HADITS MUSTAHSAN DAN MUSTAHSIN DALAM ISTIHSAN STUDY KOMPARATIF MAZHAB HANAFI DAN SYAFI’I

Authors

  • Miftahul Jannah Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Fatma Taufik Hidayat Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Istihsan, Mustahsan, Mustahsin, Fuqaha, Mutakallim

Abstract

Islam datang menjadi penerang bagi umat manusia, yang mana syariat-syariatnya mendatangkan kemaslahatan dan menjauhkan dari kemudharatan. Seiring berjalannya waktu dan zaman, banyaknya permasalahan-permasalahan baru muncul, yang mana tidak ditemukan secara langsung jawabannya dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Oleh karena itu, para ulama mengembangkan metode-metode baru dalam pengambilan hukum; di antaranya ialah istihsan. Pada tulisan ini, penulis akan membahas konsep hadis mustahsan dan mustahsin dalam kaitannya dengan metode istihsan, ditinjau dari dua aliran ushul fiqih, yakni para fuqaha (Mazhab Hanafi) dan mutakallim (Mazhab Syafi’i), yang memiliki pendekatan berbeda. Dinamika kajian mengenai ushul fiqih pun tak pernah ada habisnya, karena semakin berkembangnya zaman maka semakin banyak pula permasalahan-permasalahan yang menghampiri. Jika dilihat, metode istihsan adalah metode yang bertujuan untuk memudahkan para mukallaf demi mencapai kemaslahatan. Maka, metode ini merupakan salah satu cara penetapan hukum yang sangat mungkin untuk dikembangkan dan dimodifikasi agar bisa menjadi metode yang dinamis, berkembang sesuai dengan waktu, serta disepakati penggunaannya oleh para ulama.

Downloads

Published

2025-04-14