REFLEKSI NILAI ALAT MUSIK SAPE’ DAN IDENTITAS KOMUNITAS DAYAK DI TENGAH ARUS MODERNISASI

Authors

  • Satia Puspawati Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Shabrina Alyaa Kaamilah Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Putri Halimatussya’diah Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Renaldi Rizki Malizar Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Muhammad Irfan Faiq Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Syairul Bahar Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Farkhan Abdurochim Alfaruq Universitas Syarif Hidayatullah Jakarta

Keywords:

Sape', Musik Tradisional, Fungsi Sosial, Nilai Filosofis, Masyarakat Dayak, Transformasi Budaya.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam fungsi sosial dan nilai filosofis alat musik tradisional Sape' dalam masyarakat Dayak, Kalimantan Timur, serta menelusuri transformasinya di era modernisasi. Sape' tidak hanya berfungsi sebagai medium hiburan, tetapi juga berperan vital sebagai penanda identitas kultural dan narasi spiritual komunitas. Data dikumpulkan melalui pendekatan kualitatif dengan metode etnografi, melibatkan observasi langsung dan wawancara mendalam dengan seniman dan tokoh adat. Analisis data menggunakan tiga kerangka teoritis: strukturalisme (untuk memahami simbolisme bentuk dan pola ritme), fungsionalisme (untuk mengkaji peran Sape' dalam memenuhi kebutuhan sosial dan spiritual), dan transformasionalisme (untuk meneliti perubahan fungsi akibat modernitas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara struktural, ornamen Sape' memuat dikotomi kosmis yang melambangkan keseimbangan alam. Secara fungsional, Sape' berfungsi sebagai pemersatu komunitas dalam upacara adat (seperti ritual penyembuhan dan panen) dan sebagai media transmisi nilai-nilai leluhur. Di tengah modernisasi, terjadi pergeseran fungsi dari yang sakral menjadi lebih variatif dan komersial, termasuk dalam kolaborasi kontemporer. Meskipun mengalami adaptasi, esensi filosofis dan peran Sape' sebagai identitas kolektif Dayak tetap dipertahankan melalui reinterpretasi estetika, menunjukkan kemampuan budaya untuk berevolusi tanpa melepaskan akar tradisi.

Downloads

Published

2025-12-09