KONSEP REZEKI DALAM AL-QUR`AN DAN SIGNIFIKANSINYA TERHADAP KEHIDUPAN
(Analisis Tafsir Al-Munir dan Tafsir Al-Azhar)
Keywords:
Rezeki, Tafsir Komparatif, Wahbah Az-Zuhaili, Hamka, Etika IslamAbstract
Artikel ini mengkaji konsep rezeki dalam Al-Qur`an melalui studi komparatif antara Tafsir Al-Munir karya Wahbah Az-Zuhaili dan Tafsir Al-Azhar karya Hamka. Permasalahan akademik yang diangkat adalah penyempitan makna rezeki hanya pada aspek material, padahal Al-Qur`an menghadirkannya dalam spektrum makna yang lebih luas, termasuk dimensi spiritual dan etika. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan komparatif dan deskriptif-analitis, dengan fokus pada 12 ayat yang membahas rezeki. Hasil menunjukkan bahwa kedua mufasir menegaskan bahwa Allah adalah satu-satunya pemberi rezeki dan bahwa rezeki merupakan ujian ilahi. Az-Zuhaili menampilkan pendekatan fiqh dan sistematis, sedangkan Hamka mengedepankan pendekatan kontekstual, psikologis, dan sosial. Artikel ini menunjukkan urgensi tafsir majemuk dalam memperluas pemahaman umat terhadap konsep rezeki, serta menguatkan nilai-nilai spiritual dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan Muslim.











