KONSEP WASATHIYAH DALAM TAFSIR AL-MISHBAH DAN RELEVANSINYA DENGAN NILAI-NILAI PANCASILA

Authors

  • Elisa Nafilatun Naja Universitas Kiai Abdullah Faqih, Gresik, Indonesia
  • M Muizzuddin Universitas Kiai Abdullah Faqih, Gresik, Indonesia

Keywords:

Pancasila, Quraish Shihab, Tafsir Al-Mishbah, Wasathiyah

Abstract

Umat Islam dalam Al-Qur’an disebut sebagai ummatan wasathan. Namun, dalam praktik kehidupan sosial-keagamaan, nilai-nilai ummatan wasathan belum sepenuhnya terwujud. Artikel ini mengkaji konsep ummatan wasathan menurut Quraish Shihab dalam Tafsir Al-Mishbah serta relevansinya dengan nilai-nilai Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan teknik dokumentasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif-analitis dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Quraish Shihab, ummatan wasathan adalah umat yang bersikap moderat, tidak condong pada sikap ekstrem, sehingga melahirkan keadilan dan keseimbangan dalam kehidupan. Selain itu, ummatan wasathan dipahami sebagai umat yang berfungsi sebagai saksi sekaligus teladan bagi umat lain. Quraish Shihab mengemukakan delapan karakteristik ummatan wasathan, yaitu iman kepada Allah dan Rasul-Nya, keteguhan, kebijaksanaan, persatuan dan persaudaraan, keadilan, keteladanan, keseimbangan, serta sikap inklusif. Penafsiran Quraish Shihab tentang ummatan wasathan memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pancasila, khususnya prinsip keadilan, keseimbangan, dan toleransi. Konsep wasathiyah menegaskan sikap pertengahan dalam memandang Tuhan dan dunia, yang sejalan dengan semangat kebangsaan dan kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk.‎

Downloads

Published

2026-02-02