SISTEM KEKERABATAN DAN NASAB PERSPEKTIF ISLAM

Authors

  • Fauzan Al-Rasyid Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Dimas Rahmat Riyadi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Permata Puncak Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Japarudin Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu
  • Ridho Syabibi Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Keywords:

Sistem kekerabatan; Nasab; Hukum keluarga Islam; Patrilineal; Identitas sosial; Syariat Islam; Hak waris; Perwalian; Struktur keluarga dalam Islam.

Abstract

Sistem kekerabatan dan nasab dalam perspektif Islam merupakan fondasi penting dalam pembentukan identitas, struktur sosial, serta pengaturan hak dan kewajiban dalam masyarakat Muslim. Islam menempatkan nasab sebagai aspek fundamental yang berfungsi menjaga kesinambungan garis keturunan, kehormatan keluarga, serta kejelasan status hukum seseorang. Melalui sumber-sumber utama syariat, seperti Al-Qur’an dan Hadis, konsep nasab diatur secara komprehensif, mencakup penetapan garis keturunan, hak waris, perwalian, pernikahan, dan tanggung jawab keluarga. Artikel ini membahas konsep sistem kekerabatan dalam Islam yang umumnya bersifat patrilineal, namun tetap memberikan penghargaan terhadap peran kedua orang tua dalam pembentukan identitas anak. Selain itu, dibahas pula prinsip-prinsip penetapan nasab, keutamaan menjaga kehormatan keluarga, serta implikasi sosial dan hukum dari pelanggaran terhadap ketentuan nasab. Dengan pendekatan normatif-teologis, penelitian ini menegaskan bahwa sistem kekerabatan dan nasab dalam Islam tidak hanya berfungsi sebagai struktur sosial, tetapi juga sebagai mekanisme perlindungan moral dan hukum bagi individu dan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam menempatkan nasab sebagai amanah yang harus dijaga demi terwujudnya tatanan sosial yang adil, harmonis, dan berkeadaban.

Downloads

Published

2025-11-25