KARAKTERISTIK PERKEMBANGAN JIWA KEAGAMAAN PADA REMAJA
Keywords:
Karakteristik Keagamaan, RemajaAbstract
Masa remaja sering disebut sebagai fase penuh tantangan dan perubahan karena dianggap masa ini remaja mengalami berbagai macam peristiwa psikologis terutama emosi yang labil. Fase ini disebut sebagai fase kritis dalam perkembangan psikologi manusia, karena jiwa yang labil dan penuh dengan ketidakpastian. Agama pada remaja menjadi elemen penting dalam membentuk identitas diri, berfungsi meningkatkan kepercayaan diri remaja untuk mengembangkan ketahanan moral dan kendali pada diri menghadapi berbagai tantangan dan tekanan bujuk rayu kehidupan yang seringkali menyeret remaja pada lubang kebinasaan. Oleh karena itu agama hadir sebagai kendali bagi kehidupan remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini, yakni deskriptif kualitatif untuk menganalisis dan menggambarkan peneltian secara objektif serta mendetail untuk mendapatkan hasil yang akurat. Data primer berdasarkan observasi mendalam terkait fernomena keberagamaan remaja dan data sekunder dari jurnal dan buku-buku yang terkait dengan pembahasan. Data dianalisis dengan analisis deskriptif dengan tahap reduksi data, display data, verifikasi dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian ini menemukan perkembangan agama pada remaja terbagi dua tahap. Remaja awal 12-18 tahun, cenderung ragu-ragu terhadap ajaran agama, meragukan kejujuran penganut agama, dan bingung. Remaja akhir 18-24 tahun, memandang agama sebagai pegangan hidup. Para ahli psikologi agama menyatakan, kemantapan beragama terjadi pada usia 24 tahun. Kesimpulan tulisan ini perkembangan jiwa keagamaan remaja dilihat dari pengalaman dan ekspresi keagamaan, tercermin pada karakteristik beragama pada remaja, antara lain: percaya secara ikut-ikutan, percaya dengan kesadaran, percaya tapi ragu-ragu atau bimbang, dan tidak percaya kepada Tuhan. Untuk mengoptimalkan perkembangan agama remaja diperlukan pendidikan berbasis tauhid, keteladanan orang tua dan guru, lingkungan religius, penguatan ibadah secara rutin dan pendampingan psikologis.











