PENGARUH TEMBANG MACAPAT JAWA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN
Keywords:
Tembang Macapat, Pendidikan Agama Islam, Psikologi Pendidikan, Kearifan Lokal, Internalisasi NilaiAbstract
Tembang Macapat merupakan bentuk puisi tembang tradisional Jawa yang sarat nilai kearifan lokal dan ajaran moral. Artikel ini bertujuan mengkaji secara kritis pengaruh tembang Macapat dalam dua dimensi utama: Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Psikologi Pendidikan. Melalui metode kajian pustaka sistematis (systematic literature review), penelitian ini menganalisis teks-teks tembang Macapat—meliputi Mijil, Sinom, Dhandhanggula, Pangkur, dan Kinanthi—serta menginterpretasikan kandungan filosofisnya dalam kerangka ajaran Islam dan teori-teori psikologi pendidikan kontemporer. Hasil kajian menunjukkan bahwa tembang Macapat mengandung substansi tauhid, akhlak, dan tasawuf yang selaras dengan prinsip-prinsip PAI. Dalam perspektif psikologi pendidikan, tembang ini terbukti berperan sebagai medium internalisasi nilai, pembentukan karakter, dan regulasi emosi peserta didik. Namun demikian, kajian ini juga mengidentifikasi potensi risiko kognitif dan teologis ketika tembang dihayati secara literalis tanpa pemahaman yang memadai, khususnya dalam konteks masyarakat yang mewarisi tradisi secara turun-temurun tanpa refleksi kritis. Artikel ini selanjutnya memetakan perbandingan antara individu yang mempelajari tembang secara mendalam (penghayatan) dengan mereka yang hanya menyanyikan tanpa refleksi makna. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar kebijakan integrasi tembang Macapat dalam kurikulum PAI secara kritis dan kontekstual.











