DILEMA MORAL DALAM ERA BIOMEDIS : SEBUAH TINJAUAN ETIS DENGAN PERSPEKTIF KRISTEN
Keywords:
etika biomedis, prinsip etika Kristen, dilema moral, aborsi, euthanasia, rekayasa genetika, pluralisme hukum, kebijakan kesehatan, pendidikan etikaAbstract
Penelitian ini membahas dilema moral yang dihadapi dalam era biomedis, dengan fokus pada penerapan prinsip-prinsip etika Kristen dalam pengambilan keputusan di bidang kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi prinsip-prinsip etika yang relevan dan merumuskan kerangka kerja etis yang komprehensif. Melalui analisis kasus-kasus konkret seperti aborsi, euthanasia, dan rekayasa genetika, penelitian ini mengeksplorasi tantangan yang muncul akibat pluralisme hukum dan keberagaman nilai-nilai dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kebijakan berbasis etika, pendidikan etika bagi tenaga kesehatan, dan dialog antarbudaya merupakan langkah penting untuk mengatasi dilema etis yang kompleks. Penelitian ini juga menekankan perlunya penelitian berkelanjutan untuk menyesuaikan kerangka kerja etis dengan perkembangan teknologi dan konteks sosial yang dinamis.
References
Amy Y. Tsou and others, ‘Ethical Perspectives on Costly Drugs and Health Care: AAN Position Statement’, Neurology, 97.14 (2021), pp. 685–92, doi:10.1212/WNL.0000000000012571.
Buku Ethics and Medical Decision-Making https://www.taylorfrancis.com/chapters/edit/10.4324/9781315209692-5/religion-secularization-bioethics-daniel-callahan
Cf. Helga Kuhse and Peter Singer, Should the Baby Live? (Oxford: Oxford University Press, 1985), chapter 6
Fukuyama, F. 2003. Masa Depan Pascamanusia: Konsekuensi Revolusi Bioteknologi. New York, NY: Farrar, Straus, dan Giroux.
James Rachels, The End of Life (Oxford: Oxford University Press, 1986), 151-67
Jo Mackiewicz, A Mixed-Method Approach, Writing Center Talk over Time, 2018, doi:10.4324/9780429469237-3
Jurnal Etika dan Akhir Kehidupan oleh Gilbert Meilaender dan Robert D. Orr Agustus 2004 https://www.firstthings.com/article/2004/08/ethics-lifes-ending
Leon R. Kass, The Wisdom of Repugnance: Mengapa kita harus bisa kloning manusia, The New Republic, 2 Juni 1997, pada hal. 17
Mentari Dwifani, ‘Peran Moralitas Dalam Agama Menurut Immanuel Kant : Perspektif Kritis Terhadap Etika Religius’, Filsafat, 2023 <http://dx.doi.org/10.31219/osf.io/ahqu5>.
Nikita Rasyidin and Phil Fitzerald Kennedy Sitorus, ‘Eudaimonia Filsafat Dalam Kontemporer Dengan Memahami Kebahagiaan Menurut Aristoteles’, Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Media Sosial (JKOMDIS), 3.3 (2023), pp. 820–26.
Pan Mohamad Faiz, ‘Teori Keadilan John Rawls’, Jurnal Konstitusi, 6.1 (2009).
Savulescu, Julian, 2001, “Kebaikan Prokreasi: Mengapa Kita Harus Memilih Anak-Anak Terbaik”, Bioetika,15(5): 413–426.
Rozita Cheraghi and others, ‘Clarification of Ethical Principle of the Beneficence in Nursing Care: An Integrative Review’, BMC Nursing, 22.1 (2023), pp. 1–9, doi:10.1186/s12912-023-01246-4.
Sudarta, 済無No Title No Title No Title, 2022, xvi. http://repository.mediapenerbitindonesia.com/374/1/24.%20T%20158%20
%20(FINISH%20LAYOUT)%20Bio%20Etika%20Kesehatan.pdf
https://fastercapital.com/content/FJD-and-the-Ethical-Dilemmas-of-Genetic-Engineering.
https://www.ewtn.com/catholicism/library/outline-of-catholic-church-teaching-on-sexual-ethics-9531Sudarta, 済無No Title No Title No Title, xvi.







