EPISTEMOLOGI DAN KLASIFIKASI ILMU MENURUT AL-FÂRÂBI: INTEGRASI RASIONALITAS, METAFISIKA, DAN REALITAS
Keywords:
Epistemologi burhânî; klasifikasi ilmu; Ihsâ’ al-‘UlûmAbstract
Artikel ini menganalisis secara komprehensif struktur epistemologi dan klasifikasi ilmu menurut al-Fârâbî sebagai salah satu fondasi utama dalam tradisi filsafat Islam peripatetik. Sebagai al-Mu‘allim al-Thânî, al-Fârâbî berhasil membangun sintesis antara warisan intelektual Yunani dan kerangka keagamaan Islam melalui metodologi rasional, struktur metafisik berjenjang, serta sistem ilmu yang integral dan tidak dikotomik. Melalui pembacaan mendalam atas Iḥṣā’ al-‘Ulūm, penelitian ini menemukan bahwa al-Fârâbî tidak sekadar menyusun daftar disiplin ilmu, tetapi merumuskan arsitektur epistemik yang menempatkan linguistik sebagai fondasi, logika sebagai instrumen validasi pengetahuan, matematika sebagai ilmu perantara, fisika dan metafisika sebagai kajian ontologis, serta ilmu sosial-politik sebagai puncak penerapan pengetahuan dalam kehidupan manusia. Struktur ini mencerminkan pandangan metafisik al-Fârâbî tentang hierarki wujud yang berangkat dari Wājib al-Wujūd menuju wujud-wujud mumkin, sekaligus menegaskan integrasi realitas spiritual dan material dalam satu kesatuan kosmos yang rasional dan teleologis. Dari sisi epistemologi, al-Fârâbî mengembangkan metode burhânî yang menekankan supremasi rasio, demonstrasi logis, dan proses pembuktian yang sistematis melalui mekanisme tasawwur dan tashdīq. Pengetahuan yang sahih, dalam pandangannya, tidak dapat dilepaskan dari struktur argumentasi yang benar, penggunaan logika, dan observasi empiris yang teratur. Kajian ini menunjukkan bahwa pemikiran al-Fârâbî memiliki relevansi intelektual bagi era kontemporer yang ditandai oleh fragmentasi disiplin ilmu dan tantangan terhadap rasionalitas. Konsep integratifnya menawarkan paradigma alternatif bagi pengembangan metodologi keilmuan modern yang memadukan rasionalitas, metafisika, dan realitas empiris dalam satu ekosistem pengetahuan yang utuh.











