UPACARA KEMATIAN SEBAGAI SIKLUS KEHIDUPAN PERSPEKTIF AGAMA-AGAMA
Keywords:
Upacara Kematian, Kematian, Siklus Kehidupan, RitusAbstract
Manusia hidup dalam lintasan waktu yang dibatasi oleh dua gerbang misterius yakni kelahiran dan kematian. Jika kelahiran disambut dengan suka cita dan harapan, maka kematian, meskipun tidak terhindarkan, seringkali diselimuti duka dan ketakutan. Namun, dalam banyak kebudayaan, kematian dipandang bukan sebagai titik akhir yang absolut, melainkan sebagai fase transisi dan bagian fundamental dari siklus kehidupan yang berkelanjutan. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan makna spiritual serta ritual upacara kematian dari perspektif lima agama besar yaitu Islam, Hindu, Buddha, Konghucu, dan Kristen. Penelitian ini menggunakan metode penelitian studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Upacara kematian dipandang sebagai bagian dari siklus kehidupan karena banyak agama dan kepercayaan meyakini bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan perpindahan jiwa ke alam lain atau kehidupan kekal, sehingga upacara tersebut bertujuan untuk membantu arwah mencapai kehidupan berikutnya. Hal ini tercermin dalam ritual-ritual yang dilakukan seperti penghormatan terhadap leluhur, persiapan perbekalan untuk perjalanan arwah, serta pemakaman sesuai aturan adat. Persamaan utama makna kematian di kelima agama adalah transisi dari kehidupan duniawi menuju kehidupan akhirat, namun perbedaannya terletak pada tujuan akhir dan kondisi kehidupan setelah kematian.











