SILATURAHIM DALAM PERSPEKTIF HADIS TARBAWI DAN RELEVANSINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM
Keywords:
Silaturahim, Hadis Tarbawi, Pendidikan Islam, Akhlak, SosialAbstract
Penelitian ini membahas konsep silaturahim dalam perspektif Hadis Tarbawi serta relevansinya dalam pendidikan Islam. Silaturahim tidak hanya dipahami sebagai hubungan kekerabatan secara biologis, tetapi juga sebagai bentuk hubungan sosial yang mengandung nilai pendidikan akhlak, spiritual, dan sosial dalam kehidupan manusia. Di era modern saat ini, praktik silaturahim mengalami penurunan akibat perkembangan teknologi dan gaya hidup individualistik, sehingga kajian ini menjadi penting untuk mengembalikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research). Sumber data diperoleh dari hadis-hadis Nabi Muhammad SAW dalam kitab Shahih Bukhari dan Shahih Muslim, Al-Qur’an, serta literatur pendukung berupa buku dan jurnal ilmiah yang relevan dengan tema silaturahim dan pendidikan Islam. Teknik analisis data dilakukan melalui analisis isi (content analysis) dengan mengkaji, mengelompokkan, dan menarik kesimpulan dari berbagai sumber yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silaturahim memiliki nilai-nilai pendidikan yang penting, seperti memperkuat persaudaraan, menumbuhkan kepedulian sosial, membentuk akhlak mulia, serta menjadi sarana memperoleh keberkahan hidup. Dalam perspektif Hadis Tarbawi, silaturahim berperan penting dalam pembentukan karakter peserta didik agar memiliki sikap sosial yang baik dan berakhlakul karimah. Oleh karena itu, nilai-nilai silaturahim perlu diinternalisasikan dalam dunia pendidikan Islam sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia.











