Jurnal Psikososial dan Pendidikan https://publisherqu.com/index.php/psikosospen <div style="border: 3px #086338 Dashed; padding: 10px; background-color: #ffffff; text-align: left;"> <ol> <li><strong>Journal Title </strong>: Jurnal Psikososial dan Pendidikan</li> <li><strong>Initials </strong>: Psikosospen</li> <li><strong>Frequency </strong>: March, June, September, December</li> <li><strong>Online ISSN </strong>: 3089-9486</li> <li><strong>Editor in Chief </strong>: <a>Muhammad Hendri, M.Pd</a></li> <li><strong style="font-size: 0.875rem;">DOI </strong><span style="font-size: 0.875rem;">: XX.XXXXX</span></li> <li><strong>Publisher </strong>: Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannahh</li> </ol> </div> <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Psikososial dan Pendidikan (Psikosospen), </strong>menerima artikel tentang isu-isu terkini dan terkait utama dalam psikologi, sosial, sosiologi dan pendidikan. Jurnal ini menyediakan wadah bagi para peneliti untuk berdiskusi, mengejar dan mempromosikan pengetahuan di bidang psikologi, sosial, sosiologi dan pendidikan yang sedang berkembang dan berkembang. Artikel dapat ditulis dalam bahasa Inggris atau bahasa Indonesia. Jurnal ini terbit 1 tahun 4 kali<strong> (Maret, Juni, September, Desember).</strong></p> Yayasan Mashlahatul Ummah Ilal Jannah en-US Jurnal Psikososial dan Pendidikan 3089-9486 A SEMANTIC ANALYSIS OF SPEECH ACTS IN THE NOVEL THE “MIDNIGHT LIBRARY” BY MATT HAIG https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4268 <p>This study analyses speech acts found in the novel <em>The Midnight Library</em> by Matt Haig. The purpose of this research is to identify and analyze three types of speech acts used by the characters in the novel, namely locutionary acts, illocutionary acts, and perlocutionary acts. This research uses a qualitative descriptive method and applies the speech act theory proposed by J. L. Austin. The data were collected from dialogues in the novel that contain speech acts. The researcher collected the data by reading the novel carefully, selecting important utterances, classifying the data based on the types of speech acts, and analysing them using Austin’s theory. The findings show that illocutionary acts are the most dominant type found in the novel because the characters often express intentions, feelings, requests, and responses in conversations. Locutionary acts are used to convey literal meanings, while perlocutionary acts can be seen from the effects of utterances on other characters. In addition, the speech acts in the novel also reflect the emotions, regrets, hopes, and psychological conditions experienced by the characters. Therefore, this study concludes that language in the novel functions not only as a tool of communication but also as a way to express meaning and emotion between characters.</p> Inggrid Yossi Anna Sianipar Bernieke Anggita Ristia Damanik Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-09 2026-05-09 2 2 1653 1674 SEMANTIC ANALYSIS OF DEIXIS IN THE FILM ORION AND THE DARK https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4269 <p>This research explores the use of deixis in the film Orion and the Dark. It aims to identify the types of deixis employed in the film and determine which category appears most frequently. The study is based on Levinson’s framework, which classifies deixis into five categories: person, place, time, discourse, and social deixis. A descriptive qualitative method was used in conducting this study. The data were collected by watching the film, closely examining the dialogues, identifying expressions containing deixis, grouping them according to Levinson’s theory, and interpreting the data descriptively. The results show that all five types of deixis occur in the film. Among them, person deixis is the most dominant with 2,347 occurrences. It is followed by time deixis with 373 occurrences, place deixis with 294 occurrences, discourse deixis with 289 occurrences, and social deixis with 182 occurrences. The high frequency of person deixis reflects the strong emphasis on interaction between characters, where speakers frequently refer to themselves and others during communication. Meanwhile, the other types of deixis appear less frequently and mainly serve to support the context of the dialogue, such as indicating time, location, discourse relations, and social interactions. In conclusion, deixis plays an essential role in shaping meaning and helping viewers interpret context, participants, and situational references within the film.</p> Erika Sianturi Bernieke Anggita Ristia Damanik Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-09 2026-05-09 2 2 1675 1685 ANALISIS BIOGEOGRAFI TERHADAP KRISIS KEANEKARAGAMAN HAYATI PADA EKOSISTEM GAMBUT DI RIAU https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4270 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis krisis keanekaragaman hayati pada ekosistem gambut di Riau melalui pendekatan biogeografi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi pustaka sistematis, melalui pengumpulan literatur dari berbagai sumber ilmiah seperti Google Scholar dan Garuda Kemdikbud dalam rentang tahun 2016–2021. Data dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk mengidentifikasi pola distribusi organisme, faktor lingkungan, serta dampak aktivitas manusia terhadap ekosistem gambut. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa krisis keanekaragaman hayati disebabkan oleh alih fungsi lahan, kebakaran gambut, dan fragmentasi habitat yang berdampak pada penurunan jumlah spesies dan penyempitan distribusi organisme. Selain itu, perubahan kondisi biofisik lingkungan turut mempengaruhi kemampuan adaptasi spesies. Dampak lanjutan terlihat pada terganggunya fungsi ekosistem, seperti penurunan kapasitas penyimpanan karbon dan keseimbangan hidrologi, sehingga diperlukan upaya pengelolaan berkelanjutan. Dengan demikian, pelestarian ekosistem gambut di Riau menjadi langkah penting untuk menjaga keanekaragaman hayati dan kestabilan lingkungan secara berkelanjutan.</p> Haliza Rahma Dea Nurul Aulia Hutri Rizki Amelia Yulia Asyura Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-09 2026-05-09 2 2 1686 1691 A SEMANTIC ANALYSIS OF REFERENTIAL AND CONTEXTUAL MEANING IN THE SONG ‘COUNT ON ME’ BY BRUNO MARS https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4271 <p class="FirstParagraph" style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US" style="font-family: 'Times New Roman',serif;">This research discusses semantic analysis in the song lyrics “Count on Me” by Bruno Mars. The study focuses on two types of meaning, namely referential meaning and contextual meaning found in the lyrics of the song. The objectives of this study are to identify the referential meanings and to analyze the contextual meanings contained in the song lyrics. This research applied a descriptive qualitative method because the data were analyzed in the form of words, phrases, and sentences rather than numerical data. The source of the data was the lyrics of the song “Count on Me” by Bruno Mars. The researcher collected the data through documentation technique by listening to the song, reading the lyrics repeatedly, identifying the expressions containing referential and contextual meanings, and classifying the data based on the types of meaning. The data were analyzed using semantic theories proposed by several linguists such as Leech, Lyons, Saeed, and Kreidler. The findings of the study show that the song contains both referential and contextual meanings. Referential meaning was found in words such as “sea,” “light,” “friends,” “song,” “dark,” “world,” and “shoulder,” which directly refer to real objects or concepts in everyday life. Meanwhile, contextual meaning was found to be more dominant because many expressions contain symbolic and emotional meanings related to friendship, loyalty, trust, and emotional support. Expressions such as “You can count on me” and “I’ll be the light to guide you” cannot be interpreted literally because their meanings depend on the context of the song. Based on the findings, the researcher concludes that semantic analysis helps listeners understand both literal and implied meanings in song lyrics and reveals the emotional and moral messages conveyed in the song.</span></p> Tria Joys Siburian Bernieke Anggita Ristia Damanik Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-09 2026-05-09 2 2 1692 1710 PENGARUH AKTIVITAS MANUSIA TERHADAP PENURUNAN KEANEKARAGAMAN HAYATI https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4274 <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US">Keanekaragaman hayati memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas ekosistem dan keberlanjutan kehidupan. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, aktivitas manusia menjadi faktor dominan dalam mempercepat penurunan keanekaragaman hayati secara global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh berbagai aktivitas manusia terhadap penurunan keanekaragaman hayati dalam perspektif biogeografi. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui analisis berbagai literatur ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa aktivitas seperti deforestasi, alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, eksploitasi sumber daya secara berlebihan, serta perubahan iklim telah menyebabkan hilangnya habitat, fragmentasi ekosistem, dan penurunan populasi spesies. Dampak tersebut berimplikasi pada terganggunya keseimbangan ekosistem secara global. Oleh karena itu, diperlukan upaya konservasi yang terintegrasi, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kebijakan lingkungan yang berkelanjutan.</span></p> Nurhasanah Nasution Ocha Fathica Rizty Hutri Rizki Amelia Fatmawati Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-10 2026-05-10 2 2 1711 1718 KERENTANAN KEANEKARAGAMAN HAYATI INDONESIA TERHADAP PERUBAHAN IKLIM https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4315 <p>Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan besar yang dihadapi Indonesia sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Berbagai ekosistem penting seperti hutan hujan tropis, pesisir, dan laut menunjukkan kerentanan yang semakin meningkat akibat perubahan suhu, curah hujan, serta kejadian iklim ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat kerentanan keanekaragaman hayati Indonesia terhadap perubahan iklim berdasarkan hasil-hasil penelitian sebelumnya. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah 15 artikel ilmiah yang relevan dan terbit dalam rentang 12 tahun terakhir (2006-2017). Artikel yang direview dipilih berdasarkan kriteria:(1)membahas keanekaragaman hayati di Indonesia, (2) memiliki keterkaitan dengan perubahan iklim, dan (3) diterbitkan pada jurnal ilmiah bereputasi atau terindeks. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan iklim berdampak signifikan terhadap distribusi spesies, degradasi habitat, serta meningkatnya risiko kepunahan spesies endemik. Oleh karena itu, diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi berbasis ekosistem untuk menjaga keberlanjutan keanekaragaman hayati di Indonesia.</p> Mutiara Rava Maharani Rahmah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-16 2026-05-16 2 2 1719 1726 ANALISIS DAMPAK PERUBAHAN SUHU GLOBAL TERHADAP KEANEKARAGAMAN HAYATI https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4319 <p>Perubahan suhu global merupakan ancaman signifikan terhadap keanekaragaman hayati di seluruh dunia. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan suhu global terhadap berbagai level keanekaragaman hayati, mulai dari ekosistem hingga peran mitigasinya, serta mengidentifikasi kerangka kebijakan yang diperlukan untuk penanganannya. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan pendekatan kualitatif. Analisis konten dilakukan terhadap berbagai artikel jurnal ilmiah nasional yang relevan dan kredibel. Hasil kajian menunjukkan bahwa perubahan suhu global mengakibatkan gangguan serius pada stabilitas ekosistem, termasuk ekosistem terestrial dan perairan di Indonesia, seperti yang terindikasi dari meningkatnya frekuensi pemutihan terumbu karang. Di sisi lain, keanekaragaman hayati yang tinggi terbukti berperan vital dalam meningkatkan ketahanan ekosistem terhadap krisis iklim dan kapasitas penyerapan karbon. Oleh karena itu, diperlukan integrasi antara strategi pemulihan ekosistem alami dan penguatan peraturan hukum domestik secara ketat sebagai langkah mitigasi yang komprehensif. Kesimpulannya, perlindungan keanekaragaman hayati merupakan kunci utama dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global dan memastikan keberlanjutan kehidupan di masa depan.</p> Nabila Putri Rahma Ghina Asnah Aulia Hutri Rizki Amelia Yulia Asyura Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-17 2026-05-17 2 2 1727 1736 ANALISIS ADAPTASI TUMBUHAN TERHADAP LINGKUNGAN EKSTREM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PERSEBARAN DALAM KAJIAN BIOGEOGRAFI https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4320 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan jenis tumbuhan pada lahan gambut dalam dan gambut dangkal berdasarkan kajian literatur dari berbagai penelitian ilmiah. Metode yang digunakan adalah studi literatur (library research) dengan menggunakan 10 artikel ilmiah publikasi tahun 2016–2026 yang diperoleh dari jurnal nasional dan internasional. Data dianalisis secara deskriptif kualitatif melalui proses pengelompokan, perbandingan, dan sintesis hasil penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa lahan gambut dangkal memiliki tingkat keanekaragaman vegetasi yang lebih tinggi dibandingkan lahan gambut dalam karena kondisi tanah lebih subur, aerasi lebih baik, dan ketersediaan unsur hara lebih mendukung pertumbuhan tumbuhan. Sebaliknya, lahan gambut dalam didominasi oleh jenis tumbuhan tertentu yang mampu beradaptasi terhadap kondisi tanah asam, kadar air tinggi, dan rendahnya kandungan oksigen. Kedalaman gambut terbukti memengaruhi komposisi vegetasi, persebaran tumbuhan, serta kemampuan regenerasi ekosistem gambut. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengelolaan dan konservasi lahan gambut secara berkelanjutan.</p> Naj’la Zidane M.Zawil Dandi Arinto Pelly Hutri Rizki Amelia Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-17 2026-05-17 2 2 1737 1744 HUBUNGAN CERITA HOFNI DAN PINEAS TERHADAP MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN KELAS XI SMA NEGERI 2 DOLOKSANGGUL TAHUN 2026 https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4327 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengajaran cerita Hofni dan Pineas terhadap minat belajar Pendidikan Agama Kristen (PAK) pada siswa kelas XI di SMA N 2 Doloksanggul. Masalah utama dalam penelitian ini adalah rendahnya keterlibatan siswa dalam pembelajaran PAK yang disebabkan oleh kurangnya variasi materi kontekstual. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif korelasional dengan teknik sampling jenuh, melibatkan 36 siswa kelas XI-5 sebagai sampel. Instrumen penelitian berupa angket yang terdiri dari 11 butir pernyataan untuk masing-masing variabel yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan rumus korelasi Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat kuat dengan koefisien determinasi sebesar 74,3%, yang berarti cerita Hofni dan Pineas berkontribusi signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa. Indikator pemahaman narasi ketidaktaatan tokoh menjadi nilai tertinggi, sementara aspek penjelasan makna kekudusan perlu terus ditingkatkan. Disimpulkan bahwa penggunaan narasi biblika yang reflektif efektif dalam memicu antusiasme belajar serta membentuk karakter siswa secara sistematis.</p> Dewi H. Lumbantoruan Jelyanti Nababan Sartika Simanjuntak Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-18 2026-05-18 2 2 1745 1759 DINAMIKA EKOSISTEM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP POLA PERSEBARAN SPESIES ENDEMIK https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4328 <p>Ekosistem merupakan sistem lingkungan yang selalu mengalami perubahan akibat pengaruh faktor alam maupun aktivitas manusia. Perubahan tersebut saat ini terjadi dengan intensitas yang semakin cepat sehingga memberikan tekanan besar terhadap organisme, khususnya spesies endemik yang memiliki wilayah persebaran terbatas. Dalam kajian biogeografi, perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi pola distribusi spesies, perpindahan habitat, hingga penurunan keanekaragaman hayati pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dinamika ekosistem terhadap pola persebaran spesies endemik serta memahami bentuk respon spesies terhadap perubahan lingkungan. Penelitian menggunakan metode systematic literature review dengan pendekatan PRISMA terhadap 25 artikel jurnal internasional yang terindeks Scopus dan Web of Science pada periode 2013–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan iklim, fragmentasi habitat, dan aktivitas manusia menjadi tiga faktor utama yang memengaruhi perubahan distribusi spesies endemik. Faktor-faktor tersebut menyebabkan terjadinya pergeseran persebaran menuju wilayah yang lebih stabil, munculnya anomali distribusi akibat isolasi habitat, serta menurunnya tingkat keanekaragaman hayati pada kawasan dengan tekanan lingkungan tinggi. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengintegrasian dinamika ekosistem dan respon spasial spesies endemik dalam perspektif biogeografi secara lebih menyeluruh.</p> Harby Adi Nurmansyah Hutri Rizki Amelia Rahmah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-18 2026-05-18 2 2 1760 1768 ANALISIS BIOGEOGRAFI PERSEBARAN FLORA DAN FAUNA DI KABUPATEN PELALAWAN, PROVINSI RIAU https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4329 <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US">Kabupaten Pelalawan di Provinsi Riau merupakan wilayah yang memiliki keanekaragaman hayati tinggi yang didukung oleh keberadaan ekosistem hutan hujan tropis dan lahan gambut. Dalam kajian biogeografi, persebaran flora dan fauna di wilayah ini menunjukkan pola yang dipengaruhi oleh interaksi antara faktor lingkungan dan aktivitas manusia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola persebaran flora dan fauna serta faktor-faktor yang memengaruhinya secara spasial. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa persebaran flora cenderung mengelompok pada wilayah dengan kondisi tanah dan hidrologi tertentu, khususnya pada ekosistem gambut, sedangkan persebaran fauna mengikuti ketersediaan habitat dan sumber daya yang dipengaruhi oleh tutupan vegetasi. Selain itu, aktivitas manusia seperti alih fungsi lahan dan deforestasi menyebabkan perubahan pola persebaran dari yang semula merata menjadi terfragmentasi. Dengan demikian, pola persebaran flora dan fauna di Kabupaten Pelalawan merupakan hasil interaksi antara faktor alami dan faktor antropogenik yang membentuk distribusi organisme secara spasial. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan keberlanjutan keanekaragaman hayati.</span></p> Ardiyansah M. Rausyan Fikri Hutri Rizki Amelia Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-18 2026-05-18 2 2 1769 1774 PARADIGMA DEFINISI SOSIAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4341 <p>Paradigma definisi sosial adalah pendekatan dalam sosiologi yang menekankan bagaimana individu memaknai dunia dan bertindak berdasarkan makna tersebut. Penelitian ini menganalisis paradigma tersebut dalam pendidikan Islam menggunakan metode kualitatif studi kepustakaan. Hasil kajian menunjukkan pemikiran tokoh seperti Max Weber, George Herbert Mead, Alfred Schutz, Harold Garfinkel, serta Peter Berger dan Thomas Luckmann, memberikan panduan untuk memahami dinamika pendidikan Islam. Paradigma ini menjelaskan bagaimana makna pendidikan, simbol kelembagaan, dan proses sosialisasi membentuk identitas serta kepribadian Muslim. Penerapannya meliputi penyusunan kurikulum yang bermakna, pembelajaran dialogis, penilaian menyeluruh, dan hubungan guru-murid yang saling memahami. Kesimpulannya, pendidikan Islam yang efektif tidak hanya bergantung pada aturan luar, tetapi harus mampu menyentuh pemahaman dan makna dalam diri peserta didik.</p> Muzarah Safirah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-20 2026-05-20 2 2 1775 1790 ANALISIS FANDOM K-POP SEBAGAI SISTEM SOSIAL REMAJA DALAM PERSPEKTIF STRUKTURAL FUNGSIONAL TALCOTT PARSONS https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4348 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji fandom K-Pop sebagai sebuah sistem sosial remaja dengan menggunakan perspektif struktural fungsional Talcott Parsons. Perkembangan fandom K-Pop di era digital tidak hanya berfungsi sebagai media hiburan, tetapi juga memengaruhi pola interaksi sosial, solidaritas kelompok, pembentukan identitas, hingga gaya hidup konsumtif di kalangan remaja. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif yang didukung oleh data kuantitatif sederhana. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terhadap lima informan yang aktif dalam fandom K-Pop serta penyebaran kuesioner Google Form kepada 60 responden remaja dan mahasiswa penggemar K-Pop. Analisis data dilakukan menggunakan teori struktural fungsional Talcott Parsons dengan pendekatan skema AGIL, yaitu Adaptation, Goal Attainment, Integration, dan Latency. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fandom K-Pop berperan sebagai sistem sosial yang mampu membangun solidaritas, menciptakan integrasi sosial, serta menjadi wadah pembentukan identitas remaja melalui aktivitas kolektif di media digital. Selain itu, fandom juga membantu remaja beradaptasi dengan perkembangan budaya global dan teknologi komunikasi modern. Namun demikian, fandom K-Pop juga menimbulkan dampak disfungsional berupa fanatisme berlebihan, perilaku konsumtif, dan konflik antar fandom di media sosial. Oleh karena itu, fandom K-Pop memiliki dua sisi, yaitu sebagai ruang integrasi sosial sekaligus sumber potensi ketegangan sosial di kalangan remaja pada era digital.</p> Gracea Aprelia Salsabila Humaira Bening Galih Adela Nurlaila Afifah Muhammad Gibran Ibsanda Achmad Hufad Yani Achdiani Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-21 2026-05-21 2 2 1791 1805 LANGKAH-LANGKAH EVALUASI PROGRAM SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMK SWASTA HKBP PEMATANGSIANTAR https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4353 <p style="margin: 0cm; text-align: justify;"><span lang="EN-US">Evaluasi program supervisi pendidikan merupakan bagian integral dalam manajemen pendidikan yang bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan supervisi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan profesionalitas guru. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah evaluasi program supervisi pendidikan di SMK Swasta HKBP Pematangsiantar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif melalui teknik wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi. Teknik tersebut dipilih untuk memperoleh gambaran komprehensif mengenai pelaksanaan dan evaluasi program supervisi pendidikan di sekolah. Fokus penelitian ini menunjukkan bahwa evaluasi program supervisi pendidikan perlu dilakukan melalui tahapan analisis kebutuhan, perencanaan evaluasi, penyusunan instrumen, pengumpulan data, analisis data, interpretasi hasil, pelaporan, serta tindak lanjut program. Tahapan tersebut menjadi penting agar supervisi pendidikan tidak hanya bersifat administratif tetapi mampu meningkatkan mutu pembelajaran secara berkelanjutan.</span></p> Septi Lina Berutu Lola Angel Situmeang Harry Pandiangan Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-23 2026-05-23 2 2 1806 1823 PENGARUH TIKTOK TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA GENERASI Z https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4355 <p>Popularitas TikTok di kalangan siswa Generasi Z telah menciptakan situasi yang rumit dalam sistem pendidikan saat ini. Di satu sisi, platform ini memberikan efisiensi melalui tren pembelajaran mikro. Di sisi lain, potensi gangguan dan kecanduan informasi digital yang ditimbulkannya mengancam fokus akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan menggabungkan efek ganda penggunaan TikTok terhadap kinerja belajar siswa Generasi Z. Secara khusus, penelitian ini meneliti bagaimana TikTok dapat menyebabkan penundaan akademik sekaligus mendorong kreativitas dan motivasi dalam belajar. Metode penelitian yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan dengan melakukan pencarian daring di basis data jurnal akademik seperti Google Scholar, Garuda, dan portal jurnal universitas, menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi yang ketat. Hal ini diikuti oleh analisis konten dan teknik perbandingan. Temuan penelitian menunjukkan efek yang signifikan dan kontradiktif : jumlah waktu yang dihabiskan untuk menggunakan TikTok yang tinggi dan tingkat kecanduan yang tinggi terhadapnya. TikTok berdampak negatif terhadap hasil belajar secara linier. Hal ini menyebabkan pemborosan waktu dan penundaan akademik yang serius akibat fenomena bias saat ini. Di sisi lain, TikTok juga menunjukkan efek positif dengan meningkatkan kreativitas visual siswa dan motivasi belajar jika mereka dapat memilih konten pendidikan dengan cermat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor - faktor kunci di balik efek campuran TikTok tidak hanya didasarkan pada teknologi itu sendiri, tetapi lebih pada kemampuan siswa untuk belajar sendiri, tingkat literasi digital mereka,dan keterampilan mereka dalam mengelola gangguan digital untuk mempertahankan perhatian mereka di era digital.</p> Tiara Khaerun Nisa Ellen Prima Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-24 2026-05-24 2 2 1824 1832 INTEGRASI BUDAYA DAN PENGETAHUAN: TRADISI BEDONG TERHADAP PERTUMBUHAN FISIK DAN PERKEMBANGAN PSIKOLOGIS PADA BAYI https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4356 <p>Nilai budaya masih sangat kental dipraktekkan dalam kehidupan bermasyarakat, salah satunya yaitu tradisi membedong bayi yang baru lahir.&nbsp; Dimana tradisi ini merupakan warisan budaya yang dilakukan dengan cara membungkus tubuh bayi menggunakan kain yang bertujuan agar bayi tetap hangat, tenang dan nyaman, serta diyakini dapat membantu meluruskan kaki bayi. Namun, praktik membedong yang terlalu ketat atau dilakukan dalam waktu lama dapat berdampak negatif terhadap Kesehatan fisik bayi, seperti menghambat perkembangan psikologis seperti kemampuan motorik bayi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tradisi bedong yang masih banyak dilakukan oleh masyarakat serta pengaruhnya terhadap perkembangan fisik dan Psikologis pada bayi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi dan wawancara terhadap lima informan yang terdiri dari empat masyarakat dan satu tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun tradisi bedong memiliki nilai budaya dan manfaat fisiologis serta psikologis seperti menjaga kehangatan dan meningkatkan kualitas tidur bayi, penerapannya harus disesuaikan dengan prinsip pengetahuan atau keilmuan medis modern agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak. Edukasi kepada masyarakat sangat diperlukan agar tradisi ini tetap dapat dilestarikan dengan cara yang aman dan sesuai dengan rekomendasi baik secara medis ataupun psikologis.</p> Hardiyanti Rahmah Mujahadah Nadia Azzahra Romina Zakiah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-24 2026-05-24 2 2 1833 1849 HUBUNGAN DONGENG PETERNAKAN KAKEK TULUS DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN KARAKTER KEJUJURAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4361 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan antara penggunaan dongeng Peternakan Kakek Tulus dengan internalisasi nilai-nilai antikorupsi serta motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Landasan penelitian ini berangkat dari konsep pendidikan karakter yang menekankan integrasi nilai-nilai Kristiani seperti kejujuran, tanggung jawab, keadilan, dan kesederhanaan yang sejalan dengan prinsip-prinsip antikorupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk memahami fenomena secara holistik berdasarkan pengalaman dan persepsi peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi guna memperoleh data yang komprehensif dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan dongeng sebagai media pembelajaran memiliki peran signifikan dalam menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi. Peserta didik tidak hanya memahami nilai tersebut secara kognitif, tetapi juga menghayatinya melalui keterlibatan emosional dan identifikasi dengan tokoh dalam cerita. Selain itu, penggunaan dongeng terbukti meningkatkan motivasi belajar melalui peningkatan perhatian, keterlibatan emosional, keaktifan, serta pemahaman yang lebih kontekstual terhadap materi pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa integrasi media naratif dalam pembelajaran PAK merupakan strategi yang efektif, relevan, dan kontekstual dalam membentuk karakter sekaligus meningkatkan motivasi belajar peserta didik secara menyeluruh. Hasil analisis menunjukkan nilai korelasi (rxy) sebesar 0,68 yang berada pada kategori kuat, dengan kontribusi hubungan sebesar 46,24%</p> Yerni Zebua Wisa Simanjuntak Novi Tarihoran Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-25 2026-05-25 2 2 1850 1873 IMPLEMENTASI METODE PEMBELAJARAN QUANTUM TEACHING GUNA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DALAM MATA PELAJARAN FIQIH KELAS VIII DI MTs AL-FALAH TRAWASAN SUMOBITO JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4362 <p>Rendahnya motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Fiqih menjadi permasalahan yang sering ditemui di Madrasah Tsanawiyah, termasuk di MTs Al Falah Trawasan Sumobito Jombang. Pembelajaran yang cenderung bersifat konvensional dan tekstual menyebabkan siswa kurang terlibat secara aktif, baik secara kognitif maupun afektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi metode pembelajaran Quantum Teaching serta menganalisis pengaruhnya terhadap peningkatan motivasi belajar siswa kelas VIII pada mata pelajaran Fiqih. Kajian teori dalam penelitian ini bertumpu pada konsep motivasi belajar, teori implementasi pembelajaran, serta pendekatan Quantum Teaching dengan prinsip TANDUR. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Quantum Teaching mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif, menyenangkan, dan bermakna, sehingga meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditandai dengan meningkatnya keaktifan, antusiasme, serta kepercayaan diri dalam pembelajaran Fiqih. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa metode Quantum Teaching efektif diterapkan sebagai alternatif strategi pembelajaran Fiqih untuk meningkatkan motivasi belajar siswa di tingkat Madrasah Tsanawiyah.</p> Aulia Putri Ivya Izzati Moh. Faridl Darmawan Muhamad Khoirur Roziqin Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-25 2026-05-25 2 2 1874 1887 IMPLEMENTASI BERBAGAI MODEL EVALUASI SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMK SWASTA HKBP PEMATANG SIANTAR https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4363 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi berbagai model evaluasi supervisi pendidikan di SMK Swasta HKBP Pematangsiantar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi pendidikan dilaksanakan secara sistematis dan berkelanjutan guna meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran. Model evaluasi yang paling dominan digunakan adalah model CIPP (Context, Input, Process, Product) karena mampu mengevaluasi program supervisi secara menyeluruh mulai dari kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, hingga hasil supervisi. Selain model CIPP, sekolah juga menerapkan beberapa model evaluasi lain, yaitu Goal Oriented Evaluation, Formative dan Summative Evaluation, Goal Free Evaluation, Responsive Evaluation, Discrepancy Evaluation, serta Model Kirkpatrick. Penerapan berbagai model evaluasi tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan administrasi pembelajaran, kemampuan mengajar guru, pengelolaan kelas, dan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi berbagai model evaluasi supervisi pendidikan mampu mendukung pengembangan sistem supervisi yang lebih efektif, sistematis, dan berkelanjutan dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.</p> Dewi Sihombing Santiana Hutahaean Putra Munthe Anastasya Simarmata Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-25 2026-05-25 2 2 1888 1907 TARGET-TARGET DAN CAPAIAN DARI HASIL PROGRAM SUPERVISI DI SMK HKBP SIDIKALANG https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4364 <p>Penelitian ini menyelidiki tujuan dan pencapaian program supervisi pendidikan di SMK Swasta HKBP Sidikalang. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi, dan wawancara. Penelitian ini melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, guru, dan siswa. Hasilnya menunjukkan bahwa tujuan supervisi didasarkan pada rapor pendidikan sekolah dan kebutuhan Kurikulum Merdeka, dengan fokus pada peningkatan kemampuan pedagogik guru, kelengkapan administrasi pembelajaran, dan kualitas proses belajar mengajar. Pelaksanaan supervisi dilakukan secara bertahap melalui tahap perencanaan, observasi, evaluasi, dan tingkah laku. Meningkatnya kesiapan guru untuk membuat perangkat pembelajaran, penggunaan metode pembelajaran yang lebih variatif, dan peningkatan profesionalisme dan kedisiplinan guru adalah semua bukti bahwa supervisi memberikan efek positif terhadap kualitas pembelajaran dan kerja sama di sekolah. Namun, supervisi masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan waktu, beban administrasi guru, dan pengaruh kondisi sekolah tertentu terhadap proses pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan pembinaan dan evaluasi terus menerus untuk memastikan bahwa tujuan supervisi tercapai dengan baik dan bahwa pendidikan di sekolah menjadi lebih baik.</p> Maria Evelin Sihombing Rina Setiani Berutu Sudung Pordiaman Hutagalung Roma Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-25 2026-05-25 2 2 1908 1920 PENGARUH POLA ASUH HELICOPTER PARENTING TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4365 <p>Kompetisi akademik yang makin ketat di era modern kerap memicu kecemasan orang tua, yang pada gilirannya melahirkan pola asuh helicopter parenting. Gaya pengasuhan ini ditandai dengan keterlibatan berlebih (over-involvement), perlindungan berlebih (over-protection), dan kontrol yang ketat terhadap aktivitas anak. Penelitian ini memiliki tujuan yakni memberikan pengetahuan mengenai bagaimana pengaruh dari helicopter parenting pada kesehatan mental anak. Adapun penelitian ini dilakukan guna memberikan manfaat bagi pembaca terutama kalangan orang tua dalam menerapkan pola asuh kepada anaknya dan memberikan pengertian mengenai pengaruh dari pola asuh helicopter parenting. Metode yang digunakan adalah studi literatur pengumpulan data pustaka, membaca dan mencatat, serta mengolah bahan penelitian. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh helicopter parenting terhadap kesehatan mental anak sebagai berikut: helicopter parenting memiliki dampak beragam pada anak dimulai dari muncul perasaan takut gagal, minim rasa percaya diri, dan kecemasan berlebihan. Pada kesehatan mental anak terkait permasalahan tingkah laku anak yang berkelanjutan menjadi gangguan psikologis lebih berat pada saat dewasa, jika tidak diberikan penanganan. Berdasar kepentingan itu, keluarga sekalipun masyarakat perlu untuk memperoleh pengetahuai serta paham akan deteksi dini atas gangguan mental trekhusus pada kanak-kanak.</p> Osiana Matusa’diah Ellen Prima Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-25 2026-05-25 2 2 1921 1927 IMPLEMENTASI PERKEMBANGAN PRODUK SUPERVISI PENDIDIKAN DI SMK SWASTA HKBP PEMATANG SIANTAR https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4369 <p>Supervisi pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan mutu pembelajaran dan profesionalitas guru di sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi perkembangan produk supervisi pendidikan di SMK Swasta (Teknik) HKBP Pematang Siantar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk supervisi pendidikan yang diterapkan meliputi teknologi pembelajaran, panduan supervisi, <em>platform evaluasi online</em>, dan instrumen evaluasi supervisi. Produk supervisi tersebut membantu meningkatkan kualitas pengajaran, kompetensi pedagogik guru, serta menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif dan terstruktur. Pemanfaatan teknologi digital juga mendukung pelaksanaan supervisi yang lebih praktis dan berbasis data. Namun, pelaksanaannya masih menghadapi kendala berupa keterbatasan kemampuan digital guru, sarana prasarana yang belum optimal, dan instrumen supervisi yang masih bersifat umum. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan instrumen supervisi dan pelatihan berkelanjutan agar pelaksanaan supervisi pendidikan dapat berjalan lebih optimal dan berkesinambungan.</p> Lidiya Saragih Serlin Halawa Romi Hutagalung Yolan Malau Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-27 2026-05-27 2 2 1928 1943 ANALISIS KASUS TEROR KEPALA BABI TERHADAP MEDIA TEMPO DALAM PERSPEKTIF SILA KE-4 PANCASILA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4380 <p>Isu kebebasan pers di Indonesia masih rentan terhadap berbagai bentuk ancaman, intimidasi, dan kekerasan simbolik meskipun telah dijamin oleh konstitusi. Salah satu kasus yang paling menyita perhatian publik adalah teror kepala babi terhadap kantor redaksi Tempo pada 19 Maret 2025, yang menimbulkan pertanyaan mengenai kedewasaan demokrasi serta sejauh mana nilai-nilai Pancasila diimplementasikan dalam kehidupan publik. Penelitian ini berupaya menjawab pertanyaan: bagaimana peristiwa tersebut dapat dipahami dalam perspektif sila keempat Pancasila, yaitu “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan.” Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif dan kerangka teori filsafat Pancasila, penelitian ini menganalisis berita daring, dokumen hukum, serta literatur akademik untuk menginterpretasikan makna moral dan politik dari tindakan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teror kepala babi merupakan bentuk intimidasi simbolik terhadap kebebasan pers dan bertentangan dengan nilai kebijaksanaan, musyawarah, serta penghargaan terhadap perbedaan pendapat. Studi ini menegaskan pentingnya penguatan budaya demokrasi berbasis Pancasila guna mencegah terulangnya pelanggaran serupa di masa depan.</p> Moh. Fajar Arif Fiyanto Sunu Dwi Mahardika Raditya Akbar Arianto Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-28 2026-05-28 2 2 1944 1955 INVESTIGATING THE USE OF CODE SWITCHING BY UPB STUDENTS IN SPEAKING CLASS https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4389 <p>The mastery of speaking proficiency remains a fundamental objective within English as a Foreign Language (EFL), demanding learners to articulate complex cognitive processes in real-time. However, EFL learners frequently encounter linguistic barriers that prompt the phenomenon of code switching. This study aims to identify the types of code switching utilized by UPB students of IAI Darul Ulum during speaking classes and to investigate the underlying factors that influence this linguistic behavior. Employing a qualitative descriptive research design, data were gathered through classroom observations, semi-structured interviews, and the documentation of audio-visual recordings. The findings reveal that students predominantly utilize intra-sentential switching, followed by inter-sentential and tag switching. Furthermore, the primary factors driving this practice include a deficiency in target language vocabulary, episodes of nervousness, the necessity for semantic clarification, and entrenched bilingual habits. The study concludes that code switching functions as a cognitive and communicative scaffold rather than a mere linguistic deficit.</p> Fahrinawati Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-29 2026-05-29 2 2 1956 1963 PENERAPAN SUPERVISI KLINIS DALAM MENINGKATKAN KETERAMPILAN MENGAJAR GURU DI SEKOLAH SMA NEGERI 1 PANGURURAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4394 <p>Supervisi klinis merupakan pendekatan pembinaan profesional guru yang bertujuan meningkatkan kualitas pembelajaran melalui hubungan kolaboratif, reflektif, dan berkelanjutan antara supervisor dan guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di SMA Negeri 1 Pangururan. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Supervisi klinis dilakukan untuk membantu guru memperbaiki perencanaan pembelajaran, meningkatkan penguasaan metode dan media, serta memperkuat kompetensi pedagogis dan profesional guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis dilaksanakan secara sistematis melalui tahap pra-observasi, observasi kelas, dan konferensi pasca-observasi dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik masing-masing guru. Supervisi dilakukan secara berkelanjutan dan ditindaklanjuti melalui diskusi, refleksi, serta evaluasi bersama. Temuan penelitian menunjukkan bahwa supervisi klinis mampu meningkatkan kualitas pengajaran, membangun komunikasi yang lebih terbuka antara kepala sekolah dan guru, serta memberikan dampak positif terhadap kenyamanan dan prestasi belajar siswa. Dengan demikian, supervisi klinis menjadi strategi pembinaan yang efektif dalam meningkatkan keterampilan mengajar guru dan mutu pembelajaran di sekolah.</p> Arta Tiarasi Purba Desta Saputra Hulu Sri Pasaribu Nova Simanungkalit Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-31 2026-05-31 2 2 1964 1982 SOSIOLOGI LEMBAGA PENDIDIKAN: KESENJANGAN AKSES TEKNOLOGI DAN REPRODUKSI KETIMPANGAN BELAJAR DI MADRASAH WILAYAH SEMI-PERDESAAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4396 <table> <tbody> <tr> <td width="602"> <p><strong>Abstrak</strong></p> <p>Penelitian ini mengkaji ketimpangan akses teknologi dan reproduksi kesenjangan pembelajaran di madrasah-madrasah semi-pedesaan dari perspektif sosiologi lembaga pendidikan. Penelitian ini didasarkan pada argumen bahwa akses yang tidak merata terhadap teknologi digital memperkuat ketimpangan pembelajaran antara siswa yang memiliki perangkat yang memadai, koneksi internet, dan dukungan keluarga, dengan mereka yang tidak memilikinya. Masalah ini menjadi penting karena lembaga pendidikan tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai ruang di mana hubungan sosial, nilai-nilai, disiplin, identitas, dan peluang hidup terbentuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan praktik ketidaksetaraan teknologi di madrasah, menganalisis hubungannya dengan reproduksi kesenjangan pembelajaran, serta menjelaskan implikasinya terhadap pengalaman belajar siswa di sekolah Islam semi-pedesaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif lapangan dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer berfokus pada tiga aspek empiris, yaitu kepemilikan perangkat digital dan akses internet siswa, hambatan siswa dalam berpartisipasi dalam pembelajaran berbasis teknologi, serta perbedaan pencapaian tugas digital antara siswa dengan akses teknologi yang kuat dan terbatas. Secara konseptual, artikel ini didasarkan pada perspektif ketidaksetaraan akses teknologi, reproduksi ketidaksetaraan pembelajaran, dan madrasah semi-pedesaan.&nbsp; Temuan tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan akses digital berkontribusi terhadap ketidaksetaraan pengalaman belajar, keterbatasan literasi digital, serta perbedaan peluang pendidikan di kalangan siswa. Oleh karena itu, ketimpangan teknologi terus memperparah kesenjangan pendidikan di lingkungan madrasah semi-pedesaan.</p> </td> </tr> </tbody> </table> Fatmawati Sahwahita Salim Muh. Hanif Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-05-31 2026-05-31 2 2 1983 1998 HUBUNGAN CERITA RAJA AHAB DENGAN MINAT BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMAN1 SILAEN KELAS XI TAHUN 2026 https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4399 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara cerita Raja Ahab dengan minat belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi sekaligus sampel dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI di yang berjumlah</p> <p>20 orang (teknik total sampling). Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mengukur pemahaman narasi Raja Ahab (Variabel X) dan minat belajar siswa (Variabel Y). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment.Hasil analisis penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara kedua variabel dengan nilai koefisien korelasi sebesar ???????????? = 0,556 pada taraf signifikansi 5%. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin dalam siswa mengeksplorasi nilai-nilai moral dan konsekuensi logis dari cerita Raja Ahab, semakin meningkat pula kesadaran dan motivasi mereka dalam mengikuti pembelajaran PAK.Disimpulkan bahwa terdapat hubungan cerita Raja Ahab dengan minat belajar siswa penggunaan narasi Alkitab yang kontekstual, seperti kisah Raja Ahab,berperan penting dalam meningkatkan minat belajar siswa. Disarankan bagi guru PAK untuk terus berinovasi dalam mengemas cerita-cerita Alkitab agar relevan dengan dinamika minat belajar peserta didik.</p> Fretty Siringoringo Phine Theresia Pakpahan Novita Tamba Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-01 2026-06-01 2 2 1999 2016 TRANSFORMASI PERAN PUSTAKAWAN DALAM MEMBANGUN LITERASI INFORMASI MASYARAKAT DI ERA DIGITAL: STUDI KASUS DINAS PERPUSTAKAAN DAN KEARSIPAN DAERAH KABUPATEN BIMA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4411 <p>Penelitian ini mengkaji peran pustakawan dalam meningkatkan literasi informasi masyarakat di era digital, dengan fokus pada Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bima. Meningkatnya penetrasi internet dan derasnya arus informasi digital menuntut masyarakat memiliki kemampuan literasi informasi yang memadai agar dapat memilah, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara tepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen terhadap sembilan informan yang dipilih secara purposive. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pustakawan di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Bima menjalankan empat peran utama: sebagai edukator literasi informasi, mediator informasi, promotor literasi digital, dan fasilitator program komunitas. Meskipun menghadapi tantangan berupa keterbatasan infrastruktur digital dan rendahnya kesadaran masyarakat, pustakawan telah mengembangkan berbagai strategi adaptif seperti mobile library, pelatihan literasi berbasis komunitas, dan kolaborasi lintas sektor. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kapasitas pustakawan dan modernisasi layanan perpustakaan merupakan kunci peningkatan literasi informasi masyarakat Kabupaten Bima.</p> Kurniawati Fauzan Hidayatullah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-03 2026-06-03 2 2 2017 2033 HUBUNGAN CERITA DONGENG TIKO SANG TIKUS PEKERJA KERAS DAN CIKO SI AYAM PEMALAS, DENGAN PENDIDIKAN KARAKTER ANTI KORUPSI PAK KELAS 4 DI SD N 2 SIBORONGBORONG TAHUN 2026 https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4413 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cerita dongeng Tiko Sang Tikus Pekerja Keras dan Ciko Si Ayam Pemalas dengan pendidikan karakter anti korupsi dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di kelas SD Negeri 2 Siborongborong tahun 2026. Cerita dongeng digunakan sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan dekat dengan dunia anak untuk menanamkan nilai-nilai karakter positif seperti kejujuran, tanggung jawab, kerja keras, dan disiplin yang merupakan bagian penting dari pendidikan karakter anti korupsi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 PAK SD Negeri 2 Siborongborong. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik korelasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang positif dan signifikan antara penggunaan cerita dongeng Tiko Sang Tikus Pekerja Keras dan Ciko Si Ayam Pemalas dengan penguatan pendidikan karakter anti korupsi pada siswa. Dengan demikian, cerita dongeng dapat menjadi salah satu media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai anti korupsi melalui pembelajaran Pendidikan Agama Kristen di sekolah dasar.</p> Sriyanti br Pasaribu Masta Nababan Edison Simarmata Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-03 2026-06-03 2 2 2034 2043 REDESAIN INTERIOR PERPUSTAKAAN SEKOLAH BERBASIS KONSEP LEARNING COMMONS UNTUK MENINGKATKAN USER EXPERIENCE https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4414 <p>Transformasi pendidikan abad ke-21 menuntut perpustakaan sekolah beralih dari sekadar ruang penyimpanan buku menjadi pusat pembelajaran kolaboratif. Namun, perpustakaan "Lentera Ilmu" UPT SMPN 1 Balocci masih mempertahankan tata letak tradisional yang kaku, sehingga gagal mendukung kenyamanan User Experience dan kerja sama tim siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan redesain interior perpustakaan yang interaktif dan fleksibel dengan mengadaptasi konsep Learning Commons di lingkungan sekolah menengah sub-urban. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif, pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, serta studi dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, pustakawan, dan siswa melalui teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model interaktif yang divalidasi keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa fasilitas eksisting belum terintegrasi secara optimal, area lesehan kurang ergonomis dan fasilitas smart board terisolasi dari aktivitas kerja kelompok. Sebagai solusi, formulasi redesain mengusulkan penataan tiga zonasi utama, yaitu area kolaborasi digital dengan furnitur modular, zona relaksasi ergonomis dengan penambahan bean bag dan pencahayaan hangat, serta pemindahan rak ke perimeter ruangan untuk zona fokus. Redesain interior berbasis Learning Commons melalui pendekatan user-centered sangat krusial untuk mengintegrasikan lingkungan fisik dan teknologi, sehingga mampu meningkatkan kenyamanan psikologis, durasi kunjungan, dan keterlibatan siswa dalam pembelajaran modern.</p> Desi Angraeni Fauzan Hidayatullah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-03 2026-06-03 2 2 2045 2058 HUBUNGAN CERITA ALKITAB GUBERNUR FELIX, NILAI ANTI-KORUPSI DENGAN MOTIVASI BELAJAR DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI SMAN 1 PARMAKSIAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4417 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara cerita Alkitab tentang Gubernur Felix dan nilai anti-korupsi terhadap motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) di SMA N 1 Parmaksian. Latar belakang penelitian ini didasari oleh masih rendahnya kesadaran moral dan motivasi belajar peserta didik terhadap nilai-nilai kejujuran dan integritas, khususnya dalam konteks pembelajaran PAK. Cerita Alkitab tentang Gubernur Felix (Kisah Para Rasul 24) memuat nilai-nilai penting terkait penyalahgunaan kekuasaan, ketidakadilan, dan praktik suap yang relevan dengan pendidikan anti-korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket yang disebarkan kepada peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman cerita Alkitab tentang Gubernur Felix dan nilai anti-korupsi dengan motivasi belajar peserta didik dalam pembelajaran PAK dengan nilai koefisien korelasi (r<sub>xy</sub>) sebesar 0,72 yang termasuk dalam kategori kuat. Nilai signifikansi tersebut membuktikan bahwa pemanfaatan cerita Alkitab dapat diefektifkan sebagai media pembelajaran dalam menanamkan nilai anti-korupsi. Dengan demikian, cerita Alkitab dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai anti-korupsi dan meningkatkan motivasi belajar peserta didik.</p> Risnauli Lasmaria Sihombing Elsa Saragih Leriska Saruksuk Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-04 2026-06-04 2 2 2059 2075 DAMPAK BULLYING TERHADAP KONDISI PSIKOLOG REMAJA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4418 <p>Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan dampak bullying terhadap kondisi psikologis remaja serta pentingnya peran keluarga, guru, dan sekolah dalam mencegah bullying. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah metode studi pustaka dengan mengumpulkan informasi dari berbagai jurnal, buku, dan sumber terpercaya yang berkaitan dengan bullying dan psikologi remaja. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa bullying dapat memberikan dampak negatif terhadap kondisi psikologis remaja, seperti menurunnya rasa percaya diri, munculnya rasa takut, stres, kecemasan, sulit berkonsentrasi, dan menarik diri dari lingkungan sosial. Bullying juga dapat memengaruhi prestasi belajar dan hubungan sosial remaja di sekolah maupun di lingkungan sekitar. Bentuk bullying yang sering terjadi meliputi bullying fisik, verbal, sosial, dan cyberbullying. Remaja yang mengalami bullying biasanya menunjukkan tanda-tanda seperti perubahan perilaku, lebih pendiam, mudah sedih, dan kehilangan semangat belajar. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara keluarga, guru, dan sekolah untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan mendukung perkembangan mental remaja agar kasus bullying dapat dicegah dan diatasi dengan baik.</p> Mezzaluna Raya Rabbani Ellen Prima Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-04 2026-06-04 2 2 2076 2086 HUBUNGAN CERITA DAUD DAN GOLIAT DENGAN MOTIVASI BELAJAR PENDIDIKAN KARAKTER PAK KELAS V DI SD NEGERI 173140 PAGAR BATU TAHUN PEMBELAJARAN 2025/2026 https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4425 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh signifikansi peran penguatan karakter dan motivasi belajar siswa Kelas V di SD Negeri 173140 Pagar Batu, yang diupayakan melalui internalisasi nilai-nilai Kristiani dalam narasi Alkitab. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi antara pemahaman cerita Daud dan Goliat dengan motivasi belajar Pendidikan Karakter PAK siswa kelas V SD Negeri 173140 Pagar Batu Pembelajaran 2025/2026. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Data dikumpulkan melalui penyebaran instrumen angket tertutup kepada responden untuk mengukur variabel persepsi cerita Daud dan Goliat serta variabel motivasi belajar. Hasil analisis data menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara pemahaman cerita Daud dan Goliat dengan motivasi belajar siswa kelas V di SD Negeri 173140 Pagar Batu Tahun Pembelajaran 2025/2026 yang dibuktikan melalui analisa uji hubungan yang positif dan signifikan data pada: a) uji validitas dengan perolehan nilai r<sub>xy</sub> &gt; r<sub>tabel </sub>(<sub>a=0,05, n=</sub><sub>32</sub><sub>) = 0,</sub><sub>296</sub>); b) Uji reliabilitas dengan perolehan nilai r<sub>11</sub> = 0,860, artinya dengan indeks korelasi hitung, nilai tersebut berada pada interpretasi sangat kuat (0,800-1,000). Hal ini mengindikasikan bahwa semakin baik pemahaman dan penghayatan siswa terhadap nilai keberanian, serta iman dalam kisah Daud dan Goliat, maka semakin tinggi pula dorongan siswa dalam mengikuti pembelajaran karakter PAK. Simpulan dari penelitian ini adalah narasi Alkitabiah yang kontekstual memiliki peran strategis dalam memicu motivasi belajar siswa kelas V pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen di SD Negeri 173140 Pagar Batu Tahun Pembelajaran 2025/2026.</p> Panni Debora Simbolon Irma J Simanjuntak Meliana Yulan Sari Sagala Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-05 2026-06-05 2 2 2087 2106 HUBUNGAN CERITA RAKYAT JAKA TARUB DAN 7 BIDADARI DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) KELAS X SMAN 1 ADIANKOTING https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4432 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis antara cerita rakyat Jaka Tarub serta 7 Bidadari dengan motivasi belajar siswa dalam konteks pembelajaran kepribadian pada mata pelajaran Pembelajaran Agama Kristen( PAK) kelas X di SMAN 1 Adiankoting. Cerita rakyat selaku bagian dari kearifan lokal mempunyai nilai- nilai moral semacam kejujuran, tanggung jawab, serta integritas yang relevan dengan pembuatan kepribadian partisipan didik. Tata cara riset yang digunakan merupakan pendekatan kuantitatif dengan tipe riset korelasional. Metode pengumpulan informasi dicoba lewat angket serta dokumentasi, sebaliknya analisis informasi memakai uji korelasi. Hasil riset menampilkan kalau ada ikatan yang signifikan antara uraian nilai- nilai dalam cerita rakyat Jaka Tarub serta 7 Bidadari dengan motivasi belajar siswa. Perihal ini mengindikasikan kalau integrasi cerita rakyat dalam pendidikan PAK bisa jadi salah satu strategi efisien buat tingkatkan motivasi belajar sekalian menguatkan pembelajaran kepribadian siswa. Dengan demikian, pemakaian cerita rakyat selaku media pendidikan mempunyai kedudukan berarti dalam menunjang proses pembelajaran yang holistik. Bersumber pada hasil uji korelasi Product Moment Pearson diperoleh nilai rₓᵧ sebesar 0, 78 yang menampilkan ikatan kokoh antara kedua variabel.</p> Reze Rosario Simanjuntak Rina Trisnawati Maharaja Natasya Sinaga Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2107 2119 HUBUNGAN CERITA RAKYAT TIMUN MAS DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN (PAK) KELAS VII DI SMP NEGERI 5 SIPOHOLON TAHUN AJARAN 2026 https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4433 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan cerita rakyat Timun Mas dengan motivasi belajar siswa dalam pendidikan karakter pada mata pelajaran Pendidikan Agama Kristen (PAK) kelas VII di SMP Negeri 5 Sipoholon. Cerita rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal mengandung nilai moral seperti keberanian, tanggung jawab, kerja keras, dan kemandirian yang relevan untuk pembentukan karakter peserta didik. Dalam pembelajaran PAK, nilai-nilai tersebut diintegrasikan agar siswa tidak hanya memahami ajaran iman secara kognitif tetapi juga menghayatinya dalam sikap dan perilaku sehari-hariPenelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengumpulan data melalui angket motivasi belajar serta observasi penerapan metode cerita (storytelling) dalam pembelajaran. Data dianalisis menggunakan korelasi Pearson untuk mengetahui hubungan antara penggunaan cerita rakyat dan motivasi belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa penggunaan cerita rakyat Timun Mas sebagai media pembelajaran mampu meningkatkan keterlibatan siswa, membantu pemahaman nilai karakter, serta menumbuhkan motivasi belajar. Dengan demikian, storytelling berbasis cerita rakyat dapat menjadi alternatif metode pembelajaran yang efektif dalam pendidikan karakter pada Pendidikan Agama Kristen.Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan dan sangat kuat antara penggunaan cerita rakyat Timun Mas dengan motivasi belajar siswa, dengan nilai korelasi sebesar 0,87.</p> Nesma Lumban Gaol Nelli Gultom Lasma Hutagalung Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2120 2134 DAMPAK PEMBELAJARAN DIGITAL TERHADAP KONSENTRASI BELAJAR SISWA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4437 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembelajaran digital terhadap konsentrasi belajar siswa dalam proses pembelajaran di era perkembangan teknologi pendidikan. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi literatur, di mana data diperoleh melalui pengumpulan dan analisis berbagai artikel jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang membahas pembelajaran digital dan konsentrasi belajar siswa. Pendekatan kualitatif dipilih untuk memahami fenomena pembelajaran digital secara mendalam berdasarkan perspektif teoritis dan hasil penelitian sebelumnya. Data yang digunakan bersifat non-numerik berupa dokumen tertulis yang dianalisis menggunakan teknik deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi bentuk pengaruh, faktor pendukung, dan hambatan pembelajaran digital terhadap konsentrasi belajar siswa. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran digital memberikan dampak positif berupa meningkatnya aksesibilitas pembelajaran, interaktivitas media, dan fleksibilitas belajar, namun juga menimbulkan dampak negatif seperti distraksi digital, multitasking, dan penurunan fokus belajar. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang tepat agar penggunaan teknologi dapat mendukung peningkatan konsentrasi belajar siswa secara optimal.</p> Farah Safira Amaliyah Ellen Prima Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2135 2149 PENGARUH CERITA RAKYAT AYAM DAN MUSANG (TENTANG KESERAKAHAN) TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER SISWA KELAS IV SD https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4438 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cerita rakyat Ayam dan Musang (tentang keserakahan) terhadap pembentukan karakter siswa kelas IV Sekolah Dasar. Cerita rakyat sebagai bagian dari kearifan lokal mengandung nilai-nilai moral yang relevan dengan pendidikan karakter, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan pengendalian diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) melalui pemberian perlakuan berupa pembelajaran berbasis cerita rakyat kepada siswa. Data dikumpulkan melalui angket dan observasi sebelum dan sesudah perlakuan, kemudian dianalisis menggunakan uji statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cerita rakyat Ayam dan Musang berpengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan karakter siswa, terutama dalam aspek sikap tidak serakah, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab atas tindakan sendiri. Temuan ini mengindikasikan bahwa cerita rakyat dapat menjadi media pembelajaran yang efektif dalam menanamkan nilai-nilai karakter pada siswa sekolah dasar.</p> Elsa Manora Sinaga Agnes Pasaribu Melvana Evriani Hutagalung Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2150 2157 HUBUNGAN CERITA RAKYAT SI LINGGA DAN SI PURBA DENGAN MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA PENDIDIKAN ANTI KORUPSI DALAM (PAK) KELAS XI SMK NEGERI 1 SIATAS BARITA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4439 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan cerita rakyat Si Lingga Dan Si Purba dengan motivasi belajar siswa pada pendidikan anti korupsi dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) Kelas XI SMK Negeri 1 Siatas Barita. Penelitian ini didasarkan pada rendahnya motivasi belajar siswa terhadap nilai-nilai moral dan anti korupsi yang diajarkan secara konvensional. Cerita rakyat digunakan sebagai media pembelajaran kontekstual yang mengandung nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui angket motivasi belajar dan pemahaman nilai anti korupsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara penggunaan cerita rakyat Si Lingga dan Si Purba dengan motivasi belajar siswa dalam pendidikan anti korupsi pada Pendidikan Agama Kristen.</p> Winda Manik Theresia Damanik Dame Martua Nainggolan Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2158 2171 PENGARUH CERITA SI KANCIL TENTANG KECERDIKAN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA SMA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4440 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh cerita Si Kancil tentang kecerdikan terhadap motivasi belajar siswa SMA dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen. Cerita Si Kancil sebagai bagian dari cerita rakyat Indonesia mengandung nilai-nilai kecerdikan, kreativitas, dan kemampuan pemecahan masalah yang relevan dengan proses pembelajaran. Dalam konteks pendidikan, penggunaan media cerita diyakini mampu meningkatkan minat, perhatian, dan keterlibatan siswa dalam belajar.Hasil pembahasan penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara cerita Si Kancil tentang kecerdikan terhadap motivasi belajar siswa SMA. Pengaruh tersebut terlihat dari meningkatnya minat belajar, keaktifan, kemampuan berpikir kritis siswa. Dalam perspektif Pendidikan Agama Kristen, kecerdikan yang ditampilkan dalam cerita Si Kancil perlu dimaknai sebagai hikmat yang berasal dari Tuhan, sehingga penggunaannya dalam pembelajaran harus diarahkan pada nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kebijaksanaan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cerita Si Kancil merupakan media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus membentuk karakter Kristiani yang berlandaskan iman.</p> Dwi Herlinda Panjaitan Andre Paulus Tua Simarmata Andar Gunawan Pasaribu Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2172 2181 IMPLEMENTASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM PEMBELAJARAN AKIDAH AKHLAK KELAS XI DI MA AL-IHSAN KALIKEJAMBON JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4441 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi penggunaan teknologi digital dalam pembelajaran Akidah Akhlak kelas XI di MA Al-Ihsan Kalikejambon Jombang, strategi guru dalam mengoptimalkan penggunaan teknologi digital, serta faktor pendukung dan penghambat dalam penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan teknologi digital seperti laptop, proyektor, smartphone, YouTube, dan media presentasi mampu membantu guru dalam menyampaikan materi Akidah Akhlak secara lebih menarik, interaktif, dan mudah dipahami siswa. Strategi guru dilakukan dengan memanfaatkan media visual, video edukatif, serta tugas berbasis digital yang mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Faktor pendukung implementasi teknologi digital meliputi fasilitas sekolah yang cukup memadai, antusiasme siswa, dan keterbukaan guru terhadap inovasi pembelajaran. Adapun faktor penghambatnya yaitu keterbatasan jaringan internet, kurangnya perangkat digital yang dimiliki siswa, dan masih minimnya pelatihan guru dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran. Dengan demikian, implementasi teknologi digital terbukti memberikan dampak positif terhadap efektivitas pembelajaran Akidah Akhlak di MA Al-Ihsan Kalikejambon Jombang.</p> Bella Roudhotul Jannah Muhammad Saat Ibnu Wafiq Wahyudi Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2182 2189 STRATEGI GURU PAI DALAM MENGGUNAKAN MODEL COLLABORATIF LEARNING PADA MATA PELAJARAN FIQIH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN KERJA SAMA SISWA KELAS XI DI MADRSAH ALYAH NEGERI 4 JOMBANG https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4442 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam menggunakan model Collaborative Learning pada mata pelajaran Fiqih untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa kelas XI di MAN 4 Jombang, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas guru Fiqih, wakil kepala bidang kurikulum, dan siswa kelas XI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi guru dalam menerapkan Collaborative Learning dilakukan melalui tiga tahap utama, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, guru menyiapkan masalah aktual yang relevan dengan kehidupan siswa, memperhatikan kesiapan peserta didik, gaya belajar, dan variasi kemampuan siswa. Pada tahap pelaksanaan, guru membentuk kelompok heterogen dan menerapkan diskusi berbasis musyawarah untuk menemukan solusi terhadap permasalahan hukum Islam. Tahap evaluasi dilakukan dengan menilai partisipasi, tanggung jawab, kemampuan komunikasi, dan hasil kerja kelompok siswa. Penerapan model Collaborative Learning terbukti mampu meningkatkan kemampuan kerja sama siswa, meningkatkan partisipasi aktif, tanggung jawab, komunikasi, dan kemampuan menghargai pendapat orang lain. Faktor pendukung meliputi kesiapan guru, dukungan sekolah melalui pelatihan dan workshop, serta motivasi siswa. Faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber belajar, kesulitan memahami referensi Fiqih, dan perbedaan kemampuan antar siswa. Dengan demikian, model Collaborative Learning efektif digunakan dalam pembelajaran Fiqih untuk meningkatkan kemampuan kerja sama siswa.</p> Fitroh Choirunisa Waslah Emi Lilawati Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2190 2196 STRATEGI GURU DALAM MENGATASI KESULITAN BELAJAR BAHASA ARAB SANTRI DI PONDOK PESANTREN HIZBUL WATHAN MUHAMMADIYAH GOWA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4443 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya kesulitan belajar bahasa Arab pada santri meskipun telah memiliki dasar penguasaan mufradat. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kendala dalam mengaplikasikan kemampuan bahasa Arab secara optimal dalam pembelajaran maupun komunikasi sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam mengatasi kesulitan belajar bahasa Arab serta mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan tersebut pada santri Pondok Pesantren Hizbul Wathan Muhammadiyah Gowa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru bahasa Arab dan santri, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesulitan belajar bahasa Arab dipengaruhi oleh faktor internal berupa rendahnya motivasi dan kepercayaan diri, kesulitan memahami kaidah nahwu dan sharaf, serta lemahnya penguasaan mufradat. Sementara itu, faktor eksternal meliputi lingkungan belajar yang belum sepenuhnya mendukung penggunaan bahasa Arab dan perbedaan kemampuan dasar santri. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru menerapkan strategi berupa pembiasaan berbahasa Arab, praktik langsung, metode tanya jawab, hafalan mufradat yang diikuti penyusunan kalimat, serta kegiatan membaca teks secara bergiliran. Temuan ini menunjukkan bahwa strategi pembelajaran yang berorientasi pada praktik dan pembiasaan berkontribusi dalam meningkatkan kemampuan bahasa Arab santri.</p> Ahmad Alfian Abdul Fattah Abd. Rahman Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2197 2211 PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP PERKEMBANGAN BELAJAR ANAK https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4445 <p>Artikel ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan keluarga terhadap perkembangan belajar anak. Lingkungan keluarga merupakan tempat pertama bagi anak dalam memperoleh pendidikan, pembentukan karakter, serta kebiasaan belajar. Pola asuh orang tua memiliki peran penting dalam perkembangan belajar anak karena cara orang tua mendidik, membimbing, dan memberikan perhatian dapat memengaruhi semangat belajar, rasa percaya diri, dan perilaku anak di sekolah maupun di rumah. Selain itu, pola pikir atau mindset orang tua terhadap pendidikan juga berpengaruh terhadap perkembangan anak. Orang tua yang memiliki pandangan positif tentang pentingnya pendidikan cenderung lebih mendukung kegiatan belajar anak sehingga anak menjadi lebih termotivasi untuk belajar. Hubungan yang baik antara orang tua dan anak juga dapat menciptakan suasana yang nyaman, terbuka, dan harmonis sehingga anak merasa lebih diperhatikan dan didukung dalam proses belajar. Metode yang digunakan dalam artikel ini adalah studi literatur dengan mengumpulkan berbagai sumber dari jurnal, buku, dan artikel ilmiah yang berkaitan dengan lingkungan keluarga dan perkembangan belajar anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang positif, pola asuh yang baik, serta komunikasi yang harmonis antara orang tua dan anak dapat memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan belajar anak, baik dari segi akademik maupun pembentukan sikap dan kepribadian.</p> Savira Melia Putri Ellen Prima Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-06 2026-06-06 2 2 2212 2224 OPTIMALISASI TATA RUANG KANTOR UNTUK MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN EFISIENSI KERJA PEGAWAI DI SD 37 PEKANBARU https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4450 <p>Tata ruang kantor merupakan salah satu aspek penting dalam manajemen perkantoran yang berpengaruh terhadap efektivitas pelaksanaan administrasi, produktivitas pegawai, dan efisiensi kerja organisasi. Dalam lingkungan sekolah, pengelolaan tata ruang kantor yang baik diperlukan untuk mendukung kelancaran berbagai aktivitas administrasi yang berkaitan dengan pelayanan pendidikan. SD Negeri 37 Pekanbaru sebagai lembaga pendidikan dasar memiliki berbagai kegiatan administrasi yang membutuhkan pengaturan ruang kerja yang efektif dan efisien. Namun, keterbatasan ruang, pengelolaan arsip, serta kebutuhan integrasi teknologi administrasi menjadi tantangan yang perlu dioptimalkan agar kinerja pegawai dapat berjalan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi tata ruang kantor dalam meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja pegawai di SD Negeri 37 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sumber data primer berasal dari kepala sekolah, tenaga administrasi, dan pegawai yang terlibat dalam kegiatan administrasi sekolah, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen sekolah, arsip, serta literatur yang relevan. Analisis data dilakukan menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata ruang kantor yang tertata dengan baik mampu mendukung kelancaran alur administrasi sekolah, mempercepat koordinasi antarpegawai, serta memudahkan pengelolaan dokumen dan informasi. Optimalisasi zonasi ruang kerja terbukti meningkatkan fokus dan produktivitas pegawai, sementara kenyamanan lingkungan kerja berpengaruh positif terhadap efisiensi pelaksanaan tugas. Selain itu, integrasi tata ruang kantor dengan teknologi administrasi modern, seperti penggunaan sistem digital dan pengarsipan elektronik, mampu meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi sekolah. Dengan demikian, optimalisasi tata ruang kantor menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pengelolaan administrasi dan kinerja pegawai di SD Negeri 37 Pekanbaru.</p> Gusri Prayoga Aditya Pratama Irawati Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-07 2026-06-07 2 2 2195 2212 FAKTOR EKSTERNAL YANG MEMBENTUK PRESTASI BELAJAR SISWA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4455 <p>Prestasi belajar anak merupakan hasil dari proses pendidikan yang bergantung pada berbagai faktor, termasuk faktor eksternal yang berasal dari lingkungan sekitar anak. Artikel ini bertujuan untuk membahas pengaruh faktor eksternal terhadap prestasi belajar anak dari perspektif psikologi pendidikan. Dalam proses penulisan ini, metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka dengan mempelajari beberapa jurnal, buku, dan sumber ilmiah terkait lainnya. Dari hasil penelitian, dapat dilihat bahwa lingkungan keluarga, lingkungan sekolah, budaya, dan media serta teknologi memainkan peran penting dalam memengaruhi motivasi, perilaku, dan keterampilan belajar anak. Keluarga menjadi lingkungan pertama yang memainkan peran penting dalam perkembangan belajar anak melalui cara pengasuhan, perhatian, dan dukungan emosional. Sekolah berperan dalam membantu perkembangan keterampilan akademik dan sosial anak melalui proses pembelajaran. Selain itu, perkembangan media digital memengaruhi konsentrasi dan kebiasaan belajar anak baik secara positif maupun negatif.</p> Devi Nurngaeni Ellen Prima Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-07 2026-06-07 2 2 2213 2226 KOMPETENSI KEPRIBADIAN GURU MATEMATIKA: STUDI KASUS PADA TIGA GURU DI SEKOLAH YANG BERBEDA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4456 <p>Penelitian ini mengkaji manifestasi kompetensi kepribadian dalam praktik mengajar guru matematika. Dengan desain studi kasus kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur kepada tiga guru matematika dari sekolah yang berbeda, lalu dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga guru memenuhi lima indikator kompetensi kepribadian mantap dan stabil, dewasa, arif, berwibawa, serta berakhlak mulia melalui strategi yang khas namun saling melengkapi: regulasi emosi saat tekanan kelas, kejujuran intelektual dalam mengakui kesalahan, empati aktif terhadap kesulitan individual siswa, kewibawaan yang dibangun atas keadilan bukan rasa takut, serta keteladanan integritas yang konsisten. Temuan ini membuktikan bahwa kompetensi kepribadian berfungsi sebagai instrumen pedagogis tersendiri yang secara langsung mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika dan membangun iklim belajar yang saling menghormati. Guru yang memiliki kompetensi karakter yang kuat efektif berperan sebagai “kurikulum hidup” yang menanamkan tanggung jawab dan kejujuran intelektual seiring dengan penyampaian materi matematika.</p> Sari Nabiilah Ahmad Selvi Salsabila Selvia Dwi Lestari Ade Irma Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-07 2026-06-07 2 2 2227 2234 IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (PMI) DI TIMUR TENGAH MELALUI PERAN UNIT PELAKSANA TEKNIS PERLINDUNGAN PEKERJA MIGRAN INDONESIA (UPT P2TK) DINAS TENAGA KERJA DAN TRANSMIGRASI PROVINSI JAWA TIMUR https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4463 <p>Penelitian ini membahas implementasi kebijakan pemerintah dalam perlindungan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah melalui peran Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (UPT P2TK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur. Tingginya jumlah PMI asal Jawa Timur yang bekerja di kawasan Timur Tengah serta maraknya kasus eksploitasi, kekerasan, dan pemberangkatan ilegal menjadi latar belakang penting penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan perlindungan PMI serta memahami peran dan fungsi UPT P2TK dalam sistem perlindungan PMI di Timur Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan perlindungan PMI masih mengacu pada kebijakan moratorium penempatan PMI sektor informal sebagai bentuk upaya pemerintah dalam melindungi keselamatan pekerja migran. Dalam pelaksanaannya, UPT P2TK berperan sebagai lembaga pengaduan pertama bagi PMI dan keluarganya, melakukan pendataan, verifikasi, mediasi, serta koordinasi dengan berbagai instansi seperti KP2MI, KBRI, dan Dinas Tenaga Kerja daerah dalam menangani permasalahan PMI di Timur Tengah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa perlindungan PMI merupakan suatu sistem sosial yang melibatkan berbagai lembaga dengan fungsi yang saling berkaitan sebagaimana dijelaskan dalam perspektif fungsionalisme struktural Talcott Parsons. Oleh karena itu, kerja sama dan integrasi antar lembaga menjadi faktor penting dalam mewujudkan perlindungan, keselamatan, dan kesejahteraan PMI di Timur Tengah.</p> Elfira Khoirotu Zahro Wahidah Zein Br Siregar Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2235 2245 PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DALAM PENDIDIKAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4464 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap hasil belajar dan perkembangan peserta didik. Lingkungan sosial yang terdiri atas lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk perilaku, motivasi, serta prestasi akademik siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Sampel penelitian terdiri atas 100 siswa tingkat sekolah menengah yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil belajar peserta didik dengan nilai koefisien determinasi sebesar 61,2%. Temuan ini menunjukkan bahwa semakin kondusif lingkungan sosial yang dimiliki siswa, semakin tinggi pula motivasi dan prestasi belajarnya. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa keluarga, sekolah, dan masyarakat perlu bekerja sama dalam menciptakan lingkungan sosial yang mendukung proses pendidikan. Temuan ini sejalan dengan berbagai penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya pengaruh signifikan lingkungan sosial terhadap pendidikan dan hasil belajar siswa.</p> Muhammad Rabbani Anugrah Nurcahaya Fadlan Zikri Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2246 2252 ETIKA KEGURUAN DAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN DALAM MENINGKATKAN PROFESIONALISME GURU https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4467 <p>Penelitian ini membahas etika keguruan dan administrasi pendidikan dalam meningkatkan profesionalisme guru. Etika keguruan berfungsi sebagai pedoman moral bagi guru, sedangkan administrasi pendidikan berperan dalam pengelolaan kegiatan pendidikan agar berjalan efektif dan terarah. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai buku dan jurnal ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan etika dalam administrasi pendidikan dapat meningkatkan profesionalisme guru.</p> Mila Sebmi Angglepi Sakilah Dahliana Nadia Haironi Isma Fatonah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2253 2258 PSIKOLOGI RESISTENSI: DAYA TUMBUH MENTAL MANUSIA DALAM BUDAYA OVERSTIMULASI DIGITAL https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4468 <p>Budaya digital modern memunculkan bentuk kelelahan baru yang tak kasat mata: overstimulation fatigue. Individu kini hidup dalam arus impulsif yang mempercepat atensi, memperdangkal emosi, dan mengikis kapasitas berpikir reflektif. Karya ini mengusulkan konsep Psikologi Resistensi sebuah kerangka daya tumbuh yang berfokus pada kemampuan manusia untuk melambat, menolak stimulus berlebih, dan menata ulang makna dalam interaksi digital. Melalui pendekatan literatur dan analisis intervensi empiris dari riset 2020–2025, karya ini menemukan bahwa praktik mental minimalism dan digital mindfulness berkontribusi signifikan terhadap peningkatan psychological growth resilience (PGR). Hasil meta-analisis dari 7 penelitian intervensi menunjukkan peningkatan PGR antara 17–29% setelah penerapan intervensi berbasis refleksi digital.</p> Aldora Azza Putra Hellen Almeera Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2259 2269 MENCARI ILMU https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4470 <p>Mencari ilmu merupakan proses penting dalam kehidupan manusia yang berperan dalam meningkatkan pengetahuan, membentuk pola pikir, serta mengembangkan potensi diri. Ilmu tidak hanya diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah atau perguruan tinggi, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman hidup, membaca buku, serta berbagai sumber informasi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan pentingnya mencari ilmu serta perannya dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas kehidupan manusia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kepustakaan (library research) dengan menggunakan berbagai sumber seperti buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan topik penelitian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa mencari ilmu memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis, membentuk sikap bijaksana, serta memberikan kontribusi bagi kemajuan masyarakat dan peradaban. Oleh karena itu, semangat untuk terus belajar dan mencari ilmu perlu ditanamkan pada setiap individu agar ilmu yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.</p> Mira Rahyuni Nurcahaya Ade Helmi Saputra Nurjamilah Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2270 2278 KEJUJURAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4471 <p>Kejujuran merupakan salah satu nilai fundamental dalam pembentukan karakter individu, khususnya dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pentingnya nilai kejujuran serta implementasinya dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan menganalisis berbagai sumber seperti Al-Qur’an, hadis, serta literatur pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa kejujuran memiliki peran penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas, dipercaya, dan bertanggung jawab. Implementasi nilai kejujuran dapat dilakukan melalui keteladanan guru, pembiasaan perilaku jujur, serta penegakan aturan yang konsisten di lingkungan sekolah. Dengan demikian, penanaman nilai kejujuran sejak dini sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter peserta didik yang berkualitas dan berakhlak mulia.</p> Teddy Agustian Nurcahaya Ali Saudi Harahap Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2279 2290 METODE PEMBELAJARAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4474 <p>The Hadith is the second source of Islamic teachings after the Quran, and serves as a guide for various aspects of life, including education. In the learning process, the Prophet Muhammad (peace be upon him) not only conveyed knowledge but also implemented various effective methods so that the material presented could be understood, internalized, and put into practice by his companions. The various learning methods employed by the Prophet Muhammad (peace be upon him) are reflected in the hadiths narrated by his companions, such as lectures, questions and answers, role models, demonstrations, repetition, motivation, and the use of parables. This study aims to examine hadiths related to learning methods and analyze their relevance in Islamic and modern education. The research method used was library research, collecting data from hadith books, Islamic education books, and relevant scientific journals. The results indicate that the learning methods implemented by the Prophet Muhammad (peace be upon him) closely consider the students' conditions, thinking abilities, and psychological aspects. Therefore, the learning methods exemplified by the Prophet Muhammad (peace be upon him) remain highly relevant for application in today's education world.</p> Afrinaldo Nurcahaya Hafiz Taufiqurrahman Hasibuan Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2291 2300 AKHLAK MULIA SEBAGAI TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4476 <p>Akhlak mulia merupakan tujuan utama pendidikan Islam yang berperan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik. Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga menekankan pembentukan karakter dan moral yang sesuai dengan nilai-nilai ajaran Islam. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kedudukan akhlak mulia dalam pendidikan Islam berdasarkan perspektif hadis serta implementasinya dalam proses pendidikan. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka (<em>library research</em>) dengan menganalisis berbagai sumber yang relevan, seperti Al-Qur'an, hadis, buku, dan jurnal ilmiah. Hasil kajian menunjukkan bahwa akhlak memiliki kedudukan yang sangat penting dalam pendidikan Islam, sebagaimana ditegaskan dalam hadis-hadis Rasulullah SAW yang menjadikan penyempurnaan akhlak sebagai inti ajaran Islam. Implementasi akhlak mulia dalam pendidikan memerlukan peran aktif pendidik sebagai teladan dan peserta didik sebagai pelaksana nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, pendidikan Islam diharapkan mampu melahirkan generasi yang berilmu, beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia.</p> Alwi Nurcahaya Rama Winda Pratiwi Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-08 2026-06-08 2 2 2301 2307 SAMPAHMU, TABUNGANMU: TRANSFORMASI LIMBAH DOMESTIK MENJADI NILAI EKONOMI BERBASIS EKONOMI SIRKULAR https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4477 <p>Permasalahan akumulasi limbah domestik yang terus meningkat di lingkungan rumah tangga menjadi tantangan lingkungan sekaligus peluang ekonomi yang belum tergarap secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi transformasi limbah domestik menjadi sumber nilai ekonomi melalui penerapan prinsip ekonomi sirkular. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi model pengelolaan sampah yang mengubah paradigma "sampah sebagai beban" menjadi "sampah sebagai tabungan" atau aset produktif. Pendekatan ekonomi sirkular diterapkan melalui strategi reduce, reuse, recycle, serta pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah seperti kompos, kerajinan tangan, atau komoditas daur ulang yang memiliki harga jual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem pemilahan sampah di tingkat rumah tangga yang disertai dengan edukasi manajemen keuangan limbah dapat memberikan dampak signifikan dalam menekan volume timbulan sampah sekaligus menciptakan pendapatan tambahan bagi masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa inisiatif berbasis komunitas dengan konsep ekonomi sirkular bukan hanya solusi ekologis, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi yang berkelanjutan di tingkat lokal. Transformasi limbah domestik dalam kerangka ekonomi sirkular membuka peluang besar bagi masyarakat untuk mengubah beban lingkungan menjadi aset produktif. Melalui strategi reduce, reuse, dan recycle, sampah rumah tangga dapat diolah menjadi kompos organik, energi alternatif seperti biogas, produk kreatif berbasis daur ulang, hingga sistem bank sampah yang memberikan nilai finansial langsung kepada warga. Inovasi ini tidak hanya menekan timbulan sampah, tetapi juga menciptakan sumber pendapatan baru, memperkuat solidaritas komunitas, serta membangun rantai ekonomi lokal yang berkelanjutan. Dengan demikian, paradigma “sampah sebagai tabungan” menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi sekaligus solusi ekologis yang relevan di era modern.</p> Anggy Julia Anasya Eli Kurnia Herliani Siti Wahyuni Sepren Sihombing Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-09 2026-06-09 2 2 2308 2315 LINGKUNGAN PENDIDIKAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4480 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep lingkungan pendidikan dalam perspektif pendidikan Islam serta relevansinya dalam pendidikan kontemporer. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif melalui analisis berbagai jurnal, buku, dan sumber ilmiah yang berkaitan dengan lingkungan pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk karakter, kepribadian, serta perkembangan intelektual dan spiritual peserta didik. Dalam pendidikan Islam, lingkungan pendidikan mencakup keluarga, sekolah, dan masyarakat yang saling mendukung dalam proses pembelajaran. Ketiga lingkungan tersebut berfungsi sebagai sarana penanaman nilai-nilai keislaman, akhlak mulia, dan pembentukan karakter peserta didik. Sementara itu, pendidikan kontemporer memandang lingkungan pendidikan sebagai suatu ekosistem yang melibatkan aspek fisik, sosial, emosional, dan digital. Konsep lingkungan pendidikan Islam tetap relevan dalam menghadapi tantangan pendidikan modern karena mampu memberikan landasan moral dan spiritual yang kuat. Oleh karena itu, sinergi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang kondusif guna mencapai tujuan pendidikan secara optimal.</p> Imam Mudaris Nurcahaya Yola Asmayana Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-09 2026-06-09 2 2 2316 2323 METODE PEMBELAJARAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4481 <p>Metode pembelajaran merupakan salah satu komponen penting dalam proses pendidikan. Keberhasilan pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh materi yang diajarkan, tetapi juga oleh metode yang digunakan oleh pendidik. Dalam Islam, Rasulullah SAW merupakan pendidik terbaik yang telah memberikan contoh berbagai metode pembelajaran yang efektif melalui hadis-hadis beliau. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji metode pembelajaran menurut hadis dalam perspektif tafsir tarbawi serta relevansinya dengan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai hadis dan literatur pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Rasulullah SAW menggunakan berbagai metode pembelajaran seperti ceramah, tanya jawab, keteladanan, demonstrasi, kisah, perumpamaan, pembiasaan, nasihat, diskusi, dan pemberian motivasi. Metode-metode tersebut masih sangat relevan diterapkan dalam pendidikan modern karena mampu mengembangkan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor peserta didik secara seimbang.</p> Nadila Ambriyani Nabila Nur Sabrina Nurcahaya Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-09 2026-06-09 2 2 2324 2329 ANALISIS PENGARUH KEHARMONISAN KELUARGA TERHADAP KEMAMPUAN MANAJEMEN EMOSIONAL DAN PRESTASI BELAJAR PESERTA DIDIK https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4482 <p>Keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama yang sangat menentukan perkembangan psikologis dan akademik peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keharmonisan keluarga terhadap kemampuan manajemen emosional dan prestasi belajar peserta didik melalui kajian literatur sistematis. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) yang mengintegrasikan temuan dari berbagai penelitian empiris terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa keharmonisan keluarga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan manajemen emosional peserta didik, yang ditandai dengan kemampuan mengenali, memahami, dan mengendalikan emosi secara adaptif. Selain itu, keharmonisan keluarga juga terbukti berkontribusi terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik dengan memberikan lingkungan yang kondusif, dukungan emosional yang stabil, serta motivasi belajar yang tinggi. Temuan ini mengimplikasikan perlunya sinergi antara orang tua, pendidik, dan konselor dalam menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis sebagai fondasi utama keberhasilan belajar dan perkembangan emosional peserta didik.</p> Jelita Ayi Widiarti Ellen Prima Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-09 2026-06-09 2 2 2330 2341 PENGARUH LINGKUNGAN SOSIAL DALAM PENDIDIKAN https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4488 <p>Lingkungan sosial memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pendidikan. Lingkungan sosial mencakup keluarga, sekolah, teman sebaya, dan masyarakat yang secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi perkembangan peserta didik. Kondisi lingkungan sosial yang kondusif dapat memberikan dukungan emosional, sosial, dan akademik yang membantu peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya, lingkungan sosial yang kurang mendukung dapat menjadi hambatan dalam proses pendidikan dan perkembangan individu. Lingkungan sosial merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi proses dan hasil pendidikan. Interaksi yang terjadi antara peserta didik dengan keluarga, teman sebaya, sekolah, dan masyarakat berperan dalam membentuk karakter, sikap, motivasi, serta prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap pendidikan dan perkembangan peserta didik.&nbsp; Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga yang harmonis, dukungan guru yang positif, hubungan yang baik dengan teman sebaya, serta kondisi masyarakat yang mendukung pendidikan memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan peserta didik. Lingkungan sosial yang positif mampu meningkatkan motivasi belajar, menumbuhkan rasa percaya diri, memperkuat nilai-nilai moral, serta mendorong pencapaian prestasi akademik yang lebih baik. Sebaliknya, lingkungan sosial yang negatif berpotensi menimbulkan berbagai permasalahan, seperti rendahnya minat belajar, kesulitan beradaptasi, perilaku menyimpang, hingga penurunan prestasi akademik. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan sosial yang sehat dan mendukung proses pendidikan agar tujuan pendidikan dapat tercapai secara optimal.</p> Isma Fatonah Nurcahaya Nova Gustira Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-09 2026-06-09 2 2 2342 2355 MENEGAKKAN KOMPAS MORAL PENDIDIK: UPAYA PENCEGAHAN PELANGGARAN ETIKA PROFESI GURU https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4492 <p>Etika profesi guru merupakan pedoman moral yang mengatur sikap dan perilaku guru dalam menjalankan tugas profesionalnya sebagai pendidik. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan berbagai bentuk pelanggaran etika yang dapat memengaruhi kualitas pendidikan dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk-bentuk pelanggaran etika profesi guru, faktor-faktor penyebab terjadinya pelanggaran, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegahnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kepustakaan (<em>library research</em>) dengan mengumpulkan dan menganalisis berbagai sumber literatur berupa buku, jurnal ilmiah, artikel penelitian, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui proses identifikasi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis berbagai informasi yang diperoleh dari sumber pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk pelanggaran etika profesi guru meliputi tindakan diskriminatif terhadap peserta didik, kekerasan verbal maupun fisik, penyalahgunaan wewenang, ketidakjujuran akademik, serta penyalahgunaan teknologi dan media sosial. Faktor penyebab pelanggaran etika profesi guru berasal dari faktor internal seperti rendahnya pemahaman kode etik dan integritas pribadi, serta faktor eksternal seperti beban kerja, perkembangan teknologi, lingkungan kerja, dan lemahnya pengawasan. Upaya pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan pemahaman terhadap kode etik, penguatan karakter dan profesionalisme guru, peningkatan literasi digital, serta penegakan aturan yang konsisten. Dengan demikian, penerapan etika profesi guru secara optimal menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas, berintegritas, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.</p> Hafizah Aulia Sakilah Nurul Hanifah Junaldi Putra Hafiz Taufiqurrahman Hasibuan Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-09 2026-06-09 2 2 2324 2335 PROFESIONALISME GURU MATEMATIKA DALAM MEMBANGUN PEMBELAJARAN YANG HUMANIS DAN EFEKTIF https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4494 <p>Profesionalisme guru matematika memegang peranan yang sangat penting dalam membentuk proses belajar yang baik serta efektif. Penelitian ini ingin memperlihatkan bagaimana profesionalisme guru matematika dalam membentuk suasana belajar yang menarik, nyaman, dan bisa menaikkan motivasi belajar murid. Metode yang dipakai dalam riset ini ialah kualitatif dengan melaksanakan wawancara terhadap dua pendidik matematika mts dan sman. Temuan dari studi ini memperlihatkan kalau profesionalisme seseorang guru tidak sekadar tergantung pada pemahaman materi, tetapi pun terletak pada cara serta sikap guru saat berinteraksi dengan murid. Seorang guru yang profesional dapat dikenali lewat sikap sabar, disiplin, jujur, bertanggung jawab, kemampuan mengendalikan emosi, serta membangun hubungan yang baik dengan siswa. Selain itu, pendekatan yang manusiawi seperti komunikasi yang baik, suasana belajar yang santai, dan memberikan dorongan yang positif bisa membuat siswa merasa lebih nyaman dan percaya diri saat mengikuti pelajaran matematika. Keteladanan dari guru dalam hal kedisiplinan dan keterbukaan terhadap masukan juga merupakan aspek penting yang dapat meningkatkan mutu pembelajaran. Oleh karena itu, profesionalisme guru matematika tidak hanya terfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada kemampuan dalam menjalin hubungan emosional yang positif supaya tujuan pembelajaran bisa tercapai dengan maksimal.</p> Naisya Sahira Elza vayuni Azhar Siregar Ade Irma Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-09 2026-06-09 2 2 2337 2342 TATA KELOLA ADMINISTRASI DALAM KERJASAMA INDONESIA–CHINA: STUDI PROYEK KERETA CEPAT WHOOSH JAKARTA–BANDUNG https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4496 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi collaborative governance dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh) dengan menitikberatkan pada kepemimpinan fasilitatif dan proses kolaboratif. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi literatur dengan mengacu pada kerangka collaborative governance dari Ansell dan Gash. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan multi-aktor, baik pemerintah, BUMN, maupun mitra internasional, menjadi elemen penting dalam mendukung keberhasilan proyek. Kepemimpinan fasilitatif berperan dalam menjembatani perbedaan kepentingan, memediasi konflik, serta menjaga koordinasi antar aktor. Selain itu, proses kolaboratif yang ditandai dengan dialog tatap muka, pembangunan kepercayaan, dan komitmen terhadap proses terbukti memperkuat efektivitas kerja sama. Meskipun demikian, masih terdapat tantangan seperti perbedaan kepentingan, pembebasan lahan, dan pembengkakan biaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan implementasi collaborative governance tidak hanya ditentukan oleh struktur kelembagaan, tetapi juga oleh kualitas interaksi, komunikasi, dan konsistensi pelaksanaan dalam menghadapi dinamika kolaborasi.</p> Andi Mukti Ali Aulia Sri Barokah Deliana Maulida Ahsanti Dzaki Alwan Fauzi Astri Nur Maulida Jaliludin Muslim Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-10 2026-06-10 2 2 2343 2356 KAJIAN MATERI PENDIDIKAN ISLAM SEBAGAI DASAR PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4497 <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis materi pendidikan Islam sebagai dasar pembentukan karakter peserta didik serta mengkaji karakter peserta didik dalam perspektif pendidikan Islam. Penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam materi pendidikan Islam, seperti akidah, Al-Qur’an dan Hadis, ibadah, serta akhlak, yang berperan dalam membentuk kepribadian peserta didik. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kontribusi materi pendidikan Islam dalam menanamkan nilai-nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial sehingga terbentuk peserta didik yang berakhlak mulia. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan mengkaji berbagai literatur, jurnal ilmiah, buku, dan sumber-sumber relevan yang berkaitan dengan pendidikan Islam dan pendidikan karakter. Hasil kajian menunjukkan bahwa materi pendidikan Islam yang meliputi akidah, Al-Qur’an dan Hadis, akhlak, ibadah, serta sejarah kebudayaan Islam memiliki kontribusi yang signifikan dalam membentuk karakter peserta didik.</p> Enilda Dwi Lestari Nurcahaya Nadia Haironi Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-10 2026-06-10 2 2 2357 2364 KOMPETENSI PEDAGOGIK GURU MATEMATIKA SMA DALAM IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4498 <p>Keberhasilan implementasi Kurikulum Merdeka sangat dipengaruhi oleh kompetensi pedagogik guru, seiring dengan adanya pergeseran paradigma pembelajaran. Pada mata pelajaran matematika, pendidik berkewajiban mengenali keunikan siswa, menyusun strategi belajar yang adaptif, serta memanfaatkan teknologi dan evaluasi yang tepat sasaran. Melalui metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengeksplorasi kemampuan pedagogis tiga guru matematika SMA yang berpengalaman dalam menerapkan kurikulum baru tersebut melalui teknik wawancara mendalam. Fokus evaluasi diarahkan pada pengenalan siswa, desain dan eksekusi kelas, integrasi teknologi, sistem asesmen, hingga pengembangan profesi. Temuan riset mengindikasikan bahwa secara umum kemampuan pedagogik informan sudah memadai, namun masih terdapat fluktuasi dalam penerapannya. Perbedaan mencolok ditemukan pada pilar pembelajaran berdiferensiasi, pemanfaatan media digital, asesmen formatif, dan konsistensi peningkatan kualitas diri. Oleh sebab itu, diperlukan penguatan kompetensi melalui pelatihan profesi yang aplikatif demi tercapainya efektivitas Kurikulum Merdeka secara menyeluruh.</p> Chelsyla Alviona Khairunnisa Rangga Andestiko Ade Irma Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-10 2026-06-10 2 2 2365 2380 EFEKTIVITAS GAME-BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENALARAN MATEMATIS SISWA: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4499 <p>Kemampuan penalaran matematis siswa di Indonesia masih tergolong rendah, sebagaimana tercermin dari hasil PISA 2022 yang menempatkan Indonesia pada peringkat 71 dari 81 negara. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas model Pembelajaran Berbasis Permainan (Game-Based Learning/GBL) dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang diterapkan adalah Tinjauan Literatur Sistematis (TLS) dengan cara mengidentifikasi, menilai, dan menginterpretasi temuan penelitian dari berbagai artikel jurnal yang berkaitan. Artikel ditemukan menggunakan Google Scholar, Semantic Scholar, dan Crossref dengan kata kunci yang relevan, kemudian disaring melalui penilaian kualitas (Quality Assessment) sehingga menghasilkan 9 artikel jurnal yang sesuai dengan kriteria. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model GBL terbukti berhasil dan lebih baik dibandingkan model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan kemampuan penalaran matematis siswa, dengan nilai signifikansi yang konsisten (p &lt; 0,05). Keunggulan GBL semakin nyata ketika dikombinasikan dengan media digital interaktif yang merangsang aktivitas penalaran induktif dan deduktif. GBL juga terbukti meningkatkan motivasi, keterlibatan aktif, pemahaman konsep, dan kemampuan komunikasi matematis siswa. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa GBL bukan sekadar merancang permainan bagi siswa, melainkan sebuah pendekatan pembelajaran terencana, berpusat pada siswa, yang menuntut guru memanfaatkan kemajuan teknologi guna memenuhi tuntutan abad ke-21.</p> <p>Kata Kunci: <em>Game-Based Learning, penalaran matematis, Systematic Literature Review, </em></p> Saifullah Rahman Hasanuddin Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-10 2026-06-10 2 2 2381 2392 UPAYA GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KEPEKAAN SOSIAL PADA SISWA DI SMP MUHAMMADIYAH 4 PEKANBARU https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4505 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan kepekaan sosial pada siswa di SMP Muhammadiyah 4 Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Informan utama dalam penelitian ini guru Pendidikan Agama Islam, dan informan pendukung Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan dan Guru Bimbingan dan Konseling (BK). Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan tahap pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil penelitian diperoleh upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan kepekaan sosial pada siswa yaitu guru telah menanamkan nilai-nilai empati dan kepedulian pada siswa, guru telah mengajak dan mengikutsertakan siswa dalam kegiatan sosial, guru sudah memberi pemahaman kepada siswa bahwa kita tidak bisa hidup sendiri, dan guru telah membimbing siswa untuk berinteraksi dengan orang lain dengan baik. Faktor-faktor yang mempengaruhi upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam menumbuhkan kepekaan sosial pada siswa ada dua faktor yaitu faktor internal yang berasal dari guru, meliputi kompetensi dan pemahaman guru dan kesadaran guru dalam mengajar. Faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga dan sekolah, serta lingkugan sosial siswa.</p> Fenory Amelya Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-10 2026-06-10 2 2 2393 2404 PENGARUH PEMBELAJARAN AL-’ARABIYYAH BAYNA YADAYK TERHADAP PENGUATAN KARAKTER MAHASISWI STIQ AMAL JARIYAH PAREPARE https://publisherqu.com/index.php/psikosospen/article/view/4509 <p class="p1" style="margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;">Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pembelajaran kitab Al-Arabiyyah Bayna Yadayk terhadap penguatan nilai-nilai akhlak mahasiswi STIQ Amal Jariyah Parepare. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain sequential explanatory. Data diperoleh melalui pre-test dan post-test terhadap 51 mahasiswi yang telah mempelajari kitab tersebut, kemudian didukung oleh analisis kualitatif. Instrumen penelitian berupa skala nilai akhlak yang mencakup 19 indikator pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator mengalami peningkatan setelah pembelajaran. Delapan indikator berada pada kategori kuat, sedangkan sebelas indikator lainnya berada pada kategori sedang dengan skor yang lebih tinggi dibandingkan kondisi awal. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran kitab Al-Arabiyyah Bayna Yadayk berkontribusi positif dalam internalisasi nilai-nilai akhlak dan mendukung pembelajaran bahasa Arab berbasis nilai.</p> Muhammad Faiz Copyright (c) 2026 Jurnal Psikososial dan Pendidikan 2026-06-10 2026-06-10 2 2 2405 2420