KEBANGKRUTAN YANG HAKIKI DALAM PERSPEKTIF HADIS TARBAWI

Authors

  • Khafifa Khairi Annisa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Nurcahaya Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Zacky Ramadhan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • M. Tizani Nawa Bik Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Kebangkrutan hakiki, Hadis Tarbawi, pendidikan akhlak, nilai moral Islam.

Abstract

Kebangkrutan dalam perspektif umum sering diartikan sebagai kondisi kehilangan harta atau kegagalan finansial. Namun, dalam ajaran Islam, kebangkrutan memiliki makna yang lebih mendalam sebagaimana dijelaskan dalam hadis Nabi Muhammad. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep kebangkrutan yang hakiki dalam perspektif Hadis Tarbawi serta implikasinya dalam pendidikan Islam. Metode yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan kualitatif, yaitu menganalisis hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah tentang orang yang bangkrut di hari kiamat. Hasil kajian menunjukkan bahwa kebangkrutan yang hakiki adalah kondisi seseorang yang kehilangan pahala amal ibadahnya karena perbuatan zalim terhadap orang lain, seperti mencaci, memfitnah, mengambil hak orang lain, dan melakukan kekerasan. Dalam perspektif tarbawi, hadis ini mengandung nilai pendidikan yang menekankan pentingnya keseimbangan antara ibadah ritual dan akhlak sosial. Pendidikan Islam tidak hanya berfokus pada aspek kognitif dan spiritual, tetapi juga pada pembentukan karakter dan etika peserta didik. Oleh karena itu, konsep kebangkrutan yang hakiki sangat relevan untuk diintegrasikan dalam proses pembelajaran guna membentuk pribadi yang berakhlak mulia dan bertanggung jawab.

Downloads

Published

2026-06-05