https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/issue/feedJurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora2026-06-14T12:29:30+00:00Muhammad AzizAziz@gmail.comOpen Journal Systems<div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora</li> <li><strong>Initials </strong>: pediaqu</li> <li><strong>Frequency </strong>: January, April, July, October</li> <li><strong>Print ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629132263937" target="_blank" rel="noopener">2964-7142</a></li> <li><strong>Online ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220628441084248" target="_blank" rel="noopener">2964-6499</a></li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: Muhammad Amin</li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: XX.XXXXX</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, </strong>E-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220628441084248" target="_blank" rel="noopener">2964-6499</a>, P-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629132263937" target="_blank" rel="noopener">2964-7142</a> accepts submissions of articles that provide insight into current and major related issues in education, social sciences and humanities. This journal provides a venue for researchers to discuss, pursue and promote knowledge in the emerging and developing fields of social science education and humanities. Articles can be written in English or Indonesian. This journal is published 1 year 4 times (<strong>January, April, July, October).</strong></p> <div> <p><strong style="font-size: 0.875rem;">Indexed by:</strong></p> </div> <div> <div> <table style="height: 133px;" width="688"> <tbody> <tr> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/gs.jpg" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/copernicus.png" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/garuda.jpg" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/ddimension.png" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.3px;"><img src="https://ijrs.globalacademic.id/public/site/images/admin/logo-crossref-0af0948db2947ab78e845e48f8963635.png" alt="" width="250" height="92" /></td> </tr> <tr> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://ijrs.globalacademic.id/public/site/images/admin/logo-orcid-46b003aaebec558d495d8cd666a5d460.png" alt="" width="250" height="92" /></td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.3px;"> </td> </tr> </tbody> </table> </div> </div>https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4280STRATEGI PEMBERANTASAN KORUPSI DI INDONESIA : TANTANGAN DAN SOLUSI2026-05-11T12:49:49+00:00Chintya Nur Kholifah25080314148@mhs.unesa.ac.idDewi Sukmawati25080314130@mhs.unesa.ac.idNur Aisyah Salsabila25080314135@mhs.unesa.ac.idPutri Rizky Afrilianisput@gmail.comKhusnul Khotimahk@gmail.com<p>Korupsi merupakan permasalahan serius yang hingga saat ini masih menjadi penghambat utama dalam proses pembangunan di Indonesia. Tindakan korupsi tidak hanya berdampak pada kerugian finansial negara, tetapi juga menurunkan kualitas pelayanan publik, memperlebar kesenjangan sosial, serta mengurangi tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya korupsi, mengidentifikasi berbagai kendala dalam upaya pemberantasannya, serta merumuskan strategi yang tepat sebagai solusi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif melalui studi pustaka terhadap berbagai referensi ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa penyebab korupsi berasal dari faktor internal, seperti rendahnya integritas dan moral individu, serta faktor eksternal, seperti lemahnya sistem pengawasan dan adanya budaya yang cenderung mentoleransi korupsi. Selain itu, upaya pemberantasan korupsi juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti penegakan hukum yang belum optimal, adanya intervensi kepentingan tertentu, serta minimnya partisipasi masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan langkah strategis yang bersifat menyeluruh dan berkelanjutan, seperti memperkuat sistem hukum, meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, menanamkan pendidikan anti korupsi, serta mengoptimalkan peran lembaga anti korupsi dan masyarakat. Melalui kerja sama yang sinergis antara berbagai pihak, diharapkan upaya pemberantasan korupsi dapat berjalan lebih efektif guna mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berintegritas.</p>2026-05-11T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4288ANALISIS PERSEBARAN FLORA DI PULAU SULAWESI: KAJIAN LITERATURE REVIEW 2026-05-12T10:38:20+00:00Mohd. Sayid Aqil Al Munawwarsayidaqil2@gmail.comSeptia Dewidewiseptia768@gmail.comHutri Rizki Ameliahdaffa0@gmail.comDandi Arianto Pellyd@gmail.com<p>Indonesia dikenal sebagai negara megabiodiversitas yang memiliki tingkat keanekaragaman flora sangat tinggi. Diperkirakan terdapat sekitar 20.000 spesies tumbuhan berbunga di Indonesia, dengan sekitar 40% merupakan spesies endemik . Tingginya keanekaragaman ini dipengaruhi oleh letak geografis Indonesia yang berada di antara dua benua dan dua samudra, sehingga memungkinkan terjadinya proses migrasi dan adaptasi flora dari berbagai wilayah. Secara biogeografi, Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah utama, yaitu Asiatis, Australis, dan Wallacea. Pulau Sulawesi termasuk dalam wilayah Wallacea yang memiliki karakteristik flora unik karena merupakan daerah peralihan antara Asia dan Australia . Kondisi ini menjadikan Sulawesi sebagai wilayah dengan tingkat endemisitas tinggi serta komposisi flora yang khas dan berbeda dari wilayah lain di Indonesia. Selain faktor biogeografi, persebaran flora di Sulawesi juga dipengaruhi oleh sejarah geologi, kondisi iklim, topografi, serta interaksi dengan fauna dalam proses penyerbukan dan penyebaran biji . Berbagai jenis tumbuhan ditemukan pada habitat yang beragam, mulai dari hutan hujan tropis hingga daerah pegunungan. Namun, keanekaragaman flora tersebut saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti deforestasi, perubahan tata guna lahan, dan fragmentasi habitat yang menyebabkan terbatasnya persebaran spesies tertentu . Kondisi ini dapat mengancam kelestarian flora, terutama spesies endemik yang memiliki sebaran terbatas. Oleh karena itu, diperlukan kajian melalui pendekatan literatur review untuk menganalisis persebaran flora di Pulau Sulawesi. Penelitian ini penting untuk memahami pola distribusi flora serta mendukung upaya konservasi keanekaragaman hayati secara berkelanjutan.</p>2026-05-12T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4297MANAJEMEN PENDIDIKAN PADA MADYAMA WIDYA PASRAMAN JNANA DHARMA SASTRA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PESERTA DIDIK SERTA STRATEGI PENGELOLAAN PENDIDIKAN2026-05-13T12:13:46+00:00Kadek Putri Krisna DewiPutrikrisnad@gmail.comLuh Shinta Dewi Yanisintadewiyani05@gmail.comKadek Novi Trisnayaninovitrisnayani@gmail.comKetut Sudi Padminipsudi7812@gmail.comLuh Eka M. Julianingsihl.eka.m.j.p.90@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen pendidikan serta strategi pengelolaan yang diterapkan di Madyama Widya Pasraman Jnana Dharma Sastra dalam upaya meningkatkan kualitas peserta didik. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung di lapangan. Fokus penelitian meliputi manajemen kurikulum, sumber daya manusia, peserta didik, sarana dan prasarana, serta peran kepemimpinan sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pendidikan di lembaga ini telah berjalan secara sistematis dan terarah. Pengelolaan sumber daya manusia dilakukan melalui proses rekrutmen yang selektif serta pengembangan kompetensi guru secara berkelanjutan. Kurikulum yang diterapkan mengintegrasikan pembelajaran umum dengan nilai-nilai ajaran Hindu, sehingga mampu membentuk karakter dan spiritualitas peserta didik. Pengelolaan peserta didik juga didukung melalui berbagai kegiatan pembiasaan seperti meditasi, literasi, dan kegiatan berbagi yang berorientasi pada pembentukan karakter. Selain itu, ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai serta pengelolaan keuangan yang efektif turut menunjang proses pembelajaran. Kepemimpinan kepala sekolah berperan penting dalam mengarahkan program kerja dan mendorong peningkatan prestasi siswa. Secara keseluruhan, manajemen pendidikan di Madyama Widya Pasraman Jnana Dharma Sastra memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan mutu pembelajaran dan kualitas peserta didik, baik dari aspek akademik maupun karakter.</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4298PENGARUH PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COLLABORATIVE TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AKIDAH AKHLAK DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 3 KOTA PEKANBARU2026-05-13T22:10:09+00:00Nathasya Amelia Rianda11910122700@students.uin-suska.ac.id<p>Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada pembelajaran Akidah Akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh penerapan model pembelajaran <em>Collaborative</em> terhadap hasil belajar siswa mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan <em>Quasy Eksperimental Design, </em>dengan bentuk <em>Nonequivalent Control Group Design</em>. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X yang mengikuti pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru yang berjumlah 294 siswa. Pengambilan sampel penelitian ini dengan menggunakan <em>Purposive Sampling</em>. Sampel pada penelitian ini ialah kelas X5 berjumlah 31 siswa sebagai kelas eksperimen dan X7 berjumlah 31 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data penelitian ini <em>Independen Sample T-Test</em>. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat perbedaan hasil belajar Siswa antara penerapan model pembelajaran <em>Collaborative</em> dengan model pembelajaran <em>Problem Solving </em>pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru. Dibuktikan dengan nilai t<sub>hitung</sub> lebih besar dari t<sub>tabel</sub> pada taraf signifikan 5% (2,147 > 2,000) dan perhitungan nilai sig ( 2-tailed) < α (0,36 < 0,05). Hal ini berarti bahwa juga ada perbedaan yang signifikan penerapan model pembelajaran <em>Collaborative</em> pada mata pelajaran Akidah Akhlak di Madrasah Aliyah Negeri 3 Kota Pekanbaru. Hasil <em>Mean Skor</em> kelas eksperimen 78.23 lebih tinggi dari kelas kontrol 67.42 .</p>2026-05-13T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4301IMPLEMENTASI METODE HYBRID CRITERIA IMPORTANCE THROUGH INTERCRITERIA CORRELATION DAN EVALUATION BASED ON DISTANCE FROM AVERAGE SOLUTION UNTUK SELEKSI PENERIMAAN BEASISWA2026-05-14T11:35:50+00:00Muhammad Arda’ Zainurrohimmuhammadardazainurrohim17@gmail.comDedy Kurniadide@gmail.com<p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;"><span lang="IN" style="color: black;">Peningkatan jumlah pendaftar Beasiswa Tahfidz di Universitas Islam Sultan Agung menuntut adanya sistem seleksi yang mampu bekerja secara objektif, cepat, dan akurat dalam menghadapi kompleksitas penilaian multikriteria. Proses seleksi konvensional yang masih bergantung pada penilaian manual berpotensi menimbulkan bias subjektivitas serta kesulitan dalam menentukan peringkat ketika terjadi nilai seri antar kandidat. Penelitian ini mengusulkan penerapan<span class="apple-converted-space"> </span><em>Sistem Pendukung Keputusan</em><span class="apple-converted-space"> </span>(<em>SPK</em>) berbasis algoritma<span class="apple-converted-space"> </span><em>hybrid</em><span class="apple-converted-space"> </span><em>Criteria Importance Through Intercriteria Correlation</em><span class="apple-converted-space"> </span>(<em>CRITIC</em>) dan<span class="apple-converted-space"> </span><em>Evaluation based on Distance from Average Solution</em><span class="apple-converted-space"> </span>(<em>EDAS</em>) untuk mengatasi permasalahan tersebut. Metode<span class="apple-converted-space"> </span><em>CRITIC</em><span class="apple-converted-space"> </span>digunakan untuk menghasilkan bobot kriteria secara objektif berbasis<span class="apple-converted-space"> </span><em>data-driven</em>, sedangkan metode<span class="apple-converted-space"> </span><em>EDAS</em>digunakan untuk melakukan evaluasi dan perankingan alternatif berdasarkan jaraknya terhadap nilai rata-rata. Dataset yang digunakan terdiri dari 500 data pendaftar dengan tiga kriteria penilaian, yaitu Kelancaran,<span class="apple-converted-space"> </span><em>Fashohah</em>, dan Lagu/Irama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem mampu menghasilkan bobot kriteria yang proporsional dengan nilai tertinggi pada Lagu/Irama sebesar 34,60%, diikuti Kelancaran 32,85% dan<span class="apple-converted-space"> </span><em>Fashohah</em><span class="apple-converted-space"> </span>32,55%. Proses perankingan menghasilkan<span class="apple-converted-space"> </span><em>Appraisal Score</em><span class="apple-converted-space"> </span>yang presisi serta mampu mengatasi permasalahan nilai seri. Evaluasi menggunakan<span class="apple-converted-space"> </span><em>analisis sensitivitas</em><span class="apple-converted-space"> </span>menunjukkan bahwa model memiliki tingkat<span class="apple-converted-space"> </span><em>robustness</em><span class="apple-converted-space"> </span>yang tinggi terhadap perubahan bobot kriteria. Selain itu, hasil komparatif menunjukkan bahwa metode<span class="apple-converted-space"> </span><em>EDAS</em><span class="apple-converted-space"> </span>memiliki performa lebih baik dibandingkan metode lain dengan tingkat konsistensi perankingan yang tinggi. Dengan demikian, sistem yang dikembangkan terbukti mampu memberikan rekomendasi seleksi yang objektif, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan secara matematis.</span></p>2026-05-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4302FRAGMENTASI HABITAT TERHADAP KELESTARIAN FLORA ENDEMIK DI TAMAN NASIONAL KERINCI SEBLAT2026-05-14T11:48:08+00:00Awellya Novia Ramadanisaan@gmail.comEnjel Oliviael@gmail.comHutri Rizki Ameliahdha@gmail.comFatmawatifar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh fragmentasi habitat terhadap pelestarian flora endemik di Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan systematic literature review terhadap berbagai artikel ilmiah yang relevan dalam rentang waktu 2015–2026. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi dengan mengelompokkan informasi berdasarkan faktor penyebab, dampak, dan upaya mitigasi fragmentasi habitat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa fragmentasi habitat di TNKS disebabkan oleh perambahan hutan dan konversi lahan, tekanan sosial ekonomi masyarakat, serta perubahan kondisi lingkungan dan mikrohabitat. Dampak yang ditimbulkan meliputi penurunan keanekaragaman spesies, terbatasnya distribusi flora endemik, serta perubahan mikroklimat yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain rehabilitasi habitat melalui reforestasi, penguatan pengelolaan kawasan konservasi, serta penerapan pendekatan berbasis masyarakat dan kearifan lokal dalam menjaga kelestarian hutan.</p>2026-05-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4303DINAMIKA PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI INDONESIA BERDASARKAN VARIASI FAKTOR LINGKUNGAN DAN AKTIVITAS MANUSIA2026-05-14T12:03:21+00:00Mery Merlina Widianingsihm@gmail.comNicken Octavia Suparnon@gmail.comHutri Rizki Ameliahdha@gmail.comFatmawatifat@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang mempengaruhi persebaran flora dan fauna di Indonesia. Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat keanekaragaman hayati yang tinggi, namun persebarannya tidak merata karena dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai jurnal nasional yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa persebaran flora dan fauna dipengaruhi oleh faktor alami seperti iklim, topografi, jenis tanah, ketersediaan air, serta interaksi antar makhluk hidup. Selain itu, aktivitas manusia seperti deforestasi, alih fungsi lahan, dan perubahan iklim juga berperan dalam mengubah pola persebaran organisme. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.<br><br></p>2026-05-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4304PENGARUH IKLIM DAN FAKTOR LINGKUNGAN TERHADAP POLA DISTRIBUSI FLORA DI INDONESIA2026-05-14T12:18:25+00:00Dinda Parasnaluritaput@gmail.comSiti Hotijahs@gmail.comHutri Rizki Ameliahdha@gmail.comRahmahr@gmail.com<p>Indonesia memiliki keanekaragaman flora yang sangat tinggi, namun pola distribusinya dipengaruhi oleh berbagai faktor iklim dan lingkungan. Perubahan iklim global yang semakin meningkat menyebabkan terjadinya perubahan pola persebaran tumbuhan dan berpotensi mengganggu kestabilan ekosistem di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh iklim dan faktor lingkungan terhadap pola distribusi flora berdasarkan kajian literatur ilmiah terkini. Metode yang digunakan adalah studi literature review dengan pendekatan deskriptif kualitatif terhadap lima belas artikel ilmiah nasional dan internasional yang dipublikasikan dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Hasil kajian menunjukkan bahwa suhu dan curah hujan menjadi faktor iklim utama yang memengaruhi distribusi flora, sedangkan jenis tanah, topografi, dan kondisi habitat berperan dalam menentukan kemampuan adaptasi tumbuhan pada skala lokal. Selain itu, perubahan iklim turut menyebabkan pergeseran wilayah vegetasi dan meningkatkan potensi homogenisasi spesies. Dengan demikian, pola distribusi flora terbentuk melalui interaksi kompleks antara faktor iklim dan lingkungan yang bersifat dinamis.</p>2026-05-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4310HUBUNGAN ANTARA LITERASI DIGITAL GURU DENGAN KESIAPAN KETERAMPILAN ABAD 21 (6C) PADA SISWA DI ERA DIGITAL2026-05-15T01:03:35+00:00Zahara Edlin Putrizahara.edlin2553@student.unri.ac.idLia Rahayul@gmail.comDamar Hidayatde@gmail.comRifqa Gusmida Syahrun Barokahboho@gmail.com<p>Literasi digital guru memegang peranan penting dalam menentukan kualitas pembelajaran abad ke-21, khususnya dalam mempersiapkan siswa dengan keterampilan esensial yang meliputi critical thinking, creativity, collaboration, communication, citizenship, dan character (6C). Namun, penelitian yang secara langsung mengkaji hubungan antara literasi digital guru dengan kesiapan keterampilan abad ke-21 pada siswa di tingkat sekolah dasar masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara literasi digital guru dengan kesiapan keterampilan abad ke-21 (6C) pada siswa di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian korelasional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara daring kepada 50 guru sekolah dasar yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Instrumen penelitian mengukur literasi digital guru sebagai variabel independen (X) dan kesiapan keterampilan abad ke-21 siswa sebagai variabel dependen (Y), yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya sebelum digunakan. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara literasi digital guru dengan kesiapan keterampilan abad ke-21 siswa, dengan nilai koefisien korelasi r = 0,456 dan nilai signifikansi 0,001 (<0,05), yang termasuk dalam kategori hubungan sedang. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya peningkatan literasi digital guru melalui program pengembangan profesional dan dukungan institusional, karena hal tersebut berkontribusi langsung terhadap peningkatan kesiapan siswa dalam menghadapi tuntutan pembelajaran abad ke-21 di era digital.</p>2026-05-15T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4322STRATEGI PEMBINAAN WARGA GEREJA UNTUK MENINGKATKAN KEHIDUPAN ROHANI JEMAAT 2026-05-18T09:03:38+00:00Tiurma Berasatiurmaberasa@gmail.comRetta Monika Siregarr@gmail.comIndah Permatasari Silalahiin@gmail.comSevti Romauli Sihotangs@gmail.comKeterine Natama Sitorusk@gmail.com<p>Strategi pembinaan warga gereja merupakan bagian penting dalam meningkatkan kehidupan rohani jemaat di tengah perkembangan zaman modern. Penelitian ini bertujuan mengetahui pentingnya pembinaan rohani, faktor penyebab menurunnya kehidupan rohani jemaat, strategi pembinaan yang efektif, peran gereja dan pelayan, serta dampak pembinaan terhadap pertumbuhan iman jemaat. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka melalui berbagai sumber seperti buku, jurnal, artikel, dan Alkitab. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan rohani yang dilakukan secara terarah dan berkelanjutan mampu membantu jemaat memahami firman Tuhan secara lebih mendalam. Pembinaan juga meningkatkan semangat ibadah, pelayanan, kehidupan doa, dan hubungan jemaat dengan Tuhan maupun sesama manusia. Selain itu, gereja dan pelayan memiliki peranan penting dalam mendampingi jemaat menghadapi tantangan kehidupan modern. Dengan strategi pembinaan yang kreatif dan relevan, jemaat dapat bertumbuh secara rohani, memiliki karakter Kristen yang baik, serta menjadi berkat bagi masyarakat.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4323 PEMBINAAN WARGA GEREJA SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN JEMAAT YANG TRANSFORMATIF DAN MISIONER2026-05-18T09:16:47+00:00Tiurma Berasatiurmaberasa@gmail.comChika Claudia Simanjuntakcah@gmail.comNatasya Gultomn@gmail.comJunita Ester Nainggolanjun@gmail.comDina Uli Sitohangde@gmail.com<p>Pembinaan warga gereja merupakan bagian penting dalam kehidupan gereja karena melalui pembinaan jemaat dibimbing untuk bertumbuh dalam iman, memiliki karakter Kristiani, serta mampu menjalankan tanggung jawab pelayanan di tengah masyarakat. Perkembangan zaman dan berbagai tantangan kehidupan menuntut gereja untuk tidak hanya berfokus pada kegiatan ibadah, tetapi juga membentuk jemaat yang mampu membawa perubahan positif dan memiliki semangat misioner. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pembinaan warga gereja sebagai fondasi dalam membentuk jemaat yang transformatif dan misioner. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka dengan memanfaatkan Alkitab, buku teologi, dan jurnal ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan melalui pengajaran firman Tuhan, pemuridan, persekutuan, dan keterlibatan dalam pelayanan dapat membantu jemaat mengalami perubahan dalam pola pikir, sikap, dan tindakan sesuai nilai-nilai Kristen. Selain itu, pembinaan yang berkelanjutan juga mendorong jemaat untuk memiliki kepedulian sosial dan aktif dalam melaksanakan misi gereja di tengah masyarakat. Dengan demikian, pembinaan warga gereja menjadi dasar yang penting dalam membangun jemaat yang dewasa secara rohani, aktif melayani, dan mampu menjadi saksi Kristus dalam kehidupan sehari-hari.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4324MENGEMBALIKAN MEZBAH KELUARGA: STRATEGI PEMBINAAN WARGA GEREJA BERBASIS RUMAH TANGGA DI ERA MODERN2026-05-18T09:32:06+00:00Rosa Bunga Maria Pasaribur@gmail.comVebiyanti Sianturivan@gmail.comDesi Elisabet Mangunsongde@gmail.comTiurma Berasatiurmaberasa@gmail.com<p class="MdParagraph" style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="IN">Jurnal ini mengkaji urgensi dan strategi pembinaan warga gereja (PWG) yang berpusat pada keluarga sebagai "gereja kecil" (ecclesia domestica). Di tengah tantangan era modern, peran rumah tangga sebagai pusat pendidikan iman seringkali terabaikan. Melalui pendekatan kualitatif studi literatur, artikel ini menganalisis mengapa keluarga adalah fondasi utama pertumbuhan iman dan bagaimana gereja dapat secara efektif memberdayakan orang tua sebagai pendidik iman utama. Hasil penelitian ini menawarkan model PWG berbasis keluarga yang praktis, mudah dipahami, dan berdampak nyata dalam membentuk karakter Kristiani yang kokoh di setiap anggota keluarga. Diharapkan jurnal ini dapat menjadi panduan bagi gereja dan keluarga dalam mengembalikan fungsi mezbah keluarga di era kontemporer.</span></p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4325ANALISIS PERMASALAHAN DALAM PELAKSANAAN PEMBINAAN WARGA GEREJA DI ERA KONTEMPORER2026-05-18T10:39:34+00:00Tiurma Berasatiurmaberasa@gmail.comMiranda Nababanm@gmail.comReni Manalur@gmail.comRenna Manurungr@gmail.comRelita N. Situmorangr@gmail.com<p>Pembinaan warga gereja (PWG) merupakan elemen krusial dalam menjaga vitalitas dan relevansi gereja di tengah dinamika era kontemporer. Namun, pelaksanaannya seringkali dihadapkan pada berbagai permasalahan internal dan eksternal yang kompleks. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis masalah-masalah utama dalam pelaksanaan PWG, meliputi keterbatasan sumber daya manusia pembina, kurikulum yang kurang relevan, rendahnya partisipasi jemaat, serta fokus yang terlalu berpusat pada ritual. Selain itu, faktor eksternal seperti perkembangan teknologi digital, perubahan pola hidup masyarakat, pengaruh sekularisme dan pluralisme, serta masalah sosial-moral juga turut menjadi tantangan signifikan. Dengan pemahaman mendalam terhadap akar permasalahan ini, gereja diharapkan dapat merumuskan strategi pembinaan yang lebih holistik, kontekstual, dan efektif, guna menghasilkan warga gereja yang dewasa secara rohani, berkarakter Kristiani, dan berdampak positif bagi masyarakat.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4326PENGEMBANGAN KURIKULUM DENGAN MENURUT PENDEKATAN KURIKULUM BOBBIT DAN CHARTERS2026-05-18T12:11:08+00:00Icha Christian Silalahiichachristis@gmail.comSelfius Durs@gmail.comJustice Zeni Zari Panggabeanjun@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pendekatan pengembangan kurikulum menurut Franklin Bobbitt dan Werrett W. Charters serta relevansinya dalam pendidikan modern. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (<em>library research</em>) melalui pengumpulan data dari buku, jurnal ilmiah, dan berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Bobbitt menekankan analisis aktivitas kehidupan manusia sebagai dasar penyusunan kurikulum, sedangkan pendekatan Charters berfokus pada analisis tugas (<em>task analysis</em>) yang harus dikuasai peserta didik dalam kehidupan nyata. Kedua pendekatan tersebut memiliki persamaan dalam menekankan tujuan pendidikan yang jelas, pembelajaran yang sistematis, serta relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja. Selain itu, pendekatan Bobbitt dan Charters masih relevan dalam pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan pembelajaran kontekstual pada pendidikan modern, termasuk dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Dengan demikian, kedua pendekatan tersebut dapat menjadi dasar dalam merancang kurikulum yang efektif, aplikatif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi peserta didik secara holistik.</p>2026-05-18T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4330EFEKTIFITAS PEMBINAAN WARGA GEREJA TERHADAP PERTUMBUHAN SPIRITUALITAS REMAJA DI ERA KONTEMPORER2026-05-19T04:00:55+00:00Jetty Sitompulju@gmail.comDebora Giawade@gmail.comRosliani Astrir@gmail.comSartia Malaus@gmail.comTiurma Berasatiurmaberasa@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembinaan warga gereja terhadap pertumbuhan spiritualitas remaja di era kontemporer yang ditandai oleh pesatnya kemajuan teknologi digital, dominasi media sosial, dan pergeseran nilai-nilai sekuler. Dengan menggunakan pendekatan mixed-methods dan desain explanatory sequential, penelitian ini melibatkan survei terhadap 285 remaja berusia 13–19 tahun dari 12 gereja di wilayah urban dan suburban Indonesia pada tahap kuantitatif, serta Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam dengan 42 remaja dan 18 pembina gereja pada tahap kualitatif. Data dikumpulkan dari September 2025 hingga Februari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan warga gereja yang bersifat holistik, relasional, dan kontekstual memiliki efektivitas yang signifikan (p < 0,01) terhadap pertumbuhan spiritualitas remaja. Mentoring personal dan pemanfaatan platform digital kreatif menjadi faktor paling dominan, meskipun masih terdapat kesenjangan antara model pembinaan konvensional dengan kebutuhan remaja yang mendambakan dialog autentik dan terbuka. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pembinaan gereja tetap efektif sebagai sarana pertumbuhan rohani remaja apabila dilakukan dengan pendekatan adaptif dan hybrid yang mengintegrasikan kekuatan komunitas offline dengan kreativitas digital.</p>2026-05-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4335PERAN PEMBINAAN WARGA GEREJA DALAM MEMBENTUK KARAKTER DAN SPIRITUALITAS LINTAS GENERASI 2026-05-19T09:47:17+00:00Juwita Tasyah Sinagaju@gmail.comJenny Siregarju@gmail.comMarcella Sianiparm@gmail.comTiurma Berasatiurmaberasa@gmail.com<p>Penelitian ini menganalisis hambatan yang dihadapi oleh gereja dalam membina anggota jemaat, terutama remaja, di zaman digital. Kemajuan dalam teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan besar dalam cara hidup, interaksi sosial, dan pembentukan karakter bagi remaja. Gereja perlu menyesuaikan diri dengan kondisi ini agar proses pembinaan yang dilaksanakan tetap relevan dan berhasil. Metodologi yang diterapkan adalah kualitatif deskriptif dengan mengandalkan studi literatur. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi kehadiran konten negatif, perubahan nilai moral, berkurangnya interaksi langsung, serta kebutuhan akan metode pembinaan yang inovatif dan melibatkan partisipasi. Oleh sebab itu, gereja harus merancang strategi pembinaan yang secara positif mengintegrasikan teknologi digital, meningkatkan literasi digital remaja, serta menegaskan pentingnya komunitas dan contoh spiritual dalam membentuk karakter Kristen yang kuat di tengah banjir informasi yang deras.</p>2026-05-19T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4340PENDIDIKAN WARGA GEREJA DI TENGAH ARUS MODERNISASI DAN KEBEBASAN DIGITAL2026-05-20T11:48:32+00:00Septiana A. P. Samosirs@gmail.comLidia Butar Butarl@gmail.comLilis Purnama Zegal@gmail.comEbenezer Mendrofael@gmail.comTiurma Berasatiurmaberasa@gmail.com<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US">Modernisasi dan kebebasan digital telah membawa perubahan signifikan terhadap pendidikan warga gereja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak modernisasi dan kebebasan digital terhadap proses pendidikan dalam konteks keagamaan, khususnya pada komunitas gereja. Dalam era globalisasi ini, transformasi pada cara penyampaian pesan dan praktik keagamaan menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pengembangan pendidikan gereja. Selain itu, digitalisasi juga menciptakan ruang baru untuk interaksi dan pembelajaran, yang memungkinkan akses yang lebih luas terhadap sumber-sumber keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode wawancara dan survei sebagai teknik pengumpulan data yang akan memberikan pemahaman mendalam tentang persepsi warga gereja terhadap pendidikan di tengah arus modernisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, warga gereja cenderung menerima perubahan ini sebagai bagian dari proses pembaruan dalam kehidupan beragama mereka. Temuan ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada pengembangan strategi pendidikan yang lebih relevan dengan kebutuhan zaman.</span></p>2026-05-20T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4344ANALISIS PERBANDINGAN ANTARA METODE CERAMAH DAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENGALAMAN DALAM RETENSI MEMORI MAHASISWA 2026-05-21T02:25:36+00:00Khairunnisa Afaafkkas@gmail.comEllen Primael@gmail.com<p>Dunia pendidikan tinggi pasca-pandemi menghadapi tantangan pola pikir berupa penurunan rentang fokus mahasiswa akibat keterbiasaan terhadap media digital yang serba cepat. Kondisi ini memicu fenomena "amnesia akademik", di mana materi perkuliahan hanya sampai pada memori kerja (working memory) jangka pendek. Penelitian ini bertujuan untuk membedah secara membandingkan dua metode yaitu ceramah (auditif-pasif) dan pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning (aktif-praktik) dalam memengaruhi stabilitas retensi memori mahasiswa. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), data dikumpulkan melalui dokumentasi sistematis terhadap literatur relevan dan dianalisis menggunakan teknik menganalisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode ceramah memicu kegagalan enkode (encoding failure) dan beban kognitif berlebih (cognitive overload) yang berujung pada hafalan semu (surface learning). Sebaliknya, experiential learning terbukti mengoptimalkan kerja otak melalui integrasi multi-indrawi (multi-sensory integration) yang menyambungkan korteks visual, auditori, dan motorik. Keterlibatan aktif ini bertindak sebagai penjaga keseimbangan emosional dan intelektual yang mengunci pemahaman secara permanen (deep learning). Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi menuju pembelajaran berbasis pengalaman merupakan syarat wajib dalam mendorong kebijakan "Merdeka Belajar" guna mencetak lulusan dengan ketajaman memory recall yang mudah beradaptasi di lapangan.</p>2026-05-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4346STRATEGI PENGUATAN KOHESI SOSIAL MELALUI KOMUNIKASI ORGANISASI PADA DPD LVRI JAWA TIMUR DAN DPC LVRI SURABAYA 2026-05-21T04:41:19+00:00Ardian Yudi Kardianproi@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi penguatan kohesi sosial melalui komunikasi organisasi pada komunitas veteran Legiun Veteran Republik Indonesia dan Pemuda Panca Marga di Jawa Timur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berperan penting dalam memperkuat solidaritas sosial, loyalitas anggota, serta menjaga nilai nasionalisme dan persatuan. Strategi penguatan kohesi sosial dilakukan melalui silaturahmi rutin, kegiatan kebangsaan, aksi sosial, pemanfaatan media digital, dan kolaborasi lintas generasi. Tantangan globalisasi, perubahan pola komunikasi, dan faktor usia anggota dihadapi melalui strategi komunikasi adaptif. Penelitian ini menegaskan bahwa komunikasi organisasi efektif mampu menjaga keberlangsungan organisasi veteran dan memperkuat identitas kebangsaan masyarakat.</p>2026-05-21T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4351SOLIDARITAS DAN KEPATUHAN ANGGOTA DALAM ORGANISASI HMPS DAN JMPS: ANALISIS BERDASARKAN TEORI FAKTA SOSIAL DAN SOLIDARITAS “EMILE DURKHEIM”2026-05-22T09:10:20+00:00Reviana Ghestie La Christhierevianaghestie025@gmail.comArnelita Widiantian@gmail.comSyahdan Idzarulhaqs@gmail.comTriana Arinati Kusumadewiti@gmail.comAchmad Hufadan@gmail.comYani Achdianiy@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk solidaritas dan kepatuhan anggota dalam organisasi HMPS dan JMPS berdasarkan teori fakta sosial dan solidaritas yang dikemukakan oleh Émile Durkheim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memahami bagaimana aturan, nilai, dan budaya organisasi memengaruhi perilaku anggota dalam menjalankan peran serta tanggung jawabnya. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap anggota organisasi HMPS dan JMPS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas dalam kedua organisasi terbentuk melalui rasa kebersamaan, kerja sama, dan kesadaran kolektif yang berkembang dalam kegiatan organisasi. Selain itu, kepatuhan anggota terhadap aturan organisasi dipengaruhi oleh adanya fakta sosial berupa norma, tata tertib, serta tekanan moral yang mendorong anggota untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan organisasi. Solidaritas mekanik terlihat dari adanya kesamaan tujuan dan identitas antaranggota, sedangkan solidaritas organik tampak pada pembagian tugas dan peran yang berbeda dalam organisasi. Dengan demikian, teori fakta sosial dan solidaritas Émile Durkheim relevan dalam menjelaskan hubungan sosial, kepatuhan, dan integrasi anggota dalam organisasi mahasiswa.</p>2026-05-22T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4350KATEKESE GEREJAWI DI DESA MENANAMKAN NILAI KEJUJURAN DEMI MEMBENTUK KARAKTER ANTIKORUPSI2026-05-22T01:24:36+00:00Emilius Nardiemiliusnardi2905@mail.comApolonia Gumuran@gmail.comEufemia Priska Nginduel@gmail.comDesiderius H. Jehalude@gmail.comAelenora Halimaan@gmail.com<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih maraknya praktik korupsi yang menunjukkan lemahnya internalisasi nilai kejujuran dalam kehidupan masyarakat. Gereja sebagai lembaga pembinaan iman memiliki peran strategis melalui katekese gerejawi dalam menanamkan nilai kejujuran untuk membentuk karakter antikorupsi, khususnya di lingkungan desa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran katekese gerejawi dalam menanamkan nilai kejujuran serta dampaknya terhadap pembentukan karakter antikorupsi umat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi pastor, katekis, pengurus gereja, dan umat yang terlibat dalam kegiatan katekese. Hasil penelitian menunjukkan bahwa katekese gerejawi efektif dalam menanamkan nilai kejujuran melalui pendalaman Kitab Suci, refleksi iman, pembinaan kelompok, dan keteladanan pelayan gereja. Nilai kejujuran yang diinternalisasi berdampak pada meningkatnya sikap tanggung jawab, keterbukaan, dan integritas umat dalam kehidupan sosial. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa katekese gerejawi berkontribusi signifikan dalam pembentukan karakter antikorupsi berbasis komunitas religius di desa. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa gereja dapat menjadi model pendidikan karakter antikorupsi yang kontekstual dan berkelanjutan dalam masyarakat.</p>2026-05-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4354PERAN PEMBINAAN WARGA GEREJA DALAM MENINGKATKAN KEDEWASAAN IMAN JEMAAT2026-05-23T21:55:38+00:00Pelita Sihombingput@gmail.comSella Monika Manullangs@gmail.comNency Pasya Pratama Pasaribun@gmail.comRotua Delima Sinagade@gmail.comTiurma Berasatiurmaberasa@gmail.com<p>Pembinaan Warga Gereja (PWG) memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan gereja secara kualitas, terutama dalam membimbing jemaat menuju kedewasaan rohani. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji peran strategis PWG dalam membentuk iman dan karakter jemaat agar mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di era modern. Dengan menggunakan metode studi literatur, penelitian ini menelaah pemikiran para tokoh teologi seperti Ruth F. Selan dan J.L. Ch. Abineno mengenai pembinaan dan pendewasaan iman, serta mengaitkannya dengan ciri-ciri kedewasaan rohani dalam kehidupan jemaat. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan secara terarah, berkesinambungan, dan sesuai dengan kebutuhan jemaat dapat memperdalam pemahaman terhadap ajaran Alkitab, memperkuat kehidupan spiritual, serta membangun hubungan yang baik dalam persekutuan gereja. Selain itu, PWG yang berjalan dengan efektif juga mendorong jemaat untuk lebih aktif dalam pelayanan, memiliki komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai Kristiani, dan menampilkan karakter Kristus melalui kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, PWG menjadi sarana penting bagi gereja dalam mempersiapkan jemaat yang bertumbuh secara rohani, teguh dalam iman, dan mampu menjadi saksi Kristus di tengah masyarakat.</p>2026-05-23T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4358IMPLEMENTASI EVALUASI PROGRAM SUPERVISI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DI SMA NEGERI 1 PARMAKSIAN2026-05-24T22:30:43+00:00Rachel Simanjuntakreadsaa@gmail.comIngrit Nababanin@gmail.comTasya Hutagaolti@gmail.comIndah Pakpahanin@gmail.com<p>Mutu pendidikan merupakan indikator keberhasilan sekolah dalam memberikan pembelajaran yang efektif dan berkualitas.Salah satu upaya peningkatan mutu dilakukan melalui evaluasi program supervisi yang sistematis dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi evaluasi program supervisi di SMA Negeri 1 Parmaksian. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan informan kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa evaluasi supervisi dilaksanakan secara terencana melalui penetapan indikator, pelaksanaan supervisi akademik terjadwal, serta pembahasan hasil dalam forum sekolah. Tindak lanjut dilakukan melalui pembinaan guru dan perbaikan pembelajaran.Evaluasi supervisi berperan penting dalam memperkuat penjaminan mutu dan budaya refleksi sekolah.</p>2026-05-24T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4370KARYA PENEBUSAN YESUS KRISTUS DALAM PERSPEKTIF TEOLOGI2026-05-27T23:37:52+00:00Yolanda Lumban Gaolyayasa@gmail.comJerni Manurungju@gmail.comDommasia Padangput@gmail.comYusi Meriska Dongoranfar@gmail.com<p>Karya penebusan Yesus Kristus merupakan inti dari iman Kristen dan menjadi dasar utama dalam doktrin keselamatan. Penebusan menjelaskan bagaimana Allah, melalui Yesus Kristus, menyelamatkan manusia dari dosa dan memulihkan hubungan antara manusia dengan Allah. Tujuan dari kajian ini adalah untuk menjelaskan makna teologis dari karya penebusan Yesus Kristus serta implikasinya bagi kehidupan orang percaya. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan teologis dan studi literatur terhadap sumber-sumber teologi Kristen. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa karya penebusan Kristus dinyatakan melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Kematian Yesus di kayu salib dipahami sebagai pengorbanan yang menggantikan manusia berdosa serta menjadi sarana pendamaian antara manusia dengan Allah. Sementara itu, kebangkitan Kristus menunjukkan kemenangan atas dosa dan maut serta menjadi dasar pengharapan akan kehidupan kekal bagi orang percaya. Dengan demikian, karya penebusan Kristus tidak hanya membawa pengampunan dosa, tetapi juga memulihkan hubungan manusia dengan Allah dan memberikan kehidupan baru bagi umat percaya.Karya penebusan Yesus Kristus memiliki peranan yang sangat penting dalam teologi Kristen karena menjadi pusat dari keselamatan manusia. Pemahaman yang benar tentang penebusan Kristus akan menolong orang percaya untuk semakin memahami kasih karunia Allah serta hidup dalam iman, ketaatan, dan pengharapan akan kehidupan kekal.</p>2026-05-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4371PERAN ROH KUDUS DALAM KEHIDUPAN ORANG PERCAYA MENURUT PERJANJIAN BARU2026-05-27T23:51:51+00:00Sabar Rudisasasa@gmail.comYohana Febriyanti Saragihy@gmail.comGracia Micel Amalia SMJg@gmail.comWanda Lawina Sianturiw@gmail.comNensa Marbunn@gmail.com<p>Jurnal ini mengkaji peran Roh Kudus dalam kehidupan orang percaya sebagaimana diajarkan dalam Perjanjian Baru. Dengan menggunakan pendekatan eksegesis biblika dan teologi sistematis, penelitian ini menelusuri berbagai dimensi karya Roh Kudus yang meliputi: peran-Nya sebagai Penolong (Parakletos) dalam Injil Yohanes, karya-Nya dalam regenerasi dan pengudusan, kepemimpinan-Nya dalam kehidupan doa dan penyembahan, serta pemberian karunia-karunia rohani bagi pembangunan tubuh Kristus. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa Roh Kudus bukan sekadar kekuatan impersonal, melainkan Pribadi ilahi yang sepenuhnya terlibat dalam setiap aspek kehidupan spiritual orang percaya sejak kelahiran baru hingga akhir kehidupan. Perjanjian Baru secara konsisten menggambarkan orang percaya sebagai mereka yang hidup, berjalan, dan dipimpin oleh Roh, sehingga pemahaman yang tepat tentang Roh Kudus bersifat krusial bagi pertumbuhan rohani dan misi gereja.</p>2026-05-27T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4373AJARAN YESUS KRISTUS SEBAGAI DASAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DALAM PERJANJIAN BARU2026-05-28T00:06:59+00:00Sabar Rudi Sitompulrikab@gmail.comGracia Micel Amaliag@gmail.comFebriani Br Siregar,far@gmail.comIndah Tessalonikain@gmail.comNurmawati Aritonangn@gmail.comEsra Butar Butarel@gmail.comAndreas Eko Hermantoan@gmail.com<p>Ajaran Yesus Kristus dalam Perjanjian Baru merupakan dasar utama dalam Pendidikan Agama Kristen karena mengandung nilai-nilai ilahi yang membentuk iman, karakter, dan kehidupan orang percaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji ajaran Yesus sebagai landasan pendidikan Kristen, mencakup peran-Nya sebagai Guru Agung, isi ajaran, metode pengajaran, tujuan pendidikan, serta relevansinya dalam konteks masa kini. Hasil kajian menunjukkan bahwa ajaran Yesus berpusat pada kasih, kebenaran, dan nilai-nilai Kerajaan Allah, serta disampaikan melalui metode yang kontekstual, dialogis, dan transformatif. Ajaran tersebut tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga menghasilkan perubahan hidup yang nyata dalam iman, karakter, dan tindakan. Selain itu, ajaran Yesus memiliki relevansi yang kuat dalam pendidikan masa kini karena mampu menjawab tantangan moral, sosial, dan spiritual. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa ajaran Yesus Kristus merupakan fondasi utama yang tidak tergantikan dalam Pendidikan Agama Kristen untuk membentuk manusia yang beriman, berkarakter, dan bertanggung jawab.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4374EVALUASI DIGITAL DAN ASESMEN OTENTIK DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI ERA DIGITAL2026-05-28T00:16:08+00:00Tsaniyatus Sholihah250101210033@stundent.uin-malang.ac.idSamsul Susilawatisusilawati@pips.uin-malang.ac.idNurlaeli Fitriahnurlaily.fitriah@uin.malang.ac.id<p>Transformasi pesat teknologi digital telah mengubah secara mendasar praktik penilaian dan evaluasi di bidang pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Islam (PAI). Meskipun penelitian sebelumnya telah membahas evaluasi digital dan penilaian otentik secara terpisah, kerangka kerja integratif yang menggabungkan keduanya dalam konteks khusus PAI masih langka, terutama yang membahas prosedur implementasi praktis, hambatan, dan strategi solusi berbasis bukti. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pustaka sistematis, dengan menganalisis secara kritis 14 artikel jurnal yang terindeks di sinta, dilengkapi dengan buku teks yang relevan. Keunikan penelitian ini terletak pada sintesis temuan empirisnya untuk membangun kerangka kerja implementasi yang praktis dan terdiferensiasi bagi pendidik PAI di seluruh tingkat pendidikan. Tiga temuan utama muncul: (1) evaluasi digital yang berhasil mengikuti prosedur lima tahap perencanaan, pemilihan platform, pengembangan instrumen, administrasi, dan umpan balik meskipun terhambat oleh kesenjangan literasi digital dan keterbatasan infrastruktur yang dapat diatasi melalui program pembelajaran antar-rekan dan model evaluasi hibrida, (2) penilaian otentik secara signifikan meningkatkan pengukuran kompetensi holistik dalam PAI (kognitif +18,3%, afektif +23,7%, psikomotorik +19,2%), dengan tantangan reliabilitas yang dapat diatasi melalui rubrik digital terstandarisasi, dan (3) sinergi kedua pendekatan tersebut menghasilkan hasil yang lebih unggul ketika didukung oleh kebijakan institusional, pelatihan berkelanjutan, dan triangulasi multi-sumber untuk mengukur dimensi spiritual. Rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti, yang dibedakan berdasarkan tingkat pendidikan dan kapasitas infrastruktur, disediakan bagi pendidik PAI.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4377PEMAHAMAN DOSA DAN KESELAMATAN DALAM PERJANJIAN BARU2026-05-28T03:38:41+00:00Sabar Rudi Sitompulrikab@gmail.comSamsiahs@gmail.comKristianikris@gmail.comCiciliacah@gmail.comPutriput@gmail.comLin Trifenal@gmail.com<p>Pemahaman tentang dosa dan keselamatan merupakan salah satu pokok utama dalam teologi Perjanjian Baru. Konsep dosa menjelaskan kondisi manusia yang telah jatuh dan terpisah dari Allah akibat pelanggaran terhadap kehendak-Nya. Sementara itu, konsep keselamatan menunjukkan karya kasih karunia Allah yang bertujuan memulihkan hubungan manusia dengan Allah melalui Yesus Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara teologis pemahaman tentang dosa dan keselamatan dalam Perjanjian Baru serta menjelaskan bagaimana kedua konsep tersebut saling berkaitan dalam rencana keselamatan Allah bagi umat manusia. Dalam konteks tersebut, keselamatan dipahami sebagai karya anugerah Allah yang dinyatakan melalui kehidupan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus. Keselamatan diberikan kepada manusia melalui iman kepada Kristus, bukan melalui usaha atau perbuatan manusia. Perjanjian Baru juga menegaskan bahwa keselamatan memiliki dimensi yang luas, yaitu pembenaran oleh iman, pengudusan dalam kehidupan orang percaya, serta pengharapan akan kehidupan kekal bersama Allah. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pemahaman yang benar mengenai dosa dan keselamatan sangat penting bagi kehidupan iman orang percaya. Kesadaran akan dosa menuntun manusia untuk menyadari kebutuhan akan keselamatan, sedangkan pemahaman tentang keselamatan menegaskan kasih dan anugerah Allah yang dinyatakan melalui Yesus Kristus.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4378TIMOTIUS SEBAGAI TELADAN GURU MUDA DALAM MENGAJAR DAN MEMELIHARA IMAN BERDASARKAN 1 TIMOTIUS 4:122026-05-28T04:10:59+00:00Sabar Rudi Sitompulrikab@gmail.comNitran@gmail.comResnitar@gmail.comYesikay@gmail.comSamuels@gmail.comLaural@gmail.com<p>Penelitian ini membahas tentang Timotius sebagai teladan guru muda dalam mengajar dan memelihara iman berdasarkan 1 Timotius 4:12. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami makna teologis dari nasihat Rasul Paulus kepada Timotius serta relevansinya bagi guru muda dalam pelayanan pendidikan Kristen masa kini. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan melalui analisis teks Alkitab dan berbagai literatur teologi yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Timotius 4:12 menegaskan bahwa usia muda bukanlah penghalang untuk melayani Tuhan dan memimpin dalam pengajaran iman. Rasul Paulus menasihati Timotius untuk menjadi teladan bagi orang percaya dalam lima aspek penting, yaitu dalam perkataan, tingkah laku, kasih, kesetiaan, dan kesucian. Kelima aspek tersebut menunjukkan bahwa pelayanan pengajaran tidak hanya berfokus pada penyampaian pengetahuan teologis, tetapi juga pada keteladanan hidup yang mencerminkan nilai-nilai iman Kristen. Keteladanan tersebut menjadi dasar otoritas moral seorang guru dalam membimbing dan memelihara iman jemaat atau peserta didik.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4381IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN QUIZIZZ UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN AL-QUR’AN HADIS DI MAN 2 KEDIRI2026-05-28T13:09:10+00:00Imam Ali Musthofa Habibullahimama2936@gmail.com<p>Pembelajaran Al-Qur’an Hadis di madrasah masih cenderung didominasi metode konvensional, sehingga keaktifan dan hasil belajar peserta didik belum optimal; sementara itu, kajian yang secara spesifik menguji efektivitas media belajar Quizizz pada materi pembagian hadis berdasarkan kuantitas dan kualitasnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas X-B MAN 2 Kediri melalui pemanfaatan aplikasi Quizizz dalam pembelajaran Al-Qur’an Hadis. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 36 peserta didik. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan hasil evaluasi belajar, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar setelah penerapan Quizizz. Pada siklus I, nilai rata-rata peserta didik sebesar 59,861 dengan ketuntasan belajar 22,22%. Setelah perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata meningkat menjadi 79,861 dengan ketuntasan belajar 72,22%. Temuan ini membuktikan bahwa Quizizz efektif digunakan sebagai media pembelajaran interaktif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Al-Qur’an Hadis.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4383BEBAN MORAL PADA ANAK SEHAT DALAM KELUARGA DENGAN FOKUS PADA PENYALAHGUNAAN NAPZA2026-05-28T22:57:37+00:00Zara Zetira Hayatunnufuszarazetirah@student.upi.eduNur Salsabillah Ariyantin@gmail.comSyifa Salsabilas@gmail.comR Javier Brilliant Sasmitor@gmail.comGina Indah Permata Nastiag@gmail.com<p>Penyalahgunaan NAPZA tidak hanya merusak kondisi penggunanya, tetapi juga meninggalkan beban moral yang berat bagi anak sehat yang hidup dalam keluarga yang sama. Penelitian ini bertujuan untuk melihat lebih dalam bagaimana beban moral itu dialami oleh anak sehat, khususnya dari sisi emosional, kognitif, dan etis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan data yang dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur bersama konselor BNN Provinsi Jawa Barat. Dari hasil wawancara, ditemukan bahwa anak sehat kerap terjebak dalam peran yang seharusnya bukan milik mereka (<em>parentified child</em>), menghadapi kecemasan yang berkepanjangan, menarik diri dari lingkungan sosial, dan bergulat dengan dilema moral akibat stigma yang melekat pada keluarga pecandu. Dukungan dari keluarga dan keterlibatan lembaga seperti BNN menjadi faktor yang sangat menentukan dalam proses pemulihan. Penelitian ini menegaskan bahwa pemulihan dari dampak NAPZA tidak bisa hanya tertuju pada pecandunya saja, tetapi harus menyentuh perlindungan psikologis anak sehat yang selama ini menjadi korban yang tidak terlihat.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4384SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN: KONSTRUKSI IDENTITAS SANTRI PERKOTAAN DALAM TRADISI PESANTREN KILAT DAN PEMBELAJARAN NONFORMAL2026-05-28T23:47:42+00:00Muh. Hanifmuh.hanif@uinsaizu.ac.idNilma Sifanilmasifa159@gmail.com<p>Artikel ini membahas konstruksi identitas santri perkotaan dalam tradisi pesantren kilat dan pembelajaran nonformal melalui perspektif sosiologi lembaga pendidikan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya kegiatan pesantren kilat di sekolah perkotaan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana pembelajaran agama, tetapi juga menjadi ruang pembentukan identitas sosial dan keagamaan siswa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui motivasi siswa mengikuti pesantren kilat, perubahan perilaku keagamaan setelah kegiatan berlangsung, serta bentuk integrasi budaya populer dalam pembelajaran nonformal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa mengikuti pesantren kilat dipengaruhi oleh keinginan memperdalam agama, kewajiban sekolah, dorongan orang tua, dan pengaruh teman sebaya. Setelah kegiatan berlangsung, sebagian siswa mengalami perubahan perilaku seperti lebih rajin beribadah, menjaga ucapan, dan menggunakan simbol-simbol religius dalam kehidupan sehari-hari, meskipun perubahan tersebut tidak selalu bertahan lama. Pesantren kilat di lingkungan perkotaan juga memadukan pembelajaran agama dengan media populer seperti video islami, permainan edukatif, dan seminar motivasi agar lebih menarik bagi remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pesantren kilat menjadi ruang pembentukan identitas santri perkotaan yang bersifat adaptif, simbolik, dan dipengaruhi budaya modern.</p>2026-05-28T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4385PENGARUH FAKTOR CUACA TERHADAP EFISIENSI RUTE PELAYARAN: STUDI KASUS PADA KAPAL PENUMPANG SABUK NUSANTARA 43 DI PERAIRAN ROTE NDAO INDONESIA2026-05-29T02:43:34+00:00Alief Dhani Rahman Pradanaaliefdhanirahmanpradana9@gmail.comMudiyantomudiyanto@hangtuah.ac.idDedy Kristiawandedy.kristiawan@hangtuah.ac.id<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh faktor cuaca terhadap efisiensi operasional pelayaran KM. Sabuk Nusantara 43 di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur. Faktor cuaca yang diteliti meliputi kecepatan angin, tinggi gelombang, dan kecepatan arus, sedangkan efisiensi operasional diukur melalui efisiensi waktu tempuh dan konsumsi bahan bakar. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan verifikatif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada 30 awak kapal serta data sekunder dari BMKG dan logbook kapal. Analisis data menggunakan regresi linier sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor cuaca berpengaruh positif dan signifikan terhadap efisiensi operasional pelayaran dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 66,5%. Faktor yang paling dominan memengaruhi efisiensi operasional adalah tinggi gelombang karena berpengaruh langsung terhadap stabilitas kapal, kecepatan pelayaran, dan konsumsi bahan bakar. Penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi cuaca yang baik dapat meningkatkan efisiensi operasional kapal, sedangkan cuaca buruk menurunkan efisiensi pelayaran.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4387ANALISIS KESESUAIAN MATERI GEOGRAFI SMA DALAM KURIKULUM MERDEKA TERHADAP PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL STUDI LITERATUR2026-05-29T09:30:43+00:00Fatur Ramadhanfafafy@gmail.comMuhammad Rasya Maulanar@gmail.comNatasyah Nadillahn@gmail.comNurhafizahn@gmail.comSartikas@gmail.comIsmailis@gmail.com<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian materi Geografi SMA dalam Kurikulum Merdeka terhadap pembelajaran kontekstual. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanya kesenjangan antara tuntutan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dengan praktik pembelajaran Geografi di sekolah yang masih cenderung berorientasi pada penyampaian konsep secara teoritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh dari artikel ilmiah yang diakses melalui Google Scholar, Garuda, dan DOAJ dengan rentang tahun publikasi 2020–2025. Artikel dipilih berdasarkan kriteria inklusi yang meliputi kajian tentang Geografi SMA, Kurikulum Merdeka, dan pembelajaran kontekstual, sedangkan artikel yang tidak relevan serta terbit sebelum tahun 2020 dikeluarkan. Analisis data dilakukan menggunakan teknik content analysis untuk mengidentifikasi pola kesesuaian materi, implementasi pembelajaran, serta faktor yang memengaruhi keterkaitan antara keduanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual materi Geografi telah sejalan dengan prinsip Kurikulum Merdeka, khususnya dalam mendukung pengembangan literasi spasial dan keterampilan abad ke-21. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan ketidakkonsistenan dalam mengaitkan materi dengan konteks kehidupan nyata peserta didik. Kesenjangan tersebut dipengaruhi oleh kesiapan guru, kualitas bahan ajar, serta strategi pembelajaran yang belum sepenuhnya kontekstual. Kebaruan penelitian ini terletak pada sintesis komprehensif yang mengintegrasikan analisis terhadap materi, kesiapan guru, dan kualitas pembelajaran dalam satu kerangka kajian kontekstual.Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan integrasi materi dengan konteks lokal, peningkatan kompetensi guru, serta pengembangan bahan ajar berbasis kontekstual agar pembelajaran Geografi menjadi lebih relevan dan bermakna.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4388IMPLEMENTASI NILAI-NILAI INJIL DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI MAHASISWA DI KAMPUS STIPAS ST SIRILUS RUTENG2026-05-29T10:47:16+00:00Anatolia SaimanAnsaim08@gmail.comFaldisius MalusFaldymalus872@gmail.comFarnodius Diego Syukurfar@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi nilai-nilai injil dalam kehidupan sehari-harimahasiswa STIPAS St.Sirilus Ruteng. Nilai-nilai injil seperti kasih, kejujuran, pelayanan, kerendhan hari, tanggung jawab, dan solidaritas menjadi dasar penting dalam pembentukan karakter mahasiswa sabagai calon pelayan Gereja dan masyarakat. Penelitian ini munggunkan metode kuantitatif dengan Pendekatan deskriptif melalui observasi,wawancara, dan studi Pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sebagian besar mahasiswa telah telah mengimplementasikan nila-nilai injil dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap saling menghormati,keterlibatan dalam kegiatan sosial,disiplindalam tanggung jawab akademik,serta semangat pelayanan kepada sesama. Namun terdapat beberapa tantangan dalam penerapannya,seperti pengaruh lingkungan pergaulan,perkembangan teknologi digital, dan kurannya kesadaran pribadi dalam menghayati nila-nilai Injil secara konsisten. Oleh karena itu,diperlukan pembinaan iman dan pendampingan yang berkelanjutan agar mahasiswa mampu menghidupi nilai-nilaiInjil secara nyata dalam kehidupan pribadi maupun sosial.</p>2026-05-29T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4382MANAJEMEN KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH DALAM MENANAMKAN BUDAYA ORGANISASI MAJA LABO DAHU DI MTS AR-RIDWAN SAPE RAI OI2026-05-28T17:55:23+00:00Khairunnisa Tul Sholihatyulsholihah@gmail.comRuswanruswan@walisongo.ac.idFatah Syukurfsyukur@walisongo.ac.id<p>Lembaga pendidikan Islam saat ini dituntut memiliki benteng internal yang kokoh guna menghadapi pergeseran moral era globalisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi manajemen kepemimpinan kepala madrasah dalam menanamkan budaya organisasi berbasis kearifan lokal <em>Maja Labo Dahu</em> (Malu dan Takut) di MTs Ar-Ridwan Sape Rai Oi, berikut hambatan dan solusi yang dihadapi. Pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan kepala madrasah, guru, dan staf, serta melalui observasi partisipatif pasif dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menerapkan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Perencanaan dan internalisasi nilai dilakukan melalui pengondisian lingkungan (<em>formatting</em>) dan keteladanan (<em>uswah</em>) nyata dari kepala madrasah; (2) Fungsi pengawasan (<em>controlling</em>) bertransformasi menjadi pengawasan transendental berbasis kesadaran teologis (<em>self-assessment</em>) guru terhadap amanah profesinya; dan (3) Manifestasi nilai <em>Maja Labo Dahu</em> dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berhasil menggeser pendekatan hukuman (<em>punishment</em>) ke metode <em>modeling</em> (peniruan) yang humanis-dialogis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal Bima ke dalam manajemen modern mampu menciptakan akuntabilitas ganda, yaitu tanggung jawab publik sekaligus ketuhanan, yang meningkatkan kedisiplinan serta integritas madrasah secara organik.</p>2026-05-30T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4395VETERAN ADALAH GURU SEJARAH TERBAIK2026-05-31T09:22:41+00:00Fitri Sukawatifsukawati@gmail.comTina Trisana Andriani Silondaeti@gmail.comArdian Yudi Kan@gmail.com<p>Penelitian ini membahas peran veteran sebagai guru sejarah terbaik dalam refleksi Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 dengan tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara terhadap pengurus veteran dan organisasi kepemudaan (Pemuda Panca Marga). Hasil penelitian menunjukkan bahwa veteran memiliki peran penting sebagai pelaku dan saksi sejarah yang mampu menanamkan nilai nasionalisme, persatuan, disiplin, dan cinta tanah air kepada generasi muda. Di era digital, tantangan terhadap identitas nasional semakin meningkat akibat globalisasi dan rendahnya kesadaran sejarah generasi muda. Kehadiran veteran menjadi sumber pembelajaran sejarah yang kontekstual dan inspiratif dalam pendidikan karakter bangsa. Oleh karena itu, pelibatan veteran dalam pendidikan kebangsaan perlu diperkuat guna menjaga kedaulatan dan keberlanjutan bangsa Indonesia.</p>2026-05-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4402HUBUNGAN CERPEN “TANYAKAN PADA DIRI, APAKAH AKU KORUPSI” SEBAGAI MOTIVASI BELAJAR DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN KELAS IV DI SD NEGERI 173140 PAGAR BATU TAHUN AJARAN 20262026-06-02T10:56:31+00:00Rismauli Siagianr@gmail.comSentia R Simbolons@gmail.comMenanti R Manullangm@gmail.comAndar Gunawan Pasaribuandargunawanpsaribu@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cerpen "Tanyakan pada diri, apakah aku korupsi" sebagai motivasi belajar dalam Pendidikan Agama Kristen kelas IV di SD Negeri 173140 Pagar Batu Tahun Ajaran 2026. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri 173140 Pagar Batu yang berjumlah 20 siswa dan seluruhnya dijadikan sampel (total sampling). Instrumen penelitian menggunakan angket yang terdiri dari 25 butir pernyataan untuk variabel X (penggunaan cerpen) dan 25 butir pernyataan untuk variabel Y (motivasi belajar), sehingga total angket berjumlah 50 butir. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, angket, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan rumus korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan nilai r<sub>xy</sub> = 0,832 yang berarti terdapat hubungan yang sangat kuat dan positif antara penggunaan cerpen "Tanyakan pada diri, apakah aku korupsi" dengan motivasi belajar siswa dalam Pendidikan Agama Kristen kelas IV di SD Negeri 173140 Pagar Batu. Nilai rtabel dengan df = 18 pada taraf signifikansi 5% adalah 0,444, sehingga r<sub>hitung</sub> (0,832) > r<sub>tabel</sub> (0,444), maka H₀ ditolak dan Hₐ diterima. Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara penggunaan cerpen tersebut terhadap motivasi belajar PAK siswa kelas IV.</p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4404SAFE TEEN ( SEX AWARENESS FOR EVERYONE ): STRATEGI EDUKASI REMAJA DALAM MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS DAN DAMPAKNYA2026-06-02T13:06:22+00:00Salsabila Nur FaridahSalsabilanurfaridah2@gmail.comPrassanti Widya Pravitasariput@gmail.com<p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="IN" style="color: black;">Remaja merupakan kelompok yang rentan terhadap perilaku seksual berisiko akibat kurangnya pengetahuan mengenai kesehatan reproduksi, kesehatan mental, dan konsekuensi hukum yang berkaitan dengan seks bebas. Perilaku seks bebas dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti kehamilan tidak diinginkan, infeksi menular seksual (IMS), gangguan kesehatan mental, serta permasalahan hukum. Oleh karena itu, diperlukan upaya edukasi yang efektif untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai bahaya seks bebas. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">SAFE Teen (Sex Awareness For Everyone)</span></strong><span class="apple-converted-space"> </span>melalui media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas dari perspektif kesehatan fisik, mental, dan hukum. Kegiatan menggunakan desain<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">pre-experimental</span></strong><span class="apple-converted-space"> </span>dengan pendekatan<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">one group pretest-posttest design</span></strong>. Kegiatan dilaksanakan pada bulan April 2026 di SMK Gantra Kota Bandung dengan jumlah responden sebanyak 73 siswa. Pengukuran pengetahuan dilakukan menggunakan kuesioner sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) pemberian edukasi melalui media leaflet SAFE Teen. Data dianalisis menggunakan uji<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">Paired Sample t-test</span></strong><span class="apple-converted-space"> </span>dengan tingkat signifikansi 95% (α=0,05). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa rata-rata skor pengetahuan responden meningkat dari<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">62,14 ± 8,52</span></strong><span class="apple-converted-space"> </span>pada pretest menjadi<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">85,67 ± 6,31</span></strong><span class="apple-converted-space"> </span>pada posttest. Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample t-test menunjukkan nilai<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">p-value = 0,000 (p<0,05)</span></strong><span class="apple-converted-space"> </span>yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Peningkatan pengetahuan terjadi pada aspek kesehatan fisik, kesehatan mental, dan pemahaman mengenai konsekuensi hukum yang berkaitan dengan perilaku seks bebas. Edukasi<span class="apple-converted-space"> </span><strong><span style="font-weight: normal;">SAFE Teen (Sex Awareness For Everyone)</span></strong><span class="apple-converted-space"> </span>melalui media leaflet terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan remaja mengenai bahaya seks bebas dari perspektif kesehatan fisik, mental, dan hukum. Program edukasi kesehatan reproduksi yang komprehensif perlu dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya promotif dan preventif dalam mencegah perilaku seksual berisiko pada remaja.</span></p>2026-06-02T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4409PENGEMBANGAN KURIKULUM DENGAN LEARNER – CENTERED DESIGN2026-06-03T09:02:11+00:00Edelwis Pardosiede@gmail.comHesty Sinagadsasa@gmail.comHisardo Sitorusg@gmail.com<p>Kurikulum merupakan komponen penting dalam sistem pendidikan yang berfungsi sebagai pedoman dalam mencapai tujuan pembelajaran. Perkembangan paradigma pendidikan modern telah mendorong terjadinya pergeseran dari pendekatan yang berpusat pada guru (teacher-centered) menuju pendekatan yang berpusat pada peserta didik (learner-centered). Oleh karena itu, pengembangan kurikulum dengan pendekatan learner-centered design menjadi penting untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih aktif, bermakna, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konsep learner-centered design, prinsip dan model pengembangan kurikulum, langkah-langkah pengembangannya, kelebihan dan kelemahannya, serta implementasinya dalam Pendidikan Agama Kristen. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Data diperoleh melalui kajian berbagai buku, jurnal ilmiah, dan dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil kajian menunjukkan bahwa learner-centered design menempatkan peserta didik sebagai pusat pengembangan kurikulum dengan memperhatikan kebutuhan, minat, potensi, dan karakteristik mereka. Pendekatan ini memberikan berbagai keunggulan, seperti meningkatkan motivasi belajar, menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, serta mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah. Dalam Pendidikan Agama Kristen, pendekatan ini berkontribusi terhadap pertumbuhan iman, pembentukan karakter Kristiani, dan peningkatan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, learner-centered design dapat menjadi salah satu pendekatan yang efektif dalam pengembangan kurikulum untuk menjawab kebutuhan pendidikan abad ke-21.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4412PEMANFAATAN ENERGI SURYA UNTUK SISTEM SMART GARDEN BERBASIS IOT DENGAN APLIKASI BLYNK2026-06-03T11:01:12+00:00Abdul Ghani Sabilul Haqabb@gmail.comDimas Haifan Adibde@gmail.comMochammad Fauzan Yusufm@gmail.com<p>Keterbatasan waktu dan lahan di lingkungan perkotaan menyebabkan perawatan tanaman yang tidak konsisten, berakibat pada kondisi overwatering atau underwatering yang merugikan pertumbuhan tanaman. Makalah ini memaparkan perancangan dan analisis konseptual sistem Smart Garden berbasis Internet of Things (IoT) yang didukung energi surya sebagai sumber daya mandiri. Sistem mengintegrasikan sensor kelembapan tanah dan sensor DHT11 dengan mikrokontroler NodeMCU ESP8266 sebagai unit pemrosesan utama. Penyiraman otomatis diaktifkan berdasarkan nilai ambang batas kelembapan tanah yang telah ditentukan, sementara pemantauan real-time dan kendali jarak jauh diimplementasikan melalui aplikasi Blynk. Subsistem catu daya terdiri dari panel surya 10 Wp, charge controller PWM, dan baterai 12 V/7 Ah, dengan estimasi konsumsi energi harian sebesar 4,8 Wh dan otonomi baterai mencapai ±17,5 hari tanpa masukan surya. Kebaruan penelitian ini terletak pada integrasi lengkap antara subsistem sensing-aktuasi IoT, antarmuka Blynk, dan subsistem energi surya mandiri dalam satu arsitektur terpadu, disertai analisis kelayakan energi kuantitatif. Analisis konseptual menunjukkan sistem mampu mencegah overwatering dan underwatering, mengurangi ketergantungan listrik konvensional, serta mendukung pertanian perkotaan yang berkelanjutan.</p>2026-06-03T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4461TANTANGAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN INKLUSIF2026-06-08T08:32:26+00:00Desri Noer Laily12410522824@students.uin-suska.ac.idMiftahir Rizqam@gmail.comRatnaduhita Nabilah Azzahrar@gmail.comShinta Shaviras@gmail.com<p>Pendidikan inklusif adalah bentuk pendidikan yang bertujuan untuk memastikan terpenuhinya hak belajar semua siswa secara setara, termasuk siswa berkebutuhan khusus. Keberhasilan implementasinya dipengaruhi oleh efektivitas administrasi pendidikan, yang meliputi pengelolaan sumber daya manusia, fasilitas dan infrastruktur, pembiayaan, serta dukungan kebijakan dan regulasi yang memadai. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep administrasi pendidikan inklusif, mengidentifikasi berbagai tantangan yang muncul dalam implementasinya, dan menjelaskan kontribusi supervisi pendidikan dan pendekatan manajemen humanistik dalam mendukung keberhasilan pendidikan inklusif. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan meninjau berbagai hasil penelitian dan referensi ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan inklusif di Indonesia masih menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan fasilitas dan infrastruktur, dukungan pendanaan yang kurang optimal, kompetensi guru yang perlu terus dikembangkan, dan kendala sosial dan budaya seperti rendahnya pemahaman masyarakat dan munculnya stigma terhadap siswa berkebutuhan khusus. Dalam mengatasi berbagai tantangan tersebut, supervisi pendidikan memiliki fungsi strategis sebagai sarana pengembangan profesional melalui implementasi supervisi klinis dan supervisi kolaboratif yang dapat meningkatkan kapasitas guru sekaligus memperkuat budaya sekolah inklusif. Selain itu, manajemen yang berorientasi pada nilai-nilai humanistik melalui optimalisasi sumber daya, peningkatan kolaborasi antar pemangku kepentingan, dan evaluasi berkelanjutan merupakan faktor penting dalam mewujudkan pendidikan inklusif yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan adaptif yang menjawab beragam kebutuhan siswa.</p>2026-06-08T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4466EFEKTIVITAS GAME-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA : SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW2026-06-08T16:05:38+00:00Fauziah Nur Risqi Fajrinfauziahnurriski32@gmail.comHasanuddinhasanuddin@uin-suska.ac.id<p>Kemampuan berpikir kritis matematis siswa di Indonesia masih tergolong lemah, berdasarkan hasil PISA 2022 yang menempatkan Indonesia pada urutan 71 dari 81 negara. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-Based Learning/GBL) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang diterapkan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) dengan cara mengidentifikasi, menilai, dan menginterpretasi temuan-temuan penelitian dari berbagai artikel jurnal yang berkaitan. Artikel ditemukan menggunakan Publish or Perish dengan sumber dari Crossref dan Semantic Scholar, lalu disaring melalui penilaian kualitas sehingga menghasilkan 9 artikel jurnal yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GBL terbukti berhasil dan lebih baik dibandingkan model pengajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa, dengan nilai signifikansi yang stabil (p < 0,05). Keunggulan GBL semakin jelas saat dikombinasikan dengan media digital interaktif, yang dapat meningkatkan semua indikator berpikir kritis (interpretasi, analisis, inferensi, evaluasi) secara merata dengan kategori peningkatan tinggi (N-gain 0,78). Di samping itu, GBL juga sukses dalam meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, pemahaman konsep, dan kerjasama siswa. Integrasi GBL dengan model Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) menghasilkan hasil yang maksimal. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa GBL bukan hanya soal mendesain permainan bagi siswa, tetapi sebuah pendekatan pembelajaran yang terencana, berfokus pada siswa, dan mengharuskan guru untuk memanfaatkan kemajuan teknologi agar sesuai dengan tuntutan abad ke-21.</p>2026-06-10T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniorahttps://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4541PENGARUH PENERAPAN TARIF PAJAK EFEKTIF RATA RATA (TER) TERHADAP PERHITUNGAN PAJAK PPh 21 WAJIB PAJAK ORANG PRIBADI (STUDI KASUS CV A)2026-06-14T12:29:30+00:00Septia Najwa Lubisfsdsaas@gmail.comQatrun Nada Salsabilade@gmail.comCici Andrianivan@gmail.comDini Vientianicah@gmail.com<p>Pajak Penghasilan adalah jenis pajak yang kena pada penerimaan penghasilan wajib pajak dalam satu tahun pajak.PPh Pasal 21 merupakan berkas jenis PPh di mana sebagian wajib pajak dapat dikategorikan memiliki karakter tertentu Untuk memfasilitasi PPh Pasal 21, wajib pajak yang dimaksud harus menjadi orang pribadi, menerima penghasilan dari pekerjaan, dan memiliki hubungan kerja dengan perusahaan atau lembaga. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausal-komparatif untuk mengetahui pengaruh pengenaan PPh Pasal 21 terhadap beban pajak orang pribadi karyawan tetap perusahaan. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa TER memberikan nilai pengurangan pajak yang lebih rendah setiap bulan bagi karyawan yang berstatus tanggungan keluarga. Rangkuman yang disajikan menunjukkan bahwa kenaikan tarif PPh Pasal 21 memberikan penghematan sebesar Rp845.834 atau sekitar 6.9% dari total pajak yang terutang. Ini adalah bukti bahwa TER tidak hanya dapat menghemat waktu, tetapi juga dapat menghemat pajak bagi beberapa karyawan. Namun, tidak semua karyawan mendapatkan keuntungan dari penerapan TER.</p>2026-06-14T00:00:00+00:00Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora