PERAN IDGHAM DALAM PEMBENTUKAN WAZAN DAN IMPLIKASI FONOLOGISNYA DALAM ILMU SHOROF PADA SURAT AL-FAJR AYAT 21
Keywords:
Idghām, Wazan, SharafAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran idghām (asimilasi bunyi) dalam pembentukan pola morfologis (wazan) serta implikasinya secara fonologis dalam morfologi bahasa Arab (sharaf), dengan fokus khusus pada kajian ayat ke-21 Surah Al-Fajr. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui metode studi pustaka, dengan Al-Qur’an sebagai sumber utama, serta didukung oleh referensi klasik dan modern dalam bidang tata bahasa Arab, fonologi, dan tafsir Al-Qur’an. Ayat yang dikaji mengandung kata kerja dukkati, yang berasal dari akar triliteral d-k-k yang berarti “menghancurkan” atau “memukul dengan keras.” Dalam verba ini terjadi proses idghām melalui asimilasi dua konsonan yang identik, membentuk struktur ganda (geminasi) yang mengikuti pola morfologis fu‘‘ilat, yang umumnya digunakan untuk menyatakan makna pasif dan tindakan yang intensif. Secara fonologis, hasil dari idghām tersebut adalah bunyi konsonan yang ditekan dan berat, yang memperkuat makna kehancuran hebat sebagaimana digambarkan dalam ayat. Efek akustik yang dihasilkan mempertegas nuansa dramatis tentang peristiwa akhir zaman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa idghām tidak hanya berfungsi sebagai penyesuaian fonetik, tetapi juga sebagai alat linguistik fundamental yang berkontribusi pada struktur dan makna. Idghām menjembatani antara bunyi dan makna, memperkaya kualitas retoris bahasa Al-Qur’an, serta menunjukkan keterkaitan yang erat antara fonologi dan morfologi bahasa Arab.











