PENAFSIRAN QS. AN-NISA:29 DALAM TAFSIR AL-BAHR AL-MUHITH: LARANGAN BUNUH DIRI DAN RELEVANSINYA TERHADAP KRISIS KESEHATAN MENTAL DI KALANGAN GENERASI MUDA
Keywords:
Tafsir al-Bahr al-Muhit, bunuh diri, QS. An-Nisa’: 29, kesehatan mentalAbstract
Krisis kesehatan mental yang semakin meningkat, khususnya di kalangan generasi muda, menimbulkan keprihatinan serius di berbagai kalangan. Fenomena bunuh diri menjadi puncak dari akumulasi tekanan emosional yang tidak tertangani. Dalam perspektif Islam, bunuh diri merupakan tindakan yang dilarang keras sebagaimana tercantum dalam QS. An-Nisa’: 29. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji penafsiran ayat tersebut melalui pendekatan linguistik dan teologis dalam Tafsir al-Bahr al-Muhit karya Abu Hayyan al-Andalusi, serta menggali relevansinya dalam menjawab problematika kesehatan mental kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Abu Hayyan menafsirkan larangan bunuh diri tidak hanya sebagai tindakan individu, tetapi juga menyangkut kolektivitas umat Islam sebagai satu kesatuan jiwa (nafs wahidah), serta mengaitkannya dengan konteks psikologis dan moral secara mendalam. Dengan pendekatan tafsir yang lughawi dan tahlili, studi ini menunjukkan bahwa warisan tafsir klasik dapat memberikan kontribusi penting dalam menangani krisis mental dengan nilai-nilai keislaman yang kontekstual. Penelitian ini merekomendasikan integrasi antara nilai-nilai Al-Qur’an dan pendekatan psikologi Islam sebagai solusi komprehensif terhadap isu bunuh diri di era modern.











