MANAJEMEN EMOSI JAMAAH DALAM MENERIMA PESAN DAKWAH DI MASJID NURUL HIKMAH JAKARTA BARAT
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk memahami secara mendalam bagaimana jamaah Masjid Nurul Hikmah Jakarta Barat mengelola emosi dalam menerima pesan dakwah. Dalam konteks dakwah Islam, keberhasilan penyampaian pesan tidak hanya ditentukan oleh kualitas retorika dai, tetapi juga oleh kesiapan psikologis dan spiritual jamaah sebagai penerima. Emosi menjadi jembatan antara kognisi dan tindakan; ia dapat menjadi energi positif yang menumbuhkan iman, atau hambatan batin yang menutup hati dari kebenaran. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif fenomenologis, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap jamaah pengajian rutin. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik menurut Miles dan Huberman. Hasil menunjukkan bahwa jamaah memiliki kemampuan manajemen emosi yang baik, ditandai oleh kemampuan menahan reaksi negatif, menafsirkan kritik secara positif, dan menyalurkan emosi melalui refleksi spiritual. Secara teoretis, fenomena ini dapat dijelaskan melalui integrasi antara teori emotional intelligence (Goleman, 1995) dan konsep tazkiyatun nafs dalam psikologi Islam. Temuan ini mempertegas pentingnya dakwah empatik yang tidak hanya menyentuh rasio, tetapi juga menghidupkan kesadaran emosional jamaah sebagai sarana penyucian jiwa.











