RELEVANSI SANAD HADIS DI ERA MEDIA SOSIAL: TANTANGAN VERIFIKASI, DIGITAL ISNĀD MAPPING, DAN REKONSTRUKSI LITERASI HADIS DIGITAL

Authors

  • Ahmad Khairuddin Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Keywords:

Sanad hadis, verifikasi hadis, media sosial, digital isnād mapping, literasi hadis digital

Abstract

Era media sosial telah membawa transformasi fundamental dalam cara hadis Nabi Muhammad SAW disebarluaskan, dikonsumsi, dan diinterpretasikan oleh masyarakat Muslim. Kemudahan akses dan kecepatan penyebaran informasi di platform digital seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, TikTok, dan Twitter menciptakan paradoks: demokratisasi pengetahuan hadis membuka peluang pembelajaran yang lebih luas, namun juga memfasilitasi proliferasi hadis palsu (mawḍū‘) dan lemah (ḍa‘īf) tanpa verifikasi sanad yang memadai. Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi sistem sanad sebagai metodologi verifikasi hadis di tengah arus digital, mengidentifikasi pola penyebaran hadis tidak terverifikasi di media sosial, serta mengeksplorasi integrasi metodologi klasik dengan pendekatan digital kontemporer. Menggunakan metode kualitatif dengan studi kepustakaan (library research) dan analisis isi terhadap 35 sumber akademik dari basis data, penelitian ini menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, sistem sanad yang dikembangkan sejak abad pertama Hijriah tetap memiliki relevansi epistemologis yang kuat di era digital, berfungsi seperti sistem peer review dalam dunia akademik modern. Kedua, media sosial telah menjadi ekosistem baru di mana otoritas hadis lebih banyak ditentukan oleh visibilitas algoritmik daripada verifikasi keilmuan; temuan empiris menunjukkan bahwa konten hadis di Instagram tidak mencantumkan status keshahihan. Ketiga, pendekatan digital seperti digital isnād mapping, kecerdasan buatan (AI), natural language processing (NLP), dan teknologi blockchain menawarkan peluang transformatif untuk memperkuat verifikasi sanad, meskipun menghadapi tantangan etis dan metodologis yang signifikan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa revitalisasi sanad di era media sosial menuntut rekonstruksi literasi hadis digital yang mengintegrasikan prinsip-prinsip klasik ulumul hadis dengan kecakapan literasi digital serta inovasi teknologi.

Downloads

Published

2026-06-11