KONTROVERSI AQIDAH ASYA’IROH, DAN BANTAHAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH TERHADAP KLAIM MEREKA ATAS IMAM SYAFI’I

Authors

  • Izzuddin Farist Junaedi Pascasarjana International Open University
  • Mujiadi Pascasarjana International Open University

Keywords:

Aqidah, Asya’iroh, Imam Syafi’i, Asma wa Shifat, Ahlussunnah wal Jama’ah

Abstract

Tesis ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis klaim teologis yang disandarkan oleh kelompok Asya’iroh terhadap Imam Syafi’i, khususnya dalam permasalahan Tauhid Asma wa Shifat. Penelitian ini berfokus pada perbandingan antara pemahaman Aqidah Abul Hasan al-Asy’ari, pandangan Imam Syafi’i, dan sikap Ahlussunnah wal Jama’ah terhadap isu-isu yang berkaitan dengan sifat-sifat Allah ﷻ. Dalam pengkajiannya, penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), dengan menganalisis karya-karya primer dan sekunder dari literatur klasik dan kontemporer, baik dari kalangan Asya’iroh, Ahlussunnah wal Jama’ah, maupun ulama bermadzhab Syafi’i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontradiksi mendasar antara prinsip-prinsip aqidah yang dianut oleh Imam Syafi’i dengan metodologi kalam yang digunakan oleh Asya’iroh, terutama dalam penetapan sifat Allah tanpa penakwilan (ta’wil) atau pengingkaran (ta’thil). Aqidah Imam Syafi’i dalam persoalan Asma wa Shifat lebih dekat kepada prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jama’ah, Imam Syafi’i diketahui secara konsisten menolak ilmu kalam dan menyerukan pemurnian aqidah sesuai dengan ajaran salaful ummah. Penelitian ini juga menemukan bahwa banyak ulama bermadzhab Syafi’i yang tetap memegang aqidah dan manhaj salaf serta menolak atribusi aqidah Asy-‘ariyyah kepada Imam Syafi’i. Di sisi lain, klaim sebagian kelompok Asya’iroh terhadap legitimasi aqidah mereka melalui figur Imam Syafi’i dianggap tidak berdasar dan dapat menimbulkan kerancuan teologis di kalangan umat Islam. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan perlunya penegasan ilmiah terhadap batas-batas aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah serta pentingnya merujuk kepada pemahaman salaf dalam menafsirkan sifat-sifat Allah. Hal ini diharapkan dapat menjaga kemurnian aqidah serta mencegah penyebaran kesalahpahaman yang merusak fondasi keimanan umat.

Downloads

Published

2025-07-05