RUMAH TANGGA BAHAGIA DALAM PERSPEKTIF HADITS NABI

Authors

  • Khairuddin Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Keywords:

Rumah tangga Bahagia (Al-Usrah al-Sa'idah), Sakinah, Mawaddah, wa Rahmah (keluarga Sakinah), dan Keberkahan Rumah Tangga

Abstract

Konsep rumah tangga bahagia (الأسرة السعيدة, al-Usrah al-Sa'idah) dalam perspektif Hadits Nabi Muhammad SAW tidak hanya berfokus pada kebahagiaan duniawi semata, tetapi merupakan integrasi antara tujuan dunia dan akhirat. Kebahagiaan rumah tangga merupakan manifestasi dari penerapan nilai-nilai Islam yang bersumber dari Sunnah Nabi. Fondasi utamanya adalah pembentukan keluarga yang penuh ketenangan (سَكِينَة, sakinah), cinta (مَوَدَّة, mawaddah), dan kasih sayang (رَحْمَة, rahmah). Berdasarkan telaah terhadap berbagai Hadits, penelitian ini mengidentifikasi beberapa pilar utama. Pertama, landasan keimanan dan ketakwaan sebagai motivasi utama pernikahan. Kedua, akhlak yang mulia (husnul khuluq) yang tercermin dalam komunikasi dan muamalah yang baik antara suami dan istri. Ketiga, keseimbangan dalam hak dan kewajiban masing-masing anggota keluarga. Keempat, upaya aktif untuk menumbuhkan kasih sayang melalui sikap saling menghargai, memberi hadiah, dan berlemah lembut. Kelima, pendidikan agama yang berkelanjutan sebagai inti dari lingkungan keluarga. Keenam, mekanisme penyelesaian konflik (shulh) yang bijaksana dan damai. Terakhir, ketergantungan kepada Allah melalui doa untuk memohon keberkahan. Hasil yang didapat bahwa rumah tangga bahagia menurut Hadits Nabi adalah sebuah sistem yang dibangun melalui komitmen kolektif untuk menerapkan syariat Islam, di mana kebahagiaan yang hakiki tercapai ketika hubungan horizontal (antaranggota keluarga) berjalan harmonis karena didasarkan pada hubungan vertikal (kepada Allah SWT) yang kuat.

Downloads

Published

2025-11-29