MAKNA SIMBOL SELF-REMINDER ISLAMI DI INSTAGRAM : ANALISIS INTERAKSIONISME SIMBOLIK DAN MODERNISME
Keywords:
Interaksionisme Simbolik, Modernisme, Moderasi Islam, Dakwah Digital.Abstract
Perkembangan teknologi digital telah menjadikan media sosial, khususnya Instagram, sebagai ruang baru bagi ekspresi dan interaksi keagamaan. Salah satu fenomena yang menonjol adalah banyaknya konten self-reminder Islami yang dikemas dalam bentuk visual dan teks singkat bernuansa spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna simbol dalam konten self-reminder Islami di Instagram melalui perspektif interaksionisme simbolik dan modernisme, serta relevansinya terhadap penguatan nilai-nilai Pendidikan Agama Islam (PAI) moderat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap sepuluh postingan self-reminder Islami dari akun @jasminealzhahras, @dawuhguru, dan @halimahalaydrus. Data dikumpulkan melalui dokumentasi digital berupa teks, caption, elemen visual, dan komentar pengguna, kemudian dianalisis melalui proses reduksi, pengkodean, dan interpretasi simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa simbol-simbol self-reminder Islami dimaknai secara subjektif dan reflektif oleh penggunanya melalui interaksi sosial digital seperti like, comment, dan share. Dalam konteks modernisme, self-reminder Islami menawarkan pola keberagamaan yang personal, sederhana, dan sesuai dengan ritme kehidupan masyarakat digital. Konten tersebut juga memuat nilai-nilai moderasi Islam seperti keseimbangan, kelembutan, dan sikap tidak menghakimi. Dengan demikian, self-reminder Islami tidak hanya berfungsi sebagai motivasi spritual, tetapi berperan sebagai media dakwah modern yang mendukung penguatan.











