INTERPRETASI SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE DALAM HADIS RUQYAT TUL HILAL
Keywords:
Ruqyatul Hilal, Ferdinand de Saussure, Interpretasi SemiotikaAbstract
Penelitian ini membahas interpretasi semiotika Ferdinand de Saussure terhadap hadis ruqyat tul hilal, yang menjadi fokus penting dalam penetapan awal Ramadan di Indonesia. Artikel ini membahas kompleksitas penetapan awal Ramadan di Indonesia, dengan perdebatan antara NU dan Muhammadiyah sebagai organisasi keagamaan utama. Interpretasi semiotika Saussure menyoroti peran tanda dan simbol dalam hadis tersebut, serta implikasinya dalam praktik keagamaan. Penelitian ini menggunakan konsep tanda dan penanda Saussure untuk menganalisis makna dalam konteks pengamatan bulan sabit. Penekanan pada parole dan langue dalam teori Saussure memberikan wawasan tentang konstruksi makna dalam praktik keagamaan. Dalam metodologi penelitian, artikel ini memanfaatkan pendekatan teori Saussure dalam menganalisis hadis ruqyat tul hilal, dengan fokus pada signifier dan signified. Implikasi praktis dari penelitian ini mencakup pemahaman yang lebih dalam tentang kompleksitas penetapan awal Ramadan dan relevansinya dalam masyarakat Indonesia. Kesimpulannya, artikel ini memberikan kontribusi signifikan dalam memahami praktik keagamaan dan proses interpretasi simbolik dalam konteks budaya dan sosial masyarakat.











