REKONSTRUKSI TATA TASRIF BAHASA ARAB: STUDI KRITIS TERHADAP BATASAN FI‘L JĀMID DAN AL-MUTAṢARRIF

Authors

  • Arginanto Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten, Indonesia

Keywords:

fi‘l jāmid, fi‘l mutaṣarrif, taṣrīf

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ulang dan merekonstruksi konsep taṣrīf (konjugasi verba) dalam tata bahasa Arab, dengan fokus khusus pada batas antara fi‘l jāmid (verba statis atau tidak mengalami perubahan bentuk) dan fi‘l mutaṣarrif (verba fleksibel atau dapat mengalami perubahan bentuk). Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis berbagai sumber klasik dan kontemporer untuk mengidentifikasi inkonsistensi dan ambiguitas dalam klasifikasi tradisional verba Arab. Data diperoleh melalui studi literatur mendalam terhadap teks-teks nahwu dan ṣarf yang terkenal, lalu dianalisis secara kritis melalui perspektif morfologis, semantik, dan pragmatik. Temuan menunjukkan bahwa klasifikasi dikotomis antara jāmid dan mutaṣarrif tidak sepenuhnya mencerminkan penggunaan bahasa yang sebenarnya, terutama pada verba yang menunjukkan konjugasi parsial seperti kāda (“hampir”), ‘asā (“barangkali”), dan ẓanna (“mengira”). Peneliti mengusulkan model klasifikasi baru berbasis pendekatan gradasi atau spektrum, dengan memperkenalkan kategori antara yang disebut mutaṣarrif nāqiṣ (verba yang sebagian dapat dikonjugasikan). Model ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman teoretis dan memberikan kontribusi praktis dalam pengajaran tata bahasa Arab, khususnya pada tingkat lanjutan. Studi ini menekankan pentingnya integrasi pendekatan linguistik fungsional dalam analisis tata bahasa Arab guna menciptakan kerangka kerja yang lebih kontekstual dan adaptif.

Downloads

Published

2025-06-17