MANAJEMEN DAN ADMINISTRASI KURIKULUM DI SEKOLAH SMA NEGERI 3 BANJARMASIN
Keywords:
Kurikulum merdeka,, Implementasi,, Pembelajaran berdiferensiasi,, Tranformasi pendidikan,, Digitalisasi administrasi,Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam bagaimana implementasi Kurikulum Merdeka dilaksanakan di SMAN 3 Banjarmasin dengan fokus pada empat aspek utama, yaitu struktur organisasi kurikulum, proses perencanaan pembelajaran, mekanisme pelaksanaan pembelajaran di kelas, serta proses digitalisasi administrasi kurikulum yang sedang dikembangkan sekolah. Kurikulum Merdeka menjadi salah satu kebijakan transformasi pendidikan nasional yang menuntut sekolah untuk lebih fleksibel dalam penyusunan strategi belajar, sehingga guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai desainer pembelajaran yang menghubungkan kebutuhan peserta didik dengan capaian pembelajaran. Karena alasan tersebut, sekolah harus memiliki kesiapan sistem, SDM, serta manajemen kurikulum yang responsif untuk memastikan bahwa transformasi kurikulum tidak hanya bersifat administratif, namun betul-betul masuk dalam budaya kerja sekolah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara semi-terstruktur kepada Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum sebagai informan utama yang terlibat langsung dalam proses perencanaan hingga evaluasi kurikulum. Selain wawancara, peneliti juga menggunakan dokumentasi berupa perangkat ajar, jadwal pembelajaran, arsip hasil asesmen serta data digital berbasis cloud yang disimpan sekolah. Data dianalisis dengan menghubungkan temuan lapangan dengan kajian teoritis sehingga diperoleh gambaran utuh mengenai implementasi Kurikulum Merdeka dari sisi kebijakan, perencanaan teknis, hingga praktik pembelajaran di lapangan. Pendekatan ini digunakan untuk memperlihatkan sejauh mana teori Kurikulum Merdeka benar-benar berjalan selaras dengan realita pengelolaan pembelajaran di sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMAN 3 Banjarmasin telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara bertahap namun progresif. Koordinasi bidang kurikulum berjalan efektif, guru terlibat dalam perencanaan perangkat ajar, dan proses pembelajaran dilakukan melalui pembelajaran berdiferensiasi yang berpusat pada siswa. Digitalisasi administrasi menggunakan Google Drive juga terbukti membantu efisiensi pengarsipan perangkat ajar dan data penilaian. Kendala tetap ada, terutama kesiapan teknologi dan adaptasi guru, namun secara umum implementasi di sekolah ini telah bergerak ke arah yang tepat menuju pembelajaran berbasis kompetensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Kurikulum Merdeka di SMAN 3 Banjarmasin bukan hanya diterapkan sebagai kebijakan struktural, tetapi sudah menjadi bagian dari transformasi budaya belajar yang terus berkembang dan relevan dengan tuntutan pendidikan abad ke-21.
References
Adib, M. A. (2025). Evaluasi dan Kritik terhadap Pelaksanaan Kurikulum Merdeka: Perspektif Guru, Siswa, dan Pengelola Pendidikan. SERUMPUN: Journal of Education, Politic, and Social Humaniora, 3(1), 1-18.
Fadillah, H. (2023). Peran guru dalam pelaksanaan kurikulum merdeka di sekolah menengah pertama pada sekolah binaan. INDOPEDIA (Jurnal Inovasi Pembelajaran Dan Pendidikan), 1(1), 164-173.
Hidayat, A., Pahrudin, A., & Rahmi, S. (2025). STRUKTUR DAN PROSEDUR PENGORGANISASIAN KURIKULUM UNTUK PEMBELAJARAN BERKUALITAS. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 10(02), 265-280.
Ketut, S. A. I. B., & Purnamayanti, I. A. G. W. (2025). Pengembangan Sistem Informasi Manajemen Sekolah Terintegrasi untuk Digitalisasi Administrasi. Jurnal Nasional Teknologi Informasi dan Aplikasinya, 3(4), 941-950.
Nurhayati, N., Tarigan, S., & Lubis, M. (2025). Implementasi dan tantangan Kurikulum Merdeka di SMA: Strategi pengajaran berpusat pada siswa untuk pembelajaran yang lebih fleksibel dan kreatif. Jurnal Pendidikan, 13(1), 69-79.







