INTEGRASI NILAI ETIKA LINGKUNGAN DALAM PROSES RITUAL BELANCANG SEBAGAI PENGOBATAN TRADISIONAL DI PANIPAHAN ROKAN HILIR
Keywords:
ritual belancang, etika lingkungan, pengobatan tradisional, kearifan lokal, masyarakat PanipahanAbstract
Ritual belancang merupakan salah satu tradisi pengobatan tradisional yang masih dilestarikan oleh masyarakat Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Ritual ini tidak hanya dimaknai sebagai sarana penyembuhan penyakit, tetapi juga mengandung nilai budaya dan etika lingkungan yang berkaitan erat dengan hubungan manusia dan alam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi nilai etika lingkungan dalam proses ritual belancang sebagai pengobatan tradisional masyarakat Panipahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ritual belancang mengandung nilai penghormatan terhadap alam melalui penggunaan unsur-unsur alami seperti laut, hutan, dan bahan organik dalam prosesi ritual. Selain itu, ritual ini juga memperlihatkan adanya perubahan pandangan masyarakat modern yang mulai memaknai belancang sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal dibandingkan sebagai media pengobatan utama. Dengan demikian, ritual belancang tidak hanya memiliki nilai spiritual dan budaya, tetapi juga mengandung nilai ekologis yang penting dalam menjaga hubungan harmonis antara manusia dan lingkungan.











