MODERASI BERAGAMA DALAM PERSPEKTIF HISTORIS

Analisis Makki–Madani, Dan Nasakh–Mansūkh)

Authors

  • Fatimatuz Zahro Universitas Kiai Abdullah Faqih, Gresik, Indonesia
  • Mumtazul Imamah Universitas Kiai Abdullah Faqih, Gresik, Indonesia
  • Muhammad Farih Universitas Kiai Abdullah Faqih Gresik Indonesia

Keywords:

Moderasi Beragama; Makki–Madani; Naskh–Mansukh; Perspektif Historis..‎

Abstract

Penelitian ini mengkaji moderasi beragama dari perspektif historis melalui analisis dua kerangka penting dalam studi Al-Qur’an, yaitu klasifikasi wahyu Makki–Madani dan konsep naskh–mansûkh. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, penelitian ini menunjukkan bahwa proses pewahyuan Al-Qur’an berlangsung secara bertahap sebagai respons terhadap dinamika konteks sosial-keagamaan masyarakat Muslim awal, sehingga membentuk model moderasi yang adaptif dan seimbang. Ayat-ayat Makki menekankan fondasi teologis, etika universal, serta prinsip-prinsip toleransi, sementara ayat-ayat Madani berfokus pada pengaturan sosial, norma hukum, dan tata kehidupan komunitas. Konsep naskh–mansûkh dipahami sebagai mekanisme internal dalam proses pewahyuan yang berfungsi menyesuaikan ketentuan hukum dengan kebutuhan masyarakat dan tahapan perkembangannya. Temuan penelitian ini menegaskan bahwa moderasi bukanlah konstruksi modern, melainkan merupakan karakter inheren dalam proses historis pewahyuan, yang berakar pada prinsip keseimbangan, kebijaksanaan, dan kemaslahatan umum.

Downloads

Published

2026-02-04