatan ketekunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran telah berlangsung dengan baik melalui tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Pada tahap perencanaan guru menyusun perangkat pembelajaran yang memuat tujuan, materi, metode, media, dan penilaian sesuai dengan capaian pembelajaran. Tahap pelaksanaan dilakukan melalui kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup dengan menerapkan metode ceramah, demonstrasi, latihan, serta praktik langsung menggunakan alat musik recorder. Selama proses pembelajaran peserta didik menunjukkan antusiasme, partisipasi aktif, serta kemampuan memainkan recorder yang semakin meningkat. Evaluasi pembelajaran dilakukan melalui penilaian aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap, dengan seluruh peserta didik memperoleh nilai di atas Kriteria Ketercapaian Tujuan Pembelajaran (KKTP). Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan jumlah alat musik recorder, perbedaan kemampuan peserta didik, dan terbatasnya waktu praktik. Meskipun demikian, hambatan tersebut dapat diatasi melalui strategi pembelajaran yang diterapkan guru sehingga tujuan pembelajaran tetap tercapai secara optimal.</p> <p>Kata Kunci: Pembelajaran Seni Budaya, Recorder, Teknik Bermain Recorder, Pembelajaran Musik.</p>Ananda Gilang Farhan SyachNurmalinda
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-07-082026-07-082223982411 SOSIALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DI DUSUN WAEL
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4386
<p>Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan salah satu permasalahan kesehatan utama yang terus mengalami peningkatan baik secara global maupun nasional, serta menjadi penyebab utama kematian. PTM seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan kanker memiliki karakteristik kronis, berkembang secara perlahan, dan erat kaitannya dengan pola hidup serta faktor lingkungan. Rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat terhadap faktor risiko serta pentingnya deteksi dini menjadi salah satu penyebab tingginya penderita PTM di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kesadaran masyarakat Dusun Wael dalam mencegah serta mengendalikan PTM melalui kegiatan sosialisasi dan deteksi dini. Materi sosialisi yang disampaikan mencakup pengertian PTM, faktor Risiko PTM dan pencegahanya, pengendalian PTM, serta pentingnya deteksi dini PTM. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan menggunakan media presentasi, diskusi, serta pemeriksaan kesehatan kesehatan berupa anamnesis, pengukuran kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat sebagai langkah deteksi dini PTM.</p> <p>Kata Kunci: Penyakit Tidak Menular, Sosialisasi, Faktor Risiko, Deteksi Dini</p> <p> </p>Willem Anthon SiahayaNazlia Hariza Rahmadani LatulumaminaJosep Benediktus FutunanembunNatalia AngwarmaseOliva Paulina RettobjaanMuhammad Rizqi Latuconsina
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-05-292026-05-292221662174PERAN PEMBIMBING KEMASYARAKATAN SEBAGAI MEKANISME KONTROL SOSIAL DALAM MENANGANI RESIDIVISME KLIEN PEMASYARAKATAN DI BAPAS KELAS I PEKANBARU
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4287
<p>Residivisme masih menjadi permasalahan dalam sistem pemasyarakatan di Indonesia karena menunjukkan belum optimalnya proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial terhadap mantan narapidana. Dalam konteks tersebut, Pembimbing Kemasyarakatan memiliki peran penting tidak hanya sebagai pelaksana pengawasan formal, tetapi juga sebagai mekanisme kontrol sosial dalam mencegah pengulangan tindak pidana. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pembimbing Kemasyarakatan dalam menangani residivisme pada klien Balai Pemasyarakatan Kelas I Pekanbaru serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam proses pembimbingan dan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari tiga orang Pembimbing Kemasyarakatan dan dua orang klien residivis. Analisis penelitian menggunakan Teori Kontrol Sosial Travis Hirschi untuk menjelaskan mekanisme keterikatan sosial, komitmen, keterlibatan, dan keyakinan sosial dalam mencegah perilaku menyimpang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Pembimbing Kemasyarakatan dilakukan melalui pembimbingan dan konseling, pengawasan wajib lapor, pemberdayaan melalui aktivitas produktif, serta koordinasi dengan keluarga dan lingkungan sosial klien. Peran tersebut menunjukkan bahwa Pembimbing Kemasyarakatan berfungsi sebagai agen kontrol sosial informal dalam mendukung reintegrasi sosial klien residivis. Adapun hambatan yang dihadapi meliputi rendahnya tingkat kooperatif klien, kesulitan komunikasi dan pengawasan, keterbatasan kewenangan, faktor lingkungan sosial, serta stigma masyarakat terhadap mantan narapidana. Penelitian ini menyimpulkan bahwa efektivitas penanganan residivisme tidak hanya ditentukan oleh pengawasan formal, tetapi juga dipengaruhi oleh dukungan sosial, penerimaan masyarakat, dan keberhasilan reintegrasi sosial klien pemasyarakatan.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci: Pembimbing Kemasyarakatan, residivisme, kontrol sosial, reintegrasi sosial, BAPAS.</p>Andika Dayu PratamaSobri
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-05-292026-05-292221752191SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN: KANTIN SEKOLAH SEBAGAI RUANG REPRODUKSI BUDAYA KONSUMSI DAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK DI MADRASAH ALIYAH STUDI OBSERVASI DI MAN 1 BANYUMAS TENTANG POLA KONSUMSI DAN INTERAKSI SOSIAL PESERTA DIDIK
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4405
<p>Artikel ini mengkaji kantin sekolah sebagai ruang reproduksi budaya konsumsi dan interaksi sosial peserta didik di Madrasah Aliyah MAN 1 Banyumas dalam perspektif sosiologi lembaga pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena kantin sekolah yang tidak hanya berfungsi sebagai tempat jual beli makanan dan minuman, tetapi juga menjadi ruang sosial bagi peserta didik dalam membangun relasi pertemanan, membentuk pola konsumsi, serta menunjukkan identitas sosial di lingkungan madrasah. Penelitian bertujuan untuk menganalisis pola konsumsi peserta didik dan bentuk interaksi sosial yang terjadi di kantin sekolah. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif lapangan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pilihan makanan dan minuman peserta didik dipengaruhi oleh tren, media sosial, kemampuan ekonomi, serta pengaruh kelompok sebaya. Interaksi sosial di kantin memperlihatkan terbentuknya solidaritas kelompok, pembagian ruang sosial informal, dan reproduksi budaya konsumsi dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Kantin sekolah juga menjadi ruang negosiasi antara nilai religius madrasah dengan budaya populer remaja modern. Dengan demikian, kantin sekolah dapat dipahami sebagai miniatur kehidupan sosial peserta didik di lingkungan lembaga pendidikan Islam.</p> <p>Kata Kunci: Kantin Sekolah, Budaya Konsumsi, Interaksi Sosial, Madrasah Aliyah, Sosiologi Pendidikan</p>Rizkiana Sadiya NafisMuh. Hanif
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2025-06-022025-06-022221922205SIAPA YANG DIAKUI SEBAGAI KORBAN PEMBUNUHAN? KLASIFIKASI, ATURAN PENGHITUNGAN, DAN BATAS PERBANDINGAN STATISTIK PEMBUNUHAN
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4423
<p>Pembunuhan atau <em>homicide</em> sering dipakai sebagai indikator utama dalam <em>comparative criminology</em> karena kematian dianggap lebih mungkin tercatat dibanding banyak bentuk kejahatan lain. Artikel ini berangkat dari keraguan yang lebih mendasar. Seseorang yang meninggal akibat tindakan orang lain tidak otomatis menjadi <em>homicide victim</em> dalam statistik resmi. Melalui pendekatan <em>conceptual-comparative legal criminology</em>, artikel ini menelaah bagaimana definisi, klasifikasi, <em>counting rules</em>, dan sumber data membentuk variasi angka <em>homicide</em> antarnegara dan antarkawasan. Analisis diarahkan pada batas antara <em>intentional homicide</em> dan beberapa kategori lain yang sering berada di dekatnya, seperti <em>murder</em>, <em>manslaughter</em>, <em>legal intervention</em>, <em>undetermined intent</em>, serta kematian yang tidak terklasifikasi. Artikel ini menegaskan bahwa pembilang <em>homicide rate</em> tidak lahir dari fakta kematian semata. Angka itu terbentuk melalui proses administratif yang menentukan siapa yang dihitung, kapan kematian dicatat, dan sumber mana yang diberi otoritas. Perbedaan antara data kepolisian, registrasi kematian, sertifikasi medis, data pengadilan, dan sistem gabungan dapat mengubah posisi korban dalam statistik. Kategori batas seperti <em>lawful killing</em>, <em>unlawful death</em>, <em>custodial death</em>, <em>gender-related killing</em>, dan <em>unclassified death</em> menjadi titik paling sensitif karena membutuhkan keputusan tambahan tentang legalitas, kontrol atas bukti, relasi korban-pelaku, dan kecukupan informasi forensik. Statistik <em>homicide</em> tetap penting, tetapi kegunaannya untuk perbandingan bergantung pada <em>metadata</em> yang menjelaskan proses klasifikasi korban.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci: Aturan Penghitungan, Klasifikasi, Korban Pembunuhan, Perbandingan Pembunuhan, Pembunuhan Sengaja</p>Zul Khaidir Kadir
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-052026-06-052222062224OPTIMALISASI PELAJARAN PPKn BERBASIS GAME (WORD WALL) UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMP NEGERI PANGIA
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4424
<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa melalui Optimalisasi pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) Berbasis game menggunakan aplikasi Wordwall di SMP Negeri Pangia. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi belajar siswa yang Ditandai dengan kurangnya keaktifan, minat, dan keterlibatan siswa dalam proses Pembelajaran yang masih bersifat konvensional. Penelitian ini menggunakan Metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, Meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek Penelitian adalah 21 siswa kelas VIII. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, tes, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan Deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis Game menggunakan Wordwall mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Peningkatan tersebut terlihat dari keaktifan, partisipasi, serta antusiasme siswa Dalam mengikuti pembelajaran pada setiap siklus. Selain itu, hasil belajar siswa Juga mengalami peningkatan yang ditunjukkan dengan bertambahnya jumlah siswa Yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dengan demikian, Penggunaan media Wordwall terbukti efektif dalam menciptakan pembelajaran Yang lebih menarik, interaktif, dan menyenangkan</p> <p>Kata Kunci : Wordwall, motivasi belajar, PPKn, pembelajaran berbasis game, PTK</p> <p> </p>Nur Inayah MohiAsmun W. WantuYuli Adhani
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-052026-06-052222252233PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP FEAR OF FAILURE PADA MAHASISWA DEWASA AWAL
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4511
<p>Mahasiswa usia dewasa awal menghadapi berbagai tuntutan perkembangan, baik dalam aspek akademik, sosial, maupun persiapan karier. Tuntutan tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis, salah satunya berupa <em>fear of failure</em> atau ketakutan akan kegagalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara <em>self-efficacy</em> dan <em>fear of failure</em> pada mahasiswa usia dewasa awal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional untuk mengkaji keterkaitan <em>self-efficacy</em> dan <em>fear of failure</em> pada mahasiswa dewasa awal. Sampel penelitian berjumlah 170 mahasiswa aktif berusia minimal 18 tahun yang dipilih menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan secara daring melalui Google Form. Instrumen yang digunakan adalah skala <em>self-efficacy</em> berdasarkan teori Bandura dan <em>Performance Failure Appraisal Inventory</em> (PFAI) untuk mengukur <em>fear of failure</em>. Analisis data dilakukan menggunakan JASP melalui uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji regresi linear sederhana. Hasil uji normalitas menunjukkan bahwa data kedua variabel terdistribusi normal. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa <em>self-efficacy</em> berpengaruh negatif dan signifikan terhadap <em>fear of failure</em> (F(1.168) = 79.55; <em>p</em> < 0.001), dengan kontribusi sebesar 32,1% (R² = 0.321). Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi <em>self-efficacy</em> yang dimiliki mahasiswa, maka semakin rendah kecenderungan mereka mengalami <em>fear of failure</em>. Sebaliknya, mahasiswa dengan <em>self-efficacy</em> rendah cenderung memiliki ketakutan akan kegagalan yang lebih tinggi. Dengan demikian, <em>self-efficacy</em> menjadi salah satu aspek psikologis penting yang berkaitan dengan kemampuan mahasiswa dalam menghadapi tekanan akademik secara lebih adaptif.</p> <p>Kata Kunci: Dewasa Awal, <em>Fear of failure</em>, Mahasiswa, <em>Self-efficacy</em>.</p>Miranti AprianaNaila Rutri EnjelikaM. Gazi El GifariBeny RahimJelpa PeriantaloMuhammad IlhamDinda Agraiza
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-112026-06-112222252236NILAI-NILAI PENDIDIKAN PADA TARI ZAPIN MESKOM DI DESA MESKOM PROVINSI RIAU
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4555
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam Tari Tradisi Zapin Meskom di Desa Meskom, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi non-partisipan, wawancara secara langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari Zapin Meskom memiliki Nilai Pendidikan Keagamaan yang dapat dilihat dari aspek gerak Alif Sembah, busana yang menutup aurat, dan lagu yang bernuansa Islami. Nilai Pendidikan Kebudayaan yang dapat dilihat dari aspek gerak Menongkah, busana adat Melayu, dan alat musik tradisional. Nilai pendidikan Etika atau Moral yang dapat dilihat dari aspek gerak Gelombang Pasang, busana yang sopan, dan lagu yang memiliki nasihat di dalamnya. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap mempertahankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai pendidikan pada Tari Zapin Meskom di Desa Meskom Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Tari Zapin Meskom mencerminkan nilai-nilai keagamaan, kebudayaan, dan etika atau moral yang terlihat dalam lagu-lagu bernuansa dakwah, busana yang menutup aurat, dan gerak tari yang menggambarkan kesopanan serta penghormatan. Nilai-nilai tersebut juga tampak dalam sikap kebersamaan, persaudaraan, kekeluargaan yang terjalin dalam kelompok Tari Zapin Meskom tidak hanya berperan dalam mempertahankan nilai keagamaan, kebudayaan, dan etika atau moral, tetapi juga menjadi sarana pendidikan bagi generasi muda untuk memahami, menanamkan, dan menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.</p> <p>Kata Kunci: Nilai Pendidikan, Tari Zapin, Zapin Meskom</p>Aina Hamidatul RofiahSyefriani
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-162026-06-162222372249PERLINDUNGAN HAK WARGA NEGARA BAGI GURU HONORER DALAM PERSPEKTIF HUKUM DI INDONESIA
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4562
<p>Guru honorer merupakan bagian integral dari warga negara Indonesia yang memiliki hak konstitusional untuk memperoleh perlindungan hukum dan kesejahteraan sosial sebagaimana dijamin dalam sistem hukum nasional. Namun demikian, dalam praktiknya masih terdapat kesenjangan antara norma hukum yang berlaku dengan realitas yang dihadapi oleh guru honorer, khususnya terkait aspek kesejahteraan, kepastian status kerja, serta jaminan perlindungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hak warga negara bagi guru honorer dalam perspektif hukum di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara terhadap lima orang guru honorer sebagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif perlindungan hukum telah tersedia, namun implementasinya belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan serta peningkatan kesadaran hukum untuk menjamin terpenuhinya hak-hak guru honorer secara adil dan merata.</p> <p>Kata Kunci : Hak Warga Negara, Guru Honorer, Perlindungan Hukum, Keadilan Sosial</p>Dwi Wiji AstutiMuhammad AlwieAbdul MutholibCucuMaylisaTedy Tri Raharjo
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-182026-06-182222502256IMPLEMENTASI NILAI PENDIDIKAN PONDOK MODERN GONTOR OLEH ALUMNI: TINJAUAN TERHADAP KEPEMIMPINAN DAN PEMBENTUKAN SUMBER DAYA MANUSIA
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4564
<p>Artikel ini mengkaji bagaimana alumni Sekolah Asrama Islam Darussalam Gontor menginternalisasi dan mengimplementasikan nilai-nilai pendidikan Gontor dalam praktik kepemimpinan dan pengembangan sumber daya manusia di masyarakat kontemporer. Sebagai salah satu sekolah asrama Islam modern terkemuka di Indonesia, Gontor mengintegrasikan nilai-nilai sekolah asrama Islam tradisional dengan prinsip-prinsip pendidikan modern melalui sistem asrama 24 jam yang komprehensif. Lembaga ini menekankan pengembangan karakter melalui nilai-nilai Panca Jiwa yaitu ketulusan, kesederhanaan, kemandirian, persaudaraan Islam, dan kebebasan. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode tinjauan pustaka, yang mengacu pada jurnal akademik, buku, publikasi institusional, dan dokumen yang berkaitan dengan Gontor dan alumninya. Temuan menunjukkan bahwa sistem pendidikan Gontor memainkan peran penting dalam membentuk lulusan dengan keterampilan kepemimpinan, karakter moral yang kuat, kompetensi organisasi, disiplin, dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan sosial. Kualitas-kualitas ini memungkinkan alumni untuk aktif berkontribusi di berbagai sektor, termasuk pendidikan, pemerintahan, organisasi keagamaan, kewirausahaan, dan pengembangan masyarakat. Lebih lanjut, penekanan Gontor pada pelatihan organisasi, keterampilan berbahasa, dan pandangan internasional memperkuat daya saing alumni di era global. Terlepas dari tantangan yang ditimbulkan oleh transformasi sosial dan globalisasi, alumni umumnya mempertahankan nilai-nilai inti yang ditanamkan selama pendidikan mereka. Studi ini menyimpulkan bahwa nilai-nilai pendidikan Gontor tetap relevan dalam menghasilkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dan pemimpin efektif yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat kontemporer sambil tetap menjaga prinsip-prinsip etika Islam.</p> <p>Kata kunci: Gontor Darussalam, Panca Jiwa, kepemimpinan alumni, pengembangan sumber daya manusia, pendidikan di sekolah berasrama Islam.</p>Anzalas Sakinata Al Akhfiya
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-182026-06-182222572265PERSONAL BRANDING PENDAKI GUNUNG DAN AKTIVIS LINGKUNGAN: ANALISIS ISI KUANTITATIF PADA UNGGAHAN INSTAGRAM @AGAM_RINJANI
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4572
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis strategi <em>personal branding</em> Agam Rinjani sebagai pendaki gunung dan aktivis lingkungan melalui akun Instagram @agam_rinjani. Menggunakan teori <em>The Eight Laws of Personal Branding</em> dari Peter Montoya, penelitian ini membedah bagaimana identitas ganda dikonstruksi secara digital. Metodologi yang digunakan adalah analisis isi kuantitatif dengan paradigma positivistik. Sampel penelitian terdiri dari 120 unggahan (foto, video, dan takarir) selama periode 1 Januari 2025 hingga 1 Januari 2026 yang dipilih melalui teknik <em>purposive sampling</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Agam Rinjani secara konsisten mengimplementasikan kedelapan hukum Montoya, dengan dominasi signifikan pada <em>The Law of Specialization</em> (31,7%) dan <em>The Law of Leadership</em> (15,8%). Temuan ini mengindikasikan bahwa kekuatan merek pribadinya terletak pada ketajaman fokus pada isu <em>eco-mountaineering</em> dan kemampuannya mengarahkan opini publik terkait konservasi alam. Kesimpulannya, integrasi antara hobi petualangan dan advokasi lingkungan yang autentik menciptakan kredibilitas dan pengaruh sosial yang kuat di media sosial. Strategi ini berhasil mengubah citra personal menjadi simbol gerakan sosial yang edukatif dan inspiratif bagi komunitas pencinta alam di Indonesia.</p> <p>Kata kunci: <em>Personal Branding</em>, Instagram, Analisis Isi, Agam Rinjani, Aktivis Lingkungan</p>Muhammad RezaDarmawati
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-192026-06-192222672282PERBANDINGAN MASA JABATAN PRESIDEN INDONESIA DAN AMERIKA SERIKAT
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4589
<p>Following the amendments to the 1945 Constitution, Indonesia has consistently chosen to implement a Presidential system of government. This system carries its own complexities, and consequently, many presidential systems have failed to withstand the test of democratic stability in the countries that adopt them. It can be said that only the United States (US) serves as a best practice for the successful implementation of a presidential system. Therefore, in order to build an effective form of presidentialism for Indonesia, it is imperative to examine the practices in the US. Among these, Indonesia's party system should be considered for adaptation to the US model, which divides parties into recognized political parties and limited political parties. Under this model, only two parties are designated as recognized political parties and permitted to participate in general elections, while the remainder become limited political parties that do not contest elections. As a consequence, the resulting cabinet would no longer be a "rainbow" coalition cabinet, thereby ensuring greater governmental stability. Similarly, the parliamentary landscape would become more focused on two parties, without the formation of various coalitions.</p>Dwi Kronikawaty Simamora
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-212026-06-212222832291PERAN SOCIAL EMOTIONAL LEARNING (SEL) DALAM MENGURANGI PERILAKU PERUNDUNGAN (BULLYING) PADA SISWA SEKOLAH DASAR
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4609
<p>Bullying sebagai salah satu isu yang masih umumnya terjadi di lingkungan pendidikan, khususnya pada jenjang sekolah dasar. Perilaku ini mampu muncul dalam berbagai bentuk, di antaranya bullying fisik, verbal, sosial, maupun cyberbullying. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya memengaruhi kondisi psikologis korban, tetapi juga perkembangan sosial, emosional, maupun akademik siswa. Sehingga, dibutuhkan strategi pencegahan yang mampu mengatasi akar permasalahan secara menyeluruh. Salah satu pendekatan yang dinilai efektif adalah pembelajaran sosial emosional (<em>Social Emotional Learning</em> atau SEL). Adapun fokusnya pengembangan ini yaitu kemampuan dalam mengenali emosi, mengelola diri, membangun empati, menjalin hubungan sosial yang positif, dan mengambil keputusan yang mempunyai tanggung jawabnya. Artikel ini bermaksud guna mengkaji peranan pembelajaran sosial emosional sebagai strategi pencegahan bullying di sekolah dasar melalui studi literatur dari berbagai penelitian dan jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwasanya penerapan SEL mampu mengurangi perilaku bullying, meningkatkan kemampuan sosial siswa, serta mewujudkan lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman, dan inklusif.</p> <p>Kata Kunci: Perundungan, pembelajaran sosial emosional, sekolah dasar, pendidikan karakter, SEL</p>NurhaswindaNabila SalsabilaSerly Aprilia WardaniAzzahra RamadhaniNatasya AmeliaRiska NursapitriVanny Afrilia NiatiYolanda AzzahraZaira Amefi Mecca
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-232026-06-232222922298REVOLUSI CASHLESS: ANALISIS PERUBAHAN POLA KONSUMSI DAN IMPULSIVE BUYING PADA GENERASI Z
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4617
<p>Perkembangan teknologi finansial telah mendorong meningkatnya penggunaan dompet digital (<em>e-wallet</em>) sebagai alat pembayaran yang praktis dan efisien, terutama di kalangan Generasi Z. Kemudahan transaksi yang ditawarkan <em>e-wallet</em> berpotensi mempengaruhi perilaku konsumsi pengguna, termasuk kecenderungan melakukan pembelian secara impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan <em>e-wallet</em> terhadap perilaku <em>impulsive buying</em> pada Generasi Z serta mengkaji peran <em>pain of payment</em> sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap pengguna aktif <em>e-wallet</em> yang termasuk dalam kelompok Generasi Z. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner daring menggunakan skala Likert dan dianalisis menggunakan teknik analisis statistik untuk menguji hubungan antarvariabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan <em>e-wallet</em> tidak berpengaruh secara langsung terhadap perilaku <em>impulsive buying</em>. Namun, penggunaan <em>e-wallet</em> terbukti menurunkan tingkat <em>pain of payment</em>, yaitu ketidaknyamanan psikologis yang dirasakan saat mengeluarkan uang. Penurunan pain of payment tersebut selanjutnya meningkatkan kecenderungan pembelian impulsif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa <em>pain of payment</em> berperan sebagai mediator penuh dalam hubungan antara penggunaan <em>e-wallet</em> dan perilaku <em>impulsive buying</em>. Penelitian ini memberikan manfaat berupa pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor psikologis yang mempengaruhi perilaku konsumsi Generasi Z serta dapat menjadi referensi dalam pengembangan program literasi keuangan digital yang lebih efektif.</p> <p>Kata Kunci: <em>E-Wallet</em>, Generasi Z, <em>Impulsive Buying</em>, <em>Pain Of Payment</em>, Literasi Keuangan Digital.</p> <p><strong> </strong></p>Muhammad Fajar AndriansyahAnnisa Khairan AlamsyahSabila KhairunnisaKeylla ZahratussyfaSaveria Dwi AnjaniZaki Nabil MakarimJa'far Shodid
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-242026-06-242222992302HAMBATAN GURU SEKOLAH DASAR DALAM MENGEMBANGKAN INOVASI PEMBELAJARAN BERBASIS KOMPETENSI ABAD 21
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4621
<p>Kompetensi abad ke-21 menjadi salah satu tuntutan penting dalam dunia pendidikan karena berfokus pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi yang diperlukan peserta didik dalam menghadapi berbagai tantangan global. Guru memiliki peran strategis dalam mengembangkan inovasi pembelajaran yang mampu mengintegrasikan kompetensi tersebut ke dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Namun, dalam praktiknya, guru masih menghadapi berbagai hambatan yang memengaruhi keberhasilan implementasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hambatan yang dihadapi guru sekolah dasar dalam mengembangkan inovasi pembelajaran berbasis kompetensi abad ke-21. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (library research) dengan menelaah berbagai sumber ilmiah berupa artikel jurnal, buku, prosiding, dan dokumen pendidikan yang relevan. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis) untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang berkaitan dengan inovasi pembelajaran dan kompetensi abad ke-21. Hasil kajian menunjukkan bahwa hambatan yang dihadapi guru meliputi keterbatasan pemahaman tentang kompetensi abad ke-21, rendahnya penguasaan teknologi informasi dan komunikasi, keterbatasan sarana dan prasarana, tingginya beban administrasi, beragamnya karakteristik peserta didik, serta kurangnya pelatihan dan dukungan institusi sekolah. Hambatan tersebut berdampak pada belum optimalnya pengembangan inovasi pembelajaran yang mampu mendukung pencapaian kompetensi abad ke-21 peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penyediaan fasilitas pendukung, serta penguatan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan untuk mewujudkan pembelajaran yang inovatif dan relevan dengan kebutuhan abad ke-21.</p> <p>Kata Kunci: Hambatan Guru, Inovasi Pembelajaran, Kompetensi Abad Ke-21, Sekolah Dasar, Pembelajaran Inovatif</p>NurhaswindaNabila Asla PutriSyahda Alvira Julianda SwidNasyrah RahmatillahAnggun AisyahKania Ananda N.Arya BayuMiftahul AqshaM. Rizki Triwandi
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-252026-06-252223032312IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN BERBASIS STEAM UNTUK MENINGKATKAN KREATIVITAS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SEKOLAH DASAR
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4643
<p>Pembelajaran abad ke-21 menuntut peserta didik memiliki berbagai keterampilan penting, terutama kreativitas dan kemampuan berpikir kritis. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan untuk mengembangkan keterampilan tersebut adalah pembelajaran berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics). Pendekatan STEAM mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu memahami konsep secara holistik dan menerapkannya dalam kehidupan nyata. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji implementasi pembelajaran berbasis STEAM dalam meningkatkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa Sekolah Dasar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran berbasis STEAM mampu meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran, mendorong munculnya ide-ide kreatif, serta melatih kemampuan siswa dalam menganalisis, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara logis. Selain itu, pembelajaran STEAM memberikan kesempatan kepada siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, eksperimen, proyek, dan kolaborasi sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. Meskipun implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana, kompetensi guru, dan ketersediaan sumber belajar, pendekatan STEAM memiliki potensi yang besar untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar. Oleh karena itu, diperlukan dukungan dari berbagai pihak agar implementasi pembelajaran berbasis STEAM dapat dilakukan secara optimal dan berkelanjutan.</p> <p>Kata Kunci: STEAM, Kreativitas, Berpikir Kritis, Sekolah Dasar, Pembelajaran Inovatif.</p>NurhaswindaHimelsha AfikaAmalia AlfaziraKhusnul Putri AprillianiTatia MaharaniMirandaNabilah PutrianaNovita RahmawatiFatmasari Anggraini
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-272026-06-272223132324PERAN TEKNOLOGI DAN INOVASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN DI SEKOLAH DASAR
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4644
<p>Perkembangan teknologi dan inovasi pendidikan telah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap proses pembelajaran di Sekolah Dasar. Pemanfaatan teknologi dalam dunia pendidikan memungkinkan guru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih menarik, interaktif, dan efektif sehingga dapat meningkatkan kualitas pembelajaran. Teknologi pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai media penyampaian materi, tetapi juga sebagai sarana untuk meningkatkan kreativitas, motivasi, serta keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Berbagai inovasi seperti penggunaan media pembelajaran digital, aplikasi edukasi, platform pembelajaran daring, dan perangkat teknologi lainnya telah membantu guru dalam menyampaikan materi secara lebih variatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Selain itu, penerapan teknologi juga memberikan kemudahan dalam proses evaluasi dan pengelolaan pembelajaran. Meskipun demikian, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, kompetensi guru, serta akses teknologi yang belum merata.</p> <p>Kata Kunci: Teknologi Pendidikan, Inovasi Pendidikan, Kualitas Pembelajaran, Sekolah Dasar, Pembelajaran Digital.</p>NurhaswindaRai Hany AnugrahFazlan TaufikVina OktaviaRahmatunnisaMedisya Amelia FarhaniDwi NurbaitiEsa Mulia RestutiAnnisa Urrosada
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-06-272026-06-272223252334RICE BREEDING FOR SUSTAINABLE AGRICULTURE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON FOOD SECURITY AND FARMER WELL-BEING (RICE BREEDING FOR SUSTAINABLE AGRICULTURE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW ON)
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4668
<p>Perubahan iklim menjadi ancaman serius bagi sistem pangan global, terutama produksi padi sebagai sumber pangan utama bagi lebih dari tiga miliar penduduk dunia. Banjir, kekeringan, dan suhu ekstrem menyebabkan penurunan produktivitas serta meningkatkan kerentanan petani kecil. Meskipun berbagai inovasi pemuliaan padi telah dikembangkan, kajian sebelumnya masih bersifat lokal dan fragmentaris sehingga belum memberikan gambaran menyeluruh mengenai kontribusinya terhadap produktivitas, ketahanan pangan, dan kesejahteraan petani. Penelitian ini bertujuan menelaah secara sistematis bukti empiris mengenai peran pemuliaan padi serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan adopsi varietas unggul dalam menghadapi perubahan iklim. Penelitian menggunakan pendekatan Systematic Literature Review (SLR) berdasarkan protokol PRISMA 2020. Pencarian literatur dilakukan pada basis data Scopus, Web of Science, PubMed, ScienceDirect, SpringerLink, dan Google Scholar untuk periode 2015–2025. Artikel yang memenuhi kriteria inklusi dievaluasi menggunakan MMAT 2018 dan dianalisis melalui thematic analysis berbantuan NVivo 14. Hasil sintesis menunjukkan bahwa pemuliaan padi mampu meningkatkan produktivitas melalui hibridisasi, marker-assisted breeding, dan gene pyramiding, serta memperkuat ketahanan pangan melalui pengembangan varietas toleran cekaman abiotik dan biofortifikasi gizi. Selain itu, pemuliaan partisipatif terbukti mempercepat adopsi varietas dan eningkatkan kesejahteraan rumah tangga petani. Literatur juga menunjukkan pergeseran paradigma menuju resilience breeding yang mengintegrasikan aspek agronomis, molekuler, sosial, dan ekonomi.</p> <p>Kata Kunci : Pemuliaan padi, Ketahanan pangan, Perubahan iklim, Kesejahteraan petani, Systematic Literature Review</p>Mochammad Hatta SetiantoSiti FitriahEka Rizqi AmeliaNio Julung SadewaMoh. Yoga Khoirul IzzamIqbal SabiliHarwanto
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-07-012026-07-012223352353IMPLEMENTASI DESAIN UI/UX UNTUK MENINGKATKAN EFEKTIVITAS PENGELOLAAN ARSIP PADA APLIKASI SIDARA DI BPS KOTA SUKABUMI
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4671
<p>Perkembangan teknologi informasi menuntut instansi pemerintahan untuk memiliki sistem informasi yang efektif dan mudah digunakan. SIDARA (Sistem Informasi Data dan Arsip Keuangan) merupakan aplikasi berbasis web yang digunakan untuk pengelolaan data dan arsip keuangan. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan desain antarmuka (UI) dan pengalaman pengguna (UX) agar sistem lebih mudah dipahami dan efisien digunakan. Metode yang digunakan meliputi observasi, wawancara, perancangan desain menggunakan Figma, serta evaluasi usability. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain UI/UX yang terstruktur meningkatkan kenyamanan pengguna, mempercepat proses kerja, dan meminimalkan kesalahan input data.</p> <p>Kata kunci: UI/UX, Sistem Informasi, SIDARA, Web, Usability</p>Hanifah Mulyasari
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-07-012026-07-012223542360KARAKTERISTIK GURU IDEAL: ANALISIS KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN PROFESIONAL DALAM PERSPEKTIF ISLAM
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4675
<p>Guru memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pendidikan, sehingga penguasaan kompetensi pedagogik dan profesional menjadi prasyarat utama bagi terwujudnya pembelajaran yang efektif. Walaupun demikian, pembahasan mengenai kompetensi guru selama ini didominasi oleh sudut pandang regulasi nasional dan belum banyak dipadukan dengan konsep pendidik dalam khazanah pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik guru ideal melalui perpaduan kompetensi pedagogik dan kompetensi profesional dalam pandangan Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer terdiri atas karya Syed Muhammad Naquib Al-Attas dan Abdurrahman An-Nahlawi, sedangkan sumber sekunder berupa buku akademik dan artikel jurnal nasional terbitan tahun 2024–2025. Data dianalisis menggunakan teknik content analysis melalui tahapan identifikasi konsep, kategorisasi tema, analisis komparatif, dan sintesis konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pedagogik memiliki relevansi dengan konsep murabbi yang menekankan pembinaan peserta didik secara holistik, sedangkan kompetensi profesional berkaitan dengan konsep mu'allim yang menempatkan guru sebagai pengembang dan penyampai ilmu secara bertanggung jawab. Kedua kompetensi tersebut memperoleh penguatan melalui konsep ta'dib yang berorientasi pada pembentukan adab sebagai tujuan pendidikan Islam. Penelitian ini menghasilkan sintesis konseptual bahwa karakteristik guru ideal merupakan perpaduan antara kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, dan nilai-nilai keislaman yang diwujudkan melalui penguasaan ilmu, kemampuan membimbing, keteladanan akhlak, serta tanggung jawab spiritual.</p> <p>Kata Kunci: Guru Ideal, Kompetensi Pedagogik, Kompetensi Profesional, Pendidikan Islam.</p>Fatisyah TrisnaNur HasanahSayyaf Dzaky ArroyanNur HidayahDifa Ul Husna
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-07-022026-07-022223612372HUBUNGAN ANTARA RELIGIUSITAS DENGAN KECEMASAN MORAL PADA MAHASISWA
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4685
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan kecemasan moral pada mahasiswa. Kecemasan moral merupakan bentuk kecemasan spesifik yang muncul ketika individu menghadapi dilema etis dan konflik nilai. Sementara itu, religiusitas dipandang sebagai salah satu faktor yang dapat membantu individu mengelola kecemasan, termasuk kecemasan moral, melalui nilai-nilai dan pedoman spiritual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik korelasi Spearman terhadap 61 mahasiswa sebagai responden. Instrumen yang digunakan adalah skala religiusitas dan skala kecemasan moral yang telah disesuaikan. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas seseorang, semakin rendah tingkat kecemasan moral yang dialami. Namun, hasil analisis dalam penelitian ini justru menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara religiusitas dan kecemasan moral (r = 0,452, p < 0,001), yang berarti semakin tinggi tingkat religiusitas mahasiswa, semakin tinggi pula tingkat kecemasan moral yang mereka alami. Temuan ini menunjukkan bahwa religiusitas dapat meningkatkan sensitivitas terhadap nilai-nilai moral, sehingga memunculkan kecemasan yang lebih besar dalam menghadapi dilema etis.</p> <p>Kata Kunci: Religiusitas, Kecemasan Moral, Mahasiswa, Psikologi Islam, Mekanisme Koping</p> <p> </p>Salsabila Az-Zahra RizalAisyah Amani ZalmaAura Devany Putri AnsriDwi Cahya RamadhantiKhalisha Nafila AddiniHanik Faizatul MahbubahMario Pratama
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-07-032026-07-032223732385HAK WARGA NEGARA DALAM RUANG DEMOKRASI DIGITAL: ANTARA KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN ETIKA BERMEDIA SOSIAL
https://publisherqu.com/index.php/edusola/article/view/4703
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Demokrasi digital di Indonesia tengah menghadapi dilema fundamental: di satu sisi, ruang digital membuka peluang partisipasi warga negara yang lebih luas; di sisi lain, praktik bermedia sosial kerap melampaui batas-batas etika dan bahkan hukum. Penelitian ini mengkaji hak warga negara dalam ruang demokrasi digital, dengan fokus pada tegangan antara kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi dengan tanggung jawab etis dalam bermedia sosial. Menggunakan pendekatan yuridis-normatif berbasis studi dokumen, penelitian ini menganalisis regulasi, putusan pengadilan, dan diskursus akademis terkini. Temuan menunjukkan bahwa regulasi yang ada terutama UU ITE masih bersifat represif dan belum mampu mendorong budaya bermedia sosial yang etis dan bertanggung jawab. Diidentifikasi empat zona ketegangan utama: (1) ambiguitas normatif antara kebebasan berekspresi dan pembatasan konstitusional, (2) kesenjangan literasi digital antargenerasi, (3) polarisasi identitas berbasis algoritma, dan (4) lemahnya penegakan etika platform digital. Penelitian ini menawarkan kerangka konseptual baru berupa "Ruang Publik Digital Pancasilais" sebagai solusi integratif yang memadukan nilai demokrasi deliberatif dengan etika Pancasila. Implikasi penelitian ini relevan bagi reformasi kebijakan, pengembangan kurikulum Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), serta penguatan literasi digital warga negara Indonesia.</p> <p>Kata Kunci: Demokrasi Digital, Hak Warga Negara, Kebebasan Berpendapat, Etika Media Sosial, UU ITE, Pancasila.</p>MuamarRaden Salamun AdiningratIin IndarwatiSony ArfanDherusAsep Nurhidayat
Copyright (c) 2026 Journal Education, Sociology and Law
2026-07-052026-07-052223862397