AL-QUR'AN DAN FENOMENA HOAKS: TELAAH TAFSIR QS. AL-HUJARAT [49]:6 DALAM KONTEKS ERA DIGITAL

Authors

  • Ririn Wilka Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Khurul Ain Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau
  • Edi Hermanto Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Keywords:

Tabayyun, QS. Al-Hujurat [49]:6, Hoaks, Era Digital, Tafsir Komparatif

Abstract

Fenomena hoaks atau berita bohong yang menyebar secara masif di era digital menjadi tantangan serius bagi masyarakat Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran QS. Al-Hujurat [49]:6 menurut mufassir klasik dan kontemporer serta mengkaji relevansi konsep tabayyun sebagai solusi normatif terhadap fenomena hoaks di era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Sumber data primer meliputi kitab Tafsir Al-Qur'an Al-'Azhim karya Ibnu Katsir, Jami' Al-Bayan karya Al-Thabari, Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab, dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Data dianalisis menggunakan metode tafsir maudhui (tematik) dan muqaran (komparatif) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mufassir klasik dan kontemporer sepakat bahwa perintah tabayyun dalam QS. Al-Hujurat [49]:6 bersifat universal yakni kewajiban verifikasi informasi sebelum bertindak, meskipun terdapat perbedaan pada aspek kontekstualisasinya. Mufassir klasik lebih menekankan konteks historis dan kebahasaan, sedangkan mufassir kontemporer mengkontekstualisasikannya dalam kehidupan modern termasuk fenomena hoaks di media sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep tabayyun memiliki relevansi yang sangat tinggi sebagai solusi normatif sekaligus panduan etis bermedia sosial bagi masyarakat Muslim di era digital. Internalisasi nilai tabayyun dalam pendidikan Islam diharapkan mampu membentuk generasi Muslim yang kritis, bijak, dan bertanggung jawab dalam menghadapi gelombang hoaks di era digital.

Downloads

Published

2026-06-11