https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/issue/feed Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora 2026-05-22T09:10:20+00:00 Muhammad Aziz Aziz@gmail.com Open Journal Systems <div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora</li> <li><strong>Initials </strong>: pediaqu</li> <li><strong>Frequency </strong>: January, April, July, October</li> <li><strong>Print ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629132263937" target="_blank" rel="noopener">2964-7142</a></li> <li><strong>Online ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220628441084248" target="_blank" rel="noopener">2964-6499</a></li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: Muhammad Amin</li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: XX.XXXXX</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, </strong>E-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220628441084248" target="_blank" rel="noopener">2964-6499</a>, P-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629132263937" target="_blank" rel="noopener">2964-7142</a> accepts submissions of articles that provide insight into current and major related issues in education, social sciences and humanities. This journal provides a venue for researchers to discuss, pursue and promote knowledge in the emerging and developing fields of social science education and humanities. Articles can be written in English or Indonesian. This journal is published 1 year 4 times (<strong>January, April, July, October).</strong></p> <div> <p><strong style="font-size: 0.875rem;">Indexed by:</strong></p> </div> <div> <div> <table style="height: 133px;" width="688"> <tbody> <tr> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/gs.jpg" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/copernicus.png" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/garuda.jpg" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/ddimension.png" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.3px;"><img src="https://ijrs.globalacademic.id/public/site/images/admin/logo-crossref-0af0948db2947ab78e845e48f8963635.png" alt="" width="250" height="92" /></td> </tr> <tr> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://ijrs.globalacademic.id/public/site/images/admin/logo-orcid-46b003aaebec558d495d8cd666a5d460.png" alt="" width="250" height="92" /></td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.3px;"> </td> </tr> </tbody> </table> </div> </div> https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4280 STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA : TANTANGAN DAN SOLUSI 2026-05-11T12:49:49+00:00 Chintya Nur Kholifah 25080314148@mhs.unesa.ac.id Dewi Sukmawati 25080314130@mhs.unesa.ac.id Nur Aisyah Salsabila 25080314135@mhs.unesa.ac.id Putri Rizky Afrilianis put@gmail.com Khusnul Khotimah k@gmail.com <p>Korupsi merupakan permasalahan serius yang hingga saat ini masih menjadi penghambat utama dalam proses pembangunan di Indonesia. Tindakan korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian finansial negara, tetapi juga menurunkan kualitas pelayanan publik, memperlebar kesenjangan sosial, serta mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi, mengidentifikasi berbagai kendala dalam upaya pemberantasannya, serta merumuskan strategi yang tepat sebagai solusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai referensi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab korupsi berasal dari faktor internal, seperti rendahnya integritas dan moral individu, serta faktor eksternal, seperti lemahnya sistem pengawasan dan adanya budaya yang cenderung mentoleransi korupsi. Selain itu, upaya pemberantasan korupsi juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti penegakan hukum yang belum optimal, adanya intervensi kepentingan tertentu, serta minimnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang bersifat menyeluruh dan berkelanjutan, seperti memperkuat sistem hukum, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, menanamkan pendidikan anti korupsi, serta mengoptimalkan peran lembaga anti korupsi dan masyarakat. Melalui kerja sama yang sinergis antara berbagai pihak, diharapkan upaya pemberantasan korupsi dapat berjalan lebih efektif guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.</p> 2026-05-11T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4288 ANALISIS PERSEBARAN FLORA DI PULAU SULAWESI: KAJIAN LITERATURE REVIEW 2026-05-12T10:38:20+00:00 Mohd. Sayid Aqil Al Munawwar sayidaqil2@gmail.com Septia Dewi dewiseptia768@gmail.com Hutri Rizki Amelia hdaffa0@gmail.com Dandi Arianto Pelly d@gmail.com <p>Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas yang memiliki tingkat keanekaragaman flora sangat tinggi. Diperkirakan terdapat sekitar 20.000 spesies tumbuhan berbunga di Indonesia, dengan sekitar 40% merupakan spesies endemik . Tingginya keanekaragaman ini dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, sehingga memungkinkan terjadinya proses migrasi dan adaptasi flora dari berbagai wilayah. Secara biogeografi, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah utama, yaitu Asiatis, Australis, dan Wallacea. Pulau Sulawesi termasuk dalam wilayah Wallacea yang memiliki karakteristik flora unik karena merupakan daerah peralihan antara Asia dan Australia . Kondisi ini menjadikan Sulawesi sebagai wilayah dengan tingkat endemisitas tinggi serta komposisi flora yang khas dan berbeda dari wilayah lain di Indonesia. Selain faktor biogeografi, persebaran flora di Sulawesi juga dipengaruhi oleh sejarah geologi, kondisi iklim, topografi, serta interaksi dengan fauna dalam proses penyerbukan dan penyebaran biji . Berbagai jenis tumbuhan ditemukan pada habitat yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis hingga daerah pegunungan. Namun, keanekaragaman flora tersebut saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti deforestasi, perubahan tata guna lahan, dan fragmentasi habitat yang menyebabkan terbatasnya persebaran spesies tertentu . Kondisi ini dapat mengancam kelestarian flora, terutama spesies endemik yang memiliki sebaran terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kajian melalui pendekatan literatur review untuk menganalisis persebaran flora di Pulau Sulawesi. Penelitian ini penting untuk memahami pola distribusi flora serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.</p> 2026-05-12T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4297 MANAJEMEN PENDIDIKAN PADA MADYAMA WIDYA PASRAMAN JNANA DHARMA SASTRA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PESERTA DIDIK SERTA STRATEGI PENGELOLAAN PENDIDIKAN 2026-05-13T12:13:46+00:00 Kadek Putri Krisna Dewi Putrikrisnad@gmail.com Luh Shinta Dewi Yani sintadewiyani05@gmail.com Kadek Novi Trisnayani novitrisnayani@gmail.com Ketut Sudi Padmini psudi7812@gmail.com Luh Eka M. Julianingsih l.eka.m.j.p.90@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan serta strategi pengelolaan yang diterapkan di Madyama Widya Pasraman Jnana Dharma Sastra dalam upaya meningkatkan kualitas peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan. Fokus penelitian meliputi manajemen kurikulum, sumber daya manusia, peserta didik, sarana dan prasarana, serta peran kepemimpinan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan di lembaga ini telah berjalan secara sistematis dan terarah. Pengelolaan sumber daya manusia dilakukan melalui proses rekrutmen yang selektif serta pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan pembelajaran umum dengan nilai-nilai ajaran Hindu, sehingga mampu membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Pengelolaan peserta didik juga didukung melalui berbagai kegiatan pembiasaan seperti meditasi, literasi, dan kegiatan berbagi yang berorientasi pada pembentukan karakter. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta pengelolaan keuangan yang efektif turut menunjang proses pembelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam mengarahkan program kerja dan mendorong peningkatan prestasi siswa. Secara keseluruhan, manajemen pendidikan di Madyama Widya Pasraman Jnana Dharma Sastra memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas peserta didik, baik dari aspek akademik maupun karakter.</p> 2026-05-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4298 PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 KOTA PEKANBARU 2026-05-13T22:10:09+00:00 Nathasya Amelia Rianda 11910122700@students.uin-suska.ac.id <p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran <em>Collaborative</em> terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan <em>Quasy Eksperimental Design, </em>dengan bentuk <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang mengikuti pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru yang berjumlah 294 siswa. Pengambilan sampel penelitian ini dengan menggunakan <em>Purposive Sampling</em>. Sampel pada penelitian ini ialah kelas X5 berjumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan&nbsp; X7 berjumlah 31 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini <em>Independen Sample T-Test</em>. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Siswa antara penerapan model pembelajaran <em>Collaborative</em> dengan model pembelajaran <em>Problem Solving </em>pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru. Dibuktikan dengan nilai t<sub>hitung</sub> lebih besar dari t<sub>tabel</sub> pada taraf signifikan 5% (2,147 &gt; 2,000) dan perhitungan nilai sig ( 2-tailed) &lt; α (0,36 &lt; 0,05). Hal ini berarti bahwa juga ada perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran <em>Collaborative</em> pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru. Hasil <em>Mean Skor</em> kelas eksperimen 78.23 lebih tinggi dari kelas kontrol 67.42 .</p> 2026-05-13T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4301 IMPLEMENTASI METODE HYBRID CRITERIA IMPORTANCE THROUGH INTERCRITERIA CORRELATION DAN EVALUATION BASED ON DISTANCE FROM AVERAGE SOLUTION UNTUK SELEKSI PENERIMAAN BEASISWA 2026-05-14T11:35:50+00:00 Muhammad Arda’ Zainurrohim muhammadardazainurrohim17@gmail.com Dedy Kurniadi de@gmail.com <p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span lang="IN" style="color: black;">Peningkatan jumlah pendaftar Beasiswa Tahfidz di Universitas Islam Sultan Agung menuntut adanya sistem seleksi yang mampu bekerja secara objektif, cepat, dan akurat dalam menghadapi kompleksitas penilaian multikriteria. Proses seleksi konvensional yang masih bergantung pada penilaian manual berpotensi menimbulkan bias subjektivitas serta kesulitan dalam menentukan peringkat ketika terjadi nilai seri antar kandidat. Penelitian ini mengusulkan penerapan<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>Sistem Pendukung Keputusan</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>(<em>SPK</em>) berbasis algoritma<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>hybrid</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>Criteria Importance Through Intercriteria Correlation</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>(<em>CRITIC</em>) dan<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>Evaluation based on Distance from Average Solution</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>(<em>EDAS</em>) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>CRITIC</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>digunakan untuk menghasilkan bobot kriteria secara objektif berbasis<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>data-driven</em>, sedangkan metode<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>EDAS</em>digunakan untuk melakukan evaluasi dan perankingan alternatif berdasarkan jaraknya terhadap nilai rata-rata. Dataset yang digunakan terdiri dari 500 data pendaftar dengan tiga kriteria penilaian, yaitu Kelancaran,<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>Fashohah</em>, dan Lagu/Irama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan bobot kriteria yang proporsional dengan nilai tertinggi pada Lagu/Irama sebesar 34,60%, diikuti Kelancaran 32,85% dan<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>Fashohah</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>32,55%. Proses perankingan menghasilkan<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>Appraisal Score</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>yang presisi serta mampu mengatasi permasalahan nilai seri. Evaluasi menggunakan<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>analisis sensitivitas</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>menunjukkan bahwa model memiliki tingkat<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>robustness</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>yang tinggi terhadap perubahan bobot kriteria. Selain itu, hasil komparatif menunjukkan bahwa metode<span class="apple-converted-space">&nbsp;</span><em>EDAS</em><span class="apple-converted-space">&nbsp;</span>memiliki performa lebih baik dibandingkan metode lain dengan tingkat konsistensi perankingan yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan terbukti mampu memberikan rekomendasi seleksi yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara matematis.</span></p> 2026-05-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4302 FRAGMENTASI HABITAT TERHADAP KELESTARIAN FLORA ENDEMIK DI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT 2026-05-14T11:48:08+00:00 Awellya Novia Ramadanisa an@gmail.com Enjel Olivia el@gmail.com Hutri Rizki Amelia hdha@gmail.com Fatmawati far@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fragmentasi habitat terhadap pelestarian flora endemik di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan systematic literature review terhadap berbagai artikel ilmiah yang relevan dalam rentang waktu 2015–2026. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengelompokkan informasi berdasarkan faktor penyebab, dampak, dan upaya mitigasi fragmentasi habitat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fragmentasi habitat di TNKS disebabkan oleh perambahan hutan dan konversi lahan, tekanan sosial ekonomi masyarakat, serta perubahan kondisi lingkungan dan mikrohabitat. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan keanekaragaman spesies, terbatasnya distribusi flora endemik, serta perubahan mikroklimat yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain rehabilitasi habitat melalui reforestasi, penguatan pengelolaan kawasan konservasi, serta penerapan pendekatan berbasis masyarakat dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.</p> 2026-05-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4303 DINAMIKA PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA BERDASARKAN VARIASI FAKTOR LINGKUNGAN DAN AKTIVITAS MANUSIA 2026-05-14T12:03:21+00:00 Mery Merlina Widianingsih m@gmail.com Nicken Octavia Suparno n@gmail.com Hutri Rizki Amelia hdha@gmail.com Fatmawati fat@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, namun persebarannya tidak merata karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persebaran flora dan fauna dipengaruhi oleh faktor alami seperti iklim, topografi, jenis tanah, ketersediaan air, serta interaksi antar makhluk hidup. Selain itu, aktivitas manusia seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan perubahan iklim juga berperan dalam mengubah pola persebaran organisme. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.<br><br></p> 2026-05-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4304 PENGARUH IKLIM DAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP POLA DISTRIBUSI FLORA DI INDONESIA 2026-05-14T12:18:25+00:00 Dinda Parasnalurita put@gmail.com Siti Hotijah s@gmail.com Hutri Rizki Amelia hdha@gmail.com Rahmah r@gmail.com <p>Indonesia memiliki keanekaragaman flora yang sangat tinggi, namun pola distribusinya dipengaruhi oleh berbagai faktor iklim dan lingkungan. Perubahan iklim global yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya perubahan pola persebaran tumbuhan dan berpotensi mengganggu kestabilan ekosistem di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim dan faktor lingkungan terhadap pola distribusi flora berdasarkan kajian literatur ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah studi literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap lima belas artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa suhu dan curah hujan menjadi faktor iklim utama yang memengaruhi distribusi flora, sedangkan jenis tanah, topografi, dan kondisi habitat berperan dalam menentukan kemampuan adaptasi tumbuhan pada skala lokal. Selain itu, perubahan iklim turut menyebabkan pergeseran wilayah vegetasi dan meningkatkan potensi homogenisasi spesies. Dengan demikian, pola distribusi flora terbentuk melalui interaksi kompleks antara faktor iklim dan lingkungan yang bersifat dinamis.</p> 2026-05-14T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4310 HUBUNGAN ANTARA LITERASI DIGITAL GURU DENGAN KESIAPAN KETERAMPILAN ABAD 21 (6C) PADA SISWA DI ERA DIGITAL 2026-05-15T01:03:35+00:00 Zahara Edlin Putri zahara.edlin2553@student.unri.ac.id Lia Rahayu l@gmail.com Damar Hidayat de@gmail.com Rifqa Gusmida Syahrun Barokah boho@gmail.com <p>Literasi digital guru memegang peranan penting dalam menentukan kualitas pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam mempersiapkan siswa dengan keterampilan esensial yang meliputi critical thinking, creativity, collaboration, communication, citizenship, dan character (6C). Namun, penelitian yang secara langsung mengkaji hubungan antara literasi digital guru dengan kesiapan keterampilan abad ke-21 pada siswa di tingkat sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital guru dengan kesiapan keterampilan abad ke-21 (6C) pada siswa di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 50 guru sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian mengukur literasi digital guru sebagai variabel independen (X) dan kesiapan keterampilan abad ke-21 siswa sebagai variabel dependen (Y), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi digital guru dengan kesiapan keterampilan abad ke-21 siswa, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,456 dan nilai signifikansi 0,001 (&lt;0,05), yang termasuk dalam kategori hubungan sedang. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan literasi digital guru melalui program pengembangan profesional dan dukungan institusional, karena hal tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesiapan siswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21 di era digital.</p> 2026-05-15T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4322 STRATEGI PEMBINAAN WARGA GEREJA UNTUK MENINGKATKAN KEHIDUPAN ROHANI JEMAAT 2026-05-18T09:03:38+00:00 Tiurma Berasa tiurmaberasa@gmail.com Retta Monika Siregar r@gmail.com Indah Permatasari Silalahi in@gmail.com Sevti Romauli Sihotang s@gmail.com Keterine Natama Sitorus k@gmail.com <p>Strategi pembinaan warga gereja merupakan bagian penting dalam meningkatkan kehidupan rohani jemaat di tengah perkembangan zaman modern. Penelitian ini bertujuan mengetahui pentingnya pembinaan rohani, faktor penyebab menurunnya kehidupan rohani jemaat, strategi pembinaan yang efektif, peran gereja dan pelayan, serta dampak pembinaan terhadap pertumbuhan iman jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan rohani yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan mampu membantu jemaat memahami firman Tuhan secara lebih mendalam. Pembinaan juga meningkatkan semangat ibadah, pelayanan, kehidupan doa, dan hubungan jemaat dengan Tuhan maupun sesama manusia. Selain itu, gereja dan pelayan memiliki peranan penting dalam mendampingi jemaat menghadapi tantangan kehidupan modern. Dengan strategi pembinaan yang kreatif dan relevan, jemaat dapat bertumbuh secara rohani, memiliki karakter Kristen yang baik, serta menjadi berkat bagi masyarakat.</p> 2026-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4323 PEMBINAAN WARGA GEREJA SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN JEMAAT YANG TRANSFORMATIF DAN MISIONER 2026-05-18T09:16:47+00:00 Tiurma Berasa tiurmaberasa@gmail.com Chika Claudia Simanjuntak cah@gmail.com Natasya Gultom n@gmail.com Junita Ester Nainggolan jun@gmail.com Dina Uli Sitohang de@gmail.com <p>Pembinaan warga gereja merupakan bagian penting dalam kehidupan gereja karena melalui pembinaan jemaat dibimbing untuk bertumbuh dalam iman, memiliki karakter Kristiani, serta mampu menjalankan tanggung jawab pelayanan di tengah masyarakat. Perkembangan zaman dan berbagai tantangan kehidupan menuntut gereja untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah, tetapi juga membentuk jemaat yang mampu membawa perubahan positif dan memiliki semangat misioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan warga gereja sebagai fondasi dalam membentuk jemaat yang transformatif dan misioner. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan memanfaatkan Alkitab, buku teologi, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan melalui pengajaran firman Tuhan, pemuridan, persekutuan, dan keterlibatan dalam pelayanan dapat membantu jemaat mengalami perubahan dalam pola pikir, sikap, dan tindakan sesuai nilai-nilai Kristen. Selain itu, pembinaan yang berkelanjutan juga mendorong jemaat untuk memiliki kepedulian sosial dan aktif dalam melaksanakan misi gereja di tengah masyarakat. Dengan demikian, pembinaan warga gereja menjadi dasar yang penting dalam membangun jemaat yang dewasa secara rohani, aktif melayani, dan mampu menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.</p> 2026-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4324 MENGEMBALIKAN MEZBAH KELUARGA: STRATEGI PEMBINAAN WARGA GEREJA BERBASIS RUMAH TANGGA DI ERA MODERN 2026-05-18T09:32:06+00:00 Rosa Bunga Maria Pasaribu r@gmail.com Vebiyanti Sianturi van@gmail.com Desi Elisabet Mangunsong de@gmail.com Tiurma Berasa tiurmaberasa@gmail.com <p class="MdParagraph" style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="IN">Jurnal ini mengkaji urgensi dan strategi pembinaan warga gereja (PWG) yang berpusat pada keluarga sebagai "gereja kecil" (ecclesia domestica). Di tengah tantangan era modern, peran rumah tangga sebagai pusat pendidikan iman seringkali terabaikan. Melalui pendekatan kualitatif studi literatur, artikel ini menganalisis mengapa keluarga adalah fondasi utama pertumbuhan iman dan bagaimana gereja dapat secara efektif memberdayakan orang tua sebagai pendidik iman utama. Hasil penelitian ini menawarkan model PWG berbasis keluarga yang praktis, mudah dipahami, dan berdampak nyata dalam membentuk karakter Kristiani yang kokoh di setiap anggota keluarga. Diharapkan jurnal ini dapat menjadi panduan bagi gereja dan keluarga dalam mengembalikan fungsi mezbah keluarga di era kontemporer.</span></p> 2026-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4325 ANALISIS PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN PEMBINAAN WARGA GEREJA DI ERA KONTEMPORER 2026-05-18T10:39:34+00:00 Tiurma Berasa tiurmaberasa@gmail.com Miranda Nababan m@gmail.com Reni Manalu r@gmail.com Renna Manurung r@gmail.com Relita N. Situmorang r@gmail.com <p>Pembinaan warga gereja (PWG) merupakan elemen krusial dalam menjaga vitalitas dan relevansi gereja di tengah dinamika era kontemporer. Namun, pelaksanaannya seringkali dihadapkan pada berbagai permasalahan internal dan eksternal yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah utama dalam pelaksanaan PWG, meliputi keterbatasan sumber daya manusia pembina, kurikulum yang kurang relevan, rendahnya partisipasi jemaat, serta fokus yang terlalu berpusat pada ritual. Selain itu, faktor eksternal seperti perkembangan teknologi digital, perubahan pola hidup masyarakat, pengaruh sekularisme dan pluralisme, serta masalah sosial-moral juga turut menjadi tantangan signifikan. Dengan pemahaman mendalam terhadap akar permasalahan ini, gereja diharapkan dapat merumuskan strategi pembinaan yang lebih holistik, kontekstual, dan efektif, guna menghasilkan warga gereja yang dewasa secara rohani, berkarakter Kristiani, dan berdampak positif bagi masyarakat.</p> 2026-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4326 PENGEMBANGAN KURIKULUM DENGAN MENURUT PENDEKATAN KURIKULUM BOBBIT DAN CHARTERS 2026-05-18T12:11:08+00:00 Icha Christian Silalahi ichachristis@gmail.com Selfius Dur s@gmail.com Justice Zeni Zari Panggabean jun@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan pengembangan kurikulum menurut Franklin Bobbitt dan Werrett W. Charters serta relevansinya dalam pendidikan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (<em>library research</em>) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Bobbitt menekankan analisis aktivitas kehidupan manusia sebagai dasar penyusunan kurikulum, sedangkan pendekatan Charters berfokus pada analisis tugas (<em>task analysis</em>) yang harus dikuasai peserta didik dalam kehidupan nyata. Kedua pendekatan tersebut memiliki persamaan dalam menekankan tujuan pendidikan yang jelas, pembelajaran yang sistematis, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Selain itu, pendekatan Bobbitt dan Charters masih relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan pembelajaran kontekstual pada pendidikan modern, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dengan demikian, kedua pendekatan tersebut dapat menjadi dasar dalam merancang kurikulum yang efektif, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik.</p> 2026-05-18T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4330 EFEKTIFITAS PEMBINAAN WARGA GEREJA TERHADAP PERTUMBUHAN SPIRITUALITAS REMAJA DI ERA KONTEMPORER 2026-05-19T04:00:55+00:00 Jetty Sitompul ju@gmail.com Debora Giawa de@gmail.com Rosliani Astri r@gmail.com Sartia Malau s@gmail.com Tiurma Berasa tiurmaberasa@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembinaan warga gereja terhadap pertumbuhan spiritualitas remaja di era kontemporer yang ditandai oleh pesatnya kemajuan teknologi digital, dominasi media sosial, dan pergeseran nilai-nilai sekuler. Dengan menggunakan pendekatan mixed-methods dan desain explanatory sequential, penelitian ini melibatkan survei terhadap 285 remaja berusia 13–19 tahun dari 12 gereja di wilayah urban dan suburban Indonesia pada tahap kuantitatif, serta Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 42 remaja dan 18 pembina gereja pada tahap kualitatif. Data dikumpulkan dari September 2025 hingga Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan warga gereja yang bersifat holistik, relasional, dan kontekstual memiliki efektivitas yang signifikan (p &lt; 0,01) terhadap pertumbuhan spiritualitas remaja. Mentoring personal dan pemanfaatan platform digital kreatif menjadi faktor paling dominan, meskipun masih terdapat kesenjangan antara model pembinaan konvensional dengan kebutuhan remaja yang mendambakan dialog autentik dan terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan gereja tetap efektif sebagai sarana pertumbuhan rohani remaja apabila dilakukan dengan pendekatan adaptif dan hybrid yang mengintegrasikan kekuatan komunitas offline dengan kreativitas digital.</p> 2026-05-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4335 PERAN PEMBINAAN WARGA GEREJA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN SPIRITUALITAS LINTAS GENERASI 2026-05-19T09:47:17+00:00 Juwita Tasyah Sinaga ju@gmail.com Jenny Siregar ju@gmail.com Marcella Sianipar m@gmail.com Tiurma Berasa tiurmaberasa@gmail.com <p>Penelitian ini menganalisis hambatan yang dihadapi oleh gereja dalam membina anggota jemaat, terutama remaja, di zaman digital. Kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam cara hidup, interaksi sosial, dan pembentukan karakter bagi remaja. Gereja perlu menyesuaikan diri dengan kondisi ini agar proses pembinaan yang dilaksanakan tetap relevan dan berhasil. Metodologi yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan mengandalkan studi literatur. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kehadiran konten negatif, perubahan nilai moral, berkurangnya interaksi langsung, serta kebutuhan akan metode pembinaan yang inovatif dan melibatkan partisipasi. Oleh sebab itu, gereja harus merancang strategi pembinaan yang secara positif mengintegrasikan teknologi digital, meningkatkan literasi digital remaja, serta menegaskan pentingnya komunitas dan contoh spiritual dalam membentuk karakter Kristen yang kuat di tengah banjir informasi yang deras.</p> 2026-05-19T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4340 PENDIDIKAN WARGA GEREJA DI TENGAH ARUS MODERNISASI DAN KEBEBASAN DIGITAL 2026-05-20T11:48:32+00:00 Septiana A. P. Samosir s@gmail.com Lidia Butar Butar l@gmail.com Lilis Purnama Zega l@gmail.com Ebenezer Mendrofa el@gmail.com Tiurma Berasa tiurmaberasa@gmail.com <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US">Modernisasi dan kebebasan digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pendidikan warga gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak modernisasi dan kebebasan digital terhadap proses pendidikan dalam konteks keagamaan, khususnya pada komunitas gereja. Dalam era globalisasi ini, transformasi pada cara penyampaian pesan dan praktik keagamaan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan pendidikan gereja. Selain itu, digitalisasi juga menciptakan ruang baru untuk interaksi dan pembelajaran, yang memungkinkan akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan survei sebagai teknik pengumpulan data yang akan memberikan pemahaman mendalam tentang persepsi warga gereja terhadap pendidikan di tengah arus modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, warga gereja cenderung menerima perubahan ini sebagai bagian dari proses pembaruan dalam kehidupan beragama mereka. Temuan ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada pengembangan strategi pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.</span></p> 2026-05-20T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4344 ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA METODE CERAMAH DAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN DALAM RETENSI MEMORI MAHASISWA 2026-05-21T02:25:36+00:00 Khairunnisa Afaaf kkas@gmail.com Ellen Prima el@gmail.com <p>Dunia pendidikan tinggi pasca-pandemi menghadapi tantangan pola pikir berupa penurunan rentang fokus mahasiswa akibat keterbiasaan terhadap media digital yang serba cepat. Kondisi ini memicu fenomena "amnesia akademik", di mana materi perkuliahan hanya sampai pada memori kerja (working memory) jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara membandingkan dua metode yaitu ceramah (auditif-pasif) dan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning (aktif-praktik) dalam memengaruhi stabilitas retensi memori mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), data dikumpulkan melalui dokumentasi sistematis terhadap literatur relevan dan dianalisis menggunakan teknik menganalisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah memicu kegagalan enkode (encoding failure) dan beban kognitif berlebih (cognitive overload) yang berujung pada hafalan semu (surface learning). Sebaliknya, experiential learning terbukti mengoptimalkan kerja otak melalui integrasi multi-indrawi (multi-sensory integration) yang menyambungkan korteks visual, auditori, dan motorik. Keterlibatan aktif ini bertindak sebagai penjaga keseimbangan emosional dan intelektual yang mengunci pemahaman secara permanen (deep learning). Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju pembelajaran berbasis pengalaman merupakan syarat wajib dalam mendorong kebijakan "Merdeka Belajar" guna mencetak lulusan dengan ketajaman memory recall yang mudah beradaptasi di lapangan.</p> 2026-05-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4346 STRATEGI PENGUATAN KOHESI SOSIAL MELALUI KOMUNIKASI ORGANISASI PADA DPD LVRI JAWA TIMUR DAN DPC LVRI SURABAYA 2026-05-21T04:41:19+00:00 Ardian Yudi K ardianproi@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penguatan kohesi sosial melalui komunikasi organisasi pada komunitas veteran Legiun Veteran Republik Indonesia dan Pemuda Panca Marga di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berperan penting dalam memperkuat solidaritas sosial, loyalitas anggota, serta menjaga nilai nasionalisme dan persatuan. Strategi penguatan kohesi sosial dilakukan melalui silaturahmi rutin, kegiatan kebangsaan, aksi sosial, pemanfaatan media digital, dan kolaborasi lintas generasi. Tantangan globalisasi, perubahan pola komunikasi, dan faktor usia anggota dihadapi melalui strategi komunikasi adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi organisasi efektif mampu menjaga keberlangsungan organisasi veteran dan memperkuat identitas kebangsaan masyarakat.</p> 2026-05-21T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4351 SOLIDARITAS DAN KEPATUHAN ANGGOTA DALAM ORGANISASI HMPS DAN JMPS: ANALISIS BERDASARKAN TEORI FAKTA SOSIAL DAN SOLIDARITAS “EMILE DURKHEIM” 2026-05-22T09:10:20+00:00 Reviana Ghestie La Christhie revianaghestie025@gmail.com Arnelita Widianti an@gmail.com Syahdan Idzarulhaq s@gmail.com Triana Arinati Kusumadewi ti@gmail.com Achmad Hufad an@gmail.com Yani Achdiani y@gmail.com <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk solidaritas dan kepatuhan anggota dalam organisasi HMPS dan JMPS berdasarkan teori fakta sosial dan solidaritas yang dikemukakan oleh Émile Durkheim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami bagaimana aturan, nilai, dan budaya organisasi memengaruhi perilaku anggota dalam menjalankan peran serta tanggung jawabnya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap anggota organisasi HMPS dan JMPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas dalam kedua organisasi terbentuk melalui rasa kebersamaan, kerja sama, dan kesadaran kolektif yang berkembang dalam kegiatan organisasi. Selain itu, kepatuhan anggota terhadap aturan organisasi dipengaruhi oleh adanya fakta sosial berupa norma, tata tertib, serta tekanan moral yang mendorong anggota untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan organisasi. Solidaritas mekanik terlihat dari adanya kesamaan tujuan dan identitas antaranggota, sedangkan solidaritas organik tampak pada pembagian tugas dan peran yang berbeda dalam organisasi. Dengan demikian, teori fakta sosial dan solidaritas Émile Durkheim relevan dalam menjelaskan hubungan sosial, kepatuhan, dan integrasi anggota dalam organisasi mahasiswa.</p> 2026-05-22T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora