TRADISI ILMU DALAM ISLAM DAN KLASIFIKASINYA : RELEVANSI TERHADAP ISI PENDIDIKAN ISLAM
Keywords:
Tradisi ilmu Islam, klasifikasi ilmu, epistemologi Islam, kurikulum pendidikan Islam, Integrasi ilmuAbstract
Penelitian ini mengkaji tradisi ilmu dalam Islam sebagai salah satu pilar penting perkembangan pemikiran, kebudayaan, dan peradaban Islam sepanjang sejarah. Semangat pencarian pengetahuan yang telah dimulai sejak masa Rasulullah SAW terus berkembang melalui kontribusi para sahabat dan ulama. Dalam tradisi intelektual Islam, ilmu tidak hanya dipandang sebagai aktivitas rasional, tetapi juga sebagai sarana pembinaan akhlak, pendekatan diri kepada Allah, dan pembangunan masyarakat. Tokoh-tokoh seperti al-Ghazali, al-Farabi, Ibn Sina, dan Ibn Khaldun memberikan kontribusi signifikan melalui penyusunan klasifikasi ilmu yang membedakan antara ilmu syar‘i dan ilmu rasional, serta menegaskan harmoni antara wahyu dan akal sebagai sumber pengetahuan. Klasifikasi tersebut kemudian memengaruhi struktur kurikulum pendidikan Islam, mulai dari kuttab, masjid, hingga madrasah klasik. Melalui metode studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa rekonstruksi tradisi keilmuan Islam sangat relevan untuk menjawab tantangan globalisasi, sekularisasi, dan fragmentasi ilmu. Integrasi ilmu agama, ilmu rasional, serta etika keilmuan dinilai penting untuk membentuk peserta didik yang memiliki kompetensi spiritual, intelektual, dan sosial.











