TAFSIR AYAT TENTANG GURU DAN MURID

Authors

  • Nurhayati Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nurcahaya Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Febrianti Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Imam Mudaris Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

guru dan murid, tafsir Al-Qur’an, etika menuntut ilmu, pendidikan Islam

Abstract

Kajian ini membahas nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur’an yang membicarakan hubungan antara guru dan murid, khususnya QS. An-Nahl ayat 43 dan QS. Al-Kahfi ayat 66. Kedua ayat ini memberikan landasan penting bagi konstruksi hubungan edukatif yang ideal dalam Islam. QS. An-Nahl 43 menekankan pentingnya otoritas keilmuan dan kewajiban merujuk kepada orang yang berpengetahuan ketika tidak mengetahui, sehingga menegaskan peran guru sebagai sumber ilmu yang sah dan dapat dipercaya. Sementara itu, QS. Al-Kahfi 66 melalui dialog antara Musa dan Khidr menggambarkan adab serta etika murid dalam mencari ilmu, seperti kerendahan hati, kesabaran, kesungguhan, dan sikap meminta izin kepada guru. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa Al-Qur’an menempatkan hubungan guru–murid bukan sekadar pada proses transfer pengetahuan, tetapi sebagai interaksi moral dan spiritual yang dibangun atas dasar keteladanan, penghormatan, serta komitmen bersama untuk mencari kebenaran. Nilai-nilai Qur’ani ini relevan untuk diimplementasikan dalam pendidikan modern guna membentuk hubungan yang harmonis dan berkarakter antara pendidik dan peserta didik.

Downloads

Published

2025-12-12