BENTUK-BENTUK DEOTORISASI HADIS DI INTERNET ANALISIS KONTEMPORER TERHADAP DISTORSI OTORITAS KEILMUAN DALAM RUANG DIGITAL
Keywords:
deotorisasi hadis, media sosial, literasi digital keagamaan, otoritas keilmuan, komodifikasi hadisAbstract
Perkembangan pesat teknologi informasi telah merevolusi cara umat Muslim mengakses pengetahuan keagamaan, khususnya hadis, melalui media sosial dan platform digital. Namun, kemudahan ini juga memunculkan tantangan serius berupa deotorisasi hadis, yakni pelemahan otoritas keilmuan hadis akibat penyebaran yang tidak tervalidasi. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk deotorisasi hadis di internet serta dampaknya terhadap otoritas keilmuan Islam di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis, memanfaatkan studi pustaka dan observasi netnografi terhadap konten digital yang berkaitan dengan hadis. Hasil kajian mengungkap empat bentuk utama deotorisasi: distorsi makna, penyebaran hadis palsu, reduksi otoritas ulama, dan komodifikasi hadis. Temuan menunjukkan bahwa deotorisasi hadis tidak hanya menurunkan kredibilitas ajaran Islam, tetapi juga memperkuat polarisasi sosial, memicu ekstremisme, dan melemahkan transmisi keilmuan klasik. Artikel ini merekomendasikan penguatan literasi digital keagamaan, peran aktif ulama dalam dakwah digital berbasis sanad, serta kolaborasi antara lembaga keislaman dan platform digital untuk mengembangkan sistem moderasi konten keagamaan yang akurat. Penelitian ini berkontribusi pada literatur studi hadis kontemporer dan menawarkan solusi strategis untuk menjaga integritas keilmuan Islam di tengah arus informasi yang disruptif.











