TEORI PEMBELAJARAN BERMAKNA DALAM KONSEP ISLAM

Authors

  • Nurhayati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Mardia Hayati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Ratna Amalia Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Dian Nugraha Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Pembelajaran Bermakna, Ausubel, Struktur Kognitif, Advance Organizer, Peta Konsep, Pendidikan

Abstract

Teori pembelajaran bermakna yang dikemukakan oleh David Ausubel menekankan pentingnya keterkaitan antara pengetahuan baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki peserta didik. Berbeda dengan pembelajaran hafalan, pembelajaran bermakna memungkinkan siswa mengintegrasikan informasi baru ke dalam konsep yang sudah ada, sehingga pengetahuan menjadi lebih tahan lama, mudah diingat, dan dapat diterapkan dalam berbagai konteks. Artikel ini bertujuan untuk menguraikan prinsip-prinsip utama teori pembelajaran bermakna, syarat-syarat terjadinya pembelajaran bermakna, serta relevansinya dengan praktik pendidikan masa kini. Metode kajian dilakukan melalui studi literatur terhadap berbagai sumber ilmiah yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembelajaran bermakna hanya dapat tercapai apabila guru menyajikan materi yang logis dan terstruktur, serta peserta didik memiliki kesiapan untuk mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. Selain itu, strategi pengajaran seperti advance organizer, pemetaan konsep, studi kasus, dan problem-based learning terbukti efektif mendukung penerapan teori ini. Dengan demikian, teori pembelajaran bermakna memiliki kontribusi signifikan dalam membangun pemahaman mendalam, keterampilan berpikir kritis, dan kemandirian belajar peserta didik. Secara keseluruhan, teori pembelajaran bermakna memberikan kontribusi signifikan bagi pendidikan modern karena mampu mendorong siswa untuk membangun pengetahuan secara aktif, mengembangkan keterampilan berpikir kritis, serta meningkatkan kemandirian belajar. Dengan penerapan yang tepat, teori ini dapat menjadi landasan untuk menciptakan proses belajar mengajar yang lebih bermakna, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik.

Downloads

Published

2025-10-18