KONTEKS MODERASI SECARA HISTORIS DALAM MIKRO SABAB NUZŪL AL-QUR’AN
Keywords:
Moderasi, Asbāb al-Nuzūl, Mikro HistorisAbstract
Artikel ini menganalisis keterkaitan antara moderasi beragama dan konteks mikro asbāb al-nuzūl al-Qur’an. Selama ini, diskusi moderasi lebih banyak dipahami dari sisi teologis atau sebagai konsep kontemporer, padahal nilai-nilai moderasi memiliki akar historis yang kuat dalam proses turunnya wahyu. Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan menggabungkan literatur tafsir klasik (al-Ṭabarī, Ibn Kathīr, al-Wāḥidī), ulūm al-Qur’an, serta kajian kontemporer seperti Susfita (2015) yang membedakan sabab nuzūl makro dan mikro. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peristiwa-peristiwa kecil pada masa Nabi, seperti konflik antarindividu, kesalahpahaman, pertanyaan para sahabat, dan insiden sosial, sering kali melahirkan ayat yang memuat pesan kedamaian, keadilan, proporsionalitas, dan anti-ekstremisme. Dengan demikian, moderasi bukan hanya nilai abstrak, tetapi respons historis Qur’an terhadap dinamika sosial yang konkret. Artikel ini menawarkan landasan historis etis yang dapat memperkaya wacana moderasi Islam di era kontemporer.











