MEMBUMIKAN NILAI KETELADANAN KH.ABDURRASYID SEBAGAI SPIRIT PROFESI GURU DALAM MENGHADAPI PELUANG DAN TANTANGAN DI ERA 4.0
Abstract
Salah satu aspek penting yang mesti ada pada guru dan merupakan syarat bermutunya pendidikan adalah keteladanan. Karena itu seorang yang memilih profesi sebagai guru mesti menjadikan dirinya sebagai pribadi ideal, sehingga dalam aktifitas keseharian, baik di dalam maupun di luar lingkungan lembaga pendidikan ia akan dilihat sebagai pribadi model atau panutan yang pantas untuk digugu dan ditiru.
Salah satu ulama yang dapat menjadi spirit nilai keteladanan adalah sosok Tuan Guru KH. Abdurrasyid muassis Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah Amuntai Kalimantan Selatan. Nilai keteladanan yang bisa kita jadikan pembelajaran dari beliau diantaranya Sejak muda Tuan Guru KH. Abdurrasyid memiliki kemauan yang keras, tekad membaja serta ulet berusaha dan tangguh dengan cita-cita untuk menambah ilmu pengetahuan, dengan rela menmpuh perjalanan yang sangat jauh untuk menimba ilmu di Negara lain. Bersifat jujur dan sederhana. Tuan Guru KH. Abdurrasyid dengan sifat jujurnya mengelola peneyelenggaran perguruan Islam dan dengan sifat itu pula beliau mendapatkan kepercayaan dari masyarakat yang mendonasi pembangunan perguruan Islam.
Karakter sifat lain yang dimiliki Tuan Guru KH. Abdurrasyid adalah beliau dikenal dengan sifat tawadhu, santun, tenang, lembut, berwibawa, dan sangat ramah pada siapapun, sabar, dermawan, suka menolong dan membantu siapapun, tidak membeda-bedakan dengan siapapun beliau bergaul, serta tidak suka menonjolkan diri. Di dalam pertemuan-pertemuan ulama, disamping berbicara seperlunya tidak mengeluarkan pendapat kecuali diminta.
Tuan Guru KH. Abdurrasyid memiliki pandangan luas dan selalu berpandangan jauh ke depan, selalu terbuka namun memiliki keteguhan dalam pendirian. Pembentukan kader-kader ulama dengan sistem modern dengan sebanyak-banyaknya membuka sekolah Islam, dengan melatih ulama sebagai pendidik. Beliau Tuan Guru KH. Abdurrasyid memiliki kecenderungan kepada persatuan umat termasuknya di dalamya persatuan ulama.











