KONTEKSTUALISASI MAHAR DALAM QS. AN-NISA’ AYAT 4 PENDEKATAN TAFSIR MAQASHID PERSPEKTIF IBNU ASYUR
Keywords:
Mahar, QS. An-Nisa’ ayat 4, Maqashid al-Syariah, Ibnu Asyur, Tafsir maqashid.Abstract
Penelitian ini mengkaji konsep mahar dalam Al-Qur’an berdasarkan QS. An-Nisa’ ayat 4 melalui pendekatan tafsir maqashidi perspektif Ibnu ‘Āsyūr. Dalam pandangan Islam, mahar bukan sekadar bentuk pemberian material, melainkan simbol penghormatan, tanggung jawab, dan kesungguhan suami terhadap istrinya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber primer penelitian ini adalah Tafsir al-Tahrir wa al-Tanwir karya Ibnu ‘Āsyūr, sedangkan sumber sekundernya berupa literatur tafsir klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu ‘Āsyūr menekankan pentingnya unsur keikhlasan dalam pemberian mahar sebagaimana tersirat dalam lafadz nihlah. Dengan pendekatan maqashidi, mahar dipahami sebagai sarana menjaga martabat perempuan, memperkuat keadilan dalam relasi pernikahan, serta mendorong kemaslahatan sosial. Artikel ini menegaskan relevansi pandangan Ibnu ‘Āsyūr terhadap mahar dalam konteks masyarakat modern, di mana pemaknaan mahar seringkali tereduksi menjadi sekadar simbol status sosial dan beban finansial.











