IMPLEMENTASI ISLAM MODERAT DALAM SISTEM PENDIDIKAN PESANTREN
Keywords:
Islam moderat, wasathiyyah, pendidikan pesantren, deradikalisasi, kurikulum NUAbstract
Penelitian ini menganalisis implementasi Islam moderat (wasathiyyah) dalam sistem pendidikan pesantren sebagai benteng deradikalisasi di Indonesia. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif-analitis dengan desain studi kasus di pesantren, data dikumpul melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis Miles-Huberman mengungkap integrasi wasathiyyah via kurikulum kontekstual (fiqh munāsabah, studi mazhab), metode dialogis (munaqasyah), peran kyai sebagai role model, serta ekstrakurikuler toleran yang menekankan keseimbangan, tasamuh, dan 'adl. Temuan menunjukkan efektivitas pesantren NU dalam menurunkan kerentanan radikal santri hingga 2,5%, meski tantangan seperti infiltrasi radikal digital diatasi melalui literasi dan kolaborasi Kemenag. Rekomendasi mencakup pelatihan kyai, kurikulum digital, dan sinergi stakeholder untuk memperkuat pesantren sebagai agen moderasi nasional.











