Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu
<div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora</li> <li><strong>Initials </strong>: pediaqu</li> <li><strong>Frequency </strong>: January, April, July, October</li> <li><strong>Print ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629132263937" target="_blank" rel="noopener">2964-7142</a></li> <li><strong>Online ISSN </strong>: <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220628441084248" target="_blank" rel="noopener">2964-6499</a></li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: Muhammad Amin</li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: XX.XXXXX</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora, </strong>E-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220628441084248" target="_blank" rel="noopener">2964-6499</a>, P-ISSN : <a href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/20220629132263937" target="_blank" rel="noopener">2964-7142</a> accepts submissions of articles that provide insight into current and major related issues in education, social sciences and humanities. This journal provides a venue for researchers to discuss, pursue and promote knowledge in the emerging and developing fields of social science education and humanities. Articles can be written in English or Indonesian. This journal is published 1 year 4 times (<strong>January, April, July, October).</strong></p> <div> <p><strong style="font-size: 0.875rem;">Indexed by:</strong></p> </div> <div> <div> <table style="height: 133px;" width="688"> <tbody> <tr> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/gs.jpg" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/copernicus.png" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/garuda.jpg" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://journal.arimbi.or.id/public/site/images/admin/ddimension.png" alt="" width="250" height="94" /></td> <td style="width: 132.3px;"><img src="https://ijrs.globalacademic.id/public/site/images/admin/logo-crossref-0af0948db2947ab78e845e48f8963635.png" alt="" width="250" height="92" /></td> </tr> <tr> <td style="width: 132.275px;"><img src="https://ijrs.globalacademic.id/public/site/images/admin/logo-orcid-46b003aaebec558d495d8cd666a5d460.png" alt="" width="250" height="92" /></td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.275px;"> </td> <td style="width: 132.3px;"> </td> </tr> </tbody> </table> </div> </div>Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahhen-USJurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora2964-7142PENGARUH REGULASI DIRI TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA SANTRI PPPM (PONDOK PESANTREN PELAJAR DAN MAHASISWA) BAITUL MAKMUR SURABAYA
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4994
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi diri terhadap minat berwirausaha pada mahasiswa santri PPPM (Pondok Pesantren Pelajar dan Mahasiswa) Baitul Makmur Surabaya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya potensi minat berwirausaha pada santri, meskipun kegiatan kewirausahaan di lingkungan pesantren belum dilaksanakan secara rutin dan intensif. Regulasi diri dipandang sebagai kemampuan individu dalam mengatur waktu, mengendalikan perilaku, menjaga kedisiplinan, serta mengarahkan tindakan untuk mencapai tujuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Responden penelitian berjumlah 68 mahasiswa santri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan bantuan SPSS melalui statistik deskriptif, uji prasyarat, dan analisis regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat regulasi diri mahasiswa santri dominan berada pada kategori sedang sebesar 44,1%, sedangkan minat berwirausaha dominan berada pada kategori tinggi sebesar 51,5%. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,136 dengan nilai t hitung sebesar 1,731 dan nilai signifikansi sebesar 0,088. Karena nilai signifikansi lebih besar dari 0,05, regulasi diri tidak berpengaruh secara signifikan terhadap minat berwirausaha. Nilai R Square sebesar 0,043 menunjukkan bahwa regulasi diri hanya mampu menjelaskan 4,3% variasi minat berwirausaha, sedangkan 95,7% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian.</p>Nadia Putri MawardaniNiswatinKaton Galih SetyawanAsnimawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-222026-09-225441534167 IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DALAM PENGAJARAN BAHASA ARAB DI MI BAHRUL ULUM
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/4995
<p>Pemilihan judul Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Pengajaran Bahasa Arab di MI Bahrul Ulum dilatarbelakangi oleh urgensi penerapan kurikulum yang adaptif terhadap kebutuhan peserta didik, khususnya dalam konteks madrasah berbasis pesantren. MI Bahrul Ulum memiliki karakteristik kurikulum yang unik, dengan komposisi 70% muatan keagamaan dan 30% muatan umum. Bahasa Arab menjadi mata pelajaran kunci karena digunakan sebagai medium utama dalam memahami kitab kuning. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk mengkaji bagaimana kurikulum merdeka diimplementasikan dalam pengajaran Bahasa Arab yang terintegrasi dengan visi keagamaan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala madrasah, waka kurikulum, guru Bahasa Arab, serta siswa kelas 5. Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga aspek utama: bagaimana perencanaan implementasi kurikulum merdeka dilakukan, bagaimana pelaksanaannya dalam pembelajaran Bahasa Arab, serta apa saja tantangan yang dihadapi dalam proses tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang strategi dan dinamika implementasi kurikulum merdeka di tingkat madrasah ibtidaiyah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum merdeka di MI Bahrul Ulum telah berjalan dengan cukup baik, ditandai dengan fleksibilitas guru dalam memilih metode pembelajaran seperti ceramah, diskusi, drill, dan hafalan. Evaluasi dilakukan secara berkala melalui ulangan harian dan ujian semester. Namun, tantangan masih ditemukan, seperti keterbatasan sarana digital dan rendahnya dukungan belajar dari lingkungan rumah. Peneliti menyarankan agar madrasah memperkuat sinergi antara guru, orang tua, dan pengelola kurikulum untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran Bahasa Arab berbasis kurikulum merdeka.</p>La’aliul MahfudhohOktavia Ratnaningtyas
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-232026-09-235441684184FROM SCRUTINY TO SUPPORT: A PHENOMENOLOGICAL STUDY OF HOW ISLAMIC ACADEMIC SUPERVISION EMPOWERS TEACHER SELF-EFFICACY AND MOTIVATION
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5000
<p>This study aims to explore the psychological impact of principals' academic supervision on the self-efficacy and work motivation of Islamic elementary school (Madrasah Ibtidaiyah) teachers. Academic supervision is often positioned merely as an administrative instrument to measure teaching performance, while the psychological dimensions experienced by teachers during the process remain underexplored, particularly within the Islamic organizational culture of madrasah (Ambarita et al., 2014; Kamaludin et al., 2025). A qualitative phenomenological design was employed to capture the subjective meanings teachers attach to being supervised by their principal. Data were collected through in-depth interviews with seven informants (the principal, vice principal, and five teachers), participant observation during supervision sessions, and document review of supervision plans and follow-up reports. Data were analyzed following the reduction, display, and conclusion-drawing stages (Miles et al., 2014), combined with phenomenological thematic analysis. Five major themes emerged: (1) a shift in meaning from 'being watched' to 'being mentored'; (2) strengthened teaching self-efficacy through appreciative feedback; (3) intrinsic and extrinsic motivational boosts following supervision; (4) warm emotional relationships between principals and teachers; and (5) the internalization of Islamic brotherhood (ukhuwah) values and exemplary conduct within supervisory practice. These findings affirm that the effectiveness of academic supervision depends not only on technical-administrative aspects but is strongly shaped by the psychological and relational climate cultivated by the principal, consistent with the notion that self-efficacy develops through mastery experiences and social reinforcement (Bandura, 2002). The practical implication is the need to reorient academic supervision in madrasah from an evaluative model toward a humanistic, values-based mentoring model.</p>Hilwa BahriyahDita Yovieta DewiLaura ParamithaAndi Syamsudin TangRizki AmeliaZamroni
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-272026-09-275441854197 PENGARUH INTERAKSI EDUKATIF GURU PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMA NEGERI 2 TARUTUNG TAHUN PEMBELAJARAN 2026/2027
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5001
<p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh interaksi edukatif guru Pendidikan Agama Kristen terhadap motivasi belajar siswa kelas XII SMA Negeri 2 Tarutung Tahun Pembelajaran 2026/2027. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif inferensial. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII SMA Negeri 2 Tarutung yang berjumlah 273 orang. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 69 orang dengan menggunakan teknik <em>purposive Sampling</em>. Data dikumpulkan melalui angket tertutup. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan interaksi edukatif guru Pendidikan Agama Kristen terhadap motivasi belajar siswa kelas XII SMA Negeri 2 Tarutung. Hal tersebut diketahui dari hasil analisis data sebagai berikut: 1) Pengujian persyaratan analisis: a) Uji normalitas diperoleh nilai <em>Asymp. Sig. (2-tailed)</em> sebesar 0,200 > 0,05; b) Uji linearitas diperoleh nilai <em>Deviation from Linearity</em> sebesar 0,723 > 0,05. 2) Uji hipotesis: a) Uji koefisien korelasi diperoleh nilai rxy = 0,604, yang menunjukkan adanya hubungan positif antara variabel X dan variabel Y; b) Uji signifikansi hubungan diperoleh nilai thitung = 6,202 > ttabel = 1,668, sehingga terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y; c) Uji persamaan regresi diperoleh persamaan Ŷ = 43,039 + 0,343X; d) Uji hipotesis dengan menggunakan uji F diperoleh Fhitung = 38,464 > Ftabel = 3,982, sehingga Ha diterima dan H0 ditolak. 3) Uji koefisien determinasi diperoleh nilai R² = 36,5%. Dengan demikian, hasil penelitian menunjukkan bahwa 36,5% motivasi belajar siswa dipengaruhi oleh interaksi edukatif guru Pendidikan Agama Kristen, sedangkan 63,5% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.</p>Bombom PanjaitanDame Taruli SimamoraTiurma BarasaRida GultomDamayanti Br. Hombing
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-272026-09-275441984216PENGARUH KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU PAK TERHADAP MINAT BELAJAR PAK DAN BUDI PEKERTI SISWA KELAS VII SMP NEGERI 1 SIPOHOLON KECAMATAN SIPOHOLON KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN PEMBELAJARAN 2025/2026
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5003
<p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh positif dan signifikan Kompetensi Pedagogik Guru PAK Terhadap Minat Belajar PAK dan Budi Pekerti Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sipoholon Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2025/2026. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan statistik deskriptif dan inferensial. Populasi adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 1 Sipoholon Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2025/2026 berjumlah 160 orang dan ditetapkan sampel penelitian sebesar 25% dari populasi yaitu 40 orang dengan teknik sampel propabilitas. Data dikumpulkan menggunakan angket tertutup sebanyak 36 butir. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Kompetensi Pedagogik Guru PAK Terhadap Minat Belajar PAK dan Budi Pekerti Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sipoholon Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2025/2026, hal ini dibuktikan melalui analisa data berikut ini: 1) Uji persyaratan analisis: a) uji hubungan yang positif diperoleh nilai r<sub>xy</sub> = 0,595 > r<sub>tabel(=0,05,n=40) </sub>= 0,312. b) Uji hubungan yang signifikan diperoleh nilai t<sub>hitung</sub>= 4,564 > t<sub>tabel(=0,05,dk=n-2=38)</sub>= 2,021. 2) Uji pengaruh: a) Uji persamaan regresi, diperoleh persamaan regresi = 20,40 + 0,50X. b) Uji koefisien determinasi regresi (r<sup>2</sup>) = 35,4%. 3) Uji hipotesis dengan menggunakan uji F diperoleh F<sub>hitung</sub> > F<sub>tabel=(=0,05,dk pembilang k=</sub><sub>20</sub><sub>,dk penyebut=n-2=</sub><sub>40</sub><sub>-2=</sub><sub>38</sub><sub>)</sub> yaitu 20,78 > 1,51. Dengan demikian H<sub>a</sub> yaitu terdapat pengaruh yang positif dan signifikan Kompetensi Pedagogik Guru PAK Terhadap Minat Belajar PAK dan Budi Pekerti Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Sipoholon Kecamatan Sipoholon Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Pembelajaran 2025/2026 diterima dan H<sub>0</sub> yang menyatakan tidak terdapat pengaruh, ditolak.</p>Edwin Hendry. RDorlan NaibahoDame Taruli SimamoraAndar Gunawan PasaribuJulita Herawati P
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-282026-09-285442174242ANALISIS BIMBINGAN ROHANI DALAM MEMANFAATKAN MEDIA SOSIAL DI PEMUDA/PEMUDI GEREJA HKBP SIPANGE
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5004
<p>Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan dalam kehidupan pemuda gereja, khususnya dalam cara berkomunikasi, membangun relasi, dan menjalankan pelayanan. Media sosial tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga memiliki potensi sebagai media pelayanan gereja dalam menyampaikan pesan rohani dan membangun keterlibatan pemuda. Namun, pemanfaatan media sosial dalam pelayanan membutuhkan pendampingan agar tetap sesuai dengan nilai-nilai kekristenan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk dan proses bimbingan rohani, peran pembimbing rohani, serta pemanfaatan media sosial sebagai sarana pelayanan pemuda/pemudi Gereja HKBP Sipange. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pembimbing rohani, pelayan gereja, serta pemuda/pemudi yang terlibat dalam kegiatan pelayanan. Data dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bimbingan rohani di Gereja HKBP Sipange dilakukan melalui ibadah pemuda, doa bersama, pembacaan firman Tuhan, renungan, diskusi, serta pendampingan secara langsung. Pembimbing rohani berperan dalam memberikan arahan, dukungan, dan pembinaan agar pemuda mampu memahami serta menerapkan nilai-nilai kekristenan dalam kehidupan sehari-hari. Media sosial dimanfaatkan sebagai sarana pelayanan melalui pembuatan dan penyebaran konten rohani yang melibatkan kreativitas pemuda. Meskipun terdapat kendala dalam pelaksanaannya, media sosial dapat menjadi sarana pendukung pelayanan gereja apabila diarahkan melalui bimbingan rohani yang berkelanjutan.</p>Susilawati Panjaitan
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-282026-09-285442434251KEDUDUKAN KETERAMPILAN ISTIMA’ DALAM PEMBELAJARAN BAHASA ARAB
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5007
<p>Keterampilan istima’ atau menyimak menempati kedudukan yang mendasar dalam pembelajaran bahasa Arab karena pada umumnya menjadi keterampilan pertama yang dihadapi pembelajar sebelum berbicara, membaca, dan menulis. Artikel ini membahas kedudukan istima’ di antara empat keterampilan berbahasa Arab, kendala yang biasa dihadapi pembelajar dalam mengembangkannya, serta strategi yang menurut penelitian-penelitian sebelumnya terbukti efektif dalam mendukung penguasaannya. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan, yaitu penulis mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel yang terbit di jurnal pendidikan bahasa Arab pada rentang tahun 2014 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa istima’ berfungsi sebagai pintu masuk untuk mengenali bunyi, kosakata, struktur kalimat, dan makna kontekstual, sehingga menjadi dasar bagi keterampilan berbicara, membaca, dan menulis untuk berkembang secara bertahap. Pembelajar umumnya mengalami kesulitan pada kecepatan pengucapan yang belum terbiasa didengar, keterbatasan kosakata, dan minimnya paparan terhadap bahasa Arab lisan yang autentik, terutama di luar lingkungan penutur asli. Beberapa strategi seperti penggunaan media audio visual, latihan menyimak berulang, dan pendekatan komunikatif dilaporkan mampu meningkatkan pemahaman menyimak. Artikel ini menyimpulkan bahwa istima’ memerlukan perhatian yang sengaja dan terstruktur dalam pengajaran bahasa Arab, bukan dianggap sebagai keterampilan yang akan berkembang sendiri seiring berjalannya waktu.</p>Oktavia RatnaningtyasZahwa Aliyatur Rofi’ahCharine FirlyaNajmatul Ulya
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-292026-09-295442524260ANALISIS EKSISTENSI KONTEN DIGITAL TERHADAP NORMALISASI LGBT DI KALANGAN PELAJAR
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5008
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis eksistensi konten digital terhadap normalisasi LGBT di kalangan pelajar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini merupakan pelajar di MAN 2 Kota Madiun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten LGBT banyak ditemukan pada platform digital seperti TikTok, Instagram, X, dan YouTube dalam bentuk konten biografi, aktivitas sosial, serta hiburan. Konten tersebut memengaruhi cara pandang pelajar terhadap isu LGBT. Respon pelajar terhadap keberadaan konten LGBT cenderung beragam, mulai dari sikap netral, terbuka, hingga tetap berpegang pada nilai sosial, budaya, dan agama yang berlaku di masyarakat. Berdasarkan hasil penelitian, media digital memiliki peran penting dalam membentuk persepsi pelajar terhadap isu LGBT. Oleh karena itu, diperlukan literasi digital serta pengawasan dari keluarga, sekolah, dan masyarakat agar pelajar dapat menggunakan media sosial secara bijak.</p>NurhudaAlif Seftya RomadhonAlmira Mu’aafii Elvaretta RamadhaniIcha Olyvia Deni AgustinKholifatul Mahmudah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-302026-09-305442614269TARIAN MAENA DALAM TRADISI ADAT PERNIKAHAN SUKU NIAS: SEBUAH KAJIAN TEOLOGI ESTETIKA
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5009
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna Tarian Maena dalam tradisi adat pernikahan suku Nias serta menganalisisnya dari perspektif teologi estetika. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi pustaka. Informan penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh adat sekaligus penatua gereja, pendeta, dan masyarakat yang terlibat dalam kehidupan budaya Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tarian Maena dalam pernikahan tidak sekadar berfungsi sebagai hiburan, tetapi menjadi ungkapan sukacita dan syukur, media pewarisan budaya dan identitas, ruang partisipasi sosial, serta simbol persatuan dan solidaritas komunal. Dari perspektif teologi estetika, keindahan Maena tidak hanya terletak pada gerakan, irama, syair, busana, dan formasi, tetapi juga pada kebersamaan yang terbentuk melalui keterlibatan keluarga, kerabat, dan masyarakat. Keindahan tersebut dapat direfleksikan dalam terang iman Kristen melalui nilai persekutuan, kasih, sukacita, syukur, persatuan, solidaritas, penghormatan terhadap sesama, dan tanggung jawab terhadap budaya. Dengan demikian, Maena dapat dipahami sebagai bentuk penghayatan iman yang kontekstual, dengan catatan bahwa pemaknaan budaya tetap dilakukan secara kritis dalam terang Injil.</p>Fa’atulo GuloBernhardt Siburian
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-09-302026-09-305442614267PERANAN ORANG TUA KRISTEN DALAM PERKEMBAGAN BAHASA ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD ANUGRAH GKPI PEARAJA TARUTUNG
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5011
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peranan orang tua Kristen dalam perkembangan berbahasa anak usia 5-6 tahun Di paud anugerah GKPI pearaja Tarutung. Latar belakang penelitian ini adalah kurangnya stimulasi berbahasa yang berbasis nilai Kristiani di lingkungan keluarga, padahal usia 5-6 tahun merupakan masa emas perkembangan bahasa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Subjek penelitian adalah 4 orang tua dan 4 anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peranan orang tua Kristen meliputi: (1) sebagai teladan berbahasa yang baik dan sopan, (2) sebagai fasilitator dengan menyediakan media seperti buku cerita Alkitab anak, (3) sebagai motivator melalui doa bersama, bernyanyi lagu rohani, dan bercerita sebelum tidur, (4) sebagai pembimbing dengan mengoreksi ucapan anak secara kasih. Perkembangan berbahasa anak terlihat meningkat pada aspek kosa kata, kemampuan bercerita, dan keberanian mengungkapkan pendapat.</p>Agnes Berliana TampubolonUranus ZamiliAdiani Hulu
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-012026-10-015442684282 KAJIAN STRATEGI KAWASAN PULAU SIBANDANG DALAM MENCAPAI ANUGERAH DESA WISATA INDONESIA (ADWI) SEBAGAI DESTINASI GREEN TOURISM DI KABUPATEN TAPANULI UTARA
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5013
<p>Stategi penting dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan pada kawasan desa wisata. Pulau Sibandang di Kabupaten Tapanuli Utara memiliki potensi alam, budaya, sejarah, pertanian, dan ekonomi kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi kawasan Pulau Sibandang dalam mencapai Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024 sebagai destinasi green tourism. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan mengkaji strategi yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan kawasan Pulau Sibandang dilakukan melalui pengelolaan lingkungan, pemberdayaan kelembagaan dan sumber daya manusia, penerapan green tourism, pelestarian budaya lokal, pemanfaatan media promosi, serta optimalisasi potensi wisata berkontribusi dalam mencapai Anugerah Desa Wisata (ADWI) 2024. Penelitian ini merekomendasikan pengelolaan yang lebih terencana dalam penguatan amenitas dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.</p>Dita LarissaTio Rj NadeakAde Putera Arif PanjaitanAprilliana Lase
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-022026-10-025442834295PASANG SURUT MINAT KUNJUNGAN WISATAWAN KE PANTAI SIALANG BUAH KABUPATEN SERDANG BEDAGAI
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5014
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pasang surut minat kunjungan wisata di Pantai Sialang Buah, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian dilatarbelakangi oleh adanya fluktuasi jumlah kunjungan wisatawan yang dipengaruhi oleh berbagai aspek dalam pengelolaan destinasi wisata. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap kepala desa sebagai informan kunci, pengelola wisata sebagai informan utama, serta wisatawan sebagai informan pendukung. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasang surut minat kunjungan wisata dipengaruhi oleh lima faktor utama, yaitu daya tarik wisata, aksesibilitas, fasilitas, promosi, dan pelayanan. Daya tarik wisata berupa keindahan pantai, suasana yang nyaman, serta aktivitas nelayan menjadi alasan utama wisatawan berkunjung. Akses menuju lokasi relatif mudah dijangkau, namun masih memerlukan perbaikan pada beberapa ruas jalan. Fasilitas wisata tergolong cukup memadai, tetapi masih perlu ditingkatkan, terutama kebersihan, toilet, tempat sampah, area parkir, dan sarana pendukung lainnya. Promosi destinasi belum dilakukan secara optimal sehingga jangkauan informasi kepada masyarakat masih terbatas. Sementara itu, pelayanan yang ramah dari pengelola dan masyarakat memberikan kesan positif bagi wisatawan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas fasilitas, promosi yang lebih efektif, serta pengelolaan destinasi yang berkelanjutan menjadi upaya penting untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan ke Pantai Sialang Buah.</p>Gabby Ribkamawaty SiburianLiyus WaruwuAde Putera Arif PanjaitanSudirman LaseDavid Fero
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-022026-10-025442964312PERAN MASYARAKAT LOKAL DALAM MENINGKATKAN KUNJUNGAN PARIWISATA DI DESA BAWOMATALUO KABUPATEN NIAS SELATAN TAHUN 2026
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5015
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis peran masyarakat lokal dalam meningkatkan kunjungan pariwisata di Desa Bawomataluo Kabupaten Nias Selatan Tahun 2026. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan kepala desa, tokoh adat, pengelola wisata, masyarakat setempat, dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lokal berperan dalam mendukung peningkatan kunjungan wisata, melalui pelestarian budaya, pemeliharaan rumah adat Omo Hada dan tradisi Fahombo Batu, menjaga kebersihan dan keamanan, memberikan pelayanan kepada wisatawan , serta menyediakan usaha pendukung seperti homestay, kuliner, souvenir, pemandu wisata, dan transportasi lokal. Keterlibatan masyarkat masyarakat juga berdampak pada peningkatan pendapatan dan peluang kerja. Namun, masih terdapat kendala berupa keterbatasan sarana prasarana, promosi digital, sumber daya manusia, kemampuan Bahasa asing, anggaran serta keterlibatan masyrakat yang belum merata. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas masyarakat, promosi digital, perbaikan fasilitas, pengembangan paket wisata budaya, dan sinergi antar pemangku kepentingan.</p>Eyendri HondoSudirman LaseMasniar Hernawaty SitorusMaringan SinambelaErika Christin Panggabean
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-032026-10-035443134320PENGARUH LAYANAN HOSPITALITY RAMAH DISABILITAS TERHADAP PERSEPSI WISATAWAN DI BANDAR UDARA RAJA SISINGAMANGARAJA XII
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5016
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis layanan hospitality ramah disabilitas dan persepsi wisatawan serta mengetahui pengaruh layanan hospitality ramah disabilitas terhadap persepsi wisatawan di Bandar Udara Raja Sisingamangaraja XII. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan inferensial. Sampel penelitian berjumlah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, dokumentasi, dan kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, uji reliabilitas, analisis deskriptif, uji normalitas, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel. Nilai rata-rata layanan hospitality ramah disabilitas sebesar 4,17 dan persepsi wisatawan sebesar 4,14, yang berada pada kategori baik. Pada variabel layanan hospitality ramah disabilitas, indikator bantuan petugas memperoleh nilai rata-rata tertinggi sebesar 4,21, sedangkan informasi dan komunikasi memperoleh nilai terendah sebesar 4,08. Hasil analisis regresi dalam skripsi menunjukkan bahwa layanan hospitality ramah disabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap persepsi wisatawan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05. Koefisien determinasi yang tercantum dalam hasil penelitian sebesar 0,914 atau 91,4%. Temuan ini menunjukkan pentingnya pelayanan yang ramah, responsif, mudah diakses, dan komunikatif dalam membentuk pengalaman serta persepsi positif wisatawan terhadap pelayanan bandar udara.</p>Tessalonika HutapeaMery SilalahiElvri SimbolonMasniar Hernawaty SitorusAde Putera Arif Panjaitan
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-032026-10-035443214327UPAYA MASYARAKAT DALAM MEMPROMOSIKAN ULOS HARUNGGUAN MUARA SEBAGAI DAYA TARIK WISATA BUDAYA DI PULO SIBANDANG DESA PAPANDE KECAMATAN MUARA KABUPATEN TAPANULI UTARA
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5017
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya masyarakat dalam mempromosikan Ulos Harungguan Muara sebagai daya tarik wisata budaya di Pulo Sibandang, Desa Papande, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan melibatkan penenun Ulos Harungguan Muara, masyarakat Desa Papande, pengelola wisata atau Pokdarwis, tokoh adat, dan kepala desa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ulos Harungguan Muara memiliki potensi sebagai daya tarik wisata budaya karena mengandung nilai sejarah, filosofi, sosial, ekonomi, keunikan motif dan warna, serta proses pembuatan yang masih dilakukan secara tradisional. Masyarakat berperan sebagai pelaku utama, penyedia atraksi wisata melalui kegiatan menenun, penyampai informasi, pelaku ekonomi, serta pelestari budaya dan lingkungan. Promosi telah dilakukan melalui pameran, kegiatan UMKM, fashion show, penyampaian informasi secara langsung, media sosial seperti Instagram dan TikTok, serta kerja sama dengan pemerintah, Pokdarwis, kelompok penenun, pelaku pariwisata, dan pihak Dame Ulos. Namun, promosi belum teratur, terstruktur, dan berkelanjutan. Kendala yang ditemukan meliputi belum jelasnya identitas dan keaslian produk, keterbatasan aksesibilitas dan fasilitas pendukung, kondisi kebersihan lingkungan, rendahnya kesadaran sebagian masyarakat, keterbatasan kemampuan digital, keterbatasan pelatihan, dan belum adanya kegiatan khusus Ulos Harungguan Muara yang dilakukan secara konsisten. Pengembangan selanjutnya perlu diarahkan pada penguatan identitas produk, atraksi menenun, promosi digital, kerja sama antarpihak, event budaya, peningkatan kondisi lingkungan, dan pengembangan paket wisata budaya.</p>Sondang Paulina PasaribuTio RJ NadeakDavid FeroMery SilalahiBambang T.J Hutagalung
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-032026-10-035443284336 PERAN PERKUMPULAN KELUARGA MASYARAKAT NIAS (PKMN) DALAM REVITALISASI BUDAYA NIAS DI PERANTAUAN: STUDI KASUS DI KECAMATAN TARUTUNG, KABUPATEN TAPANULI UTARA
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5018
<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Perkumpulan Keluarga Masyarakat Nias (PKMN) dalam revitalisasi budaya Nias di perantauan, proses negosiasi identitas budaya masyarakat Nias, serta faktor pendukung dan penghambat revitalisasi budaya di Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus PKMN, tokoh adat, anggota PKMN, masyarakat Nias, dan generasi muda Nias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PKMN berperan dalam mempertahankan dan merevitalisasi budaya Nias melalui kegiatan adat, penguatan solidaritas sosial, pelestarian bahasa dan nilai budaya, serta pelibatan generasi muda. Negosiasi identitas budaya terlihat dalam penyesuaian praktik perkawinan dan bowo, peran uwu atau paman dalam kekerabatan, pelaksanaan adat dan ritual, serta penggunaan bahasa Nias. Penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi, kehidupan sosial, dan tuntutan modernitas, tetapi tetap mempertahankan nilai penghormatan kepada orang tua, keluarga, solidaritas, dan tanggung jawab sosial. Temuan tersebut dianalisis menggunakan perspektif modernitas refleksif Anthony Giddens yang melihat tradisi sebagai sesuatu yang terus dievaluasi dan ditata kembali sesuai perubahan sosial. Dengan demikian, PKMN tidak hanya berfungsi sebagai organisasi sosial, tetapi juga menjadi ruang negosiasi budaya secara reflektif dalam mempertahankan identitas masyarakat Nias di perantauan.</p>Djerin ZalukhuRusmauli SimbolonWensdy SitindaonMasniar H. SitorusOmta Purba
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-032026-10-035443374356PERAN LIAISON OFFICER DALAM PENYELENGGARAAN JONG BATAKS ARTS FESTIVAL EDISI KE-XII OLEH RUMAH KARYA INDONESIA
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5019
<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami tentang bagaimana Liaison Officer menjalankan perannya dalam memfasilitasi dan juga mengoordinasikan komunikasi antara panitia acara dengan para pihak eksternal yang telibat selama penyelenggaraan acara Jong Bataks Arts Festival Edisi ke-XII oleh Rumah Karya Indonesia dan juga mengidentifikasi apa saja yang menjadi hambatan yang dihadapi oleh Liaison Officer serta cara mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara mendalam kepada informan penelitian, observasi dan dokumentasi yang akan menjadi sumber datanya. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa Liaison Officer dalam penyelenggaraan Jong Bataks Arts Festival Edisi ke-XII menjalankan perannya melalui tahapan pra-event, tahapan pelaksanaan dan tahapan pasca-event. Dengan demikian, Liaison Officer memegang perab yang penting dalam mendukung kelancaran dalam penyelenggaraan Jong Bataks Arts Festival Edisi ke-XII dalam mendukung keefektivitasan dan kelancaran komunikasi antara pihak eksternal dengan panitia acara dapat berjalan dengan baik.</p>Pernando PanjaitanMery SilalahiRusmauli SimbolonYulia Kurnia Sari SitepuDavid Fero
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-032026-10-035443574368PENGEMBANGAN BAHAN AJAR FLIPBOOK INTERAKTIF BERBASIS AI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII PADA MATERI AKTIVITAS MANUSIA ZAMAN PRAAKSARA
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5021
<p>Penelitian ini dilakukan sebagai respon terhadap tidak adanya bahan ajar digital berbasis AI pada pembelajaran IPS. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kelayakan, kepraktisan, serta efektivitas bahan ajar <em>flipbook</em> interaktif berbasis AI pada materi aktivitas manusia zaman praaksara. Menggunakan metode <em>research and development</em> dengan model ADDIE (<em>analyze, design, development, implementation, evaluation</em>). Penelitian dilakukan di SMP Negeri 9 Surabaya dengan subjek siswa kelas VII-B. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, dokumentasi, dan tes hasil belajar dengan instrumen berupa lembar wawancara, lembar observasi, lembar angket, dan soal tes. Menggunakan analisis kualitastif, kuantitatif, dan analisis hasil tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Bahan ajar dinilai sangat layak dengan presentase penilaian ahli media sebesar 87% serta ahli materi sebesar 89%; (2) Bahan ajar dinilai sangat praktis berdasarkan penilaian guru IPS dengan presentase sebesar 98%; (3) Bahan ajar mendapatkan respon positif dari siswa dengan perolehan presentase angket sebesar 88%. Hasil uji <em>paired sample t-test</em> memperoleh nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar siswa sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar. Hasil uji N-Gain sebesar 0,6088, artinya peningkatan hasil belajar berada pada kategori sedang dengan tingkat efektivitas 60,88% atau dalam kategori cukup efektif. Dapat disimpulkan bahwa bahan ajar <em>flipbook</em> interaktif berbasis AI dinyatakan sangat layak dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPS serta menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa dengan tingkat N-Gain Score dalam kategori sedang dan N-Gain Persen dalam kategori cukup efektif. Peneliti menyarankan agar bahan ajar ini dikembangkan dengan cakupan materi yang lebih beragam.</p>Jihan Aurelia PermataNiswatinKaton Galih SetyawanAsnimawati
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-062026-10-065443694385PERANAN DAKWAH MODHI DALAM MEMBANGUN TATANAN NILAI AGAMA DAN BUDAYA DESA KEMBAR MAMINASA KECAMATAN MANGINTI KABUPATEN MUNA BARAT
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5022
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peran Modhi sebagai tokoh agama sekaligus pemimpin adat dalam menjaga keseimbangan antara nilai-nilai Islam dan budaya lokal masyarakat Desa Kembar Maminasa, Kecamatan Maginti, Kabupaten Muna Barat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan dakwah Modhi dalam membangun tatanan nilai agama dan budaya, mengkaji keterhubungan antara nilai keagamaan dan tradisi lokal, serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan dakwah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala desa, Modhi, Imamu, Hatibi, dan masyarakat Desa Kembar Maminasa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dakwah Modhi berperan dalam memperkuat nilai keagamaan dan budaya melalui keteladanan, pembinaan keagamaan, serta pelaksanaan dakwah amar ma’ruf nahi munkar. Pendekatan dakwah yang harmonis mampu menghubungkan ajaran Islam dengan tradisi lokal, menjaga harmoni sosial, memperkuat identitas budaya, dan mendorong transformasi budaya yang selaras dengan ajaran Islam. Namun, pelaksanaan dakwah menghadapi hambatan berupa perubahan sosial, rendahnya partisipasi masyarakat, kultur yang menyimpang, modernisasi, serta peran ganda Modhi sebagai pemimpin agama dan adat. Temuan ini menunjukkan bahwa dakwah berbasis budaya dapat menjadi pendekatan strategis dalam mempertahankan nilai agama sekaligus melestarikan budaya lokal.</p>BambangYa'kubDahlan Lama Bawa
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-072026-10-075443864400CHILD GROOMING SEBAGAI ISU SOSIAL: ANALISIS PERSPEKTIF DARI MASYARAKAT DESA SUMORAME
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5026
<p>Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola interaksi sosial masyarakat dan menghadirkan bentuk penyimpangan sosial baru, salah satunya <em>child grooming</em>. <em>Child grooming</em> merupakan proses pendekatan dan manipulasi yang dilakukan orang dewasa terhadap anak untuk membangun kepercayaan dan kedekatan emosional yang dapat mengarah pada eksploitasi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perspektif masyarakat Desa Sumorame terhadap fenomena <em>child grooming</em> sebagai bentuk kekerasan seksual terhadap anak serta menganalisis perspektif masyarakat terhadap faktor yang dipandang berkaitan dengan terjadinya <em>child grooming</em>. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara dengan masyarakat Desa Sumorame yang dipilih secara <em>purposive</em> berdasarkan pengetahuan, pengalaman, dan keterlibatan sosial yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña. Teori <em>Labelling </em>Howard S. Becker digunakan untuk menganalisis perspektif masyarakat terhadap perilaku, pelaku, dan korban, sedangkan <em>Four Preconditions Model</em> Finkelhor digunakan untuk menganalisis faktor yang dipandang berkaitan dengan terjadinya <em>child grooming</em>. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perspektif masyarakat terhadap <em>child grooming</em> beragam. Sebagian masyarakat memahami <em>child grooming</em> sebagai tindakan manipulatif dan kekerasan seksual terhadap anak sehingga memberikan label negatif kepada pelaku, seperti “penjahat”, “si cabul”, “pelaku kejahatan”, “orang yang salah/tidak pantas”, dan “macak alim”. Sebagian masyarakat lainnya masih menunjukkan normalisasi terhadap pendekatan melalui <em>chat</em> atau rayuan apabila belum terjadi pertemuan atau pelecehan secara langsung. Terhadap korban, ditemukan perspektif protektif, tetapi masih terdapat pandangan yang mengarah pada <em>victim blaming</em>. Faktor yang dipandang berkaitan dengan terjadinya <em>child grooming</em> meliputi kurangnya perhatian dan pengawasan keluarga, kurangnya pengetahuan mengenai <em>child grooming</em>, pengaruh teknologi dan media sosial, serta niat atau motivasi pelaku dan kondisi anak yang rentan. Faktor-faktor tersebut dipahami sebagai kondisi yang dapat membuka peluang atau meningkatkan kerentanan, bukan sebagai penyebab tunggal. Penelitian ini menunjukkan bahwa pemahaman dan reaksi sosial masyarakat berperan dalam membentuk cara <em>child grooming</em>, pelaku, dan korban dimaknai dalam lingkungan sosial Desa Sumorame.</p>Nurlita Nazma PrameswariNiswatinNuansa Bayu SegaraNurul Hasanah
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-132026-10-135444014423ANALISIS HUKUM POSITIF TENTANG KEBOLEHAN ABORSI JANIN CACAT GENETIK DALAM TINJAUAN FIQIH ISLAM
https://publisherqu.com/index.php/pediaqu/article/view/5027
<p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perkembangan teknologi diagnosis prenatal yang memungkinkan cacat genetik pada janin terdeteksi sejak dini, sehingga menimbulkan persoalan hukum, etika, dan agama mengenai legalitas aborsi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis legalitas aborsi akibat cacat genetik pada janin menurut hukum positif Indonesia, mengkaji pandangan fiqih Islam terhadap kebolehan aborsi tersebut, serta membandingkan persamaan dan perbedaan antara hukum positif Indonesia dan fiqih Islam terkait batas waktu kebolehan aborsi, indikasi kedaruratan medis, dan perlindungan jiwa dalam maqāṣid al-syarī‘ah. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan yuridis normatif. Pendekatan yang digunakan meliputi pendekatan perundang-undangan (statute approach), pendekatan konseptual (conceptual approach), dan pendekatan komparatif (comparative approach). Sumber data primer penelitian berupa Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024, dan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 4 Tahun 2005 tentang Aborsi. Data dianalisis secara deskriptif, komparatif, dan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukum positif Indonesia pada prinsipnya melarang aborsi, namun memberikan pengecualian atas dasar indikasi kedaruratan medis, termasuk cacat genetik berat pada janin yang menyebabkan janin sulit bertahan hidup di luar kandungan. Dalam fiqih Islam, mayoritas ulama mengharamkan aborsi setelah peniupan ruh pada usia 120 hari, sedangkan sebelum fase tersebut terdapat perbedaan pendapat antarmazhab. Fatwa MUI Nomor 4 Tahun 2005 membolehkan aborsi akibat cacat genetik berat sebelum usia 40 hari. Penelitian ini menemukan adanya problematika normatif antara hukum positif Indonesia dan fiqih Islam terkait batas waktu diagnosis medis dan kebolehan aborsi, sehingga diperlukan formulasi hukum yang lebih komprehensif dan proporsional dalam merespons perkembangan teknologi medis modern.</p>Nurrabiyaturrahman AmboHasan Bin JuhanisJusmalia
Copyright (c) 2026 Jurnal Pendidikan Sosial dan Humaniora
2026-10-132026-10-135444244435