PLURALISME AGAMA DAN DAMPAKNYA TERHADAP KAUM MUSLIMIN DI INDONESIA : STUDI KOMPARATIF TERHADAP PANDANGAN FAZLUR RAHMAN DAN IBNU KATSIR

Authors

  • Irpan Jamaludin Pascasarjana International Open University
  • Aa Hubur Pascasarjana International Open University

Keywords:

Pluralisme Agama, Kesetaraan Antaragama, Islam Liberal, Fazlur Rahman, Ibnu Katsir

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis metodologi penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan hubungan antaragama menurut Fazlur Rahman dan Ibnu Katsir. Kemudian menganalisis apa saja persamaan dan perbedaan terkait konsep tersebut dalam persfektif keduanya, serta menganalisis dampak penafsiran tersebut terhadap umat Islam di Indonesia. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh melalui kajian terhadap karya-karya Fazlur Rahman seperti Islam and Modernity dan Major Themes of the Qur’an, serta tafsir klasik karya Ibnu Katsir. Penelitian ini juga merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan relasi antaragama dan sumber-sumber keislaman lainnya, baik dari perspektif Islam liberal maupun ulama salaf. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode tafsir Fazlur Rahman yang bersifat historis-kontekstual dan hermeneutis menghasilkan pandangan bahwa semua agama dapat dipandang setara dalam hal kebenaran dan keselamatan. Sebaliknya, Ibnu Katsir melalui pendekatan tafsir bil ma’tsur menegaskan eksklusivitas kebenaran Islam dan menolak klaim pluralisme agama. Adapun Persamaan dan perbedaan antara Metode penafsiran Fazlur Rahman dan Ibnu Katsir adalah bahwa Fazlur Rahman menggunakan pendekatan historis dan kontekstual dengan menekankan pentingnya memahami makna moral universal dari ayat-ayat Al-Qur’an, sehingga sampai pada kesimpulan bahwa semua agama dapat diterima secara teologis dalam konteks modern. Sementara itu, Ibnu Katsir tetap berpegang pada pendekatan tafsir bil ma’tsur yang menafsirkan ayat secara literal dan berdasar riwayat sahabat, sehingga menolak klaim adanya kesetaraan teologis antaragama. Persamaan keduanya terletak pada kesamaan objek kajian, namun berbeda secara metodologis dan kesimpulan. Penelitian ini juga menemukan dampak bahwa penafsiran pluralisme agama terhadap kesetaraan antaragama bagi kaum muslimin Indonesia berpotensi mengaburkan prinsip tauhid dan mereduksi otoritas wahyu dalam Islam. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini menyarankan pentingnya penguatan pemahaman metode tafsir bil ma’tsur di kalangan umat Islam, serta peningkatan literasi keagamaan terhadap isu-isu kontemporer seperti pluralisme agama. Penelitian ini juga merekomendasikan kajian lanjutan yang bersifat empiris dan komparatif terhadap dampak sosial penafsiran liberal di berbagai konteks masyarakat Muslim.

Downloads

Published

2025-07-15